Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Rhodamin B Pada Perona Mata (Eye Shadow) Yang Beredar Di Wilayah Kota Palangka Raya Dengan Metode KLT Dan Spektrofotometri Uv-Vis Agenia Rahman; Rahmadani Rahmadani; Ali Rakhman Hakim
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi secara langsung dilakukan oleh peneliti di 3 pasar tradisional, 3 pasar malam, 9 toko kosmetik, 7 lapak di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut ditemukan sebagian perona mata (eye shadow) tidak memiliki izin edar dari Badan POM. Setiap harinya tempat tersebut dikunjungi pembeli untuk membeli kosmetik. Khusus kosmetik perona mata (eye shadow), terjual sebanyak 1 sampai 3 buah perona mata (eye shadow) dalam 1 minggunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar Rhodamin B pada perona mata (eye shadow). Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan KLT dan kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menggunakan KLT sampel perona mata (eye shadow) menunjukkan sampel positif mengandung Rhodamin B, kemudian dilakukan uji kuantitatif untuk mengetahui kadar Rhodamin B pada sampel, dari hasil uji ditemukan Rhodamin B dengan kadar keempat sampel berturut-turut 3,757 mg/kg; 3,523 mg/kg; 3,784 mg/kg, dan 7,875 mg/kg. Simpulan dari penelitian pada sampel perona mata (eye shadow) yang beredar di wilayah kota Palangka Raya teregistrasi BPOM maupun tidak teregistrasi BPOM positif mengandung Rhodamin B.
Pengaruh Waktu Pemanasan Bayam Merah dan Bayam Hijau Terhadap Kadar Oksalat dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Sheila Nabila Afri; Rahmadani Rahmadani; Mia Audina
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT. Spinach is a vegetable that is often consumed by Indonesian people with various preparations. Spinach has a high nutritional content, but spinach also has anti-nutrients, one of which is oxalate. How to cook spinach can affect the oxalate content in it. Too high oxalate content in spinach can interfere with kidney function. The purpose of this study was to see the effect of heating time for red spinach and green spinach on oxalate levels. This study uses an experimental type with a cross-sectional research design. The results of the quantitative analysis obtained were a decrease in oxalate levels in both red and green spinach. Oxalate levels in green spinach at minute 0 was 7.589 ppm, minute 3 was 7.234 ppm, minute 5 was 6.693 ppm, minute 8 was 6.255 ppm, minute 10 was 5.505 ppm. For red spinach, 0 minutes was 12.068 ppm, 3 minutes was 11.672 ppm, 5 minutes was 9.776 ppm, 8 minutes was 7.901 ppm, and 10 minutes was 6.464 ppm. Based on the results of the study, it can be concluded that heating with different time intervals (minutes) showed a significant effect on oxalate levels in red and green spinach, namely a decrease in oxalate levels.
Evaluasi Dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Serum Gel Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Saidatun Nisa; Siti Malahayati; Rahmadani Rahmadani
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini Serum memiliki viskositas yang rendah namun memiliki konsentrasi zat aktif yang tinggi, serum memiliki kemampuan penyerapan pada kulit yang cukup baik. Brotowali (Tinospora crispa L.) banyak dimanfaatkan untuk pengobatan Jerawat karena mempunyai aktivitas anti bakteri. Tujuan penelitian Menganalisis formulasi dari sediaan serum gel anti jerawat ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa L.). Metode penelitian dengan metode True Experimental dengan tujuan untuk melihat aktivitas antibakteri formulasi sediaan serum gel ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa L). Hasil pengamatan uji organoleptis semua formulasi memiliki bentuk cair kental, uji homogenitas semua formulasi homogen, uji daya sebar didapakan nilai P-value 0.678, daya lekat didapakan nilai P-value 0.000, waktu kering didapakan nilai P-value 0.073, viskositas didapakan nilai P-value 0.131, pH didapakan nilai P-value 0.011 dan uji aktivitas antibakteri didapakan nilai P-value 0.014. Kesimpulan Evaluasi pH dan daya lekat pengaruh dari variasi konsentrasi esktrak batang brotowali (Tinospora crispa L.), sedangkan evaluasi daya sebar, waktu kering dan viskositas tidak terdapat pengaruh. Didapatkan formulasi yang optimal yaitu pada formulasi 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% yang paling optimal berdasarkan pH, daya lekat dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan serum gel terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa L.).
Uji Keseragaman Bobot dan Kadar Racikan Puyer Paracetamol di Apotek Kota Banjarmasin Tengah Hernaldi Jihan Alfiyandi; Tuti Alawiyah; Rohama Rohama; Rahmadani Rahmadani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6486

