Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penilaian kekeringan meteorologi menggunakan metode SPI dengan Citra Satelit CHIRPS di Kabupaten Tulungagung Anang Ma’ruf; Ike Sari Astuti; Ferryati Masitoh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p682-696

Abstract

Kekeringan di Kabupaten Tulungagung sering terjadi. Sebanyak 11 kejadian kekeringan yang tercatat sepanjang Tahun 2001-2020. Kabupaten Tulungagung memiliki luasan lahan pertanian sebanyak 70 persen dari tolal wilayah. Pemantauan kekeringan diperlukan sebagai langkah awal dalam menghadapi bencana kekeringan . Metode SPI digunakan dalam analisis kekeringan di Kabupaten Tulungagung. Data yang digunakan adalah curah hujan bulanan dari CHIRPS dan curah hujan bulanan dari Stasiun Hujan di Kabupaten Tulungagung rentang tahun 2010-2018. Analisis dilakukan menggunakan software ArcGIS. Analisis kekeringan dilakukan pada Bulan Mei-September Tujuan ditulisnya artikel ini, petama melakukan pemantauan kekeringan meteorologi menggunakan indeks SPI yang berasal dari Data CHIRPS. Kedua, memberikan informasi nilai perbandingan antara nilai SPI 1 Bulanan dari Data CHIRPS dengan nilai SPI 1 Bulanan dari data stasiun hujan. Ketiga, memberikan informasi terkait pengaruh kekeringan meteorologi dengan produksi padi gogo yang diasumsikan bahwa sumber air pada padi gogo sepenuhnya berasal dari air hujan. Hasil menunjukkan bahwa kekeringan meteorologi di Kabupaten Tulungagung adalah berada pada kategori Normal (0,99 sampai -0,99) hingga Agak kering (-1,00 sampai -1,49). Nilai perbandingan antara SPI 1 Bulanan dari data CHIRPS dengan SPI 1 Bulanan dari data stasiun hujan adalah 0,69. Sehingga data SPI 1 Bulanan dari CHIRPS dapat dipakai dalam analisis kekeringan meteorologi di Kabupaten Tulungagung. Pengaruh yang kuat terjadi antara kekeringan meteorologi terhadap produksi padi gogo di Kabupaten Tulungagung. Terlihat dari Nilai koefisien determinansi sebesar 0,69 yang menunjukkan bahwa 69 persen produksi padi gogo di pengaruhi oleh kekeringan meteorologi. Nilai korelasi yang kuat sebesar 0,83 antara kejadian kekeringan dengan produksi padi gogo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Data CHRIPS dapat digunakan dalam memantau kekeringan meteorologi di Kabupaten Tulungagung serta produksi padi gogo sangat dipengaruhi oleh adanya kejadian kekeringan meteorologi.
Perubahan Resapan Airtanah Pasca Gunungapi Semeru 4 Desember 2021 Faizatul Amalia; Alfi Nur Rusydi; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.594-602

Abstract

Letusan gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, dimana banyak vegetasi yang hilang sehingga mengurangi resapan airtanah, yang menyebabkan ketersediaan air bagi masyarakat semakin berkurang di masa yang akan datang. Oleh karena itu, sumber daya air perlu dilestarikan untuk masa depan. Kajian ini mengidentifikasi kondisi spasial imbuhan di lereng Gunungapi Semeru dan potensi airtanah sebelum dan sesudah letusan gunungapi. Selain itu, pengaruh kondisi daerah resapan dan potensi air tanah pasca erupsi di lereng Gunung Api Semeru juga dianalisis berdasarkan metode Multi Influence Factor (MIF). Penelitian ini menggunakan tujuh parameter yaitu curah hujan, geomorfologi, geologi, kemiringan lereng, tekstur tanah, kerapatan drainase dan tutupan lahan. Parameter-parameter tersebut diukur dengan menggunakan teknik Multiple Influence Factors (MIF), dimana informasi yang diperoleh dari masing-masing parameter ditimbang dan disortir untuk mengevaluasi potensi zona resapan airtanah. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik MIF menunjukkan bahwa terjadi penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru pasca erupsi, sehingga tidak dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kondisi airtanah di lereng Gunung Api Semeru. Faktor tutupan lahan merupakan faktor yang paling terpengaruh oleh erupsi Gunung Semeru, sehingga berpengaruh signifikan terhadap penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru.
Analisis Kekritisan Potensi Mata Air di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Andhika Ananda Wijaya; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1232-1241

