Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Brand Image pada E-Commerce X Candra, Ricky; Nurwidawati, Desi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.62118

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet telah mengubah cara manusia melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk jual beli yang kini lebih mudah dan cepat melalui perangkat seluler. E-commerce, sebagai bagian penting dari kehidupan modern, memungkinkan transaksi jual beli barang dan jasa secara online, memudahkan akses dan transaksi tanpa batasan waktu dan tempat. Pertumbuhan e-commerce yang pesat menciptakan persaingan ketat, mendorong perusahaan untuk membangun citra merek yang kuat sebagai strategi utama untuk memenangkan persaingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan juga menjelaskan gambaran dari brand image di e-commerce X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 200 partisipan yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menggunakan e-commerce X dengan kriteria yang sudah ditentukan. Partisipan merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang telah melakukan pemebelian secara berulang pada e-commerce X. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji T-test Student. Hasil analisis data menunjukan nilai signifiansi 0,058 (p<0,005). Hal tersebut membuktikan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan antara subjek perempuan dan laki-laki terhadap brand image. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin tidak memiliki pengaruh terhadap pemilihan e-commerce berdasarkan brand image e-commerce.
Gambaran Perilaku Fanatisme Pada Penggemar Kpop di Kota Surabaya Nanda, Salsabilla; Nurwidawati, Desi
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas fans Kpop secara kolektif akan melakukan kegiatan yang didasari oleh antusias mereka akan idola mereka. Kekuatan ikatan dalam komunitas dan terlibatnya perasaan kerap kali termanifestasi dalam kegiatan tersebut, yang mana bisa merupakan kegiatan positif maupun negatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran fanatisme penggemar Kpop di Kota Surabaya ditinjau dari demografi gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Skala pengukuran disusun berdasarkan teori fanatisme Thorne dan Bruner dan diuji cobakan pada 30 responden. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan dapat diperoleh sebanyak 118 responden penelitian yang terdiri penggemar Kpop yang berdomisili di Surabaya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Independent Samples T-Test dan Uji One Way Anova untuk melihat perbedaan fanatisme pada setiap kelompok dalam demografi penelitian. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan tingkat fanatisme antar kelompok dalam demografi gender (0.195>0.05), usia (0.613>0.05), pendidikan (0.453>0.05), dan pekerjaan (0.288>0.05).
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA PEMAIN GAME ONLINE Nugraha, Arya Kusuma; Nurwidawati, Desi
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya barang virtual semacam diamond dan juga skin yang bisa dibeli dalam permainan berbasis online, memunculkan fenomena bersifat negatif diantara para pemain, yaitu kecenderungan berperilaku konsumtif. Kontrol diri yang baik akan dapat meminimalkan tindakan konsumtif. Penelitian ini mempunyai tujuan yakni untuk mengetahui korelasi antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada pemain game online. Metode yang dipakai dalam penelitian yaitu kuantitatif dengan teknik korelasional yang berarti akan mengungkap hubungan antar kedua variabel yang diteliti. Teknik sampling menggunakan teknik accidental karena populasi infinit, maka penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Malhotra dan didapatkan sampel penelitian adalah 260 pemain, dengan sampel tryout 60 pemain. Skala kontrol diri dan Skala perilaku konsumtif digunakan, dengan analisis korelasi Pearson melalui JASP. Hasilnya, terdapat hubungan signifikan <0,001 (p<0,05) dengan skor koefisien korelasi -0,538, artinya ada hubungan cukup kuat dan bersifat negatif, semakin baik atau tinggi kontrol diri yang dimiliki, maka perilaku konsumtif akan semakin rendah, begitupun sebaliknya.
MEMBANGUN GENERASI TANGGUH : IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI RESILIENSI BAGI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Halida, Arfin Nurma; Jannah, Miftakhul; Nurwidawati, Desi; Santosa, Rizky Putra; Nuryananda, Tirta Firdaus
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7837

