Claim Missing Document
Check
Articles

SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PEMAIN SEPAK BOLA USIA 13-15 TAHUN DI AREMA FOOTBALL ACADEMY KOTA MALANG Tsawri Afandy; Olivia Andiana; Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 6, No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.111 KB) | DOI: 10.17977/um057v6i2p99-105

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the level of physical fitness of soccer players aged 13-15 years in Arema Football Academy by measuring the ability of a test cardiovascular endurance using rockport. This research uses descriptive quantitative research with survey techniques. Rockport test results in 33 subjects showed that there were 13 subjects obtaining the category of "Enough" with the greatest percentage of 39.4%, 10 subjects who obtained the category of "Less" with the second-worst percentage of 30.3%, 7 subjects acquire the category of "Good "with a percentage of 21.2%, 3 subjects acquire the category of" less nice "with a percentage of 9.1% and none of the subjects that received the category of" very Good "with a percentage of 0%. Based on the results the percentage can be concluded that the level of physical fitness of soccer players aged 13-15 years in Arema Football Academy dominant in the category "Enough".Keywords: physical fitness, Arema Football Academy.
Gambaran Aktivitas Sedenter, Tingkat Stress, dan Tingkat Depresi pada Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Malang Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Olivia Andiana
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p23-35

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa dimana pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang berpotensi menimbulkan masalah atau gangguan jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat. Diantara masalah yang dapat dihadapi remaja adalah kurangnya aktivitas fisik, yang mengacu pada peningkatan aktivitas sedenter, yang telah diketahui berhubungan erat dengan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) sejak usia muda. Selain itu, permasalahan kesehatan remaja yang lain dari dimensi kesehatan jiwa adalah peningkatan prevalensi depresi, terutama pada remaja putri. Depresi ini dapat disebabkan karena ketidakmampuan remaja memanajemen stress dan memilih mekanisme koping stress yang salah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran aktivitas sedenter, stress, dan depresi pada siswi Sekolah Menengah Umum di Kota Malang. Jenis penelitian adalah deskriptif menggunakan rancangan potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswi kelas X SMUN 4 Malang dengan teknik total sampling sehingga didapatkan 116 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas sedenter tinggi (85,34 persen), tingkat stress sedang (76,72 persen), dan tingkat depresi minimal (81,89 persen). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswi kelas X SMUN 4 Malang memiliki aktivitas sedenter yang tinggi, tingkat stress sedang, dan tingkat depresi minimal. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya remaja di SMUN 4 Malang, disarankan kepada pihak terkait untuk menyusun kebijakan tentang kewajiban aktivitas fisik di lingkungan institusi pendidikan serta meningkatkan peran bimbingan dan konseling remaja baik di institusi pendidikan maupun di institusi kesehatan.
The Physical Fitness Level of Children with Special Needs During the Covid-19 Pandemic In Extraordinary Schools Slamet Raharjo; Olivia Andiana; Pandu Alief Wicaksono; Muhammad Taufik Triantoro
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 3 (2021): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.31 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v13i3.1021

Abstract

This study aims to analyze the level of physical fitness of children with special needs in pandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) at Sekolah Luar Biasa (SLB) Widya Santika Karangploso Malang.  This study is non-hypothetical descriptive, so there was no hypothesis formulation.  The results of this study are described the physical fitness levels of children with special needs in pandemic at SLB Widya Santika Karangploso Malang.  The study population is all students in SLB Widya Santika Karangploso Malang, there is 60 students.  Data analysis used quantitative descriptive data analysis techniques, that is scores for each item are summed and the results are compared with the expected score or ideal score.  The results obtained were 16.7% of children with special needs classified a level of physical fitness in the "good"; 21.6% “medium”; 48.3% “less”; 28.3% “very little”. In general, concluded that the mean physical fitness levels of children with special needs in pandemic COVID-19 at SLB Widya Santika Karangploso Malang were classified as "less" level. The results of this study can be used as evaluation material for teachers in improving students' physical fitness, especially for students with disabilities in pandemic COVID-19.
HORMON ANABOLIK PADA OLAHRAWAN Olivia Andiana
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.77 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4641

