Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROGRAM LINIER (Studi Kasus CV Piranti Works Temanggung) Farid Prawira putra; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada CV Piranti works ditemukan permasalahan yaitu perusahaan belum dapat merealisasikan rencana produksi yang optimal. Produksi yang dilakukan hanya berdasarkan permintaan tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi. Hal itu dapat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan bauran jumlah produksi yang menentukan keuntungan optimal perusahaan. Oleh karena itu penelitian membahas optimasi penentuan jumlah produksi dengan metode program linier. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengatasi permasalahan yang ada.   From the observation that was done on CV Piranti Works, the problem indicated that the company had not been able to make an optimal production plan. The company only produce based on demand without considering its production capacity. Consequently it affected the company to determine production amount of each product type and it influenced the companay to get optimum benefit. Therefore, reaserch discussed optimization of production amount using linear programming. Hopefully with this method the company will able to solve the problem.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN PRODUKSI BAGI SENTRA INDUSTRI KECIL MENENGAH Yusuf Widharto; Singgih Saptadi; Arfan Bakhtiar; Denny Nurkertamanda; Sriyanto Sriyanto
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan sentra industri kecil menengah yang memproduksi jamu. Lokasi mitra berada di bagian utara Kabupaten Sleman, tepatnya berada di Dusun Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Sentra ini baru saja dikukuhkan pada tahun 2018 sebagai salah satu sentra IKM di Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diberikan gambaran dan pendampingan mengenai bagaimana komponen – komponen berusaha yang diadopsi dari proses kegiatan belajar mengajar di Departemen Teknik Industri UNDIP mulai dari proses peramalan yang menjadi dasar dalam pengabidan masyarakat ini sampai dengan proses e-commerce di kemudian hari.  Diharapkan dengan pendampingan yang berkesinambungan maka dapt meningkatkan produktifitas dari sentra dalam berusaha.
REVITALISASI PERALATAN PRODUKSI DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SENTRA IKM JAMU Denny Nurkertamanda; Bakhtiar Arfan; Singgih Saptadi; Yusuf Widharto
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengambil lokasi dan bermitra dengan IKM yang berada di  sentra industri kecil menengah jamu. Lokasi mitra berada di Kabupaten Sleman, tepatnya berada di Dusun Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Sentra ini telah dikukuhkan pada tahun 2018 sebagai salah satu sentra IKM di Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berangkat dari keinginan untuk meningkatkan produktivitas sentra tersebut.  Salah satu cara yang kami laksanakan adalah dengan melakukan revitalisasi peralatan produksi yang ada. Peralatan ini telah ada di sentra tersebut selama beberapa waktu dan belum dapat digunakan secara optimal dikarenakan adanya perbedaan spesifikasi antara kondisi mesin yang ada dan kondisi yang ada di lapangan.  Diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini maka utilisasi mesin dapat meningkat dan pada akhirnya produktivitas masyarakat juga meningkat.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA PROSES PRODUKSI PAKAN TERNAK DI PT INDOJAYA AGRINUSA (JAPFA) Fathurrahman, Alif; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeselamatan dan kesehatan kerja adalah peran yang paling utama dalam pekerjaan. PT Indojaya Agrinusa (JAPFA) adalah satu dari perusahaan yang bergerak dalam produksi pakan ternak. Melihat hasil survey dan wawancara terdapat beberapa potensi kecelakaan kerja yang dapat terjadi disaat bekerja. Adapun potensi bahaya yang ada dapat diakibatkan karena kelalaian pekerja, suhu yang tidak bersahabat, lantai produksi licin serta ketidakpatuhan dalam menggunakan APD lengkap.Stasiun kerja yang diamati adalah stasiun intake bahan baku, stasiun bagging off dan stasiun lantai microdosing.