Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis Of GC Coffee Product Quality At Pt.X Ardhyani, Ika Widya; Anshori, Moch; Yucha, Nikma; Adriansyah, Gusti; Alfian, Andi; Pramudita, Rezki Aulia
IQTISHADequity jurnal MANAJEMEN Vol. 6 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAARIF HASYIM LATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/iej.v6i1.16408

Abstract

PT. X is a manufacturing company engaged in the processing of coffee beans. In line with its development, PT. X innovates in creating new products, one of which is GC coffee, which is a combination of creamer, coffee powder, milk powder, and sugar. In the production process, the company strives to always provide the best for consumers in terms of quality and price. The quality improvement method is the seven tools, which is a method to find out the root causes of problems. The tools used to analyze this research are flowcharts, check sheets, Pareto charts, control charts, histograms, distribution diagrams, and Root Cause Analysis (RCA). The results of the data analysis revealed that non-standard product types occurred for GC coffee products during January and June—total production from January to June: 2,372,411 sachets, Number of defects: 148,820 sachets. Three factors cause defects: taste mismatch: 7,120 sachets, inappropriate packaging: 73,323 sachets, improper weight: 68,377 sachets. Based on the results of calculations and analysis using the seven tools method and the 5 whys method, the most dominant defect is inappropriate packaging, so the proposed improvements are focused on these defects. The progress made is maintenance and continuous repair of machines with problems, complying with the SOP that has been set by the company correctly, and scheduling machine maintenance.
Enhancing Product Quality and Process Capability in the Indonesian Furniture Industry through Six Sigma DMAI Implementation: A Case Study on Laminating Defects Retnowati, Dini; Priyanto, Rido Agus; Widya Ardhyani, Ika; Anshori, Moch
IQTISHADequity jurnal MANAJEMEN Vol. 6 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAARIF HASYIM LATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/iej.v6i2.16559

Abstract

Product quality is critical in today's competitive business environment, as it determines customer satisfaction, operational efficiency, and market competitiveness. Variability in the production process is often the main cause of product defects, which lowers customer satisfaction and increases production costs. The Six Sigma method with the DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) approach can reduce variability and improve process capability. This study focuses on implementing Six Sigma in the Indonesian furniture industry, which saw a 28.93% increase in export value in 2021 but still needs to improve with product quality consistency. One furniture manufacturer experienced a laminating defect rate of 3%, exceeding the company's standard of 1%. Through the DMAI phases, this research identifies the leading causes of defects and develops improvement recommendations. Analysis using control charts, DPMO, Pareto diagrams, FMEA, and RCA revealed that most defects are caused by human factors, such as operators not performing machine checks and cleanings and using wooden pallets that do not meet standards. Improvement recommendations include creating standard checklists, conducting regular training, and implementing monitoring systems for machine checks, pallet cleaning, and setting pallet standard specifications. Implementing Six Sigma is expected to improve process capability, reduce defects, and enhance the company's competitiveness in the global market.
Peran NIB Dan Branding Marketing Dalam Meningkatkan Potensi UMKM Minuman Tradisonal Di Desa Kemuning Sidoarjo Ika Widya Ardhyani; Mohammad Ilham Awalus Syahidin; Lena
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Among Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v6i2.16810

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa dikarenakan program wajib dalam Tri Dharna Perguruan Tinggi. KKN yang dilakukan di Desa Kemuning, Sidoarjo mempunyai program kerja utama yaitu pembuatan branding marketing dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Program kerja tersebut berdasarkan observasi dan wawancara di lingkungan yang sudah ada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu produksi minuman tradisional. Tujuan dari pembuatana NIB dan branding marketing yaitu sebagai alat penting bagi pelaku usaha untuk mendapatkan legalitas yang sah, serta akses ke berbagai program bantuan pemerintah dan peluang pembiayaan. Metode pelaksanaannya yaitu observasi lapangan, wawancara, kunjungan ke tempat UMKM, mengikuti proses produksi, mendesain logo dan sticker, membuat laporan keuangan dan membuat NIB. Program kerja tersebut menghasilkan NIB dan logo minuman tradisonal milik Ibu Watini.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT BAWANG MERAH Eko Budi Santoso; Aladin Eko Purkuncoro; Ika Widya Ardhyani
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah banyak dimanfaatkan utamanya bumbu dapur, baik bumbu olahan maupun sebagai bawang goreng. Banyaknya permintaan akan bawang kupas ini i menjadi kendala utama bagi ibu-ibu yang membuka jasa pengelupasan bawang merah. Sehingga sangat diperlukan adanya teknologi yang tepat berupa sebuah alat bantu yang dengan tenaga motor listrik. Prinsip kerja dari mesin ini beroperasi dengan rotary system yang di gerakkan oleh motor listrik. Bahan baku bawang merah di tempatkan pada bahan berjenis food grade material, di pilh stainless steel yang di campur air diputar ke kanan, dan saat berputar pada wadah yang sudah diberi karet plucker rubber terjadi benturan pada bawang merah, benturan bawang pada plucker rubber ini membantu proses pengupasan. Waktu pengupasan 2 menit kemudian ditiriskan selanjutnya di beri air untuk pembilasan. Hasil kupasan antara kulit bawang dengan bawang merah terpisah. Kulit yang telah terkelupas keluar melalui pipa pembuangan air sedangkan bawang merah keluar melalui tempat pengeluaran bawang yang disediakan. Kapasitas mesin dengan kecepatan putaran 399 rpm, menggunakan daya motor 370 watt dengan sumber tegangan 1 phase dalam sekali proses dapat mengupas bawang merah 1 kg dalam waktu 2 menit
ANALISIS KUALITAS PRODUK PAKAN KUCING DI PT. CPP Ardhyani, Ika Widya; Adriansyah, Gusti; Pramudita, Rezki Aulia; Mahmuda, Siti; Manafsetiawan, Dhany
IQTISHADequity jurnal MANAJEMEN Vol. 7 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAARIF HASYIM LATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/iej.v7i1.16862

