Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Rhodamin B Dalam Lipstick Di Kecamatan Banjarmasin Utara Hansel Hens Tangkas; Trias S. Putri; Syarifah S. Aisyah; Hairunnisa Hairunnisa; Helda Oktavia; Indah Purnamasari; Siti Salbiah; Rahmadani Rahmadani
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 2 No 2 (2022): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v2i2.190

Abstract

Background: Rhodamine B is a synthetic substance which is generally used as a dye in paper, textile or ink which causes respiratory irritation and when used can cause cancer and liver damage in the body. The use of Rhodamine B for a long time will cause acute danger if swallowed and cause vomiting which causes irritation of the digestive tract and causes symptoms of poisoning. The purpose of this study was to determine the presence of lipstick containing Rhodamine B. The testing method carried out used for qualitative testing is Thin Layer Chromatography (TLC) and quantitative testing using UV-VIS Spectrophotometry. The results of the lipstick sample were qualitatively proven to contain rhodamine B with a mobile phase and a stationary phase of 70% ethanol: ammonia: ethyl acetate (5:2,5:12,5) and silica gel 254 nm. With an RF value of 0.57. In quantitative testing, rhodamine B levels were found to be 2.598 mg/L. Conclusion lipsticks circulating in the East Banjarmasin sub-district are proven to contain rhodamine B.
R Penurunan Kadar Logam Timbal (Pb) Pada Daging Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleurus) Dengan Filtrat Asam Jawa (Tamarindus indica): Penurunan Kadar Logam Timbal (Pb) Pada Daging Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleurus) Dengan Filtrat Asam Jawa (Tamarindus indica) Felix Imanuel Rachman; Rahmadani Rahmadani; Muhammad Rizal
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 1 (2022): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v3i1.217

Abstract

Background: Tamarind has citric acid which has the ability to reduce heavy metal contamination. Citric acid with its tricarboxylic group can bind with heavy metals and produce complex ions and has stable properties in the form of chelates. Objective: To analyze the correlation between public knowledge and the use of drugs for toothache in the working area of the Asam- Asam Public Health Center. Methods: Seeing the effect of tamarind on lead heavy metal and the relationship between variations in tamarind concentration and decreased levels of lead heavy metal in fish meat. Methods: This study used a pre-experimental method with only-posttest design approach using atomic absorption spectrophotometry (AAS) instruments. Results: Based on the research that has been done, it was found that the decrease in metal content from treatment with tamarind 5% was 63.923%, tamarind 10% was 41.431%, and tamarind 10% was 26.484% with a significance result of 0.715. Conclusion: Based on the results of the study, it was found that there was no relationship between variations in the concentration of tamarind and lead levels.
Analisis Hidroquinon Pada Handbody Lotion Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Norrahmi Amelia; Nia Dwi Agustina; Rahmadani Rahmadani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v1i9.398

Abstract

Handbody Lotion merupakan pelembut kosmetika yang terdiri dari dua fase yaitu fase minyak dan fase air yang distabilkan dengan sistem emulsi. Praktikum ini bertujuan untuk melakukan analisis kandungan hidrokuinon pada handbody lotion. metode penetapan kadar hidrokuinon yang dapat digunakan adalah metode spektrofotometri UV-Vis merupakan medode sederhana untuk menetapkan kuantitas zat yang kecil, hasil yang diperoleh cukup akurat. hasil penelitian dan aplikasi lebih jauh yang menjadi prospek kajian berikutnya. Penutup merupakan simpulan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan merupakan jawaban dari rumusan masalah. Simpulan diselaraskan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dalam hal simpulan lebih dari satu, maka dituliskan menggunakan penomoran angka dan bukan menggunakan bullet. Dalam bagian penutup ini juga dapat ditambahkan prospek pengembangan dari hasil penelitian dan aplikasi lebih jauh yang menjadi prospek kajian berikutnya.
ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT NATRIUM DIKLOFENAK PADA JAMU ASAM URAT YANG BEREDAR DI KOTA BANJARMASIN Maulida Putri Andini; Mardatun Nisa; Mia Kamelia Citra; Muhammad Rezki Rachman; Rissa Oktavia; Saidatun Nisa; Sheila Nabila Afri; Shinta Kumala Dewi; Sita Razni; Siti Salimah; Rahmadani Rahmadani
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 5, No 2 (2022): (November) Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v5i2.8090

