Claim Missing Document
Check
Articles

USULAN PEMASANGAN IKLAN PADA SURAT KABAR DITINJAU DARI GERAKAN MATA DAN ATENSI PEMBACA SURAT KABAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE EYE TRACKING Muhammad Dwi Ramdhani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan kepada pihak pemasang iklan dalam perancangan desain dan penentuan posisi iklan yang mudah dilihat oleh mata pembaca surat kabar. Penelitian ini menggunakan Metode Eye Tracking untuk melihat pergerakan mata pembaca surat kabar pada saat melakukan pencarian bagian yang menarik dari surat kabar. Penelitian ini menekankan pada gerakan mata pembaca surat kabar pada saat melihat halaman surat kabar dalam mencari hal yang dianggap menarik dari isi surat kabar. Dari hasil penelitian didapatkan mata pembaca rata-rata memulai pencarian dari pojok kiri atas dan atensi pembaca lebih tertarik terhadap tulisan yang jelas dan menarik, ini disebabkan karena persepsi orang Indonesia yang membaca dari kiri kekanan dan dari atas kebawah, sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah sebaiknya peletakan iklan yang mudah ditangkap mata pembaca yaitu pada posisi pojok kiri atas dengan mempertimbangkan atensi pembaca yaitu berupa konten-konten yang menarik.ABSTRACTThe purpose of this study is to provide recommendations to the advertisers in designing and ad positioning is easily seen by the eyes of newspaper readers . This study uses the Eye Tracking method to look eye movement of newspaper readers when searching the interesting part of the newspaper. This study more focus on eye movements of newspaper reader while viewing a page in the newspaper for looking interesting parts that are considered the newspaper of the conten. From the results, the average reader's eyes start searching from the top left corner and the attention of the reader is more interested in writing a clear and attractive, because Indonesian perceptions are read from left to right and from top to bottom , so that the conclusions of this study are best placement of ads that are easily captured the reader's eye on the position of the top left corner with the readers attention in the form of content that’s interesting.
PERANCANGAN KURSI BAMBU LAMINASI DENGAN KONSEP DFE (DESIGN FOR ENVIRONMENT) MENUJU SUSTAINABLE PRODUCT Rian Sinaga; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman selalu diiringi dengan perkembangan peningkatan pengetahuan manusia sendiri. Salah satu contoh seperti desain produk mempunyai karakteristik dimana selalu berusaha menciptakan kreasi sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Memungkinkan juga dengan desain suatu perlengkapan rumah yang terbuat dari bahan lokal yang terbarukan dengan cepat misalnya pandan, eceng gondok, dan bambu membantu mengurangi transportasi, membantu masyarakat dan meningkatkan keberlanjutan suatu produk secara keseluruhan. Perumusan masalah jelas membicarakan pengunaan kayu meningkat, tetapi sumber alam semakin lama semakin menipis, karena penebangan kayu liar dihutan dan juga masa tumbuh dari jenis kayu tersebut sangatlah lama. Untuk itu penelitian ini memiliki tujuan perancangan kursi laminasi bambu menggunakan konsep dari peduli lingkungan atau Design for Environment. Metode perancangan yang digunakan adalah Pahl Beitz, mengingat sebuah desain tidak ada langkah-langkah yang harus di definisikan maka dalam penggunaan di modifikasi sesuai dengan hasil yang ingin dicapai dalam penelitian untuk desain kursi bambu lamina. Langkah ini dimulai dari Konseptual desain, Perancangan bentuk dan Desain Detail. Hasil penelitian ini berupa perancangan produk kursi laminasi bambu dengan konsep Design for Environment sehingga dari rancangan kursi bambu tersebut menciptakan Sustainable Production karena mendefinisikan material bambu dapat menggantikan bahan dasar penggunaan kayu menjadi sebuah produk yaitu kursi laminasi bambu.
