Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS: PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT IDEALISME sadjim, umar m; Karim, Kodrat Hi; Pamuti, Pamuti
PEDAGOGIK Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v6i1.2678

Abstract

Filsafat idelaisme seabagi salah satu aliran filsafat kuno yang dikembangkan pertama kali oleh Plato merupakan aliran yang sangat sarat dengan nilai-nilai humanis religius. Dan nilai-nilai tersebut jika dikaji dan dianalisis secara mendalam, tentunya akan memberikan dampak sangat luar biasa pada setiap individu khususnya dalam aras pendidikan. Mengkaji dan menganalisis Nilai-nilai pendidikan fundamental yang humanis dan religius, dalam aliran filsafat idealisme kaitannya dengan praksis pendidikan masih sangat relevan untuk dikembangkan. Seperti halnya konsep tentang guru sebagai teladan yang digugu dan ditiru, atau mengungkap potensi anak yang terpendam agar muncul kepermukaan yang terimplementasikan untuk selanjutnya menjadi kompetensi pada diri anak. Nilai-nilai pendidikan humanis religius merupakan kesepadanan yang sangat seimbang. Karena jika nilai humanis saja yang dikembangkan tanpa religius, maka keseimbangan tidak akan terjadi dan membuat individu lebih mementingkan nilai humanis, sementara tidak memiliki nilai religi. Seperti halnya model sekolah yang dikembangkan di Muhammadiyah juga menekankan pada pengembangan nilai-nilai humanis dan religius. Selain itu dilingkungan Islam netral lainnya misalnya SMP Al-Islam, SMP Ulul-al baab di Surabaya yang tidak hanya dari sisi metafisis, tetapi juga epistemologi dan aksiologisnya. Dilingkungan Agama lain seperti Sekolah Dasar Tionghoa yang mengembangkan pendidikan nilai religius untuk agama Kong-fhu tzu, di kota Semarang, dan masih banyak lagi. Walaupun demikian ada sekolah Pemerintah yang mulai mengadopsi modelnya, seperti Madrasah Insan Cendekia, Ini menunjukkan bahwa aliran filsafat idealisme yang sarat dengan nilai-nilai humanis dan religius ini telah menjadi icon untuk model alternative yang menawarkan irisan kompilasi antara sekolah/Madrasah yang selain mengembangkan pembelajaran umum begitu pula dengan pembelajaran keagamaan serta etika dan estetika.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 25 KOTA TERNATE Pinang, Zulfirda Arifin; Pamuti, Pamuti; Srinawati, Risna
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10021

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 25 Kota Ternate. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian survey. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 47 siswa, dan sampel sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi.dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik inferensial, uji prasyarat analisis serta pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel lingkungan keluarga (X) berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar (Y) siswa kelas V SD Negeri 25 Kota Ternate. Pengaruh yang ditimbulkan variabel lingkungan keluarga (X) terhadap motivasi belajar (Y) memiliki arah yang positif. Hal tersebut dapat diketahui pada hasil analisis korelasi product moment didapatkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 atau rhitung (15,813) rtabel (1,725). Derajat hubungan antara kedua variabel dapat dapat dilihat berdasarkan nilai pearson correlation yang dimana nilainya sebesar 15,813 yang berada pada kategori derajat korelasi yang sempurna. 
Pengembangan Bahan Ajar Hewan Mamalia Indonesia Berbasis Ensiklopedia Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Nadra, Wawan Suprianto; Jabu, Sartika A.; Pamuti, Pamuti
EDUKASI Vol 22, No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v22i2.9579