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengendalian kualitas produksi pakan kucing di PT.CPP Sidoarjo. Tingginya jumlah produk cacat menjadi dasar evaluasi terhadapproses produksi dari bahan baku hingga produk akhir. Metode yang digunakanadalah Seven Tools, termasuk check sheet, p-Chart, dan histogram, untukmengidentifikasi penyebab cacat. Berdasarkan data Januari–Desember 2023,persentase cacat tertinggi terjadi pada Maret (12,5%) dan terendah padaAgustus (5%). Jenis cacat utama adalah Mixed, Moisture, Size Over/Under, Colour,dan Keropos, dengan cacat Size Over/Under paling dominan (2.500 kasus).Analisis p-Chart menunjukkan bahwa meskipun masih dalam batas kendali,fluktuasi ini perlu dipantau untuk mencegah potensi ketidakterkendalianproses produksi, yang dapat menyebabkan peningkatan cacat di masamendatang. Oleh karena itu, perbaikan perlu dilakukan melalui perawatanmesin berkala, pengawasan bahan baku, dan kepatuhan SOP yang lebih ketatuntuk meningkatkan kualitas produk.
OPTIMALISASI KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN METODE DMAI DALAM PENERAPAN SIX SIGMA PADA PT. RM Perdana, Dony; Ardhyani, Ika Widya; Lestariningsih, Wiji; Garini, Sherly Ardhya
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v7i2.84-93

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan mendesak terkait optimalisasi kualitas produk dan daya saing suatu perusahaan di tengah persaingan pasar yang ketat menjadi alasan utama dilakukan penelitian ini. Tingginya tingkat cacat dan kerusakan produk berdampak pada peningkatan biaya produksi, rusaknya reputasi perusahaan serta turunnya kepuasan pelanggan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian menerapkan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) pada PT. RM, sebuah perusahaan patungan Jepang-Indonesia di industri furnitur. Hasil dari tahap define mengidentifikasi cacat utama, yaitu pecah V-Cut 49% dengan persentase 49% dari total cacat. Tahap measure menunjukkan tingkat cacat produk melebihi target optimal, dengan DPMO sebesar 47.667 dan nilai sigma rata-rata 3,2. Melalui tahap analyze, ditemukan faktor utama penyebab cacat, yakni ketidaksesuaian proses pemotongan, kebersihan material, dan kurangnya kontrol kualitas. Solusi pada tahap improve mencakup perbaikan prosedur kerja, pelatihan karyawan, dan pemeliharaan rutin mesin. Hasil penelitian diharapkan mampu mengurangi frekuensi cacat produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing PT. RM di pasar domestik maupun internasional, serta mendukung keuntungan jangka panjang bagi perusahaan ABSTRACT The urgent need to optimize product quality and a company’s competitiveness amid intense market competition is the primary motivation for this research. High defect and damage rates increase production costs, damage the company’s reputation, and reduce customer satisfaction. To address this issues, this study applies the Six Sigma methodology using the DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) approach at PT RM, a Japanese-Indonesian joint venture in the furniture industry. In the define stage, the main defect identified was V-Cut breakage, accounting for 49% of total defects. The measure stage revealed that the product defect rate exceeded the optimal target, with a DPMO of 47,667 and an average sigma value of 3.2 The analyze stage identified inconsistencies in the cutting process, material cleanliness issues, and inadequate quality control as the primary causes of defects. To address these problems, the improve stage proposed solutions such as refining work procedures, conducting employee training, and implementing routine machine maintenance. The study’s findings are expected to reduce product defect frequency, enhance operational efficiency, and strengthen PT RM's competitiveness in domestic and international markets, ultimately supporting the company’s long-term profitability.
THE INFLUENCE OF RAW MATERIAL INVENTORY, RAW MATERIAL QUALITY, AND PRODUCTION PROCESS ON PRODUCT QUALITY AT CV SA Yucha, Nikma; Wahyuningsih, Intan Indah; Widya Ardhyani, Ika; As Syukri, Khoirul Anam
Ecopreneur.12 Vol 8 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/econ12.v8i1.26-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh Persediaan Bahan Baku, Kualitas Bahan Baku, dan Proses Produksi Terhadap Kualitas Produk di CV. SA. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan mendistribusikan kuesioner melalui Google Form untuk mengumpulkan data dari sampel sebanyak 76 karyawan menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan SPSSVersi 26 dengan Metode Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persediaan Bahan Baku, Kualitas Bahan Baku, dan Proses Produksi, masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kualitas produk. Analisis statistik menunjukkan bahwa pengaruh gabungan dari variabel-variabel ini menghasilkan nilai F sebesar 60,767 yang lebih besar daripada nilai F tabel sebesar 2,70 dengan tingkat signifikansi 0,000 sehingga mengonfirmasi hipotesis penelitian (H?). Hasil ini menekankan pentingnya mengendalikan Persediaan Bahan Baku, meningkatkan Kualitas Bahan Baku yang tinggi, dan melangsungkan Proses Produksi yang lancar untuk menghasilkan produk berkualitas.
Penilaian Kualitas Layanan di BPSDMP Kominfo Surabaya dengan Metode Service Quality dan Importance Perfomance Analysis (Studi Kasus Pelatihan Digital) Adriansyah, Gusti; Ardhyani, Ika Widya; Herlambang, Ichtiar Bagus
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 7, No 1 (2025): Jurnal SENOPATI Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2025.v7i1.6332

