Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENDALIAN PERSEDIAAN PAPER TUBE DAN CARTON BOX SEBAGAI KOMPONEN PACKAGING POLYESTER YARN DENGAN PENDEKATAN METODE TIME SERIES DAN MIN-MAX STOCK (STUDI KASUS: GUDANG MP04 PT APF KALIWUNGU) Firdaus, Fikri; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Asia Pasific Fibers Tbk merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang Tekstil.Untuk memenuhi permintaan pasar yang beragam, PT Asia Pasific Fibers Tbk memiliki berbagai macambentuk persediaan, salah satunya yaitu material packaging. Namun pada kondisi di lapangan, terdapatbeberapa gudang yang memiliki jumlah persediaan yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Untukmeminimalisir terjadinya persediaan yang terlalu banyak maupun sedikit, dilakukan pengendalianpersediaan dengan pendekatan metode Time Series dan Min-Max Stock. Data yang digunakan padapenelitian ini yaitu berupa data historis penggunaan material packaging pada tahun 2022, dan beberapadata yang dikumpulkan melalui wawancara dengan operator dan staff Departemen Store. Selain itudilakukan juga observasi langsung pada Gudang MP04 PT Asia Pasific Fibers Tbk. Berdasarkan hasilpengolahan data, metode yang terpilih untuk melakukan peramalan yaitu Winter’s Method. Selanjutnya,untuk perhitungan Safety Stock dan Min-Max Stock menggunakan service level 90-99% agar perusahaandapat leluasa dalam menentukan service levelnya sendiri. Setelah itu, dapat diberikan usulan kebijakanpemesanan yaitu sebanyak 18 kali selama periode 2023, dengan kuantitas pemesanan sebanyak 11048buah untuk material PT000229, 2587 buah untuk material PT000257, 368 buah untuk material CB000392,dan 282 buah untuk material CB000399 dalam satu kali pesan.Kata kunci: Pengendalian persediaan; forecasting; time series; min-max stock Abstract[INVENTORY MANAGEMENT OF PAPER TUBE AND CARTON BOX AS COMPONENTS OFPOLYESTER YARN PACKAGING WITH TIME SERIES AND MIN-MAX STOCK METHOD (CASESTUDY: WAREHOUSE MP04 PT APF KALIWUNGU)] PT Asia Pacific Fibers Tbk is one of the leadingcompanies in the textile sector. To fulfill diverse market demands, PT Asia Pacific Fibers Tbk has varioussupply, one of them is packaging material. However, there are several warehouses that have too much orlack of inventory. To minimize the occurrence of too much or lack of inventory, inventory need to bemanaged using the Time Series and Min-Max Stock methods. The data used in this study is historical dataof packaging materials usage in 2022, and some data collected through interviews with Store Departmentoperators and staff. Beside that, the writers also observe MP04 Warehouse of PT Asia Pacific Fibers Tbk.Based on the data processing, the method chosen for forecasting is the Winter's Method. Furthermore, forthe calculation of Safety Stock and Min-Max Stock, service level of 90-99% was used so that companies canfreely determine their own service level. After that, order policy suggestions can be given, the result is thatorders are made 18 times during the 2023 period, with an order quantity of 11,048 pieces for PT000229material, 2587 pieces for PT000257 material, 368 pieces for CB000392 material, and 282 pieces forCB000399 material in one time order.Keywords: Inventory management; forecasting; time series; min-max stock
REKOMENDASI REDUKSI WASTE DAN VARIASI PROSES PEMBUATAN PART PADA PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA Edwin, Daffa; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAdanya persaingan di antara manufaktur yang satu dengan yang lain membuat persaingan bisnis kiankompetitif guna memenangkan pasar. Hal tersebut tidak terlepas dari sektor industri manufaktur logam.Industri logam dituntut untuk mampu memproduksi barang yang memiliki kualitas yang mumpuni agarmampu meningkatkan kredibilitas terhadap pelanggan. Salah satu perusahaan yang bergerak padaindustri logam yakni PT Trimitra Marganda Unggul. Persoalan yang terdapat pada perusahaantersebut yakni terdapat waste maupun variasi proses pada pembuatan part produksinya. Temuan dalampenelitian ini salah satunya yakni tingkat sigma dari PT Trimitra Marganda Unggul dalammemproduksi nomor part 43121-12K00 hanya sebesar 2,575 sigma yang berarti perusahaan tersebuttermasuk ke dalam klasifikasi perusahaan yang nonkompetitif di pasar dalam memproduksi parttersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan lean six sigma untuk mereduksi waste danvariasi proses pembuatan part pada PT Trimitra Marganda Unggul. Penelitian ini memberikanrekomendasi perbaikan terhadap part dengan kuantitas