Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Membangun Generasi Sehat: Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Komunitas Rentan di Pesisir Kelurahan Tallo Chitra Dewi; Basri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Novi Dimara; Gloria Maria Rahandekut
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/nnc9zt56

Abstract

Anak usia Sekolah Dasar menjadi kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan akibat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik. Hal ini juga berkaitan langsung dengan ketersediaan air bersih yang bisa digunakan untuk mencuci tangan anak. Kelurahan Tallo menjadi salah satu dari beberapa daerah di Kota Makassar yang memiliki keterbatasan terhadap akses air bersih. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi implementasi PHBS terutama pada kelompok anak di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia Sekolah Dasar tentang PHBS. Dengan demikian kegiatan ini akan menciptakan kondisi anak usia Sekolah Dasar yang lebih sehat, sehingga terbentuk komunitas dan lingkungan dengan peningkatan derajat kesehatan yang lebih baik di wilayah pesisir RW. 5 Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pendekatan kegiatan ini melalui metode ceramah dan simulasi yang disertai dengan games. Jumlah peserta sebanyak 25 orang. Materi yang disampaikan mencakup PHBS, jajanan sehat, penggunaan jamban bersih dan sehat. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pretest dan posttest. Rata-rata pengetahuan responden mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40% setelah pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan selama penyuluhan bisa diterima dan dipahami oleh responden.
PROGRAM KELUARGA SADAR GIZI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI KELURAHAN BALANG TOA KECAMATAN BINAMU Chitra Dewi; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Renaldi M; Fadilah Putriana; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.423

Abstract

Latar belakang: Seribu hari pertama kehidupan menjadi periode emas untuk pembangunan kecerdasan dan kesehatan anak melalui nutrisi yang diterima. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Kegiatan ini menggunakan penyuluhan dengan mtode ceramah yang disertai dengan pre dan post test responden untuk mendapatkan gambaran pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dilaksanakan. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah wanita usia subur, ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita sebanyak 18 orang. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada pre test, sebanyak 12 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan kurang tentang 1000 hari pertama kehidupan. Sedangkan, jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang pada saat post test menjadi 1 orang (5,6%). Artinya, terjadi penurunan jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 61,1%. Kesimpulan: Masih rendahnya pemahaman responden menjadi tantangan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mendukung peningkatan status gizi dan perbaikan gizi terutama bagi kelompok rentan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman wanita dalam pemenuhan nutrisi bagi dirinya, baik sebelum masa kehamilan, pada saat hamil akan memberikan dampak bagi peningkatan kejadian stunting, yang akhirnya berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi selanjutnya.
TRANSFORMASI KESEHATAN SEKOLAH: IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MI DARUL HIKMAH MAKASSAR Chitra Dewi; Sri Syatriani; Renaldi M; Irfan; Sulaiman; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Agustina Melisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.522

Abstract

Latar belakang: Komunitas rentan dalam konteks anak Sekolah Dasar (SD) merujuk pada kelompok yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi perkembangan fisik, kognitif, sosial maupun emosional. Mereka sering kali belum menyadari pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan PHBS pada anak SD, untuk menciptakan kebiasaan hidup sehat yang mencegah penyebaran penyakit di MI Darul Hikmah Makassar. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media video edukasi tentang PHBS, mempraktikkan cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan pemasangan poster di lingkungan sekolah. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman anak sekolah dasar kelas 1-3 mengenai kebersihan tangan, adopsi perilaku hidup bersih melalui kegiatan interaktif dan informasi visual (poster), serta dukungan pihak sekolah dan keterlibatan aktif siswa menunjukkan keberhasilan pendekatan edukasi berbasis partisipasi aktif. Kesimpulan: Program penyuluhan PHBS di MI Darul Hikmah sukses meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa kelas 1-3 tentang pentingnya kebersihan tangan. Penyuluhan yang disampaikan secara interaktif, praktek langsung, dan pemasangan poster edukasi, berhasil menciptakan perubahan pemahaman tentang cara pencegahan penyebaran penyakit menular di kalangan anak sekolah dasar. Saran, keterlibatan kontribusi guru, staf sekolah, serta orang tua sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program ini.
SOSIALISASI DAMSA PALI (DAMPAK MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN) DI DESA SAOTENGAH KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI Chitra Dewi; Nurfitri; Agustinus Ngongo Bulu; Andi Ayumar; Muhammad Syahrir; Muti Sahida; Sulaiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.579

