Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMBUATAN ALAT BANTU KOMUNIKASI EDUKATIF UNTUK PENYANDANG CEREBRAL PALSY PANTI ASUHAN SAYAP IBU, BINTARO PROTOTYPE: FITTED HEAD POINTING DEVICE Maitri Widya Mutiara; Augustina Ika Widyani; Margaretha Sandi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.10015

Abstract

Communication is the main tool for humans to convey information, especially for people with disabilities, communication is very much needed so that they can comunicate Communication will support educational patterns and people with disabilities will be able to get the ideal education. The Banten branch of the Sayap Ibu Foundation has a Special School which is an institution that is engaged in providing education for neglected children with special needs, especially persons with disabilities with Cerebral Palsy conditions. The contribution of product design procurement in designing user-based tools in providing educational communication aids for Cerebral Palsy children at the Sayap Ibu Orphanage is an effort to realize the design of assistive devices for independent educational patterns so that they can type with motor limitations in moving their fingers. Trials and fundamental research in multidisciplinary child development and special education combined in the contribution of tactical design, this design product was developed by the principal, therapist, and the writing team to be realized into a useful design product for Cerebral Palsy children in supporting communication in education they received. With the trial & error method that has been carried out by partners, it is developed with detailed mapping of respondent activities that will be made on a 1: 1 scale for educational communication tools, namely Prototype: Fitted Head Pointing Device. The typing aid that is placed on the head and hands due to the limitations of the respondents in moving their fingers is considered very effective in helping them to type and express their limited forms of communication.ABSTRAK:Komunikasi adalah alat dan modal utama untuk manusia dapat menyampaikan informasi, terutama untuk penyandang disabilias komunikasi menjadi sangat dibutuhkan untuk mereka dapat menyampaikan informasi dan mendapatkan informasi. Komunikasi akan menunjang pola edukasi dan penyandang disabilitas akan dapat mendapatkan pendidikan yang ideal. Yayasan Sayap Ibu cabang Banten memiliki Sekolah Sayap Ibu yang merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang terlantar khususnya penyandang disabilitas dengan kondisi Cerebral Palsy. Kontribusi pengadaan produk desain dalam perancangan alat bantu berbasis pengguna dalam penyediaan alat bantu komunikasi edukatif untuk anak Cerebral Palsy Panti Asuhan Sayap Ibu ini adalah upaya mewujudkan perancangan alat bantu untuk pola edukasi mandiri agar mereka dapat mengetik dengan keterbatasan motorik dalam menggerakan jemari tangan mereka. Uji coba riset mendasar dalam multidisiplin tumbuh kembang anak dan pendidikan khusus dipadu dalam kontribusi desain taktis produk desain ini dikembangkan oleh kepala sekolah, terapis, dan tim penulis untuk dapat di realisasikan menjadi sebuah produk desain yang bermanfaat untuk anak Cerebral Palsy dalam menunjang komunikasi di pendidikan yang mereka terima. Dengan metode uji coba (trial & eror) yang telah di lakukan pihak mitra di kembangkan dengan pemetaan detail aktivitas responden akan dibuat dalam skala 1:1 alat bantu komunikasi edukatif yaitu Prototype: Fitted Head Pointing Device. Alat bantu mengetik yang di letakan di kepala dan tangan karena keterbatasan responden dalam menggerakan jemari ini dianggap sangat efektif untuk membantu mereka dapat mengetik dan mengekspresikan bentuk komunikasi mereka yang terbatas
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK SEBAGAI SARANA EDUKASI EKONOMI KREATIF SMA SWASTA NASIONAL Siti Nurannisaa P.B.; Anastasia Cinthya Gani; Maitri Widya Mutiara
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.868 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17684

Abstract

Preservation of batik needs to be balanced with increasing the competitiveness of the industry. One of the strategies is to differentiate by creating new batik motifs in various variations and applications in various products as potential creative industries. Batik's design motif can be adjusted to the needs of the designer's interest. Activities that can be done are to build interest in batik in the current generation, especially school-age students through the development of batik motif designs. This community service program was conducted by the Faculty of Fine Arts and Design, Universitas Tarumanagara. The activity has the aim to develop batik design motifs for creative economic education and is attended by high school students. The training is conducted using an online meeting application and broadcast via social media sites. The method used is an experience-based training program or experiential learning. Participants combine knowledge, skills, and values through hands-on experience doing the practice of designing batik motif designs according to the theme of interest using creative thinking strategies with techniques of sketching directed and random images in their visual exploration. Various modifications and the creation of new batik design motifs produced by students indicate a sense of interest in batik culture. Strengthening the potential and power of education since school age becomes an insight to preserve and develop the creative industry. Systematic integration of education is required through the extracurricular and extracurricular teaching on batik motif design as one of the local content.
DAMPAK STIMULUS-RESPON KONSUMEN TERHADAP MARAKNYA GAYA VISUAL IKLAN FLEXING PRODUK BINOMO BUDI SETIAWAN. Edy Chandra; Maitri Widya Mutiara
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.682 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19622