Abstract

Jamu asam urat merupakan alternatif pengobatan selain pengobatan konvensional untuk penyakit goat arthritis atau lebih familiar dengan nama asam urat di masyarakat. Selain harganya yang terjangkau, jamu yang merupakan obat tradisional dipercaya relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik sehingga seringkali menjadi pilihan bagi masyarakat dalam mengatasi keluhan penyakitnya. Namun saat ini, demi mencapai hasil pengobatan yang lebih instan tanpa mempertimbangkan resikonya terhadap kesehatan, produsen jamu asam urat seringkali menambahkan bahan kimia obat (BKO) natrium diklofenak yang dapat membayakan bagi tubuh jika digunakan tanpa takaran maupun dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahan kimia obat natrium diklofenak pada jamu asam urat yang beredar di Banjarmasin. Sampel jamu asam urat pada penelitian dibeli secara acak dari penjual jamu kemasan di Pasar Sudimampir. Analisis secara kualitatif dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase gerak etil asetat: n-heksana (7: 3), hasil analisis menunjukan sampel jamu asam urat negatif mengandung natrium diklofenak sebab memiliki selisih nilai Rf yang jauh berbeda dengan standar natrium diklofenak. Uji dilanjutkan secara kuantitatif dengan metode Spektrofotometeri UV-Vis pada panjang gelombang 230 nm dengan variasi konsentrasi baku standar adalah 10, 12, 14, 16, dan 18 ppm, diperoleh kadar natrium diklofenak yang sangat kecil pada sampel jamu asam yaitu sebesar 0,01218%.
Deteksi Logam Berat Merkuri (Hg) pada Air dan Ikan Pasca Pertambangan Emas di Sungai Barito Kabupaten Barito Utara: Detection of Heavy Metal Mercury (Hg) in Water and Fish After Gold Mining in the Barito River, North Barito Regency Rahmadani Rahmadani; Tuti Alawiyah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 8 No. 3 (2022): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v8i3.4501

Abstract

The mining process is sometimes very complex, which can cause damage to the surrounding environment and cause pollution, such as chemical discharge and tailings from the mining process. The waste generated can pollute river water areas such as heavy metals Mercury, Lead, Cadmium, Nickel, and Zinc. To detect metals, an Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) instrument is used, which is quite accurate in determining the concentration of metals at very low levels, such as elements of arsenic, antimony, lead, and mercury which can be selectively determined. Based on the qualitative test results, mercury content and levels are 0.141 mg/kg, 0.129 mg/kg, 0.025 mg/kg, 0.130 mg/kg, 0.136 mg/kg, and 0.046 mg/kg. The conclusion based on the results of mercury metal is still safe within the limits of metal contamination.
Analisis Kadar Rhodamin B Pada Gula Kapas Dan Arbanat Dengan Spektrofotometri Uv-Vis Di Kota Banjarmasin Heni Andriani; Rahmadani; Mia Audina
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.949 KB)