Abstract

Desa Jedong merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan sebagian besar masyarakatnya hanya memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi mata air di desa tersebut mengalami penurunan debit pada saat musim kemarau, sehingga menyebabkan munculnya potensi kekritisan mata air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan air, kondisi kebutuhan air dan menganalisis indeks kekritisan mata air. Kondisi ketersediaan air di Desa Jedong dapat diketahui melalui pengukuran debit mata air dengan menggunakan metode volumetrik yang menghasilkan nilai tertinggi sekitar 67,336 m3 di Bulan Maret dan nilai terendah sekitar 52,113 m3 pada Bulan September. Kondisi kebutuhan airnya dapat diketahui dengan survei secara langsung melalui penyebaran kuisioner dan prolehan data dari instansi desa dengan menghasilkan nilai kebutuhan air sekitar 10,14 m3/Orang/Bulan untuk kebutuhan domestik dan sekitar 58,24 m3/bulan untuk kebutuhan non-domestik. Kondisi kekritisan mata airnya dapat diperoleh dari perbandingan nilai antara ketersediaan dan kebutuhan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi indeks kekritisan mata air di Desa Jedong termasuk kedalam klasifikasi mendekati kritis 62% hingga kritis 81%. Hasil tersebut disebabkan karena aliran debitnya mengalami penurunan pada saat musim kemarau dan jumlah pengguna yang telah melebihi dari kemampuan debit mata airnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk informasi awal dalam upaya konservasi mata air khususnya di Desa Jedong.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI-TIRS (STUDI KASUS : PANTAI JOLANGKUNG KABUPATEN MALANG) Insan, Luthfi Khairul; Firdauz, Miftakhul; Religi, Muhammad Denzel; Azhar, Rifki Anshori; Anggia Sari, Risky Rena; Masitoh, Ferryati
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.20.2.2022.743

Abstract

Mencairnya es di kutub utara memberikan kontribusi penambahan pada volume air laut, sehingga memberikan dampak lingkungan pesisir laut seperti abrasi pantai, perubahan garis pantai dan banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perubahan garis pantai sebab dari kenaikan muka airlaut di Pantai Jolangkung, Kabupaten Malang antara tahun 2011-2021 menggunakan citra Landsat-7 ETM+ dan penyelidikan lapangan. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi garis pantai dan tumpang susun (overlay)data citra, sehingga diperoleh data garis pantai dan besar selisih dari perubahan garis pantai. Dari penelitian ini dapat diketahui besar perubahan garis pantai sebesar 9.723,9 m2.
Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Penginderaan Jauh di Kabupaten Badung, Bali Indonesia Al Muqoddis, Gilang Maulana; Masitoh, Ferryati
GEOGRAPHIA : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/gjppg.v5i2.9905

Abstract

This study aims to analyze shoreline changes in Badung Regency, Bali, over a seven-year period (2017-2023), using a remote sensing approach. The methods used involved the use of Sentinel-2 satellite image data, atmospheric correction, NDWI algorithm, raster to vector data conversion, and spatial analysis. The results showed the dominance of accretion over abrasion in the South Kuta area, influenced by factors such as ocean currents, bay geometry, and human activities. Shoreline shifts occur significantly in the westernmost segment, with minimal abrasion dynamics. Tidal conditions play an important role in sediment distribution and wave energy influencing shoreline changes. This study highlights the importance of long-term monitoring to plan appropriate mitigation and adaptation measures to shoreline change, with the results providing valuable insights for coastal area management and sustainable development in the South Kuta coastal area.
Identifikasi dan Edukasi Zona Tingkat Bahaya Erosi untuk Mendukung Konservasi Lahan di Desa Jedong Masitoh, Ferryati; Taryana, Didik; Sofia, Febbi Misbaqul; Triyono, Gunawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v25i2.83942

