Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Flipped Classroom pada Mata Pelajaran Bahasa Dayak dalam Rangka Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Afriana, Atrin; Mansur, Hamsi; Utama, Agus Hadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15969

Abstract

Model flipped classroom merupakan salah satu jenis pembelajaran campuran. Model ini dapat mengkaji materi yang diberikan oleh guru dalam bentuk Powerpoint, sehingga siswa lebih mandiri dalam mempelajari materi dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran bahasa dayak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana dalam penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan permasalahan pada pelaksanaan model flipped classroom dalam mencapai tujuan. Data yang ambil berasal dari observasi bahan ajar, observasi tingkah laku siswa, serta wawancara terhadap guru ataupun siswa dengan jumlah siswa 30 dan 1 guru. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kebanyakan siswa lebih mudah memahami pembelajaran melalui model flipped classroom dengan memanfaatkan media power point.
Pemanfaatan Media Short Video Learning untuk Mendukung Pembelajaran Metode Self-Paced Learning Sukmawati, Sukmawati; Sufyadi, Susanti; Utama, Agus Hadi; Mastur, Mastur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1935

Abstract

Media short video learning merupakan inovasi pembelajaran digital yang menawarkan konten singkat, mudah dipahami dan menarik. Short video efektif karena fokus pada pada satu topik secara ringkas sehingga memudahkan pemahaman, meningkatkan daya ingat, serta pengembangan keterampilan siswa. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan potensi dan manfaat media short video learning dalam mendukung pembelajaran, khususnya dalam konteks self-paced learning, di mana siswa mengendalikan waktu dan kecepatan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang datanya berasal dari artikel ilmiah, dan penelitian relevan. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa media short video learning meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, serta memungkinkan siswa untuk mengulang materi sesuai kebutuhan meraka, dalam pengembangan keterampilan metode Metode Self-Paced Learning. Kesimpulanya, media short video learning sangat signifikan dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi, memungkinkan siswa belajar secara mandiri, fleksibel, dan personal, sesuai kebutuhan. Potensinya menjadikan short video learning sebagai salah satu media yang relevan dan strategis dalam pembelajaran modern.
Potensi Pemanfaatan Virtual Reality Sebagai Media Pembelajaran Di Era Digital Azmi, Muhammad Naufal; Mansur, Hamsi; Utama, Agus Hadi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9746

Abstract

Di era digital ini, guru dituntut untuk bisa memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Namun, banyak yang masih menggunakan metode konvensional yang kurang efektif, terutama untuk materi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi seperti Virtual Reality (VR) yang memungkinkan interaksi dengan lingkungan virtual. Dalam pembelajaran, VR menciptakan pengalaman imersif yang membuat siswa merasa sedang berada di dalam dunia virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa VR dapat memvisualisasikan konsep abstrak dalam bentuk 3D interaktif, memudahkan pemahaman materi kompleks, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemampuan kognitif siswa, serta mendukung pembelajaran mandiri. Kesimpulannya, VR memiliki potensi besar untuk mengubah cara mendidik dan belajar di era digital. Dengan perencanaan, implementasi yang tepat, dan dukungan memadai, VR bisa dijadikan sebagai alat yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa dalam proses pembelajaran, membantu mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan peneliti dalam memaksimalkan penggunaan teknologi VR untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar siswa di era digital.
Pemanfaatan Aplikasi Notion sebagai Pendukung Kemandirian Belajar Mahasiswa Hanun, Naila; Qomario, Qomario; Utama, Agus Hadi; Dewi, Lazaro Kumala
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16256

Abstract

This study analyzes the use of the Notion application by students to support self-regulated learning. Given the complexity of the productivity application's features, this study used a case study design with an embedded mixed-method approach. Participants consisted of five students selected purposively. Data were collected through a Likert-scale questionnaire adapted from the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) and further deepened through interviews and dashboard observations. The results showed that Notion is associated with higher levels of student motivation and learning discipline. Features such as to-do lists and reminders proved effective for planning and time tracking. However, the findings revealed obstacles in the aspect of organizing material, where students struggled to optimize complex database features due to limited technical digital literacy. The conclusion of this study confirms that the Notion application has potential as a component of the Personal Learning Environment (PLE), but requires technical assistance at the beginning of the study period so that its function is not merely an ordinary digital notebook.
Development of Hyper-Content E-Modules for the “Script and Storyboard” Course Based on Project-Based Learning Agus Hadi Utama; Qomario Rio; Brezto Asagi Dewantara; Abdul Rahman
Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : STKIP Al Islam Tunas Bangsa dan HEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52647/jep.v8i1.463