cacat terbesar berdasarkan data cacat tahun2022 pada PT Trimitra Marganda Unggul dengan harapan agar mampu meningkatkan tingkat sigmadan memenangkan pasar.Kata kunci: industri logam; kualitas; lean six sigma; rekomendasi perbaikan; tingkat sigma Abstract[Title: WASTE REDUCTION RECOMMENDATIONS AND PART MANUFACTURINGPROCESS VARIATIONS AT PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL USING THE LEAN SIXSIGMA APPROACH] The existence of competition among manufacturers with one another makesbusiness competition increasingly competitive in order to win the market. This is inseparable from themetal manufacturing industry sector. The metal industry is required to be able to produce goods thathave qualified quality in order to increase credibility with customers. One of the companies engaged inthe metal industry is PT Trimitra Marganda Unggul. The problem that exists in the company is thatthere are waste and process variations in the manufacture of its production parts. One of the findingsin this study is that the sigma level of PT Trimitra Marganda Unggul in producing part number 4312112K00is only 2.575 sigma, which means that the company is included in the classification of non-competitive companies in the market in producing these parts. This study uses a lean six sigma approach to reduce waste and variations in the part manufacturing process at PT Trimitra Marganda Unggul.This study provides recommendations for improvements to parts with the largest quantity of defectsbased on defect data in 2022 at PT Trimitra Marganda Unggul in the hope of being able to increasethe sigma level and win the market.Keywords: lean six sigma; metal industry; recommendations of improvements; sigma level; quality
ANALISIS BEBAN KERJA DALAM PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PEOPLE DEPARTMENT PT AGRICULTURE CONSTRUCTION Faraisha, Salwa; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenentuan jumlah karyawan optimal dapat dilakukan dengan analisis beban kerja. Sebagai holding company dan perusahaan agrokimia nasional terbesar di Indonesia, PT Agriculture Construction (PT Agricon) harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Kegiatan bisnis perusahaan lebih jauh dari hanya produksi produk agrokimia saja, tetapi juga sebagai distributor nasional dan penyedia sarana pendukung pertanian dan perkebunan melalui semua anak perusahaannya yang tergabung dalam Agricon Group. Diperlukan satu fungsi untuk mengelola dan mengkoordinasi kebijakan dan kesejahteraan seluruh pegawai, yaitu People Department. Departemen ini memiliki 8 orang karyawan yang memiliki target tugas kerja yang tinggi dengan tekanan waktu cukup besar. Namun, pihak manajemen merasa struktur bisnis belum optimal. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan mengetahui tingkat produktivitas dan beban kerja karyawan sehingga perusahaan dapat menentukan keputusan kedepannya terkait jumlah karyawan optimal. Pada penelitan ini, digunakan metode Work Sampling untuk mengetahui produktivitas dan beban kerja yang objektif dan National Aeronautics and Space Administration – Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengetahui beban kerja yang subjektif dari karyawan. Berdasarkan hasil perhitungan, perusahaan dapat mengurangi 1 orang karyawan pada pekerja compensation and benefit (Grup D) dan membagi tugas pekerjaan dengan merata kepada seluruh karyawan.Kata kunci : Beban Kerja; NASA-TLX; Produktivitas; Work SamplingAbstract[Workload Analysis in Determining the Number of Optimal Labor at People Department PT Agriculture Construction] The optimal number of employees can be determined through workload analysis. As the holding company and the largest national agrochemical company in Indonesia, PT Agriculture Construction (PT Agricon) should have competent human resources. This company is not just responsible for its production of agrochemical products, but also as a national distributor and provider of agricultural and plantation support facilities through all of its subsidiaries that are members of the Agricon Group. A function is needed to manage and coordinate the policies and benefits of all employees, namely the People Department. This department has 8 employees who have high target with time pressure. However, the management believes that the business structure is excessive and unsatisfactory. This problem can be solved by knowing the productivity level and workload of employees to determine the optimal number of employees so that the company can determine future decisions. In this study, the Work Sampling method was used to determine productivity and objective workload, and the NASA-TLX method was used to determine the subjective workload of employees. According to the results, it is found that the company can reduce one employee from the compensation and benefit employees (Group D) and distribute the work tasks evenly to all employees.Keywords: : Workload; NASA-TLX; Productivity; Work Sampling