Abstract

In government agencies, especially in the field of human resource development which provides community facilities and services, the quality of the services provided must be taken seriously. The quality of this service has a big influence on government agencies, especially in the field of human resource development. This research takes a case study at BPSDMP Kominfo Surabaya regarding service quality assessment using the Service Quality and Importance Performance Analysis methods. The aim is to find out people's expectations and perceptions based on services attribute on digital training. The service quality of BPSDMP Kominfo Surabaya has an average value of 1.43, where the value is close to 1, which indicates that the service provided by the agency has met customer expectations and indicates good service quality. Corrective steps for attributes that do not meet customer expectations include improving the attitude and behavior of the committee, improving the quality of materials and training modules on a regular basis, and ensuring that the food provided is fresh and not stale by re-checking its availability and quality.
ALOKASI SAVING PENGELOLA TAMBAK YANG MELAKUKAN PEMBELIAN MELALUI PURCHASING CONSORTIUM Nur Rahmawati; Ika Widya Ardhyani; Sinta Dewi
Journal of Research and Technology Vol. 4 No. 2 (2018): JRT Volume 4 No 2 Des 2018
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v4i2.193

Abstract

Purchasing Consortium (PC) is a strategy in purchasing wich two or more organizations with separate legal entities are merged either individually or through third parties. The main problem that arises in a PC is how to allocate the savings obtained to each member. Generally, the contributions given by each buyer in the purchase differ from one another. Allocation of savings equally to each buyer is no longer representing the contribution of each buyer.The purpose of this study is allocated savings using the Shapley value method of the cooperative game theory. Where each buyer obtained a saving allocation that is in accordancewith his contribution.Based on the results of the Shapley value, the results of saving allocations were matched with the contributions of each member who joined the PC. Where buyers 1 with a larger contribution get a greater contribution than the others. Keywords: Purchasing consortium, Shapley value
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT BAWANG MERAH Eko Budi Santoso; Aladin Eko Purkuncoro; Ika Widya Ardhyani
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah banyak dimanfaatkan utamanya bumbu dapur, baik bumbu olahan maupun sebagai bawang goreng. Banyaknya permintaan akan bawang kupas ini i menjadi kendala utama bagi ibu-ibu yang membuka jasa pengelupasan bawang merah. Sehingga sangat diperlukan adanya teknologi yang tepat berupa sebuah alat bantu yang dengan tenaga motor listrik. Prinsip kerja dari mesin ini beroperasi dengan rotary system yang di gerakkan oleh motor listrik. Bahan baku bawang merah di tempatkan pada bahan berjenis food grade material, di pilh stainless steel yang di campur air diputar ke kanan, dan saat berputar pada wadah yang sudah diberi karet plucker rubber terjadi benturan pada bawang merah, benturan bawang pada plucker rubber ini membantu proses pengupasan. Waktu pengupasan 2 menit kemudian ditiriskan selanjutnya di beri air untuk pembilasan. Hasil kupasan antara kulit bawang dengan bawang merah terpisah. Kulit yang telah terkelupas keluar melalui pipa pembuangan air sedangkan bawang merah keluar melalui tempat pengeluaran bawang yang disediakan. Kapasitas mesin dengan kecepatan putaran 399 rpm, menggunakan daya motor 370 watt dengan sumber tegangan 1 phase dalam sekali proses dapat mengupas bawang merah 1 kg dalam waktu 2 menit