PERANCANGAN LOKASI DAN FASILITAS PABRIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR SUSTAINABILITY Hasnul Ikhwan; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Barali Citra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Meubel. Perusahaan bermaksud  membuat area pabrik baru yang memerlukan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas produksi untuk mempertahankan proses produksi berorientasi ekspor, sambil mengembangkan  produk untuk membidik pasar lokal. Tugas akhir ini mencoba memberikan usulan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas pabrik. Untuk memenuhi permintaan perusahaan, digunakan pertimbangan Sustainability dalam rencana lokasi dan rancangan pabrik baru. Selain itu, dalam merancang tata letak fasilitas penulis juga mengadopsi cara software terkomputerisasi ALDEP. Dari hasil perancangan, penulis merekomendasikan hasil rancangan lokasi yang paling efisien untuk transportasi barang dan  manusia. Perbedaan yang kontras terlihat pada rancangan lantai produksi baru yang terpusat di satu titik, sehingga banyak daerah yang kosong bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produksi lain. Perancangan lokasi pabrik ini juga lebih nyaman dan lebih mudah dalam proses supervisi, berbeda dengan rancangan lama yang terlalu sempit karena lantai produksi menghabiskan terlalu besar area pabrik. Faktor sustainability yang menonjol dalam perancangan ini adalah faktor sosial (people), dimana para karyawan lebih nyaman ketika bekerja di area pabrik. Sementara faktor lingkungan (planet) menghasilkan analisa kemungkinan perusahaan mampu membuat lantai produksi baru dalam memanfaatkan limbah blok kayu. Limbah ini bisa diolah kembali untuk menjadi produk yang bisa dijual di pasar ekspor ataupun pasar lokal
PERANCANGAN WORKPLACE PADA LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI (LSP) UNTUK MEMENUHI SAFETY AT WORK Nur Aeni; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium Sistem Produksi (LSP) yang berada di bawah naungan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro merupakan laboratorium yang melaksanakan praktikum yang memerlukan kecermatan dan kewaspadaan dalam pelaksanaannya. Banyak keluhan yang dirasakan oleh praktikan dikarenakan fasilitas kerja yang kurang mendukung, sehingga perlu adanya usulan perbaikan fasilitas kerja yang sesuai dengan prinsip anthropometri. Dalam perancangan fasilitas ini digunakan metode QUAD untuk menghasilkan desain produk yang aman, mudah dan efektif. Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah metode kerja belum tersusun dengan baik. LSP menggunakan berbagai mesin yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menganalisis potensi bahaya pada penelitian ini adalah JHA  dan Task Analysis .Selain melakukan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, perlu dilakukan juga penataan tata letak mesin produksi. LSP saat ini memiliki keterbatasan dalam luas ruangan, lebar jalan atau jarak antar mesin sangat sempit. Dengan pembangunan gedung Teknik Industri dan bantuan pengadaan alat laboratorium dan furniture oleh Djarum Foundation, dibutuhkan perancangan tata letak fasilitas untuk LSP. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah perancangan meja kerja dan alas meja mesin, instruksi kerja, dan tata letak. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap penggunaan fasilitas Laboratorium Sistem Produksi.  ABSTRACTLaboratorium Sistem Produksi (LSP) under the auspices of Diponegoro University’s Industrial Engineering Department is  a laboratory that requires high level of austerity and vigilance in doing its practicums. There are a lot of complaints received from the practicum participants caused by less-supported facilities, therefore an anthropometry-based improvement for this issue is required. QUAD method for designing  a safe, easy-to-use, and effective products design is used in designing the facilites. One of the main cause of work accidents is the improper designed work method. LSP uses various machines that have a high risk of danger in its usage. JHA and Task Analysis method are used in this research to analyze various potential danger. Beside the facility improvements to increase occupational health and safety, a proper layout of engines production placement is also required. Now LSP has a limitation of room space and the narrow distance between each machine. With the new Industrial Engineering Department building being constructed now, alongside the procurement of laboratory equipment and furniture funded by Djarum Foundation been completed, a proper facility layout design is required. Results achieved in this research is to design the work bench and the machine bed, work instructions, and layout. This research is expected to increase occupational safety and health in the usage of each facilities in LSP. 
