Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN PENGALAMAN REVERSE CULTURE SHOCK: STUDI PADA MAHASISWA PERTUKARAN PELAJAR Sheila Stefanie Soewita; Joan Andriona; Pamela Hendra Heng; Debora Basaria
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.7725

Abstract

Reverse Culture Shock adalah sebuah fenomena yang dialami individu ketika kembali ke budaya setelah menjalani pengalaman hidup di budaya lain. Fenomena tersebut seringkali mendatangkan tantangan emosional, sosial, dan adaptasi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Reverse Culture Shock pada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, khususnya melalui program IISMA (Indonesian Internaltional Student Mobility Award). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis, empat partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dan diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengalaman reverse culture shock bersifat individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti adaptasi personal, dukungan sosial, kompetensi budaya, dan pengalaman akademik. Sebagian besar partisipan tidak mengalami kesulitan signifikan setelah kembali ke Indonesia. Dukungan sosial, baik dari keluarga maupun teman, memainkan peran penting dalam proses readaptasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap fase pasca-program pertukaran agar mahasiswa dapat mengelola perubahan dengan baik serta memaksimalkan manfaat jangka panjang dari pengalaman yang didapatkan selama program pertukaran berlangsung.
Peranan Dukungan Sosial Terhadap Self-Efficacy Akademik pada Remaja Akhir Korban Bullying Kezia; Debora Basaria
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9628

Abstract

Perundungan pada remaja akhir di perguruan tinggi telah menjadi permasalahan yang mengkhawatirkan dengan dampak signifikan terhadap aspek psikologis dan akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan sosial terhadap efikasi diri akademik pada remaja akhir yang mengalami perundungan. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif diterapkan, melibatkan 405 mahasiswa aktif berusia 18-21 tahun di wilayah DKI Jakarta yang teridentifikasi sebagai korban perundungan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Academic Self-Efficacy Scale (ASES) yang disebarkan secara online. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri akademik dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 (p<0,001) dan koefisien determinasi sebesar 65%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas partisipan memiliki tingkat dukungan sosial (81%) dan efikasi diri akademik (97,5%) yang tinggi. Analisis tambahan mengungkapkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia, semester perkuliahan, dan waktu terakhir mengalami perundungan. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa dukungan sosial berfungsi sebagai faktor protektif yang membantu mempertahankan keyakinan akademik pada remaja akhir korban perundungan. Implikasi praktis mencakup pengembangan program intervensi berbasis dukungan sosial yang disesuaikan dengan karakteristik demografis mahasiswa serta penguatan sistem dukungan institusional di perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi mahasiswa korban perundungan.
HUBUNGAN ANTARA LONELINESS DAN INTERAKSI PARASOSIAL PADA PENGGEMAR K-DRAMA Maulidina Nabila Putri; Debora Basaria
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10712

Abstract

The advancement of technology and the acceleration of global cultural flow have made K-Dramas increasingly accessible and widely consumed. As a result, some individuals particularly those experiencing loneliness turn to K-Drama viewing as an emotional escape. This study aims to examine the relationship between lonelinessand parasocial interaction among K-Drama fans using a quantitative method with a correlational design, involving 413 participants selected through purposive sampling. The instruments utilized were the De Jong Gierveld Loneliness Scale by Gierveld and Tilburg (2006), adapted into Indonesian by Ningrum, E. P. (2020), and the Parasocial Interaction Scale derived from the Celebrity Attitude Scale (CAS) by Maltby et al. (2002), adapted into Indonesian by Zhafira, N. I. (2021). Pearson correlation analysis indicated a positive and significant relationship between loneliness and parasocial interaction among K-Drama fans in Indonesia. These findings suggest that parasocial interaction may serve as a coping mechanism that helps alleviate feelings of loneliness; however, excessive engagement may pose risks, including emotional dependence and avoidance of real social relationships.