- Nurhayati
Pusat Penelitian Geopolimer - Lab. Fisika Material Jurusan Fisika FMIPA UNM Jalan Dg. Tata Raya, Makassar, 90223

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KARAKTERISTIK KUALITAS AIR PADA DAERAH TANGKAPAN HUJAN PARIT BANSIR Cahyono, Andri; Nurhayati, -; Gani, Umar A
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24861

Abstract

Bansir Ditch area is located in the middle of Pontianak City whose development area increased quite fast. Unregulated land use causes drainage problems in urban areas to become very complex, in addition to its late arrangement. This is also caused by low awareness of the function of Bansir Ditch. Observations made include tidal observation, measurement of velocity, discharge and water quality. Water quality parameters studied were physics, organic chemistry and microbiology. Land use observations based on aerial photographs of 2006, 2008, 2014 and 2017. The results obtained are (1) Type of tidal Bansir Ditch is single diurnal tide that is 1 time tide and 1 receding in 1 day. (2) The flow velocity of Bansir Ditch from upstream to downstream is relatively slow and the flow is also small. The highest velocity is 0.152 m/sec and the greatest discharge during measurement is 0.259 m3/sec. (3) Land use change influences water quality in Bansir Ditch, this is proven from the observation of water quality which results show that the Bansir Ditch is getting polluted and the aesthetics of the trenches becomes poor. The biggest factor is the household and industrial wastes from settlements that enter the ditch, such things will undermine the quality of the Bansir Ditch in the long term. Ways that can be done is control the building along the Bansir Ditch according to the riparian zone and make the rules about the use of land use, especially facing directly with the Bansir Ditch.Keywords: Bansir ditch, Tidal, Water quality
PENERAPAN METODE RESIPROCAL UNTUK PENGISIAN DATA HUJAN HILANG DI SUB DAS DELTA KAPUAS Apon, Hari Nur; Nurhayati, -; Umar, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42215

Abstract

Kelengkapan data curah hujan merupakan salah satu faktor yang umumnya biasa ditemukan dalam penggunaan data curah hujan seperti kosong atau hilangnya data curah hujan. Hal ini biasa disebabkan oleh kerusakan pada alat pengukur hujan atau tidak mencatat data hujan saat hujan terjadi oleh pencatat hujan, sehingga data tersebut dianggap hilang. Untuk itu perlu dilakukan pengisian data curah hujan sebelum data digunakan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji data curah hujan dari enam Stasiun hujan, yaitu Stasiun Pontianak (PTK 11), Stasiun Sungai Kakap (PTK 12), Stasiun tikar Padang (PTK 16), Stasiun Ambawang (PTK 22), Stasiun Teluk batang (KTP 03) dan Stasiun Supadio BMKG. Dari hasil pengumpulan data masih terdapat data yang kosong atau hilang. Metode yang digunakan dalam mengisi data curah hujan adalah metode reciprocal data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum disetiap bulannya. Dari hasil pengisian data curah hujan yang hilang data telah terlengkap dan dapat dipergunakan. Sehingga dalam menyelesaikan data curah hujan dapat digunakan metode reciprocal.Keywords: rainfall data, filling of lost rain data, reciprocal method
KAJIAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN DI KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Lubis, Sudirman H; Nurhayati, -; Herawati, Henny
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.261 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.26877

Abstract

Sektor infrastruktur merupakan salah satu sektor vital untuk memacu pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dan merupakan sektor yang menghubungkan satu daerah ke daerah yang lainya. Pembangunan prasaranajalan, jembatan dan sarana air bersih sebagaisalahsatu sub sector infrastruktur, memiliki fungsi aksesibilitas untuk membuka daerah kurang berkembang dan fungsi mobilitas untuk memacu daerah yang telah berkembang.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pembangunan infrastruktur perdesaan berupa jalan rabat beton, jembatan kayu dan sarana air bersih yang ada di Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Hasil penelitian menunjukkan mutu beton jalan rabat beton dengan K-158 mampu menahan beban. Jembatan kayu mampu menahan beban dengan nilai lendutan f = 0,0028 cm ≤ 0,03 cm. Kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dengan jam pelayanan selama 6 jam, ditunjukkan oleh kapasitas bak penampung sebesar 48,29 m ³ >jumlah kebutuhan sebesar 16,125 m ³. Kata Kunci : infrastruktur, perdesaan, jalan rabat beton, jembatan, air bersih, Jelimpo
KEANDALAN FISIK BANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS TANJUNGPURA BERDASARKAN ASPEK TEKNIS bakara, marion; Elvira, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i1.43810