ANALISA KEGAGALAN PROSES KALENG SUSU PADA PRODUKSI SUSU KENTAL MANIS MENGGUNAKAN ROOT CAUSES ANALYSIS (RCA) Agung Hadi Sasanto; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Frisian Flag Indonesia merupakan salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia. Dari hasil studi pendahuluan, kualitas hasil produksi belum sesuai dengan target internal perusahaan. Adanya cacat yang terjadi terutama cacat kaleng penyok menyebabkan perbandingan prosentase dari hasil produksi kaleng susu tahun 2007 saat ini sebesar 9%, tidak sesuai target yang diharapkan pada tahun 2008 yaitu 1%.Pada penelitian ini dilakukan analisis akar penyebab (Root Causes Analysis/RCA) kegagalan proses kaleng susu yang menyebabkan cacat kaleng penyok. Fault Tree Analysis digunakan untuk menggambarkan rangkaian faktor penyebab kegagalan sehingga didapatkan kejadian dasar yang merupakan akar penyebab  kegagalan. Dari akar penyebab tersebut digunakan Fault Tree Analysis untuk melihat seberapa efektif batasan-batasan pelaksanaan proses kaleng susu yang ada saat ini. Rekomendasi tindakan perbaikan diambil berdasar analisis batasan tersebut untuk mencegah kegagalan berulang. Dari hasil Root Causes Analysis, diperoleh bahwa akar penyebab kaleng penyok di case packer yaitu las conveyor pada devider yang tidak sempurna, ukuran label yang tidak seragam dan kertas label yang terlalu licin, serta clamping cartridge dan air brix cylinder yang tidak diganti secara berkala. Keempat akar penyebab masalah tersebut akan dapat diatasi dengan perbaikan devider secara menyeluruh, perbaikan dimensi dan mutu kertas label, serta penggantian clamping cartridge dan air brix cylinder secara bekala. Sedangkan akar penyebab masalah di palletizer yaitu setting mesin yang kurang tepat, carton box yang substandard, serta lifter dan meja transfer yang belum terikat secara permanen. Ketiga akar penyebab tersebut akan dapat diatasi dengan penambahan waktu pengepressan carton box di case packer, penggantian hot melt dengan delay time yang lebih singkat, perbaikan mutu dan dimensi carton box, serta pembuatan dudukan untuk kaki lifter dan meja transfer di palletizer secara permanen. Langkah perbaikan untuk masalah kaleng penyok ini dapat diketahui pihak-pihak mana saja yang akan bertanggung jawab terhadap solusi tersebut. Adapun pihak-pihak yang berkaitan dengan langkah perbaikan tersebut yaitu pihak produksi, engineering (maintenance), dan operator.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR PENJAHIT PT. DPM Nanda Fara; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. DPM merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang konveksi pakaian. Dalam kegiatan usahanya, PT. DPM membuat pakaian sesuai jumlah dan waktu yang telah ditargetkan oleh pemilik perusahaan sehingga memberikan tekanan dikarenakan kondisi lingkungan kerja yang tidak baik serta tuntutan target produksi yang sering kali tidak tercapai sehingga mengakibatkan kelelahan kerja pada operator penjahit DPM. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja PT. DPM. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 55 responden. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja, lingkungan fisik kerja dan kelelahan kerja maka dilakukan uji statistik dengan uji regresi linier majemuk dengan menggunakan software spss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebisingan merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja dengan koefisien nilai R sebesar 0.637. hal ini berarti bahwa tingkat kebisingan yang dialami oleh operator penjahit PT. DPM melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Selain itu berdasarkan kuesioner dan wawancara yang dilakukan tidak sedikit operator penjahit yang merasa sulit berkomunikasi dalam keadaan bising. Sehingga perbaikan kondisi lingkungan kerja dan penerapan APD diperlukan untuk mengurangi kelelahan kerja pada operator penjahit PT. DPM.ABSTRACTPT . DPM is company specialized in garment. PT. DPM makes clothes fit and the amount of time that has been targeted by the owners of the company so as to provide pressure due to working conditions are not good and the demands of the production targets that result in fatigue on the operator tailor DPM. Therefore, the research aimed to determine the factors that most influence on fatique of tailor PT. DPM. This study uses a sample of 55 respondents. To determine the relationship of workload, work ensvironment and physical fatigue then performed statistical tests with multiple linear regression using SPSS software. The test results showed that the noise is the variable most significantly influence the fatigue coefficient R value of 0.637. This means that the noise levels experienced by operators tailor PT. DPM value exceeds a predetermined threshold. Also based on questionnaires and interviews, operators tailor who find it difficult to communicate in noisy circumstances. Efforts should be maintenance work environment and to obey use hearing conservation. Thus, noise received by the operator tailor PT. DPM doesn’t exceed the predetermined threshold.