Abstract

Child development between the ages of 7 and 12 is a crucial phase, vulnerable to academic and social pressures, requiring appropriate intervention to maintain emotional stability. This study focuses on the urgency of strengthening the role of teachers as psychological facilitators through the implementation of a resilience psychoeducation program. Implemented at Warraphat School, Thailand, this community service program aims to equip educators with the competencies to develop resilient character in students. The implementation method employed a systematic, hybrid approach, encompassing initiation, material delivery, practical simulations, and measurable evaluation through pretests and posttests. The intervention results demonstrated significant program effectiveness, evidenced by an 18.9 percent increase in teacher understanding, with the average participant score increasing from 45.6 to 64.5. This improvement indicates that educators have successfully internalized the concept of resilience and mastered practical strategies for applying it in their learning. The main conclusion confirms that resilience psychoeducation effectively transforms the role of teachers from mere instructors to character-building agents capable of creating a supportive educational ecosystem. This is crucial for developing a generation of students who are adaptive, possess good emotional regulation, and are resilient in facing the dynamic challenges of future life. ABSTRAKPeriode perkembangan anak usia 7-12 tahun merupakan fase krusial yang rentan terhadap tekanan akademik dan sosial, sehingga memerlukan intervensi tepat untuk menjaga stabilitas emosi. Penelitian ini berfokus pada urgensi penguatan peran guru sebagai fasilitator psikologis melalui implementasi program psikoedukasi resiliensi. Dilaksanakan di Warraphat School, Thailand, program pengabdian ini bertujuan membekali pendidik dengan kompetensi dalam membentuk karakter tangguh siswa. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan hibrida yang sistematis, mencakup tahap inisiasi, penyampaian materi, simulasi praktik, serta evaluasi terukur melalui pretest dan posttest. Hasil intervensi menunjukkan efektivitas program yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan pemahaman guru sebesar 18,9 persen, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 45,6 menjadi 64,5. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para pendidik berhasil menginternalisasi konsep resiliensi serta menguasai strategi praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Simpulan utama menegaskan bahwa psikoedukasi resiliensi efektif mentransformasi peran guru dari sekadar pengajar menjadi agen penguat karakter yang mampu menciptakan ekosistem pendidikan suportif. Hal ini krusial untuk mencetak generasi siswa yang adaptif, memiliki regulasi emosi yang baik, dan tangguh dalam menghadapi dinamika tantangan kehidupan masa depan.
Adaptation and validation of the hyper-independence scale among Indonesian university students using the Rasch model Gustin, Vera Yolanda; Nurwidawati, Desi; Agustin, Nisrina Nurika
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v11i2.90977

Abstract

This study aims to adapt and validate the hyper-independence scale among Indonesian university students. The adaptation process followed the guidelines of the International Test Commission, which included forward translation, expert review, and pilot testing. Data were collected from 200 university students across various study programs. Psychometric evaluation was conducted using the Rasch model to examine reliability, unidimensionality, and item functioning. The results demonstrated high reliability at both the person (0.93) and item (0.96) levels, supported by strong separation indices, satisfactory item fit. In the Rasch model, item fit statistics provide evidence of construct validity, as misfitting items indicate response patterns inconsistent with the expected measurement structure. Most items fell within the acceptable MNSQ range (0.7–1.3), with minor deviations that remained tolerable and did not compromise overall validity. The findings suggest that a proportion of students exhibit moderate to high levels of hyper-independence, which may hinder help-seeking behavior, reduce academic engagement, and contribute to mental health risks. Within Indonesia’s collectivistic cultural context, these tendencies may reflect shifting attitudes toward autonomy in higher education. Overall, the validated instrument can be used to identify hyper-independence tendencies in university settings and supports the development of educational interventions that balance independence with adaptive support utilization.
PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Farizan Adani, Erizza; Firdaus Nuryananda, Tirta; Nuril Mukminin, Muhammad; Nurma Halida, Arfin; Nurwidawati, Desi; Ratna Brillianti Kusnanda, Raniah; Ulimazeta , Adnin
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.