Abstract

Erosi merupakan proses geomorfologi yang dapat menyebabkan degradasi lahan. Daerah penelitian terletak di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Jawa Timur Indonesia. Daerah penelitian terletak di lereng tengah bagian timur Gunungapi Kawi dan berada di pinggiran Kota Malang.  Kondisi fisik wilayah desa yang bervariasi menyebabkan perlunya identifikasi erosi di daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Zona Tingkat Bahaya Erosi (Zona TBE), dan upaya Edukasi bagi masyarakatnya di Desa Jedong. Metode identifikasi zona TBE yang digunakan dalam penelitian adalah USLE dengan variabel Erodibilitas, Erosivitas, Kemiringan Lereng, dan Penggunaan Lahan. Hasil zonasi TBE tahun 2015 dan 2022 menunjukkan adanya peningkatan zona TBE pada kelas Sedang hingga Sangat Berat. Hasil observasi di lapangan menemukan adanya berbagai jenis erosi yang terjadi antara lain: longsor, erosi parit; erosi lembar, rayapan tanah, erosi tepian sungai, erosi percikan; erosi lapik, dan erosi mercu. Hasil identifikasi zona TBE digunakan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat untuk memastikan keberlangsungan konservasi lahan di Desa Jedong.
Integrating E-Comic Media in Geography Education: Enhancing Student Understanding of the Hydrosphere's Role in Life Systems Husain, Al Qomar Nur Mahmud; Soelistijo, Djoko; Masitoh, Ferryati
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 1 No. 4 (2024): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v1i4.34

Abstract

Enhancing the quality of education can be achieved by incorporating technology and developing engaging media for students. This research focuses on the development of an educational e-comic covering the hydrosphere and its impact on life, using the ADDIE model—specifically, the stages of Analysis, Design, Development, and Implementation (ADDI). Expert validation confirmed the e-comic’s eligibility with an average score of 93%, classifying it as "very suitable" for educational use. Teachers and students from Senior High School Tumpang (Class XI-F, Social 3) participated in a media suitability test, with teachers rating it at 82% and students at 88%, both falling into the "very appropriate" category. An effectiveness test, conducted with students in Class XI-F, yielded a "moderate" gain score, indicating the e-comic as "sufficiently effective" in supporting learning. Thus, this e-comic meets the standards of suitability and effectiveness for teaching the topic "The Influence of the Hydrosphere on Life”.
ANALISIS HUBUNGAN KEPADATAN BANGUNAN DAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN HUMIDEX DI SEBAGIAN SURABAYA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DAN LANDSAT Rafly, Muhammad Ersa; Hartono, Rudi; Masitoh, Ferryati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kota muncul akibat kebutuhan hidup masyarakat kota yang tinggi. Hal ini menyebabkan fenomena pulau bahang sering terjadi di kota – kota besar. Fenomena ini menyebabkan naiknya suhu permukaan di sekitar kawasan terbangun. Tingkat kenyamanan termal dapat diukur dengan menggunakan Humidex. Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Mulyorejo merupakan tiga kecamatan yang berada di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ketiga kecamatan ini berada pada daerah sisi timur Kota Surabaya, yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh ruang terbuka hijau dan kepadatan bangunan di Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Mulyorejo terhadap tingkat kenyamanan termal. Pengolahan data berfokus pada interpretasi digital, uji regresi, dan analisis hubungan. Data yang diolah merupakan data sistem informasi geografis dan penginderaan jauh serta data lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan ketersedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengalami fluktuasi dalam jangka waktu 2011 – 2021. Sama halnya dengan ketersedian RTH, kepadatan bangunan juga mengalami fluktuasi. Selama tahun 2011 – 2021, Luas lahan RTH mengalami penambahan sebsesar 6,02 km2, sedangkan untuk penambahan luas lahan terbangun sebesar 0,81 km2. Hubungan antara Humidex dengan NDVI dan NDBI membuktikan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kerapatan bangunan mempengaruhi Humidex, namun perannya tidak terlalu signifikan. The growth of the city arises due to the high life needs of the urban community. This causes the phenomenon of island heat often occurs in big cities. This phenomenon causes an increase in surface temperature around the built area. The level of thermal comfort can be measured using Humidex. Gubeng District, Tambaksari District and Mulyorejo District are three sub-districts located in Surabaya City, East Java, Indonesia. These three sub-districts are located on the east side of the city of Surabaya, which is a densely populated residential area. This study was conducted to analyze the effect of green open space and building density in Gubeng District, Tambaksari District and Mulyorejo District on the level of thermal comfort. Data processing focuses on digital interpretation, regression testing, and relationship analysis. The processed data is geographic information system data and remote sensing as well as field data. The results of the study revealed that the availability of green open space (RTH) fluctuated in the period 2011 – 2021. Similar to the availability of green open space, the density of buildings also fluctuated. During 2011-2021, the area of green open space increased by 6.02 km2, while for the addition of built-up land area by 0.81 km2. The relationship between Humidex with NDVI and NDBI proves that Green Open Space (RTH) and building density affect Humidex, but their role is not too significant.
Pendugaan Litologi dan Pencemaran Airtanah dengan Metode Geolistrik di Tempat Pembuangan Akhir Talangagung Masitoh, Ferryati; Satyo, Marco
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i1.77056