Abstract

Masyarakat Indonesia di awal tahun 2019 telah perkenalkan dengan berbagai produk investasi digital, salah satunya dikenal dengan brand Binomo. Sejak tahun 2011 Pemerintah Indonesia telah menerbitkan aturan tentang perdagangan produk investasi digital dengan bentuk UU Nomor 11 tahun 2011 mengenai perdagangan berjangka komoditi. Brand Binomo merupakan sebuah produk dalam bentuk platform trading saham dan mata uang asing yang dilakukan oleh broker yang menggunakan sistem binary option. Brand Binomo diperkenalkan dan viral di Indonesia pada awal tahun 2019 dengan diluncurkannya video iklan testimoni “Binomo Budi Setiawan”. Strategi pendekatan testimoni serta, gaya komunikasi pada iklan testimoni “Binomo Budi Setiawan” merupakan sebuah sosok pria kaya raya yang memperlihatkan kesuksesannya (flexing) dalam penggunaan brand Binomo. Iklan testimoni dengan pendekatan flexing sudah merupakan bentuk gaya komunikasi iklan yang sudah lama digunakan dalam pendekatan sebuah iklan produk yang berbasis kepada pencitraan (Image Oriented). Faktanya cukup sukses meraih respon positif dari masyarakat terukur dalam respon dan komentar iklan yang tayang pada media online YouTube. Fakta menarik untuk diungkap dalam penelitian terhadap video iklan Brand Binomo adalah apa dan bagaimana stimulus-respon (maraknya flexing) pada visualisasi iklan Brand Binomo Budi Setiawan dapat disampaikan dengan sukses kepada target sasaran masyarakat Indonesia dan menjadi sebuah ledakan era flexing sebagian besar masyarakat di Indonesia. Metode penelitian yang ditempuh adalah dalam bentuk pengumpulan data berupa pengalian sumber informasi lliteratur berupa jurnal, buku rujukan, dan informasi media massa, serta melakukan observasi digital berupa analisa konten-konten video terkait. Pendekatan paradigma penelitian nonpositivisme Etnografi Virtual, dimana model cara berpikir ini di anggap mewakili respon konsumen yang berada dalam sebuah kumpulan masyarakat di dalam dunia maya. Asumsi dari akhir kesimpulan penelitian ini, diharapkan para konsumen dimasa mendatang dapat lebih cermat dan teliti untuk merespon lebih lanjut bentuk-bentuk iklan investasi.
Analisis Penggunaan Hot-Desking Workstation Untuk Hybrid Working Angelika Revy; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v17i2.19543

Abstract

Abstrak — Sistem hybrid working yang diterapkan setelah pandemi Covid-19 memiliki dampak yang melelahkan bagi para pekerja, karena lingkungan kerja yang berubah setiap hari antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor. Dengan sistem hybrid working ini, pekerja memiliki dua ruang untuk bekerja: rumah dan kantor, sehingga memiliki pengaruh terhadap efisiensi tempat kerja. Kebutuhan energi pada ruang kantor juga perlu dihemat dengan mengoptimalkan penggunaan ruang. Salah satu solusi yang diterapkan berupa sistem hot-desking pada workstation di kantor Lazada Indonesia. Hot-desking adalah sistem atau cara kerja yang membuat para pekerjanya bekerja dalam satu ruangan secara bersama-sama atau satu meja secara bergantian dalam waktu yang berbeda. Dengan sistem tersebut, karyawan dibebaskan bekerja di meja manapun. Hot-desking yang dirancang bertujuan efisien untuk hybrid working, nyaman untuk berpindah dan mengatur barang pribadi, dan mendukung privasi karyawan dalam bekerja. Setelah melakukan pengumpulan data karyawan kantor Lazada dengan studi literatur, workstation dirancang dengan tema dan warna yang sesuai dengan perusahaan Lazada Indonesia, dengan desain yang leluasa dan storage yang mendukung kebutuhan pengguna. Tema fresh and lively menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dinamis, dan memberikan motivasi untuk karyawan sehingga lebih produktif ketika berpindah dari rumah ke kantor. Perancangan furnitur workstation menggunakan material plywood dengan finishing HPL untuk top table dan storage, stainless steel untuk kaki meja, frosted acrylic untuk partisi, dan HPL sebagai finishing. Kata kunci: Furniture; Hybrid Working; Kantor; Karyawan; Workstation;
CREATIVE MANAGEMENT STRATEGY IN CREATIVEPRENEURSHIP Eddy Supriyatna Marizar; Indra Widjaja; Maitri Widya Mutiara
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.18682