Abstract

Latar Belakang: Puyer adalah sediaan serbuk yang dibagi dalam bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan kertas perkamen atau pengemas lainnya. Puyer yang baik harus homogen, kering, memenuhi syarat keseragaman bobot dan kadar. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Ciputat Timur menunjukkan bahwa uji keseragaman bobot dan kadar dari 8 apotek belum ada yang memenuhi persyaratan. Keseragaman bobot dapat mencerminkan dosis obat puyer yang menjadi penentu keberhasilan suatu terapi yaitu ketepatan dosis obat. Tujuan: Mengetahui keseragaman bobot dan kadar puyer paracetamol yang diracik oleh apotek kota Banjarmasin Tengah. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Metode uji dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan timbangan analitik dan spektrofotomerter visible. Validasi metode menggunakan LOD & LOQ, Akurasi dan Presisi. Hasil: Berdasarkan hasil uji keseragaman bobot diperoleh nilai penerimaan sebesar apotek 1 = 186,061%, apotek 2 = 172,324%, dan apotek 3 = 186,224%. Hasil uji keseragaman kadar diperoleh nilai penerimaan sebesar 233,042%. Hasil uji keseragaman bobot dan kadar dinyatakan memnuhi syarat apabila nilai penerimaan (NP) yaitu L1% ≤ 15%. Simpulan: Keseragaman bobot dan kadar racikan puyer paracetamol terhadap 3 apotek di Kecamatan Banjarmasin Tengah tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia V.
Investigasi Kandungan Parasetamol Pada Jamu Pegal Linu di Kawasan Pasar Malam Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Rahmadani Rahmadani; Tuti Alawiyah
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol4no2p26-30

Abstract

Herbal products are very well known by the people of Indonesian since ancient times in an effort to prevent disease, treat and restore fitness. Medicinal Chemicals (MCs) are often added to herbal preparations to increase the efficacy of herbal medicine and provide a more instant herbal effect. With an uncertain dose will cause very serious side effects for health. This research was conducted with 5 samples of herbal aches and pains in the night market area of Banjarmasin. The test was carried out by qualitative analysis using Thin Layer Chromatography (TLC) and quantitative analysis using UV-Vis Spectrophotometer. The results of the qualitative test showed the presence of paracetamol BKO in sample C and sample D and the results of the quantitative test resulted in sample C of 8.13 mg/Kg and sample D of 6.28 mg/Kg
ACTIVATED CARBON OF GELAM WOOD LOWERS THE METAL CONTENT OF PAPUYU FISH IN THE ALALAK RIVER Tuti Alawiyah; Ika Avrilina Haryono; Rahmadani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1974

Abstract

Alalak River is a river that has high industrial activity, so that the lead metal content due to industry in this Alalak river is very high, which is 0.405 mg/Kg in papuyu fish that live in the river. There needs to be an effort in reducing metals, one of which is with compounds that have adsorption properties such as gelam wood plants. Gelam wood is a plant that is widely found, especially in the South Kalimantan area, this wood has a cellulose value of 76.8% and the ability to absorb iodine of 791.59 mg/g. The purpose of this study was to test the characteristics of the ability of gelam wood activated carbon in reducing lead (pb) levels in papuyu fish in the Barito river and see the effect of time variance in reducing lead (pb) levels. This research method is a true experiment to determine the effect of lead (pb) reduction activity in different exposure times. This study used a control group and a test group with exposure in several variations of contact time with gelam wood activated carbon.The results showed that the characteristics of gelam wood activated carbon were in accordance with the provisions of the Indonesian National Standard (SNI). While the significance value of the decrease in lead (pb) levels with exposure to activated carbon in gelam wood is <0.05 so it can be concluded that there is a significant effect on the decrease in pb levels.
Evaluasi Sifat Fisik Pada Sediaan Body Scrub Karbon Aktif Dari Kulit Buah Pisang ( Musa Sp ) Sebagai Detoksifikasi Tuti Alawiyah; Mia Audina; Rahmadani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2493

Abstract

Buah pisang (Musa sp) merupakan buah yang populer di Indonesia, dan kulit buah pisang juga berkontribusi pada masalah limbah. Pada penelitian Alawiyah et al., tahun 2022 menunjukkan bahwa karbon aktif kulit pisang memiliki kemampuan penyerapan amonia mencapai 96,68%. Karbon aktif kulit pisang memiliki kemampuan detoksifikasi, namun tidak dapat langsung digunakan untuk kulit sehingga dibuat formulasi body scrub untuk meningkatkan estetika dan efektivitasnya. Tujuan penelitian  untuk mengevaluasi fisik dan uji detoksifikasi pada formulasi body scrub karbon aktif kulit buah pisang dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental time series design. Formulasi body scrub di buat dengan tiga konsentrasi karbon aktif dari kulit buah pisang (Musa sp) 5 %, 10 %, dan 15 %. Formulasi body scrub akan evaluasi sifat fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan tipe emulsi) dan uji detoksifikasi, sesuai dengan spesifikasi. Hasil evaluasi fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan tipe emulsi) pada formulasi body scrub karbon aktif kulit buah pisang dengan variasi konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 % memenuhi spesifikasi sediaan body scrub dan hasil uji detoksifikasi paling optimal yaitu pada formulasi 15% sebesar 2.084,494 mg/g