Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Tunas Sawerma Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel Charles Gandy; Yundy Hafizrianda; Thobby Wakarmamu
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 4 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v4i3.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Tunas Sawaerma terhadap kesejahteraan masyarakat di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel, 2). Menganalisis respon masyarakat adat terhadap program CSR PT. Tunas Sawerma dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel, serta 3). Menganalisis kebijakan apa yang efektif dalam mengimplementasikan CSR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan  kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen, Unit analisis dalam penelitian ini menggunakan 2 (dua) model unit analisis, yakni unit analisis organisasional yaitu dari pihak PT. Tunas Sawaerma dan Unit analisis kelompok yaitu masyarakat adat yang berada di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel. Lokasi dalam penelitian ini adalah masyarakat adat yang tinggal di kampung Butiptiri (POP-A) dan Kampung Getentiri (POP-B) Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR memberi perubahan yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat adat, dan program CSR PT. Tunas Sawaerma mendapat respon yang positif dari masyarakat adat karena adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel.Kata Kunci : Implementasi CSR, Kesejahteraan Masyarakat
Pengaruh Belanja Modal Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Wilayah Adat Mamta Charley M. Bisai; Riski Romadhan; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i1.2101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan belanja modal maupun pertumbuhan ekonomi serta menguji apakah belanja modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta tahun 2013-2016.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Deskriptif Kuantitatif.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan melalui situs www.djpk.depkeu.go.id, dan Badan Pusat Statistika melalui situs www.bps.go.id/provinsipapua. Sampel dalam penelitian ini adalah Wilayah Adat Mamta terdiri dari 5 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Memberamo Raya dan Kota Jayapura dengan empat tahun pengamatan yaitu tahun 2013-2016. Metode analisis regresi data paneldigunakan untuk mengukur pengaruh dari gabungan kedua data yang digunakan yaitu data time series dan cross section. Analisis data menggunakan bantuan program Eviews 9.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data panel dengan variabel independen yaitu belanja modal sedangkan variabel dependen pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta.Secara parsial belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada masing-masing Kabupaten/Kota tersebut..Kata Kunci: Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Wilayah Adat Mamta
Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Mamberamo Tengah Pongsikabe Rully; Yundy Hafizrianda; Joddy E. H. Siahainenia; Dominggus Marey
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v5i2.2113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh langsung dan tidak langsung dari Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi.  Pertumbuhan Ekonomi ditandai dengan adanya peningkatan mutu pelayanan publik dan meningkatnya kegiatan ekonomi di suatu daerah. Semakin besar porsi Belanja Modal yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah maka akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan mempengaruhi keterlibatan/partisipasi masyarakat terhadap sektor ekonomi akan meningkat pula yang mana akan memberi dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari organisasi perangkat daerah dan juga instansi vertical berupa laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamberamo Tengah tahun 2010 – 2016 menyangkut Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Badan Pusat Statistik Provinsi Papua berupa realisasi Produk Domistik Bruto dan Pertumbuhan Ekonomi.  Dalam penelitian ini perangkat analisis yang dipakai adalah analisis jalur (path analisys) yang merupakan perluasan dari regresi linear berganda dengan menggunakan softwere SPSS 20 (Statistical Package for Sosial Sciences).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung Belanja Modal (x1) terhadap Pertumbuhan Ekonomi adalah sebesar 0.119, dan pengaruh tidak langsung Belanja Modal melalui Pendapatan Asli Daerah (x2) terhadap Pertumbuhan Ekonomi adalah sebesar 0.127. pengaruh langsung Pendapatan Asli Daerah (x2) terhadap Pertumbuhan Ekonomi adalah sebesar 0.604 dan pengaruh tidak langsung Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui Belanja Modal (x1)  adalah sebesar 0.127 dengan total pengaruh adalah 0.977 atau sama dengan besarnya nilai R Square (R2) Kata Kunci  : Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi.
Pengaruh IPM, Pertumbuhan Ekonomi Dan Tenaga Kerja Terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Di Provinsi Papua Fandini Diamona Jamaludin; Yundy Hafizrianda; Marsi Adi Purwadi; Maria Kbarek
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i1.2173