Abstract

Hormon anabolik mempunyai fungsi utama sebagai sintesis protein yangmerangsang terjadinya pembesaran otot dan pertumbuhan beberapa jaringan kompleksdalam tubuh. Testosteron merupakan salahsatu contoh dari hormon anabolik yangmerangsang proses pembesaran otot, begitu juga dengan HGH (human growthhormone) dan Insulin termasuk dalam hormon anabolic.Sebagai hormon anabolik juga mempunyai fungsi lain sebagai mengeblokhormone katabolik (contohnya: kortisol dan progesterone). Lawan dari hormonanabolik adalah hormon katabolik yang disekresi oleh tubuh untuk melemahkan kerjajaringan otot. Tetapi antara anabolik dan katabolik hormone sama-sama diperlukantubuh untuk menjaga homeostatis, atau regulasi dalam menstabilkan dalam tubuh.Hormon anabolik terbentuk dari anabolic steroid yang biasanya digunakan oleh paraolahragawan dan binaragawan untuk meningkatkan massa otot dan meningkatkanperformance, padahal anabolic steroid ini mempunyai efek samping yang merugikandan tidak akan digunakan oleh atlit yang professional. Hormon anabolik ini bisaterbentuk secara alami dari dalam tubuh atau secara sintetik yang bisa diperoleh melaluiinjeksi anabolic steroid maupun obat. Kata Kunci: hormon, anabolik
Analisis Detraining Dan Indeks Massa Tubuh (Imt) Selama Pandemi Covid – 19 Terhadap Kemampuan Gerak Kelentukan Otot Dan Sendi Pada Vertebrae Atlet Ukm Karate Universitas Negeri Malang Redo Bagus Satria; Olivia Andiana; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p54-61

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan detraining dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap kemampuan gerak kelentukan otot dan sendi pada vertebrae atlek UKM karate Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain sebab dan akibat. Populasi pada penelitian ini menggunakan sebanyak 25 orang dan sampel yang bersedia diperoleh berjumlah 19 orang. Teknik dalam pengambilan data pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen tes yaitu kuesioner atau angket, tes antropometri, dan tes kelentukan yaitu menggunakan sit and reach test. Data di uji dengan menggunakan analisis univariat dam bivariat rank spearman dibantu oleh aplikasi komputer yaitu IBM SPSS Statistic versi 25. Hasil analisis rank spearman pada detraining tehadap kelentukan dengan nilai signifikasi 0,05 adalah 0,025 < α = 0,05 dengan kata lain detraining mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelentukan. Hasil analisis rank spearman pada indeks massa tubuh (IMT) terhadap kelentukan yaitu 0,028 < α = 0,05 maka hasil tersebut menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (IMT) juga mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelentukan. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai rata – rata kelentukan dari responden yaitu 10,28 cm yang berada pada kategori kelentukan kurang sekali.
A Survey Of The Motivation Of Exercising For The Santri Putra Pondok Pesantren Sabillurrosyad Gasek Malang 2019 Defa Dian Dwi Pramuda; Sapto Adi; Olivia Andiana
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p38-44

Abstract

The importance of the community to do sports viewed from various aspects and interests. The benefits of sports social good and others are. In terms of physiological, exercise can accelerate the development of the body better, activate and strengthen different types of muscles, the vital capacity, generally tend to realize the development of the organs of the body in a harmonious and functional, in terms of the social sports can trigger strap, the brotherhood of the group, fostering a great responsibility to be affection and respect among fellow.  From the standpoint of sports psychology, the belief that God is the Helper self help athletes through many avenues. First, belief in God fosters self-confidence (confidence) and hope to win (winning expectancy). Efforts to memasyaratkan sports and exercise your community needs to be improved, because by exercising each individual will get an alternative that provides a significant contribution to the achievement of the quality of life of the elderly successful. Then that sport is very recommended because with sports, there are a variety of motion analysis such as: strength, speed, agility, balance, endurance, coordination, flexibility, and stamina, and all it will increase all the quality of function of the organs towards which is better. Boarding school Sabilurrosyad is a place for a muslim who want to explore the science of religion. With the material learning to be focused in the context of religious activities. Sports is considered as an activity that is not so important and also receive less attention of the caretaker cottage. He considers sports activities not too important impact to the lack of allocation of time given to the caretaker cottage to the activities of the exercise. With so these students can not do activity sports freely and maximal. The purpose of this study was to determine how the motivation to exercise santri putra Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang in the year of 2019. This study uses a research design descriptive quantitative. With a purpose to describe a symptom, events, and happenings that occur in a factual, systematic, and accurate. With a total population of 30 santri putra pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang randomly selected or random sampling, each respondent is not given a certain criteria. The Data from this research is a description of how the motivation to exercise santri putra Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. The instruments used to collect data in the form of a questionnaire questionnaire given to each respondent. Techniques of data collection using questionnaires, documentation, and observation. The results of research conducted with 30 respondents, namely santri putra Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang obtained data showed that motivation to exercise santri putra pondok pesantren Sabillurrosyad Gasek Malang the majority in the category of very high, as is evident by the percentage of the results of the study showed a figure of 60% of 30 respondents have a very high motivation, whereas the remaining 40% of the respondents have the motivation to exercise high. It can be concluded that the motivation to exercise mawlaya Boarding school Sabilurrosyad Gasek Malang 2019 the majority in the category of very high.
ANALISIS GERAK SMASH FOREHAND TERHADAP KETEPATAN SASARAN PADA ATLET BULU TANGKIS REMAJA PUTRA Alfan Ibnu Ade; Olivia Andiana; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p12-20

