- Nurhayati
Pusat Penelitian Geopolimer - Lab. Fisika Material Jurusan Fisika FMIPA UNM Jalan Dg. Tata Raya, Makassar, 90223

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN LAHAN DAS SEKADAU BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SEKADAU . Hartono, R; Nurhayati, -; Umar, -
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.17851

Abstract

Meningkatnya pembangunan wilayah dan lajunya pertumbuhan penduduk   di DAS Sekadau menyebabkan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan eksisting dan mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap rencana tata ruang wilayah Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 serta merekomendasikan pengelolaan lahan berbasis rencana tata ruang khususnya di DAS Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan pendekatan keruangan melalui analisa spasial menggunakan program ArcGIS 10.1. Dari hasil analisa spasial, kemudian dijelaskan secara deskriptif terhadap perencanaan, pemanfaatkan dan pengelolaan ruang DAS Sekadau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan DAS Sekadau didominasi oleh kawasan budidaya yaitu sekitar 173.053,66 Ha (67,21%) yang terdiri dari persawahan, kebun campuran, ladang dan perkebunan kelapa sawit. Sekitar 82.363,31 Ha (31,99%) masih berupa semak belukar, hutan produksi biasa, hutan produksi terbatas dan hutan lebat. Selebihnya berupa kawasan terbangun (permukiman, fasilitas perdagangan dan jasa komersial, pemerintahan dan pelayanan umum) seluas 1.461,61  Ha (0,57%)   dan sisanya 614,56 Ha (0,24%) berupa danau/ atau sungai. Tingkat kesesuaian penggunaan lahan eksisting tahun 2015 terhadap alokasi ruang DAS Sekadau berdasarkan RTRW Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 menunjukan 11,75% (33.471,97 Ha) penggunaan lahan yang tidak sesuai dan 88,25% (224.021,18 Ha) untuk penggunaan lahan yang sesuai. Upaya pengelolaan lahan DAS Sekadau berbasis rencana tata ruang wilayah dilakukan dengan membagi lahan ke dalam berbagai kawasan yang sesuai kemampuan sumberdaya lahan serta menerapkan strategi pengelolaan lahan yang tepat dengan pemilihan komoditas pertanian yang sesuai, penerapan sistem usaha tani yang tepat, peningkatan produktifitas lahan serta upaya konservasi tanah dan air. Kata-kata kunci: pemanfaatan lahan, evaluasi, rencana tata ruang wilayah, DAS
ANALISIS MANAJEMEN LALU LINTAS PADA PERSIMPANGAN JALAN SULTAN HAMID II - JALAN TRITURA - JALAN YA"™ M. SABRAN DI KOTA PONTIANAK Sarpawi, -; Widodo, Slamet; Marsudi, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.404 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v18i1.29298

Abstract

Kemacetan adalah masalah utama pada jaringan transportasi darat khususnya jalan raya, terutama pada persimpangan dan penyempitan arus pada jembatan, pergerakan kendaraan pada tiap-tiap lengan simpang menimbulkan titik-titik konflik. Perilaku pengendara yang tidak mentaati aturan akan memperparah kemacetan. Simpang merupakan simpul dalam jaringan transportasi jalan raya dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu.  Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dan metode analisis. Metode survey menggunakan teknik manual dalam pengambilan data di lapangan. Analisis tingkat pelayanan simpang menggunakan software PTV. Vissim 9.00-06 Student Version, dengan mengevaluasi tingkat pelayanan simpang pada jalan Sultan Hamid II, jalan Tritura, jalan Ya"™ M. Sabran Kota Pontianak.  Penggunaan simulasi lalu lintas dengan software PTV. Vissim 9.00-06 Student Version untuk dapat memprediksikan panjang antrian rata-rata, panjang antrian maksimum dan tundaan kendaraan. Analisis data pada kondisi existing tundaan kendaraan 61.19 detik, lavel of service F tingkat pelayan sangat buruk. Dari beberapa simulasi lampu lalu lintas tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat pelayanan simpang, dengan melakukan penambahan lajur pada kiri dan kanan jalan Ya"™ M. Sabran dapat mengangkat tundaan kendaraan 32.81 detik tingkat pelayanan D. pelarangan seluruh kendaraan berat melintasi simpang jalan Sultan Hamid II, jalan Tritura, jalan Ya"™ M. Sabran Kota Pontianak pada jam sibuk sore 16.00-18.00 wib. Tundaan kendaraan 27.41 detik masih D tetapi dengan nilai yang lebih baik  Kata kunci : Software Vissim, Simpang, Tundaan
KAJIAN KERUSAKANJARINGAN RAWA PASANG SURUT Supriadi, Erwin; Nurhayati, -; Widodo, Slamet; Marsudi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.177 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24393