IMPLEMENTASI METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) UNTUK MEMPERSINGKAT WAKTU SET-UP MESIN PADA PT. BIMUDA KARYA TEKNIK Kusuma, Laurensius Julian Irawan; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Bimuda Karya Teknik didirikan pada tahun 2018 sebagai perusahaan jasa pembuatan suku cadang dan pemasok untuk perusahaan otomotif yang lebih besar. Puluhan jenis suku cadangdiproduksi setiap hari dengan menggunakan mesin stamping dan jenis dies yang berbeda. Untukbersaing, PT Bimuda Karya Teknik berusaha memastikan proses produksi berjalan dengan kecepatanmaksimal. Ditemukan bahwa banyak waktu digunakan untuk proses set-up mesin yang berulang kali.Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah proses set-up mesin sudah optimal dan bagaimana caramengurangi waktu set-up. Penelitian ini menggunakan metode Single Minute Exchange of Die (SMED).Dengan mengategorikan semua kegiatan berdasarkan kriteria yang ada, ditemukan bahwa proses setupmesinbelumoptimal.Prosesset-upyangkurangoptimaldisebabkanolehfaktormanusia,mesin,metode,dan pengukuran. Setelah analisis, metode SMED berhasil menurunkan waktu set-up dariminimal 20 menit menjadi 11,75 menit. Penelitian ini juga menghasilkan panduan kegiatan saat prosesset-up beserta estimasi waktu untuk setiap langkahnya.Kata kunci: dies; efisiensi waktu; pemborosan; set-up mesin; single minute exchange of die, SMED Abstract PT Bimuda Karya Teknik was established in 2018 as a service company manufacturing spare parts and supplying larger automotive companies. Dozens of types of spare parts are produced dailyusing stamping machines with different dies. To remain competitive, PT Bimuda Karya Teknik strivesto ensure that the production process for customer demands is carried out with maximum speed. It wasfound that a significant amount of time was allocated for repeated machine set-up processes. Thisresearch was conducted to determine whether the machine set-up process was optimal and how toreduce the required set-up time. This research uses the Single Minute Exchange of Die (SMED) method.By categorizing all activities based on the existing criteria, the method found that the machine set-upprocess was not yet optimal. The inefficiency in the set-up process was due to human factors, machines,methods, and measurements. After analysis, the SMED method successfully reduced the set-up timefrom a minimum of 20 minutes to 11.75 minutes. Additionally, this research produced a guide foractivities during the set-up process along with estimated times for each step Keywords: dies; machine set-up; single minute exchange of die; SMED; time efficiency; wastage
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI CV. LUMBUNG TANI REDJEKI (LTR) UNTUK MENINGKATKAN PROSES PRODUKSI Anam, Lachesa Chairul; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract CV. Lumbung Tani Redjeki (LTR) is a company that produces and sells snacks in the form of original andbalado flavored cassava chips, and puyur crackers, as well as selling tofu crackers produced by UD.Gondang Jaya Snacks (GJS). As a food company that seeks to increase its profits and be competitive andsuperior to its competition, CV. Lumbung Tani Redjeki always strives to icrease its productivity. Leanmanufacturing is a tool for a sustainable innovation process that views the use of available resources thatdo not add value to the product as a waste that must be eliminated/reduced. This research aims to implementlean manufacturing at CV. Lumbung Tani Redjeki to improve the production process of original flavoredcassava chips in domestic factories. This research began with creating a VSM to map the flow ofinformation and material in the production process, continued using the WAM method to determine themain waste, namely waste inventory, then choosing a tool to eliminate/reduce the main waste using theVALSAT method namely PAM method, and continued using the RCA method which is 5 Whys method tofind the causes of waste inventory, namely the raw material receiving area is not large enough toaccommodate all raw materials, each work stations have different cycle times, and the company