Abstract

Manajemen kreatif merupakan sinergi antara manajemen dan kreativitas yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis. Istilah manajemen kreatif belum banyak dikenal, bahkan jarang dipelajari dalam ilmu manajemen, walaupun secara praktis telah digunakan dalam praktika entrepreneurship. Manajemen dan kreativitas memiliki tujuan dan luaran yang berbeda, sehingga dianggap saling bertentangan. Fenomena dalam entrepreneurship, kedua disiplin ilmu tersebut cenderung dapat bersinergi dalam praktika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula strategi manajemen kreatif sebagai model pendekatan baru yang dapat diaplikasikan dalam creativepreneurship. Analisis manajemen kreatif ini menggunakan pendekatan kajian kualitatif dan multidisiplin yang sudah diujicobakan dalam berbagai kajian manajemen, desain, entrepreneurship, model pembelajaran, dan riset aplikatif. Esensinya, di dalam praktika entrepreneurship manajemen tanpa kreativitas akan menghasilkan kinerja yang kaku, ide yang hanya dibatasi logika, dan formalistik. Kreativitas dapat memerdekakan di dalam mengambil keputusan, penyusunan strategi dengan gagasan baru yang tidak dibatasi logika. Kreativitas cenderung menggunakan imajinasi di dalam mencari solusi, sehingga mampu menghasilan solusi yang berbeda dan baru. Kreativitas lebih lentur dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menawarkan satu formula baru berupa model strategi manajemen kreatif yang dapat diaplikasikan dalam praktika creativepreneurship.   Creative management is a synergy between management and creativity which aims to increase business competitiveness. The term creative management is not widely known, even rarely studied in management science, although practically it has been used in entrepreneurship practice. Management and creativity have different goals and outcomes, so they are considered contradictory. Phenomena in entrepreneurship, the two disciplines tend to be able to synergize in practice. This study aims to find a creative management strategy formula as a new approach model that can be applied in creativepreneurship. This creative management analysis uses a qualitative and multidisciplinary study approach that has been tested in various management studies, design, entrepreneurship, learning models, and applied research. In essence, in the practice of entrepreneurship management without creativity will produce rigid performance, ideas that are only limited by logic, and are formalistic. Creativity can be liberating in making decisions, formulating strategies with new ideas that are not limited by logic. Creativity tends to use imagination in finding solutions, so that it is able to produce different and new solutions. Creativity is more flexible in decision making. This research offers a new formula in the form of a creative management strategy model that can be applied in creativepreneurship practice.
New Ancol Logo Design, Brings the Meaning of “Happiness” or “Disappointment” for Indonesian People Edy Chandra; Maitri Widya Mutiara
IMAGIONARY Vol 1 No 1 (2022): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.308 KB) | DOI: 10.51353/jim.v1i1.679

Abstract

Discussing the brand of a company, of course, it will begin with a face called a logo. Ancol as one of the companies that focuses on local Indonesian tourism has taken a stand to change its image to the community. With one of his efforts to change the visual appearance of the Ancol logo with a new design. Unfortunately, the results of the hard work of Ancol Public Relations failed to win sympathy from the community. Some people expressed their dislike through a response on twitter. It turned out that the impact of the visual change actually received a negative response from most Indonesians who had had experience visiting Ancol before. This is a formulation of a problem that questions how the picture of the negative response of the Indonesian people to the visualization of the new Ancol Logo and the development efforts of Ancol public relations. Through a qualitative research method approach with the form of case studies that are explored through various mass media reports and progress on existing social media. In the discussion, there was a fact of opinion from a practitioner who stated the discrepancy of the change in the use of the originally colored to monotonous shades of blue. The next hope is that ancol public relations can listen and further develop the Ancol logo to a better form.
PENERAPAN KONSEP “TRANSISIONAL KONTEMPORER” PADA PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI BANTEN Michelle Florencia; Maitri Widya Mutiara; Sri Fariyanti Pane
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i1.43853

