Articles
PROFIL KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOJONEGORO
LISTONI KHOIRUL AMIN;
DESI NURWIDAWATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23750
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran kepuasan kerja pada karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Subjek penelitian ini adalah karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 89 Karyawan. Metode dalam analisa ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang dikeluarkan langsung pada karyawan yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai kepuasan kerja. Hasil penelitian hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan pada karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kepuasan kerja yang cukup baik. Nilai mean sebesar 110,37dengan standar deviasi sebesar 6,815 yang artinya bahwa nilai mean lebih besar dari pada standar deviasi, sehingga mengindikasikan bahwa hasil yang cukup baik. Kata Kunci : Kepuasan Kerja dan Karyawan. Abstract The purpose of this study is to know how the description of job satisfaction on the employees of Bojonegoro District Health Office. The subjects of this study are the employees of Bojonegoro District Health Office as many as 89 employees. Analysis method used is descriptive research with quantitative approach, whereas the data collection technique used is a questionnaire which was given directly to employees and contained of statements of job satisfaction. From the results of the study and data analysis conducted on the employees of Bojonegoro District Health Office, it can be concluded that there is a good job satisfaction. The mean value is 110.37 with a standard deviation of 6.815 which means the mean value is greater than the standard deviation. Thus, it indicates that the result is fairly good.. Keywords: Job Satisfaction and Employee.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI DI SMKN 1 SURABAYA
MAULIDDIAN ISNAIN;
DESI NURWIDAWATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.24410
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI di SMKN 1 Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 118 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria subjek, yaitu siswa kelas XI yang sudah mengikuti praktek kerja industri. Instrument dalam penelitian ini adalah skala efikasi diri dan kematangan karir. Hasil analisis data antara efikasi diri dengan kematangan karir menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,411 (r=0,411) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI di SMKN 1 Surabaya.Kata kunci: Efikasi Diri, Kematangan Karir, Siswa SMK. Abstract This study aims to determine the relationship between self efficacy with career maturity in students of class XI in SMKN 1 Surabaya. The method used in this research is correlational with the subject of research as many as 118 students. This research uses purposive sampling technique by considering subject criterion, that is student of class XI which have follow industrial practice. Instrument in this research is self efficacy scale and career maturity. The results of data analysis between self-efficacy with career maturity showed a correlation coefficient of 0.411 (r = 0.411) with a significance value of 0.000 (p <0.05), meaning there is a relationship between self efficacy with career maturity in students of class XI in SMKN 1 Surabaya.Keywords : Self-Efficacy, Career Maturity, Vocational Students
Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2017
AGUS WIYONO;
DESI NURWIDAWATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.25326
ABSTRAK Individu yang mengalami transisi dari jenjang sekolah menengah menuju universitas diharapkan dapat belajar dengan giat dan menghindari prokrastinasi. Dampak dari prokastinasi akademik yang dilakukan mahasiswa ini akan membuat mahasiswa tersebut terlambat untuk menyelesaikan studinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik ini adalah kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa psikologi angkatan 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 37 mahasiswa angkatan 2017. Instrumen penelitian ini menggunakan skala kematangan emosi dan skala prokrastinasi akademik. Tenik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah product moment. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan prokrastinasi akademik. Kata Kunci : Kematangan Emosi, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa ABSTRACT Individuals who transition from high school to university is expected can study hard and avoid procastination academic behavior. The impact of procastination acedemics will make students were late of completed his course. One of the factors that affect prokrastinasi academic is emotional maturity. The purpose of this research is to examine the relationship between emotional maturity and academic procrastination of psychology students generation 2017. This research applies quantitative research method. The subject of this research are 37 psychology students generation 2017. The Instrument of this research use emotional maturity scale and academic procrastination scale. Data analysis techniques used in this study using product moment correlation analysis. The result revealed that there is a negative relation between emotional maturity and academic procrastination. Keywords: Emotional Maturity, Academic Procrastination, Students
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK MOTIVASI BERHIJAB PADA MAHASISWI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