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik yang digunakan sebagai pewarna tekstil dan banyak di jumpai dalam jajanan. Karena memiliki warna yang lebih menarik sehingga banyak konsumen menyukai Pengguanaan Rhodamin B berwarna merah yang dijumpai seperti jajanan gula kapas dan arbanat yang dapat menyebabkan beberapa dampak buruk untuk kesehatan dikarenakan sifat toksik, jika di konsumsi zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pernapasan, keracunan, dan merupakan zat karsiogenik (dapat menyebabkan kanker). Mengidentifikasi kadar Rhodamin B dan mengetahui pengaruh jenis sampel pada jajanan gula kapas dan arbanat menggunakan metode analisis kuantitatif menggunakan Spektrofometri UV-Vis. Metode menggunakan jenis penelitian observasional analitik, dengan desain penelitian Cross Sectional, sampel jajanan gula kapas dan arbanat yang beredar di kota Banjarmasin dengan menggunakan metode uji reaksi warna dan Spektrofotometri UV-Vis. Lima dari 6 sampel memperoleh hasil positif pada sampel berkode A1,A3,G1,G2,G3 ditandai dengan berubah warna pada  NaOH 10 % warna merah keunguan, NH4OH 10% berwarna ungu, HCl pekat berwarna orange dan berwarna jingga pada H2SO4. Pada Sampel A2 memperoleh warna bening. Kurva baku standar menunjukan nilai a=0,0195, b=0,0368, r=0,9919  Dengan kadar A1; 0.285 mg/L, A3; 2.078 mg/L, G1; 1.644 mg/L, G2; 0.801 mg/L dan G3; 0.720  mg/L. Kesimpulan pada 5 sampel gula kapas dan arbanat positif mengandung Rhodamin B dengan kadar A1; 0.285 mg/L, A3; 2.078 mg/L, G1; 1.644 mg/L, G2; 0.801 mg/L dan G3; 0.720  mg/L. Ada pengaruh jenis sampel.
Identifikasi Teofilin Pada Sediaan Serbuk Jamu Sesak Nafas Secara KLT Dan Spektrofotometri Uv-Vis Aisyah Dina Aziza; Rahmadani Rahmadani; Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.538 KB)

Abstract

Saat ini semakin banyaknya industri jamu dan farmasi yang memproduksi obat tradisional. Jamu yang diduga mengandung bahan kimia obat Teofilin sangat mudah didapatkan dipasaran sehingga hal ini dijadikan peluang bagi beberapa pihak untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teofilin yang terdapat dalam jamu sesak nafas sediaan serbuk yang beredar di Kota Banjarmasin. Analisis dilakukan menggunakan metode kromatogrfi lapis tipis dan Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil pengujian menggunakan KLT dari sampel 1-6 berturut-turut menunjukkan harga Rf  0,9;  0,91; 0,93; 0,91; 0,91; 0,93 dan didapatkan kadar 10,62 ppm, 10,62 ppm, 10,23 ppm, 6,38 ppm, 7,15 ppm, 12,92 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa sampel jamu positif mengandung bahan kimia obat teofilin. Simpulan dari penelitian masih terdapat jamu yang mengandung bahan kimia obat.
Potensi Karbon Aktif Kulit Pisang Dalam Penurunan Kadar Amonia Di Sungai Barito Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv - Vis tuti alawiyah; Iwan Yuwindry; Rahmadani
JURNAL KATALISATOR Vol. 7 No. 2 (2022): jurnal Katalisator Volume 7 No 2, Oktober 2022
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.651 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v7i2.1565