does notapply the 5 S. Suggestions for improvement are suggestions for improving the factory layout andsuggestions for improving the production processes. From the analysis of production system improvements,there is a decrease in cycle time of 3,440,040 s and a decrease in lead time of 94,482,867 for daily orders,and an increase in PCE from 44.383% to 55.173% and an increase in profits of IDR 19,200,000.00 permonth.Keywords: Lean Manufacturing, Seven Wastes, Waste Assessment Model (WAM), Value StreamAnalysis Tools (VALSAT), Value Stream Mapping (VSM), Root Cause Analysis (RCA), 5 Whys.AbstrakCV. Lumbung Tani Redjeki (LTR) merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual makanan ringanberupa kerupuk singkong rasa original dan balado, dan kerupuk puyur, serta menjual kerupuk tahu yangdiproduksi oleh UD. Gondang Jaya Snack (GJS). Sebagai perusahaan makanan yang berusaha untukmeningkatkan keuntungan serta kompetitif dan unggul dalam persaingannya, CV. Lumbung Tani Redjekiselalu berusaha untuk produktivitasnya. Lean manufacturing merupakan suatu alat proses inovasi yangberkelanjutan yang memandang penggunaan sumber daya tersedia yang tidak memberikan nilai tambahpada produk sebagai pemborosan yang harus dihilangkan/dikurangi. Penelitian ini bertujuan untukmenerapkan lean manufacturing di CV. Lumbung Tani Redjeki untuk meningkatkan proses produksikeripik singkong rasa original pada pabrik domestik. Penelitian ini diawali dengan pembuatan VSM untukmemetakan aliran informasi dan aliran material pada proses produksi, dilanjutkan menggunakan metodeWAM untuk mengetahui waste utama yaitu waste inventory, kemudian dipilih alat untukmenghilangkan/mengurangi waste utama menggunakan metode VALSAT dan tipilih metode PAM, dandilanjutkan menggunakan metode RCA berupa metode 5 Whys untuk mencari tahu penyebab terjadinyawaste inventory yaitu luas area penerimaan bahan baku tidak cukup untuk menampung semua bahan baku,setiap stasiun kerja memiliki cycle time yang berbeda, dan perusahaan tidak menerapkan 5 S. Saranperbaikannya yaitu saran perbaikan tata letak pabrik dan saran perbaikan proses produksi. Dari analisisperbaikan sistem produksi diketahui bahwa terjadi penurunan cycle time sebanyak 3.440,040 s danpenurunan lead time sebesar 94.482,867 untuk pesanan harian, dan peningkatan PCE dari 44,383% menjadi55,173% dan peningkatan keuntungan sebesar Rp19.200.000,00 per bulan.Kata kunci: Lean Manufacturing, Seven Wastes, Waste Assessment Model (WAM), Value StreamAnalysis Tools (VALSAT), Value Stream Mapping (VSM), Root Cause Analysis (RCA), 5 Whys.
ANALISIS BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION – TASK LOAD INDEX (NASA- TLX) PADA KARYAWAN DEPARTEMEN UTILITY (Studi Kasus : Electrical Divison PT Duniatex group) Wibowo, Fikrianuari; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Tekstil merupakan suatu bahan dari serat yang diolah berupa kain atau benangsebagai bahan untuk membuat busana dan produk lainnya. Industri tekstil dibagi menjadi tigasektor, yaitu sektor industri hulu, sektor indutri menengah, dan sektor industri hilir. PT.Duniatex Group Pekalongan merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerakdibidang pembuatan benang. Dalam perusahaan itu sendiri terdapat departemen utility,departemen utility merupakan departemen yang sebagian besar tugasnya seperti pendukungbagi kelangsungan perusahaan, seperti penyedia sarana dan prasaran, didivisi electricalterdapat tiga tugas utama yaitu, cleaning, scoring, dan trouble. Guna mengetahui sekaligusmempelajari apakah para pekerja khususnya departemen utility memiliki beban kerja yangberlebih atau tidak, apakah para pekerja merasa tertekan oleh tanggung jawabnya diperusahaan. Analisis bebean kerja mental yang dilakukan adalah National Aeronautics andSpace Administration – Task Load Index (NASA – TLX). Berdasarkan skor akhir NASA-TLXpada pekerja divisi electrical, diketahui bahwa 1 orang pekerja memiliki beban kerja yangdikategorikan berat dan 4 orang pekerja memiliki beban kerja yang dikategorikan sedang.Physical Demand (PD) yang memiliki nilai sebesar 24%, Mental Demand (MD) sebesar 23%,frustation (FR) sebesar 20%, Temporal Demand (TD) sebesar 17%, Own Performance (OP)sebesar 10% , kemudian aspek terakhir yang berpengaruh terhadap beban kerja yaitu Effort(EF) dengan nilai 6%.Kata kunci : Beban Kerja, NASA-TLX, Pekerja Bagian electrical