INDAH PURNAMASARI;
DESI NURWIDAWATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.25328
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk motivasi berhijab pada mahasiswi Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah subjek yaitu 100 mahasiswi di Universitas Negeri Surabaya.Karakteristik subjek adalah menggunakan hijab minimal selama dua tahun dan tidak pernah melepaskan hijabnya dalam kondisi apapun yang seharusnya menggunakan hijab.Data dalam penelitian ini adalah data yang dianalisis dengan model Rasch. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis faktor. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua faktor yang membentuk motivasi berhijab, yaitu faktor pendukung dan faktor ketertarikan. Faktor pendukung terdiri dari kebutuhan untuk menggunakan hijab, penghargaan karena telah menggunakan hijab, tekanan sosial yang mendorongnya untuk menggunakan hijab, dan hukuman yang menekannya untuk berhijab. Faktor ketertarikan terdiri dari minat yang muncul dalam diri individu untuk berhijab. Kata Kunci : Motivasi Berhijab, Mahasiswi
Hubungan Adversity Quotient Dengan Stres Kerja Pada Karyawan PT.X
Indah Dina Putri;
Desi Nurwidawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.54774
Dalam sebuah perusahaan, seorang karyawan tidak lepas dari suatu masalah atau suatu kendala, permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan tepat sesuai dengan tingkat adversity quotient pegawai tersebut, apakah ia mampu mengatasinya atau tidak. Jika seorang karyawan menganggap dirinya tidak mampu menyelesaikan masalah yang timbul di tempat kerja, maka akan menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan stres kerja pada karyawan PT. X Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Karyawan PT.X yang berjumlah 79 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala adversity quotient dan stress kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi pearson product moment. Secara umum, stress kerja pada karyawan PT X berada pada kategori rendah dengan persentase 50,70%. Adversity quotient pada karyawan PT X berada pada kategori tinggi dengan persentase 50,63%. Hasil uji korelasi dengan menggunakan teknik analisis product moment menunjukkan bahwa nilai r sebesar -0,717 dengan signifikansi (p) sebesar 0,000. Hasil uji korelasi tersebut mengartikan bahwa terdapat hubungan negatif antara adversity quotient dan stres kerja pada karyawan PT.X. Hal ini memiliki makna bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin rendah stres kerja. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah adversity quotient maka stres kerja akan semakin tinggi.
Hubungan antara Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian pada Pelanggan E-commerce
naomi regina;
Desi Nurwidawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.57389
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian pada pelanggan e-commerce. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif, yaitu untuk mencari hubungan korelasi kepercayaan konsumen (variabel X) dan keputusan pembelian (variabel Y). Subjek dari penelitian ini berjumlah 70 orang yang menggunakan lebih dari satu e-commerce, pelanggan dan konsumen e-commerce, melakukan pembelian berulang pada e-commerce, dan berusia 18-25 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling dan menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,607 dan memiliki nilai signifikasi sebesar < 0,001 (sig<0,05). Artinya kedua variabel yang diteliti memiliki hubungan yang kuat dan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian pada pelanggan e-commerce. Nilai korelasi dari penelitian ini positif atau searah, yang bermakna semakin tinggi kepercayaan konsumen, maka semakin tinggi pula keputusan pembelian pada pelanggan e-commerce. Begitu pula dengan sebaliknya, semakin rendah kepercayaan konsumen, maka semakin rendah pula keputusan pembelian pada pelanggan e-commerce. Kata kunci : Kepercayaan konsumen, keputusan pembelian, dan pelanggan e-commerce
Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kesejahteraan Subjektif pada Perawat di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat
Kurniawan, Adyatma Eric;
Nurwidawati, Desi;
Putri, Dewi Nur Rizky Suryani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p1-16
Latar belakang penelitian ini berdasarkan pada konsep kesejahteraan yang merupakan hak bagi setiap manusia, termasuk perawat. Perawat merupakan seorang tenaga kesehatan yang bertugas melakukan perancangan, pelaksanaan, dukungan, dan tindakan layanan untuk memulihkan kondisi pasien. Seorang perawat diharapkan mampu melaksanakan pekerjaanya dengan optimal, tetapi kuantitas dan penghargaan kinerja yang tidak sesuai keinginan berpotensi menimbulkan masalah kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif pada perawat di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif pada perawat. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 250 perawat, dengan 50 perawat sebagai subjek uji coba alat ukur dan 200 perawat sebagai data penelitian. Hasil ini mengungkapkan bahwa nilai koefisien korelasi yang diterima adalah 0.594. Berdasarkan nilai koefisien tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa terdapat korelasi yang cukup kuat dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif. Artinya, perawat yang telah mendapatkan kepuasan kerja akan meningkatkan kesejahteraan subjektif di dalam dirinya. Namun, perawat yang kurang puas dalam bekerja akan membuat individu tersebut juga merasa kurang kesejahteraan subjektifnya.