Abstract

Bulu tangkis menjadi olahraga raket yang tercepat di dunia dengan smash bulu tangkis dapat menyebabkan kecepatan shuttlecock mencapai 200 km/j. Pukulan smash terdiri dari gerakan rumit yang membutuhkan koordinasi semua segmen tubuh utama. Terdapat banyak teknik dalam melakukan gerakan pukulan smash dimulai dari footwork, pandangan, gerakan tangan dan gerakan tubuh. Teknik-teknik tersebut melandasi dari gerakan pukulan smash yang baik dan benar. Tujuan dari analisis gerak smash forehand yaitu untuk mengetahui tingkat ketepatan sasaran yang ditinjau dari prinsip-prinsip biomekanika. Metode penelitian ini menggunakan instrumen berupa sudut siku, sudut bahu, sudut sendi lutut, sudut pukulan dan tinggi titik pukulan yang dianalisis melalui software kinovea.Analisis menunjukan bahwa hal yang memengaruhi akurasi shuttlecock dalam pelaksanaan smash forehand yaitu adalah sudut pukulan yang tidak mendekati 90⁰, sudut siku lengan yang tidak terlalu besar berkisar ≥125⁰ dan mejaga kestabilan kuda-kuda sebelum melakukan smash dengan sudut sendi lutut yang lebih kecil. Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash.Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash.Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash. 
Hubungan status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VI A mi al-fattah kota malang Muhlisin Muhlisin; Olivia Andiana; Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p45-53

Abstract

Status gizi adalah kondisi kesehatan seseorang, dipengaruhi oleh asupan gizi dan penggunaanya dalam tubuh (Sharma et al, 2017:1). Status gizi adalah tingkat keadaan gizi yang dipengaruhi oleh asupan makanan dan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. kesegaran jasmani juga meliputi kemampuan untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sehari hari dan adaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan berlebih dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati watu senggang maupun pekerjaan yang mendadak serta bebas dari penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Status gizi siswa siswi kelas VI A MI Al-Fattah kota malang secara keseluruhan dalam kategori normal. Tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VI A Mi Al-Fattah kota malang secara keseluruhan dalam kondisi sedang. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani.
Pengaruh latihan plyometric depth jump dengan diiringi musik terhadap peningkatan power otot tungkai di UKM Badminton Universitas Negeri Malang Ibnu Afri Hamzah; Sapto Adi; Olivia Andiana
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 26, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.393 KB) | DOI: 10.21831/majora.v26i2.34012

Abstract

Plyometric adalah variatif model latihan untuk mengurangi kejenuhan dalam program latihan dengan menambahkan suatu beban latihan dan intensitas latihan pada saat eksperimen dilakukan secara berulang–ulang untuk meningkatkan eksplosif kekuatan daya ledak otot tungkai secara maksimal. Latihan plyometric merupakan latihan yang mengkondisikan sistem neuromuscular dalam mendukung kinerja otot yang cepat dan kuat untuk meningkatkan power tubuh bagian bawah dan meningkatkan daya ledak dengan melatih otot untuk melakukan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Latihan plyometric dengan diiringi musik bertujuan untuk mengetahui latihan plyometric dengan musik yang efektif untuk meningkatkan power otot tungkai serta sebagai variasi latihan yang dibutuhkan ketika jenuh dengan latihan kekuatan maupun kecepatan pada Tim A bulutangkis di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Quasi-experimental design. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil tes awal dan tes akhir mengalami perubahan yang signifikan (berarti). Dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric depth jump dengan diiringi musik memiliki pengaruh terhadap peningkatan power otot tungkai di UKM Badminton Universitas Negeri Malang. The effect of plyometric depth jump exercises with music on the increasing power leg muscle in UKM Badminton Universitas Negeri Malang Plyometric is a variety of training models to reduce boredom in the training program by adding a training load and training intensity when the experiment is repeatedly carried out to increase the leg muscles' maximum explosive power. Plyometric exercises condition the neuromuscular system to support fast and strong muscle performance to increase lower body power and increase explosive power by training muscles to do more work in less time. Plyometric exercises accompanied by music aim to determine plyometric exercises with music that are effective for increasing leg muscle power and a variation of the exercises needed when bored with strength and speed training in Team A badminton at Universitas Negeri Malang. This research is an experimental study using the Quasi-experimental design method. The results showed the significance value (2-tailed) was 0.000 (p 0.05). So that the effects of the initial test and final test experience significant changes (meaning), it can be concluded that the plyometric depth jump training accompanied by music affects increasing leg muscle power in Badminton UKM, Universitas Negeri Malang.
Analisis Gerak Servis Pendek Backhand Terhadap Ketepatan Sasaran Atlet Bulu Tangkis Remaja Putra PB. Djagung Malang Hildhan Umanta Prabasmara; Olivia Andiana; Ahmad Abdullah
Gerak: Journal of Physical Education, Sports, and Health Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Phsyical Education Health and Recreation Department of STKIP-YPUP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37086/gerak.v2i2.856