Abstract

Today there is a lot of competition for education to stay abreast of the very rapid developments of globalization. Education is the primary need of the community where formal education can be obtained, one of which is through the library. Nowadays, public awareness of the importance of reading books is very minimal, so designers need to make changes to the concept of the library to attract people's interest in starting a lifestyle of reading books. Complete facilities, especially in the field of technology, in a library can be one of the attractions for visitors and is equipped with relaxing facilities and a café for a short break. In general, libraries are indoor and closed which gives a serious and tense impression so designers provide several digital library innovations with the concept of a learning commons library according to today's lifestyle. Uplifting the 'Transitional Contemporary' style of Banten culture with contemporary culture and 'Natural' style which can produce harmonious designs and do not collide with each other, are able to combine aesthetic elements that complement each other and produce a new room design that feels different. With that, a theme was created "Innovative Bantenese Transitional Contemporary Interior Design For The Future Library" which can achieve the initial goal of designing the Banten Province Regional Library to be able to increase reader interest by paying attention to aspects of comfort, efficiency and productivity with a touch of technology and adjustments to the lifestyle of the next generation. now without leaving the locality of Banten culture.Keywords: Banten, innovative, natural, library.AbstrakMasa kini banyak persaingan pendidikan agar tetap mengikuti perkembangan arus globalisasi yang sangat pesat. Pendidikan menjadi kebutuhan primer masyarakat dimana pendidikan formal mampu diperoleh salah satunya melalui perpustakaan. Zaman ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku sangat minim sehingga desainer perlu melakukan perubahan konsep pada perpustakaan untuk menarik minat masyarakat memulai pola hidup membaca buku. Kelengkapan fasilitas terutama pada bidang teknologi dalam suatu perpustakaan mampu menjadi salah satu daya tarik pengunjung dan dilengkapi dengan fasilitas bersantai dan café untuk istirahat sejenak. Pada umumnya perpustakaan bersifat indoor dan tertutup yang memberikan kesan serius dan menegangkan sehingga desainer memberikan beberapa inovasi perpustakaan digital dengan konsep perpustakaan learning commons sesuai gaya hidup masa kini.  Mengangkat gaya ‘Transisional Kontemporer’ kebudayaan Banten dengan kebudayaan masa kini dan gaya ‘Natural’ yang dapat menghasilkan desain harmonis dan tidak bertabrakan satu sama lain, mampu menggabungkan elemen estetis saling melengkapi dan menghasilkan suatu desain ruangan baru yang terasa berbeda. Dengan itu, terciptalah sebuah tema “Innovative Bantenese Transitional Contemporary Interior Design For The Future Library” yang dapat mencapai tujuan awal perancangan Perpustakaan Daerah Provinsi Banten agar mampu meningkatkan minat pembaca dengan memperhatikan segi kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas dengan sentuhan teknologi serta penyesuaian gaya hidup generasi kini tanpa meninggalkan kelokalitasan budaya Banten.Kata Kunci: Banten, inovatif, natural, perpustakaan. Authors:Michelle Florencia : Universitas TarumanagaraMaitri Widya Mutiara : Universitas TarumanagaraSri Fariyanti Pane : Institut Kesenian JakartaReferences:Azhari, R. (2021). Perancangan Tirai untuk Sekat Ruangan dengan Tali Goni Pewarna Remasol Menggunakan Teknik Macrame. Medan: Unimed.Content, W. (2022). Mengenal Gaya Desain Transisional Yang Unik Dan TimelessNo Title. https://www.kanafurniture.com/blog/d/mengenal-gaya-desain-transisional-yang-unik-dan-timeless (diakses tanggal 14 Mei 2023).Effendi, E. M., & Rahmah, E. (2019). Penerapan Konsep Learning Commons Sebagai Upaya Dalam. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 8(1), 147–153.Gibbons, S. (2016). Design Thinking 101. https://www.nngroup.com/articles/design-thinking/ (diakses tanggal 12 Mei 2023).Lechner, N. (1968). Heating, Cooling Lighting: Design Methode For Architects (Fourth Edi). New Jersey: John Wiley & Sons Inc.Manalu, A., & Mesra, M. (2019). Analisis Analisis Produk Kerajinan Lampu Hias Dari Batok Kelapa Pada Perajin Wak Jek Art (Wja) Di Medan Ditinjau Dari Bentuk. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 267. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13638.Mesra, M., Kartono, G., & Ibrahim, A. (2022). Penerapan Ornamen Tradisional Sumatera Utara Pada Toples Makanan Sebagai Sarana Revitalisasi. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 81. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33639.Mafaza, M. Z. (2022). Transisional: Pengaruh Gaya Modern pada Desain Tradisional yang Elegan. https://interiordesign.id/gaya-desain-transisional-sentuhan-pengaruh-modern-pada-desain-tradisional-yang-elegan/ (diakses tanggal 10 Mei 2023).Puni, K. D., Nurwidyaningrum, D., & Apriliansyah, C. T. (2020). Evaluasi Sistem Pencahayaan Pada Perpustakaan Nasional. Vitruvian Jurnal Arsitektur Bangunan Dan Lingkungan, 9(3), 157. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2020.v9i3.005.Retno, H. (2021). Miris, Minat Baca di Indonesia Menurut UNESCO Hanya 0,001 Persen. https://portalbandungtimur.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-941922838/miris-minat-baca-di-indonesia-menurut-unesco-hanya-0001-persen (diakses tanggal 10 Mei 2023).Saputro, R. F. (2022). Menuju Perpustakaan Ideal Berdasarkan Undang-Undang Dan Peraturan. https://www.bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=perpustakaan ideal (diakses tanggal 12 Mei 2023).Siregar, H. A., & Adi, R. (2021). Kajian Desain Interior Bernuansa Natural-Modern Studi Kasus Khana Spa, Surabaya. Jurnal Patra, 3(1), 53–58.Surachman, A. (2014). Analisis Penerimaan Sistem Informasi Perpustakaan ( SIPUS ) Terpadu versi 3 ( Tiga ) di Lingkungan Universitas Gadjah Mada. 3(January 2008).Tannuwijaya, R., Marizar, E. S., & Mutiara, M. W. (2020). Penerapan Tema “Oasis in Urbanism” pada Perancangan Interior Hotel Resort Novotel Palembang. Visual, 13(2). https://doi.org/10.24912/jurnal.v13i2.8023.
DAMPAK KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MAGANG DAN STUDI INDEPENDEN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Desi Arisandi; Maitri Widya Mutiara; Viny Christanti Mawardi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16163.2022