Abstract

The transformation of digital education demands innovative learning resources to foster student independence. This study aims to develop and test the feasibility of a Hyper content E-Module based on Project Based Learning (PjBL) in the Script and Storyboard course to overcome the limitations of teaching materials and increase learning independence. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection was carried out through validation questionnaires from media and material experts, as well as questionnaires on student independence and reflection on learning experiences. The results showed that the developed E-Module was categorized as "Very Feasible" with a feasibility percentage from media experts of 90.3%. Product implementation showed that the E-Module was effective in increasing learning independence, which was characterized by high student initiative in finding solutions independently. In addition, the implementation of PjBL through this E-Module was proven to be successful in encouraging active involvement, critical thinking, creativity, and providing meaningful learning experiences for students. This development resulted in a feasible and effective teaching material product to support independent learning in the digital era.
Developing a Project-Based Hyper-Content E-Module to Support Students’ Self-Regulated Learning in Higher Education Agus Hadi Utama; Qomario
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jurnalkomdik.v10i1.7271

Abstract

This Research and Development (R&D) study aimed to develop a project-based learning (PjBL) hyper-content e-module to support students’ Self-Regulated Learning (SRL) in higher education. Utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research addressed the need for innovative digital resources in the Learning Resource Center Management Course at Educational Technology Study Program Lambung Mangkurat University. Unlike previous studies that focused on isolated variables, this research integrates development, PjBL implementation, and SRL impact analysis. The hyper-content e-module incorporates multimodal features, including audio, video, infographics, and QR codes, to facilitate independent exploration. Validation by experts yielded high feasibility scores: 89% from material experts, 87% from media experts, and 88% from instructional design experts. Through qualitative content analysis conducted during the analysis and evaluation phase, the results confirmed that the PjBL-integrated e-module effectively improved students' learning independence by providing structured, project-oriented digital pathways. The results confirm that the e-module is a feasible and effective tool for modernizing instructional delivery. This study contributes an innovative framework for digital resource management and provides a foundation for future applied research in enhancing educational quality through self-regulated, technology-enhanced learning environments.
Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru [Coding Learning Training at the Muhammadiyah Banjarbaru Elementary and Secondary Education (Dikdasmen) Learning Community] Utama, Agus Hadi; Qomario, Qomario; Rahman, Abdul; Dewantara, Brezto Asagi
Indonesia Berdaya Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261252

Abstract

The community service activity (abdimas) titled "Coding Learning Training for the Muhammadiyah Primary and Secondary Education Learning Community (Dikdasmen) Banjarbaru" was implemented as part of the 2025 PDWA program. This activity was designed to enhance teacher competencies in response to the new curriculum direction, which integrates coding and Artificial Intelligence (AI). The target participants were teachers associated with the Muhammadiyah Teachers Forum (FGM) in Banjarbaru. The effectiveness of the training was measured using quantitative methods (pre-test and post-test) and qualitative methods (satisfaction surveys). Quantitative results from 39 participants indicated a highly significant improvement in understanding, with the average score increasing from 68.5 (pre-test) to 88 (post-test). These findings were reinforced by qualitative feedback, which showed high levels of satisfaction regarding the material, instructor performance, and training methods. More than 80% of participants gave a rating of 4 or 5 (on a 1-5 scale) for key aspects such as material applicability, instructor competence, and hands-on practice sessions. Overall, this training successfully achieved its objectives, proving capable of measurably increasing teacher capacity and being well-received by the partner community. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan judul Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru telah diselenggarakan sebagai implementasi program PDWA 2025. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi arah baru kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran koding dan Kecerdasan Artifisial (KA), sasaran guru yang tergabung dalam Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Banjarbaru. Efektivitas pelatihan diukur melalui metode kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (survei kepuasan). Hasil kuantitatif dari 39 peserta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 68,5 (pre-test) menjadi 88 (post-test). Hasil ini diperkuat oleh umpan balik kualitatif dari peserta, yang menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi terhadap materi, kinerja pemateri, dan metode pelatihan yang digunakan. Mayoritas peserta lebih dari 80% memberikan nilai 4 atau 5 (skala 1-5) untuk aspek-aspek kunci seperti aplikabilitas materi, kompetensi pemateri, dan adanya sesi praktik langsung. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya, terbukti mampu meningkatkan kapasitas guru secara terukur, dan diterima dengan sangat baik oleh komunitas mitra.
Integrating Generative AI within Deep Learning Frameworks to Transform Student Learning Dimensions: A Systematic Literature Review Susanti Sufyadi; Agus Hadi Utama; Adinda Sadilla; Muhammad Afriandy; Ahmad Syarif
Indonesian Journal of Instructional Media and Model Vol 8 No 1 (2026): Indonesian Journal of Instructional Media and Model
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijimm.v8i1.8076