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua, menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua dan menganalisis pengaruh tenaga kerja berpengaruh terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya thitung untuk IPM sebesar -1,136 < dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,299 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa IPM berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua. Thitung untuk PDRB sebesar 1,850. Besarnya ttabel pada α = 0,05 adalah sebesar 1,812. Besarnya thitung untuk IPM sebesar 1,850 > dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,114 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDRB berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua. Thitung untuk tenaga kerja sebesar 3,518. Besarnya ttabel pada α = 0,05 adalah sebesar 1,812. Besarnya thitung untuk IPM sebesar 3,518 > dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,013 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua.Kata Kunci: IPM, PDRB, Tenaga Kerja, ICOR.
Analisis Elastisitas Dan Daya Serap Tenaga Kerja Sektor Industri Kecil Di Provinsi Papua Dominggus Marey; Balthazar Kreuta; Fajril A. Kaimudin; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i3.2184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar daya serap tenaga keja industri kecil terhadap tenega kerja Provinsi Papua dan seberapa besar elastisitas tenaga kerja sektor industri kecil terhadap perluasan kesempatan kerja di Provinsi Papua. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini yakni menggunkkan teknik analisis daya serap serta laju pertumbuhan tenaga kerja dan nilai produksi industri kecil. kemudian untuk mengetahui rata-rata elastisitas tenaga kerja sektor industri kecil di Provinsi Papua mengunakan model analisi regresi sederhana dengan metode kuadrat terkecil (Ordinal Least Square). Model regresi sederhana yang dipergunakan untuk menjelaskan hubungan antara nilai produksi industri kecil terhadap perluassan kesempatan kerja di Provinsi Papua berdasarkan pada fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata daya serap tenaga kerja sektor industri kecil selama sembilan belas tahun sebesar 1,48 persen. Rata-rata pertumbuhan tenaga kerja industri kecil tahun pada 1997-2016 di provinsi Papua sebesar 2 persen. Rata- rata pertumbuhan produksi pada tahun 1997-2016 industri kecil di Provinsi Papua sebesar 4 persen. Besar elastisitas kesempatan kerja sektor industri kecil di Provinsi Papua selama kurun waktu 1997-2016 dalam regresi adalah 0,508. Dengan demikian dapat digeneresasikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didindikatorkan dengan melalui perkembangan nilai produksi industri kecil memiliki pengaruh positif dan cukup signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja di sektor industri kecil. Berdasarkan nilai elastisitasnya sebesar 0,508, sektor ini memiliki sifat yang inelastis, artinya setiap perubahan atau kenaikan pada total produksi industri kecil sebesar 1 persen, ceteris paribus, maka akan mendorong peningkatkan kesempatan kerja pada sektor industri kecil hanya sebesar 0,508 persen. Dengan kata lain industri kecil di Provinsi Papua terjadi skala hasil yang meningkat (decreasing retun to scale) dimana kenaikan output industri kecil memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input. Kata Kunci: Daya Serap, Elastisitas, Tenaga Kerja, Sektor Industri
Analisis Efek Keterkaitan Kebelakang Dan Kedepan Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Kabupaten Keerom Yohanes Yanuarius Baru; Yundy Hafizrianda; Transna Putra Urip; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v9i1.2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keterkaitan ke belakang dan ke depan di sektor pertanian terhadap perekonomian Kabupaten Keerom. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah PDRB atas dasar harga berlaku menurut sektor di Kabupaten Keerom, PDRB atas dasar harga berlaku menurut sektor di Provinsi Papua, dan tabel Input-Output Provinsi Papua Tahun 2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi atau tinjauan pustaka, dengan menggunakan data matriks transaksi ekonomi provinsi Papua yang kemudian diturunkan ke Tabel IO Kabupaten Keerom 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Simple Location Quotient (SLQ), analisis koefisien input dengan pendekatan LQ , analisis keterkaitan kebelakang (backward linkage effect), analisis keterkaitan kedepan (forward linkage effect), Analisis Daya Sebar, dan Derajad Kepekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subsektor peternakan memiliki pengaruh keterkaitan kebelakang sebesar 1,2218, lebih tinggi dibandingkan subsektor lainnya, disusul oleh subsektor kehutanan dan perkayuan dengan nilai keterkaitan kebelakang sebesar 1,2161; (2) Subsektor perikanan memiliki pengaruh keterkaitan kedepan sebesar 1,3030, lebih tinggi dari subsektor lainnya; (3) Dari segi output, sektor pertanian yang berorientasi dalam negeri adalah subsektor Tanaman Pangan, subsektor Tanaman Perkebunan, dan subsektor Kehutanan dan penebangan karena memiliki IDK (Indeks Derajad Kepekaan) di atas satu; (4) Subsektor Kehutanan dan Perkayuan serta Subsektor Tanaman Perkebunan merupakan unggulan sektor pertanian di Kabupaten Keerom karena memiliki IDP (Indeks Daya Penyebaran) dan IDK (Indeks Daerajad Kepekaan) di atas satu.Kata Kunci : efek keterkaitan kebelakang, efek keterkaitan kedepan, sektor pemimpin
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesempatan Kerja Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Jayapura Tahun 2007-2021 Helena Gracelia U. Gobay; Yundy Hafizrianda; Sarlota A. Ratang
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v9i2.3230