Abstract

Pengelolaan jaringanrawapasangsuruthal prinsip yang menjadi dasar adalah keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan rawa pasang surut dengan memperhatikan daya rusak air di daerah rawa pasang surut. Tujuan utama dari pengelolaan rawa pasang surut adalah untuk melestarikan rawa pasang surut sebagai sumber air dan meningkatkan kemanfaatannya untuk mendukung kegiatan sosial, ekonomi, budaya, dan pengembangan wilayah. Instrumen yang berperan dalam jaringan rawapasangsurut adalah bangunan air (pintu air), saluranprimer,saluran sekunder dan salurantersier. Wilayah penelitian dilakukan di Sekunder A kanandanSekunder B kananDesaRasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya,memiliki luas sekitar 869 ha. Berdasarkan analisa pedoman penilaian kinerja jaringan reklamasi rawa hasil kinerja jaringan untuk jaringan TR 3, TR 5, TR7 memiliki kinerja baik perlu pemeliharaan rutin untuk Primer arah Rasau Jaya, Primer arah Tanjung Wangi, Sekunder A kanan, Sekunder B kanan, TR 1, TR 9, TR 11, TR 13, TR 15, TR 17, TR 19, TR 21, TR 23, TR 25, TR 27, TR 29, TR 31, TR 33, TR 35, TR 37, TR 39, TR 41, TR 43, TR 45, TR 47 memiliki kinerja sedang dan perlu pemeliharaan berkala sedangkan TR 49 memiliki kinerja buruk sehingga perlu dilakuan rehabilitasi, berdasarkan hasil kinerja secara umum disimpulkan jaringan rawa desa Rasau Jaya II masih berfungsi guna menunjang sektor pertanian dan sektor lainnya di Desa Rasau Jaya II
KAJIAN PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN (STUDI KASUS DAERAH PENGALIRAN PARIT TOKAYA) Andri, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.25513

Abstract

Sistem drainase pada daerah pengaliran Parit Tokaya masih merupakan sistem saluran terbuka yang hanya mengandalkan tampungan sementara pada saluran dan mengalirkannya secara grafitasi. Upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota Pontianak sejauh ini masih belum mampu menuntaskan permasalahan genangan banjir, untuk itu perlu dilakukan kajian untuk penanganan dan pengelolaan sistem drainase perkotaan. Permasalahan yang dihadapi pada sistem drainase daerah pengaliran Parit Tokaya diantaranya adalah kapasitas tampung pada saluran yang sangat kecil, daya hantar yang lemah akibat kemiringan saluran yang landai dan hambatan aliran yang besar, daerah pengaliran Parit Tokaya merupakan dataran banjir Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang dipengaruhi oleh pasang surut sehingga menggenangi sebagian lahan dan mempengaruhi aliran pada sebagian saluran drainase, hambatan aliran pada sebagian saluran cukup besar karena kondisi fisik saluran sendiri, tingkat sedimentasi berupa ketebalan endapan lumpur dan banyaknya sampah terdapat pada saluran yang sangat tinggi. Penanganan banjir untuk daerah pengaliran Parit Tokaya dapat digolongkan dalam tiga bagian yaitu, konveksi adalah memelihara dan meningkatkan daya hantar saluran dengan mengurangi hambatan aliran berupa pelebaran dan kedalaman saluran, retensi dan konservasi dilakukan dengan mengurangi limpasan permukaan dengan memelihara kawasan daerah pengaliran Parit Tokaya yang sebagian besar masih berupa material tanah gambut, dispersi aliran dan interkoneksi jaringan dilakukan dengan membagi beban aliran, memecah konsentrasi aliran dengan pembangunan sekat aliran, interkoneksi, perubahan dan rekayasa arah aliran.  Kata kunci : drainase, Parit Tokaya, genangan banjir, sedimentasi, sampah, dimensi saluran, konveksi, retensi, konservasi, dispersi, interkoneksi.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PADA REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI KABUPATEN BENGKAYANG (STUDI KASUS DAERAH IRIGASI KETIAT B) Savitri, Endang; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.003 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.26008

Abstract

Kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi untuk mencapai sasaran nasional rehabilitasi irigasi 3juta ha dan pembangunan irigasi 1juta ha dalam mendukung   pemenuhan   Kedaulatan  Pangan  merupakan  salah  satu  program kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti yang diamanatkan dalam UU No11 tahun 1974 tentang pegairan. Dikewenangan Kewenangan Kabupaten Bengkayang terdiri dari 71 DI dengan jumlah total 10.945Hadan6 DR dengan jumlah total 873,13 Ha.Kondisi jaringan irigasi dengan rusak berat sebesar 1.136Ha,rusak sedang 1.422,8 5Ha,rusak ringan 218,90 Ha dan kondisi baik sebesar 8.167,25 Ha.Alih fungsi lahan juga menjadi penyebab berkurangnya areal potensial tanam.Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang, pada tahun 2015 telah mengalokasikan dana sebesar Rp6.328.370.000,00 untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi atau sebesar16% dari total biaya yang diperlukan untuk menangani seluruh jaringan irigasi yang masuk dalam kategori rusak. Pemerintah Kabupaten Bengkayang memiliki keterbatasan keuangan untuk merehabilitasi jaringan irigasi,sehingga diperlukan suatu kebijakan dari stakeholder terkait dalam menentukan skala prioritas penanganan tersebut dengan suatu  pendekatan  yang  menggunakan   analisa  yang  dapat  mengintegrasikan b