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tempat pembentukan air lindi karena adanya pembusukan sampah dan dapat menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan dan airtanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendugaan litologi serta potensi pencemaran airtanah oleh air lindi yang dihasilkan oleh TPA Talangagung Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi schlumberger dan Dipole – Dipole. Hasil pendugaan  kemudian diolah menggunakan software progress dan Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat material lempung, lanau, tufa pasiran serta aluvium pada litologi di sekitar lokasi penelitian dengan rentang nilai resistivitas 7.15 – 32.61 Ωm serta kedalaman hingga 27 m di lintasan 1 dan 35 m di lintasan 2. Airtanah yang teridentifikasi pada pendugaan kedua titik lokasi penelitian memiliki nilai resistivitas yang kurang dari 10 Ωm. Hal ini menunjukkan adanya resapan air lindi yang mencemari airtanah di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi pengelola TPA Talangagung dalam menentukan kebijakan pengelolaan TPA.
Penentuan Batas Wilayah Pengelolaan Laut Pada Berbagai Bentuk dan Kondisi Wilayah (Studi Kasus: Wilayah Berbentuk Pulau, Wilayah Saling Berhadapan, dan Wilayah Saling Berdampingan) Zakariyah, Mahmud; Silvia, Novi; Masitoh, Ferryati; Yuniarti, Khoirun Nisa’ Ari
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.96765

Abstract

Sebagai negara kepulauan, negara indonesia memiliki wilayah daratan yang lebih sedikit dibandingkan wilayah lautan. Sehingga, penentuan batas pengelolaan wilayah laut penting diketahui sebab berkaitan dengan berbagai aspek sumber daya perairan dan kewenangan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil visualisasi peta batas administrasi pada wilayah perairan secara kartometrik, yang telah didasarkan atas Permendagri No. 141 Tahun 2017 dan dibuat dengan kelengkapan data-data administrasi Kabupaten Simeulue untuk pengaplikasian metode buffer, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo untuk melakukan metode equidistant line serta data administrasi Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat untuk digunakan metode median line. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa Penentuan batas wilayah laut memiliki cara yang berbeda tergantung kondisi wilayahnya. Wilayah kabupaten atau kota dengan bentuk pulau dianalisis dengan metode buffer, kemudian wilayah dengan pantai yang berdampingan dianalisis menggunakan equidistant line dan menunjukkan hasil bahwa Kabupaten Kebumen memiliki wilayah pengelolaan laut lebih luas dibandingkan Kabupaten Purworejo. Selain itu, untuk wilayah kabupaten atau kota dengan pantai yang berhadapan dianalisis menggunakan median line, sehingga diketahui Kabupaten Lombok Timur memiliki wilayah pengelolaan laut lebih luas dibandingkan Kabupaten Sumbawa Barat.