Abstract

Sungai Barito merupakan salah satu sungai terbesar dan terluas di Banjarmasin. Ada beberapa pabrik karet di kawasan Sungai Barito. Pabrik tersebut membuang limbah bersih yang telah diolah ke Sungai Barito. Namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat beberapa senyawa kimia berbahaya yang masih terlarut, sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat senyawa kimia beracun di sungai, misalnya amonia. Penurunan kadar amonia dapat dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan arang aktif. Arang aktif dapat ditemukan di berbagai tanaman seperti tebu, jagung, kelapa dan kulit pisang. Kulit pisang merupakan bahan limbah yang cukup banyak ditemukan. Di sisi lain, senyawa dalam kulit pisang menunjukkan efektivitasnya sebagai karbon aktif.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji karakteristik kemampuan karbon aktif kulit pisang dalam menurunkan kadar amonia di sungai Barito dan melihat pengaruh varians waktu dalam menurunkan kadar amonia.Metode penelitian ini adalah true experimental dengan mengetahui pengaruh aktivitas reduksi amonia dalam waktu pemaparan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol dan kelompok uji dengan pemaparan dalam beberapa variasi waktu kontak dengan karbon aktif kulit pisang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karbon aktif sudah sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sedangkan nilai signifikansi penurunan kadar amonia dengan paparan karbon aktif pada kulit pisang adalah < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar amonia.
Potensi Filtrat Buah Asam Gelugur (Gracinia Atroviridis) Terhadap Penurunan Kadar Amonia (NH3) Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Luna Lidya Tampubolon; Rahmadani Rahmadani; Nur Hidayah
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonia yang berada  pada kolam ikan nila dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Amonia yang terdapat pada daging ikan terbentuk dari sisa metabolisme dan sisa pakan ikan yang mengendap didasar kolam. Penurunan kadar amonia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami yaitu buah asam gelugur yang mengandung senyawa kimia asam sitrat. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi filtrat buah asam gelugur terhadap penurunan kadar amonia pada ikan nila. Metode penelitian True Ekperimental Design dengan rancangan Posttest Only with Control Group dan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling serta analisis data dengan One Way Anova. Hasil data dari perlakuan konsentrasi filtrat buah asam gelugur sebesar 25%, 50%, 75%, 100% menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi filtrat buah asam gelugur maka penurunan kadar amonia pada ikan nila semakin besar. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikasi 0,001 diamana Ha<0,05, koefisien korelasi 0,989 dan arah korelasi positif. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variasi konsentrasi filtrat buah asam gelugur terhadap penurunan kadar amonia pada ikan nila. Kesimpulan konsentrasi filtrat buah asam gelugur 100% memiliki kemampuan optimal menurunkan kadar amonia ikan nila.
Aktivitas Antibakteri dan Penetapan Kadar Flavonoid Fraksi Daun Kalangkala (Litsea angulata) Serta Profil Kromatografi Lapis Tipis: Antibacterial Activity and Determination of Flavonoid Levels of Kalangkala Leaf Fraction (Litsea angulata) and Thin Layer Chromatography Profile Rohama Rohama; Melviani Melviani; Rahmadani Rahmadani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5194

Abstract

Traditionally the people of Kalimantan use kalangkala (Litsea angulata) to treat various diseases, one of which is diarrhea. It is known that kalangkala contains flavonoids that have antibacterial activity. Kalangkala leaf extract was tested for antibacterial activity against Escherichia coli which is one of the bacteria that causes diarrhea by diffusion and dilution. Then flavonoid levels are determined by the Spectophotometry UV-Vis method and see how thin layer chromatography profiles at the fraction level to find out how much flavonoid compounds there are. The results showed that kalangkala leaf extract has antibacterial activity against E.coli by diffusion obtained the diameter of the inhibitory zone already visible at a concentration of 20 mg / ml. Dilutionally obtained the value of KHM at a concentration of 50% and KBM at a concentration of 100%. Flavonoid levels in the extract were 71,367 mg QE(Quercetin Equialen)/g, at the n-Hexane fraction of 8,367 mg QE(Quercetin Equialen)/g, at the ethyl acetate fraction of 6,700 mg QE(Quercetin Equialen)/g and at the aquadest fraction of 5,700 mg QE(Quercetin Equialen)/g. Profile of Thin-Layered Chromatogaphy of the n-Hexane fraction with n-Hexane : Ethyl Acetate (8:12) eluene appeared 7 stains, ethyl acetate fraction with ethyl acetate : N-Hexane (3:7) eluene appears 5 stains and aquadest fraction with butanol: acetic acid : aquadest (4:1:5) eluent appears 2 stains.