Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Elektrifikasi Pelanggan Industri, Rumah Tangga dan Sosial Terhadap Perkembangan Ekonomi Sektor Industri Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Mimika Timotius Irto Ta’dungan; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v12i2.5506

Abstract

This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of electrification of industrial customers, household customers, and social customers on the economic development of the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector in Mimika Regency. The method used in this research is an associative method with a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The data used are secondary time series data over an eleven-year period sourced from the Central Statistics Agency of Mimika Regency and PT PLN UP3 Timika. Prior to regression analysis, classical assumption tests were conducted, including normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. Hypothesis testing was performed partially using the t-test and simultaneously using the F-test. The results showed that the regression model met all classical assumption tests, thus declared valid for further analysis. Partially, electrification of industrial customers had no significant effect on the GRDP growth of the MSME sector, while electrification of household customers and social customers had a significant effect. Simultaneously, all three electrification variables together had a significant effect on the GRDP growth of the MSME sector. The three types of electrification together were able to explain most of the variation in MSME GRDP. Based on these findings, it is concluded that household and social electrification are important factors in driving MSME growth in Mimika Regency, while industrial electrification has not yet provided a meaningful impact. As practical recommendations, the Mimika Regency Government and PT PLN are advised to prioritize the expansion of electricity networks to underserved areas, especially for household customers and social facilities such as schools and community health centers. Furthermore, it is necessary to encourage linkages between the large industrial sector and local MSMEs through partnership programs and local supply chains, as well as to provide affordable electricity programs for micro and small enterprises. Keywords: Customer Electrification, MSME Development, Multiple Linear Regression
Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Perekonomian Regional di Provinsi Papua Tahun 2015-2024 Anderias Seran; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v13i1.5593

Abstract

This study aims to analyze the inflation trend in Papua Province during the 2014-2023 period, explain the development of economic growth, and examine the effect of inflation on regional economic growth in Papua Province. The research method used is a quantitative approach with secondary time series data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Papua Province and Bank Indonesia. The analysis was conducted through classical assumption tests (normality, multicollinearity, and autocorrelation), Pearson correlation test, and simple regression using the log-log elasticity model to measure the magnitude of inflation's effect on Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices. The results show that inflation in Papua Province during the 2014-2023 period experienced fairly high fluctuations, with the highest peak occurring in 2018 at 6.54 percent, while economic growth contracted by minus 1.10 percent in 2020 due to the COVID-19 pandemic before recovering in subsequent years. The regression analysis proves that inflation has a negative and significant effect on economic growth in Papua Province, with a regression coefficient of -1.154 and a significance value of 0.000, meaning that every 1 percent increase in inflation will reduce economic growth by 1.154 percent. The coefficient of determination (R Square) value of 0.284 indicates that inflation explains 28.4 percent of the variation in economic growth, while the remaining is influenced by other variables outside the model. Keywords: Inflation, Economic Growth, GRDP, Papua Province, Log-Log Regression
Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Anggaran Belanja Daerah di Kabupaten Jayapura Ester Ester; Agustinus Salle; Yundy Hafizrianda; Elsyan Rienette Marlissa; Westim Ratang; Ida Ayu Purba Riani
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4088

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran belanja daerah Kabupaten Jayapura periode 2020–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain sekuensial eksplanatori. Data kuantitatif bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Jayapura, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan lima informan yang terlibat dalam perencanaan, penganggaran, perbendaharaan, dan akuntansi daerah. Data dianalisis menggunakan rasio efektivitas dan efisiensi serta analisis tematik untuk menjelaskan hasil pengukuran kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas belanja daerah meningkat dari 78% pada 2020 menjadi 96% pada 2022, kemudian tetap berada dalam kategori efektif pada 2023 sebesar 95% dan 2024 sebesar 91%. Tingkat efisiensi berada pada kisaran 59%–69%, sehingga tergolong efisien hingga sangat efisien berdasarkan kriteria yang digunakan. Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam kesesuaian antara anggaran dan realisasi belanja. Namun, pengelolaan anggaran masih dipengaruhi oleh perubahan prioritas akibat dinamika politik dan kondisi lapangan, keterlambatan pelaksanaan dan pengendalian belanja, kapasitas sumber daya manusia yang belum merata, serta koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal. Peningkatan kinerja anggaran memerlukan penguatan perencanaan terintegrasi, pengendalian pelaksanaan, peningkatan kompetensi aparatur, koordinasi antar-OPD, serta optimalisasi sistem informasi keuangan daerah.
Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2015-2024 Riswanto Sam Tandidatu Tandidatu; Yundy Hafizrianda; Risky Novan Ngutra
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis berbasis data sekunder. Data penelitian diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) tahun 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan rasio kinerja keuangan daerah yang meliputi rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio aktivitas, dan rasio pertumbuhan untuk menggambarkan kondisi pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024 masih menghadapi berbagai tantangan. Rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang rendah dengan dominasi ketergantungan terhadap pendapatan transfer pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pola yang berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan pada akhir periode penelitian. Sementara itu, rasio efisiensi menunjukkan kemampuan pengelolaan anggaran yang relatif baik, meskipun terdapat peningkatan tekanan fiskal akibat pertumbuhan belanja yang lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan. Dari sisi aktivitas belanja, struktur anggaran masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal yang bersifat produktif. Selain itu, rasio pertumbuhan PAD menunjukkan pola yang fluktuatif dan belum mencerminkan pertumbuhan fiskal yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura masih perlu memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas belanja publik untuk mewujudkan kemandirian keuangan daerah yang lebih berkelanjutan.