Abstract

Gedung perpustakaan merupakan salah satu infrastruktur yang wajib dibangun di perguruan tinggi, salah satunya di Universitas Tanjungpura sebagai salah satu wujud amanat Undang Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Infrastruktur tersebut telah dibangun dan telah digunakan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keandalan fisik bangunan gedung berdasarkan aspek teknis meliputi arsitektur, struktur, utilitas, aksesibilitas, dan tata bangunan dan lingkungan.Metode yang digunakan untuk menganalisis keandalan fisik bangunan gedung perpustakaan pusat Universitas Tanjungpura adalah metode deskriptif.Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi terhadap obyek penelitian secara visual, kemudian dimasukkan ke dalam formulir isian survei yang sudah disiapkan, dilengkapi wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait dengan bangunan gedung perpustakaan pusat Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian menunjukkan, keandalan parsial aspek teknis meliputi aspek arsitektur andal dengan nilai keandalan 99,63%, aspek struktur andal dengan nilai keandalan 100%, aspek utilitas tidak andal dengan nilai keandalan 85,32%, aspek aksesibilitas kurang andal dengan nilai keandalan 90%, aspek tata bangunan dan lingkungan andal dengan nilai keandalan 100%.   Keandalan global dari lima aspek  teknis,   yaituaspek arsitektur, struktur, utilitas, dan aksesibilitas, serta tata bangunan dan lingkungan, sebesar 92,12%. Nilai ini menunjukkan fisik bangunan gedung perpustakaan pusat Universitas Tanjungpura kurang andal.  Key words: aspek teknis,gedung perpustakaan, keandalan
KINERJA ANGKUTAN SUNGAI (MOTOR KLOTOK) (STUDI KASUS : KOTA SINTANG "“ NANGA KETUNGAU Putra, Yuswa Dharma; Mulki, Gusti Zulkifli; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.326 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.23893

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh keberadaan dan pemanfaatan Sungai Kapuas dan Sungai Ketungau di Kabupaten Sintang, dimana dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakatnya yang salah satunya adalah sebagai prasarana transportasi air. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana kinerja angkutan sungai perahu motor Nanga Ketungau dengan mengidentifikasi sistem transportasi air perahu motor Nanga Ketungau dan mengidentifikasi penyelenggaraan operasional transportasi air perahu motor Nanga Ketungau. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan alat analisis berupa analiasa SWOT. Hasil matriks kuadaran SWOT dan SWOT Strategic Issues dapat diketahui posisi kajian penelitian kinerja angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau berada pada Kuadran I dengan sumbu (X,Y) = 1,692 ; 1,276. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau memiliki kekuatan serta peluang yang mantap, artinya sangat dimungkinkan untuk terus melakukan strategi pengembangan secara maksimal dengan strategi S-O (Strengths "“ Opportunities). Perlu adanya revitalisasi transportasi sungai dengan menyediakan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktivitas angkutan sungai (Perahu Motor) Nanga Ketungau yang sesuai dengan persepsi masyarakat atau pengguna seperti tujuan perjalanan, dan daerah yang dilalui. Perlu ditingkatkannya kualitas pelayanan, fasilitas pendukung dan sumber daya manusia yang ada guna memberikan standar kenyamanan, keamanan, dan keselamatan.Kata-kata kunci:           kinerja, angkutan sungai, perahu motor, Nanga Ketungau
PEMODELAN ALIRAN AIR TANAH PADA LAHAN GAMBUT Hediyanti, Giska; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.574 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.25641