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Job Safety Analysis (JSA) dimulai dari identifikasi bahaya, penilaian dampak dan resiko serta rekomendasi penilaian resiko. Hasil dari penelitian diketahui bahwa potensi bahaya tertinggi terdapat pada proses membuka bungkus karung, pengangkatan karung pada penjepit dan pengangkatan vitamin dari lift yang dimana proses pekerjaan tersebut dapat mengakibatkan luka bahkan kehilangan nyawa karena bahan baku yang berat dapat menimpa pekerja serta kehilangna oksigen akibat tekanan suhu yang panas pada area produksi. Kemudian, dari analisis yang dilakukan dapat memberikan rekomendasi perbaikan guna mengurangi terjadinya potensi bahaya.Kata kunci: Job Safety Analysis, Identifikasi Bahaya Penilaian Resiko, Pengendalian Risiko, K3, Risk MatrixAbstractK3 is the most important thing to implement in companies, including manufacturing companies. CV. Era Baru Panel is a manufacturing company engaged in the production of Public Street Lighting (PJU), box panels and guardrails. However, the implementation of K3 in this company is still not optimal, because work accidents still occur. This is also made worse by the absence of an K3 division to monitor occupational safety and health. This research aims to carry out risk identification, risk assessment and risk control using the HIRARC method. The research results show that there are potential dangers such as hot room temperatures, distractions and slippery workplaces as well as existing risks such as dehydration and excessive sweating, hearing loss and slips or bruises. In the risk assessment process there are 25 risks including 3 risks in the low category (low), 5 risks in the medium category (medium), 11 risks in the high category (high), and 6 risks in the extreme category (very high). Risk control to prevent work accidents can be carried out by using personal protective equipment in the factory area, technical engineering in the factory environment to minimize danger and administration such as installing danger signs and creating an K3 division so that occupational safety and health in the company can be managed well.Keywords: HIRARC; Work Accident; Occupational Health and Safety; Risk
Usulan Perbaikan Postur Kerja Assessor Premium Seedling Quality Assessment dengan Menggunakan Pendekatan Nordic Body Map, REBA, dan Antropometri (Studi Kasus: PT ITCI Hutani Manunggal) Arifin, Muhammad Faiz Noor; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT ITCI Hutani Manunggal merupakan perusahaan swasta yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri dan memiliki salah satu prosesnya yaitu pembibitan. Bibit tanaman yang akan ditanam harus melalui proses penilaian kualitas terlebih dahulu dengan proses yang disebut Premium Seedling Quality Assessment. Ditemui bahwa assessor Premium Seedling Quality Assessment sering kali ditemui assessor yang melakukan penilaian bibit dalam posisi jongkok dikarenakan tidak tersedianya meja yang dapat digunakan. Apabila hal ini terus terjadi secara berulang-ulang dapat berisiko menyebabkan musculoskeletal disorders. Untuk itu dilakukan pengukuran keluhan menggunakan Nordic Body Map dan penilaian postur kerja menggunakan REBA. Hasil yang diperoleh adalah postur kerja assessor 1 memiliki tingkat risiko tinggi dan assessor 2 memiliki tingkat risiko sedang. Keduanya membutuhkan perbaikan postur kerja sehingga dilakukan perancangan alat bantu kerja berupa kursi dan meja yang dapat dipindah sesuai lokasi yang dibutuhkan berdasarkan dimensi antropometri. Hasil penilaian postur kerja setelah penggunaan alat bantu kerja menunjukkan perubahan dimana postur kerja assessor 1 menjadi memiliki tingkat risiko sedang dan assessor 2 menjadi memiliki tingkat risiko rendah.Kata kunci: antropometri, musculoskeletal disorders, nordic body map, REBA, postur kerjaAbstract[Proposed Improvement to Work Posture of Premium Seedling Quality Assessment Assessors Using the Nordic Body Map, REBA and Anthropometric Approaches (Case Study: PT ITCI Hutani Manunggal)] PT ITCI Hutani Manunggal is a