PENGUKURAN BEBAN KERJA PRODUKSI JOK BUS SERI SR 2 HD UNTUK OPTIMALISASI JUMLAH TENAGA KERJA DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA) (Studi Kasus : CV. Laksana Karoseri Semarang) Nugroho, Raden Dimas Alan Adi; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCV. Laksana Karoseri yang berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang industri otomotif. Perusahaan ini memproduksi produk utama yaitu karoseri bus. Di masa pandemi Covid-19, CV. Laksana Karoseri terus berupaya membenahi faktor internal perusahaan demi tetap bertahan di situasi ini. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja akibat adanya penurunan jumlah permintaan bus. Namun, diketahui bahwa penentuan jumlah tenaga kerja di CV. Laksana Karoseri sebatas menggunakan data waktu siklus penyelesaian satu satuan produk sekali pengamatan kemudian memberi toleransi sekian persen akibat keterbatasan waktu dan personil yang mereka miliki. Hal itu mengakibatkan beban kerja pada setiap stasiun kerja kurang seimbang salah satunya pada divisi jok dalam memproduksi jok bus seri SR 2 HD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses pembuatan jok. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing proses produksi, yaitu work center 1 (799, 528 detik), work center 2 (765,356 detik), work center 3 (1021,02 detik), work center 4 (799, 17 detik), work center 5 (2993, 91 detik), work center 6 (1933, 35 detik), work center 7 (2833, 34 detik), dan work center 8 (1369, 84 detik). Kata kunci: beban kerja; tenaga kerja; waktu baku; workload analysisAbstract[Title: MEASUREMENT OF WORK LOAD IN PRODUCTION OF BUS SEATS SR 2 HD SERIES FOR OPTIMIZATION OF THE NUMBER OF LABOR WITH WORK LOAD ANALYSIS (WLA) METHOD (Case Study : CV. Laksana Karoseri Semarang)] CV. Laksana Karoseri located in Ungaran, Semarang Regency, Central Java is one of the manufacturing companies engaged in the automotive industry. This company produces products in the form of bus bodies. During the Covid-19 pandemic, CV. Laksana Karoseri continues to work on improving the company's internal factors in order to survive in this situation. One of the efforts made is to make two adjustments to the number of workers due to a decrease in the number of bus requests. However, it is known that the number of workers in CV. Laksana Karoseri is limited to using cycle data for the completion time of one product unit, then giving a tolerance of only a few percent due to limited time and personnel they have. This causes the workload at each station to be less balanced, one of which is the seat division in producing the SR 2 HD series bus seats. The purpose of this study was to determine the standard time and the optimal number of workers at each stage of the upholstery manufacturing process. From the results of research and calculations obtained standard times for each production process, namely work center 1 (799, 528 secons), work center 2 (765,356 seconds), work center 3 (1021.02 seconds), work center 4 (799, 17 seconds), work center 5 (2993, 91 seconds), work center 6 (1933, 35 seconds), work center 7 (2833, 34 seconds), and work center 8 (1369, 84 seconds). Keywords: workload; manpower; standard time; workload analysis
RANCANGAN ALAT ANGKUT FLY ASH DAN BOTTOM ASH DENGAN METODE FUNCTION ANALYSIS SYSTEM TECHNIQUE (FAST) Irawan, Ade; Nurkertamanda, Denny; Mahachandra, Manik
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.15480

Abstract

Di Industri minyak goreng sawit, boiler digunakan sebagai pemasok kebutuhan energi dalam jumlah yang besar untuk menunjang aktifitas produksi. Pembakaran pada boiler menghasilkan dua limbah sisa pembakaran yaitu abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Pengangkutan FABA yang masih dilakukan manual dengan menggunakan karung dan hand pallet sehingga menghasilkan posisi kerja yang tidak ergonomis. Posisi tersebut menimbukan resiko kelelahan dan keluhan musculoskeletal yang dirasakan pekerja. Berdasarkan analisis postur kerja skor REBA (Rapid Entire Body Position) sebesar 10. Skor ini menunjukan level “high risk”, sehingga perlu adanya penyelidikan perubahan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat angkut FABA yang ergonomis dengan mengunakan metode FAST (Function Analysis System Technique). Diagram FAST menghasilkan perancangan alat angkut FABA yang memiliki karakteritik nyaman, kapasitas yang lebih ringan, material yang ringan, kokoh, dan mudah digunakan. Selain itu alat angkut FABA yang dihasilkan aman digunakan dengan adanya bak yang tertutup dan chasis pada ban, berdasarkan pendekatan diagram FAST terdapat dua bagian utama alat angkut dan delapan subagian dari penyusun alat angkut FABA.Kata Kunci: Alat Angkut, FAST, REBA, Ergonomis