ANALISIS PENYEBAB CACAT PADA PRODUK TEST LINER MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus di PT Pura Barutama Unit Paper Mill IX) Nurul Fadlia; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.81 KB)

Abstract

Kebutuhan manusia akan kertas semakin hari semakin bertambah. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan kertas bersaing untuk memenuhi permintaan pasar dengan kualitas terbaik. Salah satu perusahaan kertas yang ada di Indonesia yaitu PT Pura Barutama unit Paper Mill IX. Produk yang dihasilkan oleh PT Pura Barutama unit Paper Mill IX berupa kertas test liner. Pada proses produksi kertas test liner tentunya tidak terlepas dari permasalahan produk cacat. Permasalahan tersebut yaitu terdapat beberapa hari jumlah produk cacat yang melebihi target maksimal perusahaan sebesar 5%. Tingkat produk cacat yang melebihi target dapat menimbulkan dampak negatif bagi produktivitas perusahaan sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas. Analisis pengendalian kualitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (define, measure, analyze, improve, control). Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan diketahui bahwa level sigma pada PT Pura Barutama unit Paper Mill IX masih belum mencapai target yaitu sebesar 3.17. Hal ini menunjukkan bahwa perlu diadakan perbaikan dari faktor man, machine, material, methods, dan environment untuk meminimalkan jumlah cacat. Abstract  [Analysis of Defect Cause on Test Liner Product Using Six Sigma Method] Everyday paper needs continue to increase. It can causes many paper companies compete to  meet the market  product that produced by PT Pura Barutama unit Paper Mill IX is test liner paper. In the production proces of test liner paper certainly can not be separated from the problem of defective products. The problem is there are several days in November-Desember 2017 the number of defect products exceeding the maximum target 5%.  This problem can cause negative impact to company productivity, therefore need to be fix with quality control. Quality control analysis that used in this research is Six Sigma method with DMAIC approach (define, measure, analyze, improve, control). Based on the result of data processing, it is known that the level of sigma at PT Pura Barutama unit Paper Mill IX still has not reached the target, the result is 3.17. It means there is a necessity to improve in several sectors such as man, machine, material, methods, and environment to minimize defective products.
ANALISIS TERJADINYA MINYAK KOTOR PADA KEMASAN LITHOS (Studi Kasus : PT.PERTAMINA (PERSERO) Production Unit Cilacap – Lubricant) Septiana Dwi Swastiyardiani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PERTAMINA (PERSERO) Production Unit Cilacap - Lubricant adalah perusahaan minyak dan gas bumi milik negara yang memproduksi pelumas untuk industri dan otomotif. Permasalahan yang sering muncul dalam proses pengisian adalah terjadinya ceceran pelumas yang tidak dapat digunakan kembali. Data minyak kotor produk lithos atau botol yang dihasilkan periode November 2011 s/d Oktober 2012  memiliki nilai yang lebih besar yaitu 16 drum dibanding produk DFO atau drum yang hanya 8 drum. Sehingga pada penelitian ini difokuskan kepada produk lithos yang memiliki jumlah minyak kotor lebih besar dibanding produk DFO.Langkah pertama dalam penelitian adalah membuat Fishbone Diagram untuk mengetahui cakupan kategori penyebab masalah. Kemudian digunakan Fault Tree Analysis untuk mengetahui akar penyebab terjadinya minyak kotor. Langkah selanjutnya adalah analisis lanjutan untuk mengetahui aspek-aspek yang memerlukan tindakan perbaikan melalui teknik Barrier Analysis.Hasil penelitian menunjukkan akar penyebab terjadinya minyak kotor adalah tidak adanya SOP untuk maintenance selang vacum, tidak ada SOP untuk maintenance selang penghubung bulk dan nossel, dan satu pekerja mengawasi mesin sekaligus melakukan pengecekan tutup botol.                                                     ABSTRACT          PT. Pertamina (Persero) Unit Production Cilacap - Lubricant is an oil and gas company owned by government which produce lubricant  for industrial and automotives. Problems often arise in the filling process  is the lubricant spills that can not be reused. Data dirty oil of lithos or bottle product produced in period November 2011 until  October 2012 had a value greater there are 16 drums than  DFO or drum product that only 8 drum. So in this study focused on lithos product that has a number greater than  DFO product.The first step in the research is to create a Fishbone Diagram to determine the scope category of cause problem. Fault Tree Analysis is then used to determine the root cause of the dirty oil. The next step is the follow-up analysis to determine those aspects that require remedial action through the Barrier Analysis techniques.The results showed the root cause of the dirty oil is no SOP for maintenance of hose vacuum, there is no SOP for maintenance of hose coupling bulk and nozzle, and one worker oversees the machine and to check the bottle cap at once. 