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of economic growth and employment opportunities on poverty levels in Jayapura city. This study uses time series data, and the data analysis method used is multiple regression. In the results of the study, it was found that the value of the regression coefficient of the economic growth variable was 0.000 with a significance level of 7.381. So it can be concluded that economic growth has a positive and significant effect on the level of poverty. The regression coefficient value of the employment level variable is 0.031, with a significance level of 2.440. So it can be concluded that the level of employment has a positive and significant effect on the poverty rate in Jayapura City. Keywords: poverty rate, economic growth, employment opportunity level. Keywords: employment opportunity level, economic growth, and poverty rate
Analisis Kualitas Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2018-2021 Yundy Hafizrianda; Ida Ayu Purba Riani; Agustinus Salle
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v9i3.3253

Abstract

This study aims to: (1) measure and analyze the performance of APBD management in Mimika Regency; (2) evaluate and analyze the quality of the Mimika Regency APBD; and (3) formulate recommendations for better quality APBD management policies in the future that can provide impetus for the acceleration of Mimika Regency's socio-economic development. The approach used in this study is a quantitative approach, in which the APBD quality assessment refers to eight APBD performance indicators measured using an ordinal scale and a composite index to obtain a value for the quality of APBD management in a given year. The results of data processing show that in 2018, the quality value of the Mimika Regency APBD only reached 72.92 points, which was included in the "less quality" category. Then in 2019, there was an increase in the quality of the Mimika Regency APBD with a value of 79.17 points, which was in the "sufficient quality" category. Likewise, for 2020, even though there was a decrease in the quality score compared to the previous year, it was still in the "sufficient quality" category with a quality score of 77.08 points. For the results of the 2021 assessment, there was a decrease compared to 2020, with an APBD quality score of 75.00 points, which caused the quality category to fall back to "less quality." Overall, the quality of the Mimika Regency APBD during 2018–2021 is indicated to be not yet satisfactory, which is most dominant due to the late determination of the APBD, the low level of fiscal independence, the non-fulfillment of the allocation of capital expenditures and education expenditures according to regulations, and the regional expenditures that have not been effective in accelerating economic growth and poverty reduction. Key Words : APBD Performance Indicator, Composite Index, APBD Quality
Potensi Sektor Pertanian dalam Perekonomian Wilayah Provinsi Papua Yundy Hafizrianda; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v10i1.5392

Abstract

This study aims to (1) measure and analyze the contribution of the agricultural sector to the regional economy of Papua Province; and (2) identify and analyze the macro-sectoral potential of the management of the agricultural sector in Papua Province. There are two analytical tools used, namely the LQ Index and Sectoral Classen Typology. Based on the results of data processing with LQ analysis, it was identified that the agricultural sector is the base in Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. As for Jayapura City, the agricultural sector is not a base because it has an agricultural LQ value of 0.48 < 1. Then, from the Sectoral Classen Typology analysis, it shows that macrosectorally and macrospatially, the management of agricultural natural resources in Papua Province in the future is very prospective for developing regional economies. This is indicated by the typology of the agricultural sector in each region in Papua, which is mostly classified as an advanced and fast-growing sector (Quadrant I) for the future, namely in Sarmi, Keerom, Mamberamo Raya, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. The sectors that are categorized as advanced and fast-growing can be used as prime sectors and priorities for development in the future, both in the short, medium, and long term, in the Province of Papua. Keywords: Agricultural Sector, Economic Base, Sectoral Classen Typology
Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Bahtiar; Elsyan R. Marlissa; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v10i2.5396

Abstract

Papua Province; and (2) identify and analyze the macro-sectoral potential of the management of the agricultural sector in Papua Province. There are two analytical tools used, namely the LQ Index and Sectoral Classen Typology. Based on the results of data processing with LQ analysis, it was identified that the agricultural sector is the base in Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. As for Jayapura City, the agricultural sector is not a base because it has an agricultural LQ value of 0.48 < 1. Then, from the Sectoral Classen Typology analysis, it shows that macrosectorally and macrospatially, the management of agricultural natural resources in Papua Province in the future is very prospective for developing regional economies. This is indicated by the typology of the agricultural sector in each region in Papua, which is mostly classified as an advanced and fast-growing sector (Quadrant I) for the future, namely in Sarmi, Keerom, Mamberamo Raya, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. The sectors that are categorized as advanced and fast-growing can be used as prime sectors and priorities for development in the future, both in the short, medium, and long term, in the Province of Papua. This research aims to 1) Analyze the influence of investment on economic growth in Papua Province; 2) Analyze the influence of the amount of government spending on economic growth in Papua Province; 3) Analyze the influence of the number of labor force on economic growth in Papua Province. The number of observations in this research was 69 data points in the 2010-2021 time period in Papua Province using panel data. The data that has been collected is analyzed using descriptive analysis and 2SLS analysis according to the researcher's framework, with the Eviews and Excel programs. The research results show 1) the results of the mediation test show that investment in economic growth through labor absorption indirectly has a significant positive effect; 2) the results of the mediation test show that the variable government expenditure on economic growth through labor absorption indirectly has a significant positive effect; 3) the direct influence of the Labor variable has a positive and significant effect on economic growth (GRDP). Keywords: Investment; Government Expenditures; Labor; Economic growth