company located in Penajam Paser Utara, East Kalimantan. The company is engaged in Industrial Plantation Forest and has one of its processes called Premium Seedling Quality Assessment, which involves evaluating the quality of seedlings before planting. It was found that assessors conducting the Premium Seedling Quality Assessment often assess the seedlings in a crouched position due to the unavailability of a seeds table. If this continues repeatedly, it may pose a risk of musculoskeletal disorders. Therefore, complaints were measured using the Nordic Body Map, and the work posture was assessed using the Rapid Entire Body Assessment (REBA). The results obtained showed that the work posture of assessor 1 had a high-risk level, and assessor 2 had a moderate-risk level. Both require improvements in work posture, so working tools in the form of chair and table that can be moved according to the required location are designed based on anthropometric dimensions. The results of the work posture assessment after using working tools showed changes where the work posture of assessor 1 now having a moderate-risk level and assessor 2 having a low-risk level.Keywords: anthropometry, musculoskeletal disorders, nordic body map, REBA, work posture
USULAN PERBAIKAN PENJADWALAN MESIN STAMPING DENGAN METODE JOBSHOP AKTIF GUNA MEMINIMASI WORK IN PROCESS (WIP) PADA PT BIMUDA KARYA TEKNIK Kirono, Wintang; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Bimuda Karya Teknik merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang menerapkan sistem produksiMake To Order (MTO) sehingga part yang diproduksi bervariasi tiap harinya. Aspek yang perludiperhatikan agar PT. Bimuda Karya Teknik mampu mengikuti kondisi tersebut adalah penjadwalanproduksi. Penjadwalan produksi yang dilakukan PT. Bimuda Karya Teknik belum menggunakan dasarteori yang jelas sehingga output penjadwalan harian tidak sesuai dengan kondisi dilapangan.Permasalahan lainnya adalah member departemen produksi sulit membaca penjadwalan yang diubuatoleh departemen PPIC. Untuk mengatasi hal tersebut, metode penjadwalan produksi yang digunakan untuk mengatasi penumpukan Work In Process (WIP) adalah job shop aktif. Selain itu dibutuhkanformat baru untuk penjadwalan produksi yang mudah dipahami oleh member produksi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbaikan makespan, waiting time, dan work in process (WIP) pada penjadwalantanggal 9 januari. Penjadwalan departemen PPIC menghasilkan makespan sebesar 10,2 jam, waitingtime 3 jam, dan WIP 2 part. Sedangkan metode job shop aktif menghasilkan WIP 8,3 jam, waiting time3 jam dan WIP 1 part. Metode job shop aktif merupakan metode terpilih dan diterapkan padapenjadwalan selanjutnya. Pada penjadwalan tanggal 11 januari didapatkan makespan sebesar 5 jam,waiting time 1,8 jam, dan tidak didapati WIP dalam proses produksi..Kata kunci: Jobshop, Jobshop Aktif, Penjadwalan, Penjadwalan produksi, WIP Abstract PT. Bimuda Karya Teknik is a manufacturing company that implements a Make To Order (MTO)production system so that the parts produced vary every day. Aspects that need to be considered so thatPT. Bimuda Karya Teknik is able to follow these conditions, namely production scheduling. Productionscheduling carried out by PT. Bimuda Karya Teknik has not used a clear theoretical basis so that thedaily scheduling output is not in accordance with the conditions in the field. Another problem is that itis difficult for members of the production department to read the schedules made by the PPICdepartment. To overcome this, the production scheduling method used to overcome Work In Process(WIP) is an active job shop. In addition, a new format is needed for production scheduling that is easilyunderstood by production members. The results of the study showed that the improvements in makespan,waiting time, and work in process (WIP) were scheduled for January 9. PPIC department schedulingresults in a makespan 10.2 hours, a waiting time of 3 hours, and a WIP of 2 parts. While the active jobshop method produces a WIP of 8.3 hours, a waiting time of 3 hours and a WIP of 1 part. The active jobshop method is the method chosen and applied to the next scheduling. On January 11 scheduling, amakepan of 5 hours was obtained, a waiting time of 1.8 hours, and no WIP was obtained in theproduction processKeywords: Jobshop, Active Jobshop, Scheduling, Production Scheduling, Work in Process