Hubungan antara Workplace Wellbeing dengan Readiness to Change pada Guru SMK X
Aini, Nadia Vita Nurul;
Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p291-304
Guru ialah salah satu pendukung dalam perubahan pendidikan, sebab memiliki peran strategis sebagai agent of change yang berkontribusi terkait pembentukan karakter dan budaya di sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui korelasi antara workplace well-being dengan readiness to change pada guru SMK X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengambilan sampel secara jenuh diterapkan dalam teknik sampling, di mana subjek penelitian terdiri dari 100 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala ukur psikologis dari variabel workplace well-being dan variabel readiness to change. Analisis data pada penelitian ini menerapkan uji korelasi pearson product moment dan menggunakan perangkat lunak JASP 17.03 for windows. Hasil analisis data didapatkan bahwa kedua variabel memiliki nilai koefisien korelasi 0.710 dengan nilai signifikansi 0.001 (p < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa hubungan antara workplace well-being dengan readiness to change termasuk kategori yang kuat. Workplace well-being yang semakin tinggi, maka readiness to change yang ditampakkan guru juga akan tinggi, begitu sebaliknya workplace well-being yang rendah, maka readiness to change yang ditampakkan guru rendah pula. Abstract Teachers are one of the supporters in educational change, because they have a strategic role as agents of change who contribute to character building and culture in schools. This study aims to determine the correlation between workplace wellbeing and readiness to change in SMK X teachers. This research uses quantitative methods that are correlational in nature. Saturated sampling was applied in the sampling technique, where the research subjects consisted of 100 teachers. The data collection technique used psychological measuring scale instruments from workplace wellbeing variables and readiness to change variables. Data analysis in this study applied the Pearson product moment correlation test and used JASP 17.03 for windows software. The results of data analysis showed that the two variables had a correlation coefficient of 0.710 with a significance value of 0.001 (p < 0.05). This states that the relationship between workplace well-being and readiness to change is in the strong category. The higher the workplace wel-lbeing, the higher the readiness to change shown by the teacher, and vice versa, the lower the workplace well-being, the lower the readiness to change shown by the teacher.
Hubungan Work Life Balance dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Yang Bekerja Part-Time Di Surabaya
Astuti, Nadiah Wahyu;
Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54197
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan subjective well-being pada mahasiswa yang bekerja sistem part-time di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dan menggunakan analisis data berupa pearson correlation product moment. Penelitian ini melibatkan sejumlah 116 subjek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala work life balance berdasarkan teori Fisher (2009) dan skala subjective well-being berdasarkan teori Diener (2009). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah quota sampling dan snowball sampling. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,709. Hasil tersebut mengartikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara work life balance dengan subjective well-being pada mahasiswa yang bekerja sistem part-time di Kota Surabaya. Tanda positif pada nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel searah artinya jika work life balance pada mahasiswa yang bekerja part-time tinggi maka subjective well-being yang dimiliki mahasiswa tersebut pun tinggi, begitupun sebaliknya semakin rendah work life balance pada mahasiswa yang bekerja part-time maka semakin rendah subjective well-being yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut.
Hubungan antara Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Hikmah, Fiyki Nurul;
Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54206
Mahasiswa dengan rentang usia 18-21 tahun berada pada masa remaja akhir dimana pada masa ini pola konsumsi mulai terbentuk, salah satunya pada pembelian produk pakaian. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan dimana muncul fenomena perilaku konsumtif pada produk fashion berupa pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa universitas negeri Surabaya yang berjumlah 100 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan skala psikologi konsep diri dan perilaku konsumtif. Teknik analisa data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil analisis dari penelitian menujukkan bahwa taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), sehingga diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antar variabel. Hasil analisis didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,617. Hasil ini kemudian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara konsep diri dengan perilaku konsumtif, semakin tinggi konsep diri, maka semakin rendah perilaku konsumtif.