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendapatkan model aliran air tanah pada lahan gambut yang dipengaruhi oleh pasang surut. Pemodelan aliran air ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian dan perkebunan pada lahan gambut. Pengaturan tinggi muka air tanah pada lahan gambut secara tepat dapat membantu system pertanian dan menghindari kerugian pada tanaman. Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen pada lahan gambut dengan membuat 13 titik pengamatan pada lahan dan 4 titik pengamatan pada saluran. Model aliran air pada lahan dibangun dengan menggunakan persamaan Kirkham yang telah dimodifikasi. Model yang diperoleh menunjukkan hasil yang dapat mewakili kondisi aliran air pada lahan dengan memberikan galat baku pendugaan terkecil sebesar 0% pada titik pengamatan-9. Model juga menunjukkan bahwa tinggi muka air di saluran tersier merupakan parameter utama dalam pengendalian muka air tanah di petak lahan.Kata kunci :Pemodelan, aliran air tanah, persamaan Kirkham, tinggi muka air tanah, tanah gambut
STRATEGI PENGEMBANGAN PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA PONTIANAK Rizal, Ali Syah; Widodo, Slamet; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.963 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.23904

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kota Pontianak berdampak pada peningkatan timbulan sampah. Permasalahan persampahan yang dihadapi diantaranya pengangkutan (waktu kerja yang tidak efisien, kapasitas kendaraan yang tidak memadai, rute penganggkutan yang tidak efisien, aksesbilitas yang kurang baik) sehingga mempengaruhi pelayanan pengangkutan persampahan. Berdasarkan kemampuan operasional sarana angkutan yang ada, total volume sampah Kota Pontianak yang terangkut ke TPA pada tahun 2016 sebanyak 1486 m3/hari (86.92%) dari total volume timbulan sampah sebesar 1.709,53 m3. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengidentifikasi dan menganalisa kondisi eksisting serta   faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan sampah di Kota Pontianak; (2) menyusun strategi pengembangan pengangkutan sampah di Kota Pontianak. Pendekatan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui alat analisis; (1) aspek teknis menggunakan metode perhitungan HCS dan SCS sedangkan aspek ekonomi dengan metode perhitungan BCR; (2) strategi pengembangan dengan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) kondisi eksisting pengangkutan sampah di Kota Pontianak secara teknis teridentifikasi menggunakan sistem HCS tipe III dengan volume timbulan sampah yang terangkut sebesar 777,20 m3/hari menggunakan armada fuso, armroll dan dump truck. Volume timbulan sampah yang terangkut dapat ditingkatkan jika menggunakan HCS dan SCS dengan mempertimbangkan ritase armada. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode HCS, volume sampah yang terangkut sebesar 1.357,74 m3/hari dan dengan menggunakan metode SCS volume sampah yang terangkut 1.057,38 m3/hari. Secara ekonomi, pengangkutan persampahan di Kota Pontianak belum layak karena nilai BCR kurang dari 1 yaitu 0,90. Faktor yang mempengaruhi pengangkutan sampah di Kota Pontianak antara lain; (a) jarak tempuh armada pengangkutan; (b)   ritase armada pengangkutan; (c) pembiayaan (bahan bakar, upah pekerja dan pemeliharaan); (2) strategi pengembangan pengangkutan sampah di Kota Pontianak menggunakan strategi ST dengan meningkatkan pendapatan melalui retribusi persampahan di Kota Pontianak, meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta meningkatkan jumlah pekerja.  Kata Kunci : Sampah, BCR, HCS, SCS, SWOT, Kota Pontianak, Strategi Pengembangan
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH UNTUK AIR MINUM PEDESAAN DI KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT, INDONESIA -, Herlina; Nurhayati, -; Akbar, Aji Ali
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.52089

Abstract

Kebutuhan air bersih meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Penyediaan air bersih dapat meningkatkan mutu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketersediaan air dan kebutuhan air pada Kelurahan Sungai Sengkuang, Kabupaten Sanggau.   Hasil Penelitian menunjukkan kebutuhan air bersih di Kelurahan Sungai Sengkuang rata-rata hingga pada tahun 2035 adalah 6,4744 liter/detik dan pada jam puncak 11,3302 liter/detik. Ketersediaan air maksimum sebesar 159,603 liter/detik terjadi di bulan November dan ketersediaan air minimum sebesar 10,710 liter/detik terjadi di Bulan Juli. Ketersediaan air di Bulan Februari, Juli dan Bulan September patut diwaspadai karena masuk dalam periode kering. Ketersediaan air bersih di daerah tangkapan air Sungai Sengkuang dapat melayani sebanyak 7.049 jiwa penduduk hingga tahun 2035.    
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PADA SMK DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Noviardi, Adi; Mulki, Gusti Zulkifli; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.43864