RANCANGAN MATERIAL HANDLING EQUIPMENT (MHE) UNTUK MENCEGAH GANGGUAN OTOT DAN RANGKA PADA KEGIATAN PALLETIZING KARDUS BOTOL AIR MINUM MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Nuryawan, Daffa Adhimas; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir minum berkualitas sangat penting bagi kesehatan, terutama dengan pertumbuhan penduduk Indonesiayang diperkirakan mencapai 281 juta jiwa pada 2024, sehingga diperlukan 562 juta liter air minum perhari. Konsumsi air minum dalam kemasan meningkat dari 13% pada 2009 menjadi 36% pada 2018. Salah satu produsen air minum, AMDK PDAM Kota Semarang, menghadapi tantangan musculoskeletal disorders(MSDs) pada pekerja akibat material handling manual (MMH) saat pengemasan. Penelitian inimengidentifikasi keluhan MSDs dan menganalisis postur pekerja menggunakan metode REBA, dengan skor10 yang menunjukkan risiko tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang alat bantu ergonomismenggunakan metode QFD dan data antropometri. Simulasi penggunaan alat bantu melalui softwareCATIA menunjukkan penurunan skor REBA dari 10 menjadi 6, yang menunjukkan perbaikan postur pekerjadan pengurangan risiko MSDs.Kata kunci: Material Handling; Postur Bekerja; Muculoskeletal Disorders; Quality Function Deployment;House of Quality Abstract[Title: Design of Material Handling Equipment (MHE) to Prevent Musculoskeletal Disorders inPalletizing Activities of Bottled Water Boxes Using the Quality Function Deployment (QFD) MethodWith an Ergonomic Approach] High-quality drinking water is essential for health, especially withIndonesia's population expected to reach 281 million by 2024, necessitating 562 million liters of drinkingwater per day. The consumption of bottled water increased from 13% in 2009 to 36% in 2018. One of thebottled water producers, AMDK PDAM Kota Semarang, faces challenges related to musculoskeletaldisorders (MSDs) among workers due to manual material handling (MMH) during packaging. This studyidentifies MSD complaints and analyzes workers' postures using the REBA method, with a score of 10indicating high risk. To address this issue, ergonomic assistive tools were designed using the QFD methodand anthropometric data. Simulation of the assistive tool usage through CATIA software showed a reduction in the REBA score from 10 to 6, indicating improved worker posture and reduced MSD risk.Keywords: Material Handling; Working Posture; Muculoskeletal Disorders; Quality FunctionDeployment; House of Quality
PENGENDALIAN PERSEDIAAN PAPER TUBE DAN CARTON BOX SEBAGAI KOMPONEN PACKAGING POLYESTER YARN DENGAN PENDEKATAN METODE TIME SERIES DAN MIN-MAX STOCK (STUDI KASUS: GUDANG MP04 PT APF KALIWUNGU) Firdaus, Fikri; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Asia Pasific Fibers Tbk merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang Tekstil.Untuk memenuhi permintaan pasar yang beragam, PT Asia Pasific Fibers Tbk memiliki berbagai macambentuk persediaan, salah satunya yaitu material packaging. Namun pada kondisi di lapangan, terdapatbeberapa gudang yang memiliki jumlah persediaan yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Untukmeminimalisir terjadinya persediaan yang terlalu banyak maupun sedikit, dilakukan pengendalianpersediaan dengan pendekatan metode Time Series dan Min-Max Stock. Data yang digunakan padapenelitian ini yaitu berupa data historis penggunaan material packaging pada tahun 2022, dan beberapadata yang dikumpulkan melalui wawancara dengan operator dan staff Departemen Store. Selain itudilakukan juga observasi langsung pada Gudang MP04 PT Asia Pasific Fibers Tbk. Berdasarkan hasilpengolahan data, metode yang terpilih untuk melakukan peramalan yaitu Winter’s Method. Selanjutnya,untuk perhitungan Safety Stock dan Min-Max Stock