Abstract

The backhand short serve is a type of service that players must master in badminton, but the problem is that mistakes often occur when making a short backhand serve that makes it not right on target. Therefore, it is necessary to conduct research based on motion analysis that aims to determine the accuracy of the target of the Bacakhand short serve in terms of biomechanical principles. This research used descriptive analytic research with a qualitative quantitative approach. In his research, researchers used instruments such as the angle of the knee joint, shoulder joint, and elbow joint in flexion movements. To analyze it is also assisted by kinovea software. The analysis showed that the movement was relatively good and the shuttlecock showed that it was right on target three times, resulting in elbow joint angles in flexion movements ranging from 133˚-139˚, shoulder joints in flexion movements ranging from 42˚-47˚, and knee joints in flexion movements ranging from 162 -174˚. The angle of the elbow joint that spans a small range can make the punching force large.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Mursalim Adi Pranoto Adi Pranoto, Adi Afandy, Tsawri Afrizal Ilfian Vieali Agus Ahmad Wahyudi Ahmad Abdullah Airlangga Daulay, Dio Alif Al Haqiqi, Irfan Aldhika Nugraha Wirama Alfan Ibnu Ade Aminuyati Angga, Prayogi Dwina Anindya Hapsari Ardhiyanti Puspita Rahma Arhiza Dimas Ikhsanuddin Ayubi, Novadri bayu novio airlangga Budianti, Firdausia Yunita Cahyo Cahyo Darussalam, Ahmad Muttaqin Defa Dian Dwi Pramuda Dery, Gumelar Dery Wijoseno Desiana Desiana, Desiana Desiana Merawati Dipiarsa, Petua Arrin Akka Emilia Jefanggi Lolita Widiantini Fachrurrozi Ainur Rofiq fairus vikal sedayu Fajar Raya Ferdinal Kusuma Bakti Faruq Ilya Ainu Silmi febry anita Firdausia Yunita Budianti Gosy Endra Vigriawan Harisman, Ahmad Syahru Mubarok Heri Purnama Pribadi Hery Widijanto Hildhan Umanta Prabasmara I Gusti Bagus Wiksuana Ibnu Afri Hamzah Irfan Al Haqiqi Irmantara Subagio Julio Eko Sasetiono Junico Putra Ardianto Linda Ayu Septiani Mahmud Yunus Mahmud Yunus Manik, Nengteng Moh.Ali Fahmi Muhammad Efendy Muhammad Fatikhur Riza Muhammad Sholihin Efendy Muhammad Taufik Triantoro Muhlisin Muhlisin Muttaqin, Akhsanul Nanda Maulana P Noor, Sofyan Nuris Mahendra Putra Nuris Mahendra Putra Pamungkas, Yualita Putri Pandu Alief Wicaksono Prasetyo, Yona Bayu Pribadi, David Rinekso Putri, Salva Almayda Redo Bagus Satria Rias Gesang Kinanti Rohmat Ainul Yaqin S. Sugiharto saichudin saichudin Saichudin Saichudin, Saichudin Sapto Adi Satriawan, Ahmad Ichsan Slamet Raharjo Slamet Raharjo Sofyan Noor Subagio, Tety Dwi Jayanti Sudarsono, Himawan Sugiarto, Dinta Sugiharto Sugiharto Sugiharto Sugiharto Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tety Dwi Jayanti Subagio Tika Dwi Tama Tsawri Afandy Vidia Ariska Putri Widhi Hamim P Widiyoga, Ridwan Chandra Widodo, Dirga Wirama, Aldhika Nugraha Yoyok Priyo Susanto Yudhestira Varid Avtaviriga Yuniarto, Andryas