Abstract

This research aims to determine the validity and practicality of Indonesian mammal teaching materials based on encyclopaedia for Year IV elementary school students. It is a research and development (RD) study employing the ADDIE model, though it is limited to the development phase. The subjects of research include content experts, language experts, and learning experts. Data collection techniques used in this study are interviews and questionnaires. This research resulted in a product consisting of educational materials about Indonesian mammals based on an encyclopedia. Based on validation conducted by expert lecturers in the subject matter, language experts, and teachers as learning experts, the scores received were 93.33% from the subject matter expert, 80% from the language expert, and 94.66% for the practicality of the educational materials by teachers. The educational materials about Indonesian mammals based on an encyclopedia can be categorised as highly valid and very practical, indicating that the product is suitable for trial testing with students.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal dan Konsonan Melalui Permainan Kancing Huruf di Kelas 1 SD Negeri 49 Kota Ternate Marasabesy, Anwar; Wahid, Santi M. J.; Pamuti, Pamuti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal dan konsonan melalui permainan kancing huruf pada siswa kelas 1 SD Negeri 49 kota Ternate. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (kolaboratif) yang terdiri dari dua siklus dan dua kali pertemuan. Peneliti bertindak sebagai pengamat (observer), sedangkan kolaborator adalah guru kelas yang mengajar di kelas dan bertindak sebagai praktisi yang menjalankan skenario pembelajaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas 1 SD N. 49 yang berjumlah 18 anak terdiri dari 9 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan Lembar Kerja Anak. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berupa check list mengenal huruf vokal dan konsonan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal dan konsonan melalui permainan kancing huruf pada siswa kelas 1 SD N. 49 kota Ternate. Peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal dan konsonan secara keseluruhan pada siklus I sebesar 61,63% dan siklus II sebesar 83,63%, dengan indikator masing-masing dalam mengenal huruf vokal dan konsonan sebagai berikut: (1) kemampuan menunjuk dan mengambil huruf sesuai perintah adalah 61,2 % dan 82,8%, (2) kemampuan anak mengelompokkan huruf vokal dan konsonan adalah 61,9% dan 83,9%, (3) kemampuan anak melafalkan bunyi huruf sesuai bentuk hurufnya adalah 62,2% dan 84,9%. Dengan demikian, permainan kancing huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal dan konsonan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA TEMA 5 SUBTEMA 1 PERJUANGAN PARA PAHLAWAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IV SDN NUSA AMBU KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Idris, Nabila F; Abdullah, Suhardi; Wulandari, Selvi; Pamuti, Pamuti
PEDAGOGIK Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i1.8201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses pengunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada tema 5 subtema 1 Perjuangan Para Pahlawan di kelas IV SDN Nusa Ambu Kabupaten Halmahera Timur (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada tema 5 subtema 1 Perjuangan Para Pahlawan di kelas IV SDN Nusa Ambu Kabupaten Halmahera Timur. menggunakan siklus yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting).Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I bahwa hasil belajar siswa pada materi perjuangan para pahlawan terdapat 3 siswa yang tuntas atau 30%. Siswa yang dinyatakan tidak tuntas sebanyak 7 siswa atau 70% hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pada siklus I belum berhasil atau belum meningkat yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa diantaranya dari 10 siswa mengikuti proses belajar mengajar terdapat 9 siswa yg tuntas atau 90% yang di katakan berhasil mecapai KKM, sedangkan siswa yang tidak tuntas terdapat 1 orang atau 10%. Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa di kelas IV SDN Nusa Ambu Kabupaten Halmahera Timur. Kata Kunci : Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, Subtema 1 Perjuangan Para Pahlawan.
Comparative Analysis of Students' Reading Ability Based on KWL, CIRC, and DRA Learning Models and Reading Interest Somadayo, Samsu; Pamuti, Pamuti; Wahjuningsih, Eka; Husain, Siti Rohayati
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.3842

Abstract

Reading activity is an important learning skill for students to master. This research aims to determine the differences in reading comprehension abilities between students who take part in learning using the KWL model, CIRC model, and DRA model; differences in reading comprehension abilities between students who have high, medium, and low interest in reading;[HA1] and describe the results of the interaction of learning models and interest in reading on comprehension abilities. This quantitative research uses experimental methods. Data collection techniques using test and non-test techniques. Test techniques are used to measure reading comprehension ability, while non-test techniques are used to collect reading interest data. The analysis technique used in this research uses two-way ANOVA with the help of SPSS 25. The results of the research data analysis show no real difference in the reading comprehension ability of students who use the KWL and CIRC learning models. Still, it significantly differs from students using the DRA learning model. It can also be seen that students with low and moderate interest in reading are not significantly different, while students with high interest in reading are significantly different.
PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA SEJAK DINI SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR BULLYING DI SEKOLAH DASAR Srinawati, Risna; Tamalene, Asri S.; Pamuti, Pamuti; Hasanuddin, M. Irfan; Rahayu, Wulan; Ansar, Alifia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32093

Abstract

Kasus bullying di kalangan siswa SD, termasuk di SD Negeri 1 Kota Ternate, menjadi perhatian serius di Indonesia karena dampak negatifnya pada kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Untuk meminimalisir bullying, program pengabdian masyarakat ini mengangkat topik pendidikan lintas budaya sejak dini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan menghargai keberagaman. Metode pelaksanaannya terdiri dari tiga tahap: Menganalisis Kebutuhan Informasi Bullying melalui survei dan wawancara untuk memahami tingkat pemahaman tentang bullying. Memberikan Edukasi tentang Keberagaman dan Bahaya Bullying melalui pelatihan, poster, brosur, dan video edukasi untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang definisi, jenis, dan dampak bullying serta pentingnya menghargai perbedaan. Metode pembelajaran melibatkan diskusi kelompok, permainan, dan simulasi. Aplikasi dalam Masyarakat Sekolah dengan menerapkan kebijakan anti-bullying, pembentukan tim pendukung, dan kegiatan yang mempromosikan keberagaman seperti hari kebudayaan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman tentang bullying di kalangan siswa, guru, dan orang tua. Kesadaran siswa untuk melaporkan bullying meningkat, sehingga jumlah kasus bullying menurun. Edukasi keberagaman juga berhasil meningkatkan rasa saling menghargai antar siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan inklusif. Kesimpulannya, pendidikan lintas budaya sejak dini efektif dalam meminimalisir bullying di SD, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa. Implementasi berkelanjutan dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan efektivitas program.