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan keterampilan siswa. Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang mutlak dipenuhi untuk memberikan kemudahan dalam menyelenggarakan suatu kegiatan. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah melakukan analisis tingkat kerusakan pada bangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan analisis sarana dan prasarana laboratorium program keahlian teknik gambar bangunan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penilaian kondisi bangunan dilakukan melalui kegiatan survei langsung, kemudian dilanjutkan dengan analisis pembobotan untuk mendapatkan data tingkat kerusakan yaitu: baik, rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Dari hasil analisis terhadap 3 SMK, 3 ruang kelas baik dan 18 ruang kelas rusak ringan, 1 ruang guru baik dan 2 ruang guru rusak ringan, 1 laboratorium baik dan 4 laboratorium rusak ringan, 3 ruang perpustakaan rusak ringan, 12 km/wc rusak ringan. Penilaian sarana dan prasarana laboratorium pada program keahlian Teknik Gambar Bangunan dianalisis dengan membandingkan berdasar standar Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 40 Tahun 2008. Hasil analisis terhadap laboratorium-laboratorium yang ada di 3 SMK tersebut hanya laboratorium komputer yang tersedia, Segi ruang kelas rasio SMK N 1 Sungai Raya 2,67 m ²/siswa, SMK N 2 Sungai Raya 5,54 m ²/siswa, SMK Pertukangan St Yusup 3,20 m ²/siswa. Dari hasil penilaian dapat disimpulkan tingkat kerusakan bangunan gedung rata-rata mengalami rusak ringan, dapat dilakukan dengan rehabilitasi ringan. Prasarana laboratorium belum memenuhi standar Permendiknas No 40 tahun 2008, menjadi masukan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SISTEM PENGEMBANGAN PERUMAHAN (STUDI KASUS PONTIANAK TENGGARA) arnoldus, -; nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.175 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.26266

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan dasar hidup manusia dan menjadi elemen penting dalam agenda pembangunan nasional, seperti halnya kesehatan dan pendidikan. Pembangunan perumahan sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek yaitu tingginya laju pertumbuhan penduduk, kebijakan berupa arah kebijakan spatial, program dan regulasi Persoalan perkotaan antara lain adanya kesenjangan ntara per-mintaan dan penyediaan perumahan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi Pen-erapan Sistem Informasi Geografis Untuk sistem Pengembangan Perumahan (Studi Kasus Kota Pontianak). Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem yang bersifat keruangan dan membantu memberikan serta menyajikan informasi mengenai hasil survei penelitian geologi yang dilakukan di Wilayah Pontianak Tenggara. SIG ini disertai data pendukung yang berguna untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan. Pembuatan SIG ini menggunakan cara pengumpulan data dengan mengambil data di GPS. Software yang digunakan untuk membangun SIG ini yaitu menggunakan Arcmap, Microsoft Word 2013. Berdasarkan hasil penelitian yang menyangkut kajian Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Sistem Pengembangan perumahan hasil analisa secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat backlog Kecamatan Pontianak Tenggara sejumlah 16.059 unit ru-mah. Pada masa mendatang jumlah backlog ini akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan KK akibat terbentuknya keluarga-keluarga baru. Adanya peluang pasar perumahan di Kecamatan Pontianak Tenggara yang ditandai backlog tidak berbanding lurus dengan supply perumahan yang dilakukan oleh pemerintah maupun pengembang swasta. Kebutuhan akan hunian yang tidak terakomodasi pasar pada akhirnya mendorong masyarakat untuk menyelenggara-kan sendiri pengadaan perumahan dan pemukimannya secara swadaya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, karena rumah merupakan kebutuhan yang men-dasar dan merupakan aspek penting. Hal ini terlihat dari 5,228 Unit jumlah rumah yang ada di Kecamatan Pontianak Tenggara merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Bila berdasarkan pola penyediaan perumahan di Kecamatan Pontianak Tenggara, kontribusi pelaku pembangunan perumahan selama tahun 2015-2017 terhadap ketiadaan ketersediaan rumah (backlog) sebesar 16,059 dengan rincian sebagai berikut; Rumah swadaya 5.228 unit rumah, Devel-oper Kota Pontianak berkontribusi 5.428 unit rumah, Jumlah rumah di Kecamatan Pontianak Tenggara 10.706 unit rumah, Jumlah penduduk di Kecamatan Pontianak Tenggara 50.038 unit rumah. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), Backlog, Perumahan.