menggunakan service level 90-99% agar perusahaandapat leluasa dalam menentukan service levelnya sendiri. Setelah itu, dapat diberikan usulan kebijakanpemesanan yaitu sebanyak 18 kali selama periode 2023, dengan kuantitas pemesanan sebanyak 11048buah untuk material PT000229, 2587 buah untuk material PT000257, 368 buah untuk material CB000392,dan 282 buah untuk material CB000399 dalam satu kali pesan.Kata kunci: Pengendalian persediaan; forecasting; time series; min-max stock Abstract[INVENTORY MANAGEMENT OF PAPER TUBE AND CARTON BOX AS COMPONENTS OFPOLYESTER YARN PACKAGING WITH TIME SERIES AND MIN-MAX STOCK METHOD (CASESTUDY: WAREHOUSE MP04 PT APF KALIWUNGU)] PT Asia Pacific Fibers Tbk is one of the leadingcompanies in the textile sector. To fulfill diverse market demands, PT Asia Pacific Fibers Tbk has varioussupply, one of them is packaging material. However, there are several warehouses that have too much orlack of inventory. To minimize the occurrence of too much or lack of inventory, inventory need to bemanaged using the Time Series and Min-Max Stock methods. The data used in this study is historical dataof packaging materials usage in 2022, and some data collected through interviews with Store Departmentoperators and staff. Beside that, the writers also observe MP04 Warehouse of PT Asia Pacific Fibers Tbk.Based on the data processing, the method chosen for forecasting is the Winter's Method. Furthermore, forthe calculation of Safety Stock and Min-Max Stock, service level of 90-99% was used so that companies canfreely determine their own service level. After that, order policy suggestions can be given, the result is thatorders are made 18 times during the 2023 period, with an order quantity of 11,048 pieces for PT000229material, 2587 pieces for PT000257 material, 368 pieces for CB000392 material, and 282 pieces forCB000399 material in one time order.Keywords: Inventory management; forecasting; time series; min-max stock
REKOMENDASI REDUKSI WASTE DAN VARIASI PROSES PEMBUATAN PART PADA PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA Edwin, Daffa; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAdanya persaingan di antara manufaktur yang satu dengan yang lain membuat persaingan bisnis kiankompetitif guna memenangkan pasar. Hal tersebut tidak terlepas dari sektor industri manufaktur logam.Industri logam dituntut untuk mampu memproduksi barang yang memiliki kualitas yang mumpuni agarmampu meningkatkan kredibilitas terhadap pelanggan. Salah satu perusahaan yang bergerak padaindustri logam yakni PT Trimitra Marganda Unggul. Persoalan yang terdapat pada perusahaantersebut yakni terdapat waste maupun variasi proses pada pembuatan part produksinya. Temuan dalampenelitian ini salah satunya yakni tingkat sigma dari PT Trimitra Marganda Unggul dalammemproduksi nomor part 43121-12K00 hanya sebesar 2,575 sigma yang berarti perusahaan tersebuttermasuk ke dalam klasifikasi perusahaan yang nonkompetitif di pasar dalam memproduksi parttersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan lean six sigma untuk mereduksi waste danvariasi proses pembuatan part pada PT Trimitra Marganda Unggul. Penelitian ini memberikanrekomendasi perbaikan terhadap part dengan kuantitas cacat terbesar berdasarkan data cacat tahun2022 pada PT Trimitra Marganda Unggul dengan harapan agar mampu meningkatkan tingkat sigmadan memenangkan pasar.Kata kunci: industri logam; kualitas; lean six sigma; rekomendasi perbaikan; tingkat sigma Abstract[Title: WASTE REDUCTION RECOMMENDATIONS AND PART MANUFACTURINGPROCESS VARIATIONS AT PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL USING THE LEAN SIXSIGMA APPROACH] The existence of competition among manufacturers with one another makesbusiness competition increasingly competitive in order to win the market. This is inseparable from themetal manufacturing industry sector. The metal industry is required to be able to produce goods thathave qualified quality in order to increase credibility with customers. One of the companies engaged inthe metal industry is PT Trimitra Marganda Unggul. The problem that