PERANCANGAN PROTOTYPE DAN QUALITY CONTROL MESIN BENDING PRODUK JOINT BREATHER MENGGUNAKAN METODE G. PAHL DAN W. BEITZ Ahady Ramadhan; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Nandya Karya Perkasa adalah industri di bidang manufaktur yang menghasilkan sparepart dan menggunakan tenaga manusia pada kerja bending produk joint breather. Target produksi dalam 1 hari adalah 5700 unit.  Dengan proses bending manual, dalam 3 hari didapatkan 200 unit cacat dikarenakan tidak memenuhi dimensi sehingga diperlukan pengerjaan bending lagi agar mendapatkan dimensi yang telah ditentukan. Oleh karena itu dibutuhkan rancangan mesin bending untuk produk joint breather sehingga dapat mengurangi waktu proses dan mengurangi produk cacat agar stasiun kerja bending untuk produk joint breather dapat memenuhi target produksi. Pada Stasiun kerja bending didapatkan 10 operasi kerja dan memakan waktu 10,10 detik.Setelah melakukan perancangan mesin bending dengan menggunakan metode G. PAHL DAN W. BEITZ didapatkan pengurangan operasi kerja dan juga waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk joint breather yaitu 8 operasi kerja dan memakan waktu 6,88 detik untuk menghasilkan 1 unit produk joint breather. Dimensi yang dihasilkan oleh mesin joint breather sama dengan dimensi yang diinginkan oleh PT.Nandya Karya Perkasa, yaitu Centerline radius adalah R13 mm, Diameter luar joint breather 10 mm, Diameter dalam joint breather 10.1 mm, Panjang keseluruhan joint breather 38.5 mm.  
PEMILIHAN PARAMETER PRETREATMENT PADA PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF MEBEL MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DAUN MIMBA DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Winda Andreina; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non-Hutan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Bambu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti kayu untuk mengatasi kelangkaan pasokan bahan baku kayu bagi Industri perabotan. Salah satu kelemahan bahan baku bambu adalah tingkat keawetan alami yang rendah sehingga rentan terhadap organisme perusak seprti kumbang bubuk dan rayap. Pemanfaatan bahan insektisida organik daun mimba merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan keawetan bambu sebagai bahan baku produk mebel yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba dan mendapatkan konsentrasi ekstrak yang optimal dalam pengawetan bambu. Model penelitian yang dilakukan metode desain eksperimen faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan lama perendaman bambu dalam proses pengawetan untuk meningkatkan keawetan bambu dari serangan organisme perusak. Daun mimba segar dicampurkan dengan air untuk menghasilkan variabel konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 gram/liter. Pada penelitian ini, bambu direndam dalam larutan konsentrasi ekstrak mimba dengan lama perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan berat bambu yang  signifikan terjadi pada pengawetan bambu dengan konsentrasi ekstrak mimba 20% (200 gram/liter) selama 30 menit. Pengawetan bambu yang efektif dapat dilakukan dengan konsentrasi ekstrak mimba 30% selama 30 menit.