Abstract

Latar belakang: Permasalahan sampah akibat perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, serta minimnya edukasi menjadi tantangan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk DAMSA PALI (Dampak Masyarakat Peduli Lingkungan) dilaksanakan di Dusun Kaleleng, Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, praktik langsung pembuatan pagar tanaman dari limbah kayu, serta pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam. Kegiatan ini melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan warga mengenai prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta keterlibatan aktif dalam aksi kebersihan lingkungan. Warga mulai memilah sampah, melakukan daur ulang sederhana, dan mengusulkan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah. Meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan fasilitas dan kebiasaan lama, antusiasme warga menjadi indikator keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Kesimpulan: Program DAMSA PALI berhasil menjadi model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
GERAKAN PEDULI GIZI IBU: PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI IBU HAMIL KEK DI DESA BONTO Chitra Dewi; Muhammad Syahrir; Nurfitri; Muti Sahida; Nadin Citra Mulya; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.651

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ibu hamil yang mengalami KEK lebih rentan mengalami gangguan selama kehamilan serta berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya PMT dalam mendukung status gizi selama kehamilan melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan. Metode: Penyuluhan dilakukan dengan media poster, pembuatan dan pemberian PMT, serta pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pengukuran LILA dan berat badan. Hasil: Meskipun perubahan status gizi belum terlihat dalam waktu singkat, diharapkan bahwa ibu hamil dan masyarakat dapat mengolah dan mengonsumsi bahan makanan yang sesuai untuk meningkatkan kecukupan gizi. Setelah pelaksanaan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai PMT. Hasil pre-test menunjukkan 15% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 85% kurang. Pada post-test, 100% responden memiliki pengetahuan yang cukup. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dan PMT bagi ibu hamil di Desa Bonto meningkatkan berhasil pengetahuan sebesar 85% dan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. Diharapkan program ini berlanjut melalui pendampingan Puskesmas dan dukungan pemerintah desa agar berdampak lebih luas dalam pencegahan KEK dan stunting.
The Relationship Between Worker’s Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo Muhammad Syahrir; Asmiana Saputri Ilyas; A. Jusriadi; Chitra Dewi; Asrianto Saputra Ilyas
Media Informasi Vol. 22 No. 2 (2026): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i2.1345

Abstract

The rapid development of industry in the era of globalization has had a significant impact on occupational health and safety (OHS), including in Indonesia. The implementation of OHS programs is essential to prevent occupational accidents and work-related diseases, which continue to increase each year. This study aims to determine the relationship between workers’ knowledge and compliance in implementing the OHS program at PT Moratelindo Regional Makassar. This research employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population consisted of all 37 workers at PT Moratelindo, with 32 respondents selected as samples using a total sampling technique. The results showed that most respondents had good knowledge of OHS (90.6%), and their level of compliance with implementing OHS programs was also high (96.9%). The chi-square statistical test revealed a significant relationship between workers’ knowledge and compliance with OHS implementation, with a p-value of 0.002 (< α = 0.05). It can be concluded that workers’ knowledge is significantly associated with their compliance in implementing OHS programs.
Hubungan Paparan Pornografi melalui Media Elektronik dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Makassar : The Relationship of the Pornography Exposure Through Electronic Media with Adolescent Sexual Behavior in Makassar Chitra Dewi; Muhammad Zahlan Zamaa; Muh. At-Toha; Sulaiman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3330

Abstract

Latar belakang: Remaja adalah suatu fase dimana mereka mulai memandang dan menilai dengan standar pribadi. Satu masalah sosial pada remaja adalah perilaku seksual, diperoleh dari pornografi yang menyebabkan perilaku menyimpang, Kerusakan sel otak serta berkurangnya konsentrasi belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan pornografi melalui elektronik dengan perilaku seksual di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah Remaja Pra-Nikah yang berada dibangku SMA di RW 04 Kelurahan Batua Kecamatan Manggala sebanyak 58 responden. Teknik total sampling untuk pengambilan sampel. Analisa data menggunakan uji univariat untuk mengetahui karakteristik responden dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 58 responden dari variabel paparan pornografi melalui media elektronik yang menjawab Ya terdapat 31 orang (53,4%) dan jawaban sebanyak 27 orang (46,6%). Variabel perilaku seksual tidak berisiko sebanyak 24 orang (41,4%), risiko rendah sebanyak 34 orang (58,6%). Hasil statistik pengujian chi-square diperoleh nilai ρ=0,004, maka ada hubungan antara paparan pornografi melalui media elektronik dengan perilaku seksual remaja di Kota Makassar. Kesimpulan: Ada Hubungan paparan pornografi melalui media elektronik dengan perilaku seksual remaja di Kota Makassar. Dan bagi para orang tua dan remaja agar lebih memahami tentang pengaruh pornografi serta mengontrol penggunaan media elektronik pada remaja.
Disaster Preparedness Risk Analysis at Makassar Health Quarantine Center Chitra Dewi; Ilham Syam; Fahri Umamit; Muhammad Syahrir
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 1 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i1.1716