Abstract

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Pada program studi Teknik Informatika dan Desain Interior, kegiatan magang/praktik kerja telah dilaksanakan mahasiswa, dalam kurun waktu 6 – 12 bulan pada perusahaan atau organisasi yang menjadi mitra program studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan magang dan studi independen dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Responden yang telah mengisi kuesioner berjumlah 227 mahasiswa, terdiri dari 158 mahasiswa peserta magang dan studi independen dan 69 mahasiswa yang belum mengikuti magang dan studi independent. Kegiatan magang dan studi independen sangat membantu meningkatkan kompetensi mahasiswa baik secara hard skill maupun soft skill. Kegiatan magang dan studi independen juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa belajar secara langsung (experiential learning) di tempat kerja/industri yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.
MODEL MANAJEMEN DESAIN UNTUK INDUSTRI FURNITUR DI JEPARA Mutiara, Maitri Widya; Irawan, Agustinus Purna; Supriyatna-Mz, Eddy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29582

Abstract

Industri furnitur di Indonesia, khususnya di Jepara, telah menjadi pilar penting dalam ekonomi nasional dengan kontribusi signifikan terhadap ekspor. Meski terkenal dengan seni ukir tradisionalnya, industri furnitur Jepara menghadapi tantangan adaptasi desain untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang dinamis. Penelitian ini mengeksplorasi potensi manajemen desain sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan inovasi produk di tengah perubahan tren pasar dan tantangan global. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bahwa desain dan manajemen strategis dapat diintegrasikan untuk menciptakan nilai tambah dan keunggulan kompetitif. Melalui analisis terhadap literatur terkait dan observasi industri, tujuan dari penelitian ini mengembangkan model manajemen desain yang dapat diterapkan pada industri furnitur di Jepara. Model ini melibatkan kolaborasi keilmuan manajemen dan desain serta industri furnitur di Jepara untuk menghasilkan produk yang tidak hanya inovatif dan berdaya saing serta berdaya saing, selain itu juga mempertahankan identitas budaya lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang manajemen desain dan pelatihan terkait dapat membantu para pemangku kepentingan di Jepara untuk mengatasi tantangan industri dan memanfaatkan peluang pasar global. Penelitian ini memberikan saran untuk peningkatan edukasi dan kerjasama antara pemerintah, industri, dan lembaga desain untuk mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan industri furnitur di Jepara.   The furniture industry in Indonesia, in Jepara, has become an important pillar in the national economy with a significant contribution to exports. Despite being famous for its traditional engraving art, the Japanese furniture industry faces the challenge of adapting design to meet the demands of a dynamic global market. The research explores the potential of design management as a strategy to enhance product competitiveness and innovation amid changing market trends and global challenges. With a qualitative approach and case studies, this research identifies that strategic design and management can be integrated to create added value and competitive advantage. Through the analysis of related literature and industry observations, the objective of this research is to develop a design management model that can be applied to the furniture industry in Jepara. This model involves the collaboration of management and design sciences as well as furniture industries at Jepara to produce products that are not only innovative and competitive and competitiveness, but also preserve the local cultural identity. The conclusions of this study suggest that a deeper understanding of design management and related training can help stakeholders in Jepara to overcome industry challenges and take advantage of global market opportunities. The research provides suggestions for improved education and cooperation between government, industry, and design agencies to support the sustainability and growth of the furniture industry in Jepara.