exists in the company is thatthere are waste and process variations in the manufacture of its production parts. One of the findingsin this study is that the sigma level of PT Trimitra Marganda Unggul in producing part number 4312112K00is only 2.575 sigma, which means that the company is included in the classification of non-competitive companies in the market in producing these parts. This study uses a lean six sigma approach to reduce waste and variations in the part manufacturing process at PT Trimitra Marganda Unggul.This study provides recommendations for improvements to parts with the largest quantity of defectsbased on defect data in 2022 at PT Trimitra Marganda Unggul in the hope of being able to increasethe sigma level and win the market.Keywords: lean six sigma; metal industry; recommendations of improvements; sigma level; quality
ANALISIS BEBAN KERJA DALAM PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PEOPLE DEPARTMENT PT AGRICULTURE CONSTRUCTION Faraisha, Salwa; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenentuan jumlah karyawan optimal dapat dilakukan dengan analisis beban kerja. Sebagai holding company dan perusahaan agrokimia nasional terbesar di Indonesia, PT Agriculture Construction (PT Agricon) harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Kegiatan bisnis perusahaan lebih jauh dari hanya produksi produk agrokimia saja, tetapi juga sebagai distributor nasional dan penyedia sarana pendukung pertanian dan perkebunan melalui semua anak perusahaannya yang tergabung dalam Agricon Group. Diperlukan satu fungsi untuk mengelola dan mengkoordinasi kebijakan dan kesejahteraan seluruh pegawai, yaitu People Department. Departemen ini memiliki 8 orang karyawan yang memiliki target tugas kerja yang tinggi dengan tekanan waktu cukup besar. Namun, pihak manajemen merasa struktur bisnis belum optimal. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan mengetahui tingkat produktivitas dan beban kerja karyawan sehingga perusahaan dapat menentukan keputusan kedepannya terkait jumlah karyawan optimal. Pada penelitan ini, digunakan metode Work Sampling untuk mengetahui produktivitas dan beban kerja yang objektif dan National Aeronautics and Space Administration – Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengetahui beban kerja yang subjektif dari karyawan. Berdasarkan hasil perhitungan, perusahaan dapat mengurangi 1 orang karyawan pada pekerja compensation and benefit (Grup D) dan membagi tugas pekerjaan dengan merata kepada seluruh karyawan.Kata kunci : Beban Kerja; NASA-TLX; Produktivitas; Work SamplingAbstract[Workload Analysis in Determining the Number of Optimal Labor at People Department PT Agriculture Construction] The optimal number of employees can be determined through workload analysis. As the holding company and the largest national agrochemical company in Indonesia, PT Agriculture Construction (PT Agricon) should have competent human resources. This company is not just responsible for its production of agrochemical products, but also as a national distributor and provider of agricultural and plantation support facilities through all of its subsidiaries that are members of the Agricon Group. A function is needed to manage and coordinate the policies and benefits of all employees, namely the People Department. This department has 8 employees who have high target with time pressure. However, the management believes that the business structure is excessive and unsatisfactory. This problem can be solved by knowing the productivity level and workload of employees to determine the optimal number of employees so that the company can determine future decisions. In this study, the Work Sampling method was used to determine productivity and objective workload, and the NASA-TLX method was used to determine the subjective workload of employees. According to the results, it is found that the company can reduce one employee from the compensation and benefit employees (Group D) and distribute the work tasks evenly to all employees.Keywords: : Workload; NASA-TLX; Productivity; Work Sampling