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in education has increased the necessity of understanding its role in supporting learning processes. Most current studies focus on teacher performance or instructional efficiency, while the relationship between AI and the student learning model remains under-explored. This study aims to analyze how the utilization of AI supports student learning models and identifies specific AI technologies, applications, or platforms that optimize these models. Through a Systematic Literature Review (SLR) protocol tracking 392 initial records down to 25 final articles from Scopus and SINTA (2020-2025) databases, this study provides an explicit methodological framework mapping AI's interaction with student agency. Theoretically, it shifts the educational discourse from teacher performance to student-centered autonomy, while practically offering design strategies for implementing collaborative AI tools within deep learning environments. Through a SLR method, two primary findings emerged. First, AI technologies such as Intelligent Tutoring Systems (ITS) and Large Language Models (LLM) significantly influence indicators of aspirations, learning to learn capabilities, and interpersonal relationships. Second, AI-based learning environments facilitate a more adaptive, personalized, and student-centered learning model by simultaneously integrating cognitive, social, and motivational dimensions. These findings confirm that AI is not merely an automation tool but a collaborative partner that strengthens student learning autonomy.
Analisis Implementasi Studi Independen MBKM dalam Pengembangan Platform Pendidikan di Educourse.id Muhammad Raihan Nahdi; Agus Hadi Utama; Sulistyo Rini
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.4963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan implementasi kurikulum Project-Based Learning (PBL) industri, menganalisis peningkatan penguasaan teknologi serta kemampuan kolaborasi mahasiswa, dan mengidentifikasi strategi pemecahan masalah terhadap tantangan teknis selama program Studi Independen MBKM di Educourse.id. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap sepuluh mahasiswa pada posisi Platform and Web Developer. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, analisis dokumen, dan refleksi tertulis mahasiswa, yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program melalui empat fase utama orientasi, penguatan dasar, proyek riil, dan evaluasi berhasil meningkatkan penguasaan hard skills (arsitektur web dan integrasi basis data) serta soft skills (komunikasi profesional dan manajemen waktu) secara signifikan. Meskipun terdapat kendala berupa minimnya interaksi mentor pasca-orientasi, tantangan tersebut justru menjadi katalisator bagi tumbuhnya kemandirian belajar (self-directed learning) dan daya tahan mahasiswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa program Studi Independen di Educourse.id merupakan model pembelajaran transformatif yang efektif menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan standar industri digital melalui peran aktif mahasiswa sebagai pengembang sistem.
Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru [Coding Learning Training at the Muhammadiyah Banjarbaru Elementary and Secondary Education (Dikdasmen) Learning Community] Agus Hadi Utama; Qomario Qomario; Abdul Rahman; Brezto Asagi Dewantara
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261252

Abstract

The community service activity (abdimas) titled "Coding Learning Training for the Muhammadiyah Primary and Secondary Education Learning Community (Dikdasmen) Banjarbaru" was implemented as part of the 2025 PDWA program. This activity was designed to enhance teacher competencies in response to the new curriculum direction, which integrates coding and Artificial Intelligence (AI). The target participants were teachers associated with the Muhammadiyah Teachers Forum (FGM) in Banjarbaru. The effectiveness of the training was measured using quantitative methods (pre-test and post-test) and qualitative methods (satisfaction surveys). Quantitative results from 39 participants indicated a highly significant improvement in understanding, with the average score increasing from 68.5 (pre-test) to 88 (post-test). These findings were reinforced by qualitative feedback, which showed high levels of satisfaction regarding the material, instructor performance, and training methods. More than 80% of participants gave a rating of 4 or 5 (on a 1-5 scale) for key aspects such as material applicability, instructor competence, and hands-on practice sessions. Overall, this training successfully achieved its objectives, proving capable of measurably increasing teacher capacity and being well-received by the partner community. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan judul Pelatihan Pembelajaran Koding pada Komunitas Belajar Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Banjarbaru telah diselenggarakan sebagai implementasi program PDWA 2025. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi arah baru kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran koding dan Kecerdasan Artifisial (KA), sasaran guru yang tergabung dalam Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Banjarbaru. Efektivitas pelatihan diukur melalui metode kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (survei kepuasan). Hasil kuantitatif dari 39 peserta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 68,5 (pre-test) menjadi 88 (post-test). Hasil ini diperkuat oleh umpan balik kualitatif dari peserta, yang menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi terhadap materi, kinerja pemateri, dan metode pelatihan yang digunakan. Mayoritas peserta lebih dari 80% memberikan nilai 4 atau 5 (skala 1-5) untuk aspek-aspek kunci seperti aplikabilitas materi, kompetensi pemateri, dan adanya sesi praktik langsung. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya, terbukti mampu meningkatkan kapasitas guru secara terukur, dan diterima dengan sangat baik oleh komunitas mitra.