Abstract

Fires, as one of the disasters causing significant losses, are often attributed not only to physical or natural conditions but also to human negligence. Therefore, preparedness requires consideration of both physical and social aspects. This study analyzes the risk of disaster preparedness at the Makassar Health Quarantine Center. It employs descriptive research, with a population consisting of all 132 employees at the center. Using purposive sampling, the study included 99 respondents. The findings showed that the emergency response plan was categorized as ready, with 66 respondents (66.7%), followed by the disaster warning system, with 64 respondents (64.6%), and resource mobilization, with 53 respondents (53.5%) in the ready category. The study concludes that, based on disaster preparedness parameters, employees at the Makassar Health Quarantine Center are, on average, very prepared to face disasters. To sustain this level of preparedness, employees are encouraged to remain proactive in activities related to disaster preparedness, ensure access to updated information, and maintain disaster preparedness facilities. Continuous efforts in these areas will help maintain and further improve disaster readiness in the workplace.
Youth as cultural mediators in ecological literacy: A moronene-based participatory campaign in a post-artisanal and small-scale gold mining community Basri Basri; Masayuki Sakakibara; Hendra Prasetia; La Sahara; Chitra Dewi; Nanang Rahmadani
Interaction, Community Engagement, and Social Environment Vol. 4 No. 1: (July) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/icese.v4i1.2026.3684

Abstract

Background: Artisanal and small-scale gold mining (ASGM) has caused river pollution, deforestation, ecological disruption, and weakened the intergenerational transmission of Moronene ecological knowledge. This study examines how SEPAKAT, a local youth organization, designed, implemented, and experienced a Moronene-based ecological literacy campaign to improve ecological knowledge, strengthen youth-mediated intergenerational knowledge transfer, and identify enabling factors, constraints, and practical implications for post-ASGM recovery. Methods: The study used participatory action research and an embedded mixed-methods design. The proposed campaign model was validated through contextual/content validation with local stakeholders, process validation through triangulation of interviews, focus group discussions, observations, campaign documents, and participation records, and outcome validation using a one-group pretest–posttest design involving 50 participants. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and paired-sample t-tests, while qualitative data were analyzed thematically and integrated through triangulation. Findings: The campaign was implemented in four sequential phases, with Story Space and workshops receiving the largest time allocation (34%), underscoring the central role of intergenerational dialogue and collaborative learning. Overall ecological knowledge increased significantly from 2.67 ± 0.61 to 4.05 ± 0.49 (mean difference = 1.38; 51.7%; t = 9.57; p < 0.001). Youth mediation also improved significantly, particularly in translating Moronene ecological knowledge into educational media (mean difference = 1.58; 59.8%; t = 10.08; p < 0.001). The strongest enabling factors were the cultural legitimacy of Moronene values (4.42 ± 0.51; 88%) and SEPAKAT’s leadership (4.28 ± 0.56; 84%), while limited resources and logistical challenges constrained implementation. Conclusion: Youth-led, culturally grounded ecological literacy can strengthen environmental learning, ecological recovery, and intergenerational continuity in post-ASGM communities, while positioning youth as active cultural and environmental mediators. Novelty/Originality: This study demonstrates how youth-led intergenerational co-production can operationalize Indigenous ecological knowledge within a structured ecological literacy model in a post-extractive setting.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Chitra Dewi; Muti Sahida; Erni Corlina Tiotor
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.272

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kasus ISPA pada balita lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait gizi buruk 13 juta anak dan balita di dunia meninggal setiap tahun dengan angka kematian diatas 40 per 1000 kelahiran hidup. Data yang di temukan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa bahwa Data tahun 2016 penderita ispa sebanyak 79 balita, tahun 2017 sebanyak 100 dan tahun 2018 260 penderita ispa. Tujuan khusus untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran penapasan akut pada balita,untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada baita, untuk mengetahui hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok didalam rumah dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada balita. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah semua balita yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah Sampel sebesar 92 balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mendapatkan imunisasi lengkap dan menderita ispa 0 orang (0,0%), tidak menderita 26 orang (28,3%), status imunisasi lengkap 60 orang (65,2%) semua menderita dan yang tidak mendapatkan imunisasi tidak lengkap sebanyak 66 orang (71,7%), Kepadatan hunian yang padat dan menderita sebanyak 60 dan yang menderita 6 orang tidak padat 26 orang tidak menderita,anggota keluarga yang merokok dan menderita ispa 60 orang yang merokok dan tidak menderita 6 orang dan tidak merokok semuanya menderita ispa 26 orang. Simpulan yang diperoleh dari penelitian adalah adanya status Imunisasi, kepadatan hunian dan keberadaan anggota keluarga yang merokok dalam rumah saran untuk pemerintah setempat agar leb ih memperhatikan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar khususnya faktor kesehatan lingkungan.