LATIHAN MENGGAMBAR DASAR DOODLE UNTUK SISWA SMP DI DESA CIHERANG, CIANJUR nashir, muhammad; Jap Tji Beng; Sri Tiatri; Maitri Widya Mutiara; Lygia Teresa Timoria Natan; Muhammad Irfan Pradana; Octarifa Angela; Vania Yori Wakano
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i1.28698

Abstract

Community Service activities are carried out together with a team of lecturers, a team of students, and junior high school students in Ciherang Village, Cianjur. The problem faced by junior high school students in Ciherang Village is none other than the impact of the earthquake disaster in the Cianjur area. As a result, post-earthquake trauma and junior high school students' activities tend to be undirected due to collapsed school buildings and houses. As a solution, Community Service conducted a 'doodle' drawing activity in the emergency tent. 'Doodle' is a free drawing activity to express oneself and describe personal experiences, circumstances, and current surrounding situations. The 'doodle' drawing activity aims to direct students to be more productive with the introduction of 'doodle' and reduce post-earthquake trauma because 'doodle' is a form of art therapy. The method used in this Community Service is the demonstration method through a group discussion approach by students with junior high school students. The method of implementation is to divide junior high school students into several groups, distribute bags containing tools for activities, follow the direction of the lecturer who demonstrates making various forms of lines in various directions while accompanied by students, students create their own creations by making the composition of the lines that have been practiced, and coloring their 'doodles' with soft pastels and watercolors. As a result of the implementation of this activity, students who were previously more often in refugee tents have more organized activities. ABSTRAK  Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan bersama dengan tim dosen, tim mahasiswa, dan siswa SMP di Desa Ciherang, Cianjur. Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMP di Desa Ciherang tidak lain adalah dampak dari bencana gempa bumi di wilayah Cianjur. Akibatnya, trauma pasca gempa dan kegiatan siswa SMP yang cenderung tidak terarah karena bangunan sekolah dan rumah yang runtuh. Sebagai solusi, PKM melaksanakan kegiatan  menggambar ‘doodle’ di tenda darurat. ‘Doodle’ merupakan sebuah aktivitas menggambar bebas untuk mengekspresikan diri serta menggambarkan pengalaman pribadi, keadaan, dan situasi sekitar saat ini. Kegiatan menggambar ‘doodle’ bertujuan untuk mengarahkan siswa agar lebih produktif dengan dikenalkannya ‘doodle’ dan mengurangi trauma pasca gempa lantaran ‘doodle’ merupakan bentuk dari terapi seni. Metode yang digunakan dalam PKM ini ialah metode demonstrasi melalui pendekatan diskusi kelompok oleh mahasiswa dengan siswa SMP. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah membagi siswa SMP menjadi beberapa kelompok, membagikan tas berisi alat untuk kegiatan, mengikuti arahan dosen yang melakukan demonstrasi membuat beragam bentuk garis dengan berbagai arah sembari didampingi mahasiswa, siswa berkreasi sendiri dengan membuat komposisi garis yang sudah dipraktekan, dan mewarnai ‘doodle’ mereka dengan soft pastel dan watercolor. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini siswa yang sebelumnya lebih sering berada di tenda pengungsian menjadi punya kegiatan yang lebih terarah dan produktif yaitu menggambar ‘doodle’ . Dengan kegiatan menggambar ‘doodle’ juga mengurangi rasa trauma mereka pasca gempa yang dilihat dari ekspresi siswa saat mengikuti rangkaian kegiatan ini.