Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Factors Influencing The Implementation Of “Isi Piringku” Complementary Feeding For Infants Aged 6–23 Months In The Prevention Of Stunting Aliah, Nur; Suminar, Erni Ratna; Nurfita, Nisa Rizki; Nurani, Siti; Fadila, Zahra
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23097

Abstract

 Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis. Pemberian MPASI isi piringku pada bayi 6-23 bulan dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi stunting jika diaplikasikan sesuai dengan pedoman yang benar. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi dalam pemberian MPASI isi piringku pada bayi 6-23 bulan. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan pengambilan sampel dengan accidental sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 6-23 bulan di Wilayah Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon sebanyak 346 orang, dengan jumlah sampel 114 orang.Hasil analisis data dengan uji chi square didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, jumlah anak, pendapatan keluarga dan media informasi dengan pemberian MPASI isi piringku. p-value pengetahuan (0,000), jumlah anak (0,008), pendapatan keluarga (0,000) dan media informasi (0,000).Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MPASI sesuai pedoman isi piringku pada ibu dengan bayi usia 6–23 bulan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jumlah anak (paritas), pendapatan keluarga, paparan media informasi, serta pengetahuan ibu. Saran: Diharapkan agar tenaga kesehatan dan kader posyandu meningkatkan edukasi gizi kepada ibu melalui penyuluhan maupun media informasi yang mudah dipahami.  Kata Kunci : Faktor-Faktor; MPASI; Isi Piringku; Bayi; Stunting.  ABSTRACT Background: Stunting is a growth and developmental disorder in children caused by chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by a child’s length or height being below the standard. Stunting occurs due to prolonged inadequate nutritional intake resulting from the provision of food that does not meet nutritional requirements. It has the potential to hinder brain development, with long-term consequences such as cognitive delays, low learning capacity, and an increased risk of chronic diseases. The implementation of complementary feeding based on the “Isi Piringku” guidelines for infants aged 6–23 months can serve as an effective strategy to prevent stunting when applied appropriately.The objective of this study is to identify the factors that influence the implementation of complementary feeding based on the “Isi Piringku” guidelines among mothers with infants aged 6–23 months.The research employed a correlational analytic method with a cross-sectional approach, and the sampling technique used was accidental sampling. The study population consisted of all mothers with infants aged 6–23 months in the Harjamukti District, Cirebon City, totaling 346 individuals, with a sample size of 114 respondents.The results of data analysis using the Chi-square test showed a significant relationship between knowledge, number of children, family income, and information media with the practice of complementary feeding based on the “Isi Piringku” guidelines. The p-values were as follows: knowledge (0.000), number of children (0.008), family income (0.000), and information media (0.000).Conclusion: The results of the study indicate that the implementation of complementary feeding in accordance with the “Isi Piringku” (My Plate) guidelines among mothers with infants aged 6–23 months is influenced by several factors, including the number of children (parity), family income, exposure to information media, and maternal knowledge.Suggestion: It is recommended that healthcare workers and posyandu (community health post) cadres enhance nutrition education for mothers through counseling sessions and easily understandable information media. Keyword : Factors; MPASI; Isi Piringku; Baby; Stunting.
Analisis Peran Artificial Intelligence (AI): ChatGPT dalam Perkuliahan di Kalangan Mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Luthfiyyah, Khansa; Zhafira, Luluk; Nurani, Siti; Giwangsa, Sendi Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13221

Abstract

Salah satu inovasi di era revolusi industri 4.0 adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Salah satu teknologi AI yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan adalah ChatGPT. ChatGPT (Generative Pre-Trained Transformer) adalah chatbot yang menggunakan kecerdasan buatan. ChatGPT memiliki potensi untuk mengubah cara mahasiswa belajar, ada beberapa masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Pertama, perlu adanya penyelidikan lebih mendalam tentang seberapa efisien ChatGPT dalam membantu mahasiswa di perkuliahan. Kedua, perlu adanya pertimbangan apakah ChatGPT dapat digunakan sebagai pengganti interaksi manusia dalam pembelajaran, dan apakah ada risiko ketergantungan yang berlebihan pada ChatGPT. Penelitian ini akan menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner. Hasil yang didapatkan oleh mahasiswa PGSD UPI setelah menggunakan ChatGPT adalah mempermudah mereka dalam mengerjakan tugas dan membantu mereka mendapatkan gambaran pengerjaan tugas. Namun demikian, dengan kemudahannya tetap saja mahasiswa program studi PGSD UPI merasa pro dan kontra dengan kehadiran ChatGPT ini.
Pengaruh Labelisasi Halal, Keamanan Bahan, dan Harga Produk Skincare Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi kasus pada Mahasiswa Muslim Universitas Tanjungpura Pontianak) Nurani, Siti; Yacoub, Yarlina; Ardelia, Aya Sofia; Amalia, Sisi
Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME) Vol 12, No 4 (2024): Equator Journal of Management and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ejme.v12i4.84510

Abstract

Industri dibidang kecantikan dan perawatan kulit yang semakin berkembang dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Mengingat Indonesia merupakan negara mayoritas penduduk beragama islam dapat menjadi sasaran pemasaran bagi produsen. Melihat peluang ini, produsen akan mengembangkan produknya demi mendapatkan keuntungan dengan melihat faktor apa saja yang berpeluang positif dalam peningkatan penjualan. Seperti penggunaan label halal, dan jaminan keamanan produk serta harga yang sesuai dengan persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh labelisasi halal, keamanan bahan dan harga produk skincare terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa muslim Universitas Tanjungpura Pontianak. Sampel dalam penelitian ini adalah 225 responden dananalisis data menggunakan partial least square (PLS) yang diolah menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa labelisasi halal tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian sedangkan keamanan bahan dan harga terbukti berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk skincare pada mahasiswa muslin Universitas Tanjungpura Pontianak.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA Nurani, Siti
Sinar : Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2025): SINAR Jurnal Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sinar.v7i1.25617

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia yang sering disebut masa pubertas yaitu masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Setiap remaja putri akan mengalami perubahan fisik maupun psikis, perubahan ini meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Menstruasi adalah luruhnya lapisan rahim yang disertai dengan keluarnya darah karena tidak adanya pembuahan. Stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Stres juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Stres merangsang hypothalamus-pituitary-adrenal cortex aksis sehingga dihasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormonal termasuk hormon reproduksi sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Metode: Penelitian Penulisan artikel ini menggunakanmetode literature review pada artikel penelitian yang terdapat di database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci menstruasi, stress, hubungan, reproduksi, masa remaja. Kriteria artikel yang dipilih adalah artikel yang diterbitkan antara tahun 2019-2024 baik di jurnal nasional maupun internasional. Tinjauan pustaka dilakukan dengan membandingkan metode penelitian, metode pengolahan dan hasil yang diperoleh dari setiap artikel. Tujuan : Berdasarkan beberapa penelitian yang telah penulis review Terdapat hubungan yang kuat antara tingkat stress pada perubahan pola menstruasi Pada Remaja. Simpulan : remaja mengalami peristiwa penting dalam hidup yang tidak terduga, remaja putri juga dipengaruhi oleh faktor kadar hormon akibat stress serta emosi yang kurang stabil. Semakin stress seorang remaja maka semakin berpengaruh terhadap perubahan siklus mesntruasi dan dapat berdampak bagi kesehatan serta kesehatan reproduksinya. Kata kunci: Menstruasi, stres, masa remaja.