Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS GROUTING TIRAI (CURTAIN GROUTING) DALAM MENGURANGI REMBESAN PADA SANDARAN KIRI BENDUNGAN BULANGO ULU Muhammad Rizki Ismail; Indriati Martha Patuti; Komang Arya Utama
Composite Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v6i2.205

Abstract

Rembesan yang terjadi pada fondasi bendungan diakibatkan oleh kondisi struktur geologi batuan yang buruk pada dasar bendungan, sehingga perlu dilakukan perbaikan grouting tirai untuk melakukan pengendalian laju rembesan dengan nilai lugeon < 3. Bendungan Bulango Ulu merupakan bendungan multifungsi yang dibangun untuk mendukung penyediaan air, irigasi, dan pengendalian banjir di Provinsi Gorontalo. Untuk menjamin keamanan dan kinerja bendungan, diperlukan pengendalian rembesan melalui grouting tirai, untuk tercapainya pelaksanaan grouting tirai secara maksimal dan efektif perlu dilakukan trial grouting guna menentukan jarak efektif antar lubang grouting serta analisis efektivitas grouting tirai untuk menilai keberhasilannya dalam mengurangi rembesan pada Bendungan Bulango Ulu. Metode yang digunakan meliputi analisis statistik dengan pendekatan split-spacing dan persamaan Cedergren, H.R. (1967), analisis menggunakan data sekunder berupa data geologi dan nilai lugeon hasil grouting tirai. Berdasarkan hasil peninjauan bahwa batuan fondasi tersusun atas diorit bone dan granodiorit dengan tingkat pelapukan ringan hingga berat serta nilai rembesan awal berkisar antara 10,13-41,41 Lu. Hasil jarak efektif antar lubang grouting sebesar 1,5 m terbukti dari nilai efektivitas dengan nilai efektivitas 85,9% (kategori baik) dan grout take 24,19 kg/m (kategori rendah). Analisis statistik menunjukkan penurunan nilai lugeon yang signifikan dari lubang pilot hingga lubang cek. Hasil dari analisis efektivitas grouting menggunakan persamaan Cedergren sebesar 89,59% (kategori baik). Berdasarkan analisis efektivitas grouting pelaksanaan grouting tirai pada Tumpuan Kiri Bendungan Bulango Ulu terbukti efektif dalam mengurangi rembesan pada dasar bendungan.
ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TIANG PANCANG DENGAN VARIASI DIAMETER METODE MEYERHOF DAN REESE & WRIGHT BERDASARKAN DATA STANDARD PENETRATION TEST Saphira Rofilah Mokoginta; Indriati Martha Patuti; Fadly Achmad
Composite Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v6i2.227

Abstract

Fondasi tiang pancang digunakan untuk meneruskan beban struktur ke lapisan tanah yang memiliki daya dukung memadai. Pada tanah endapan danau, variasi diameter tiang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kapasitas dukung fondasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter terhadap kapasitas dukung tiang pancang serta membandingkan hasil metode Meyerhof dan Reese & Wright berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT).Analisis dilakukan pada tiang pancang beton tunggal dengan diameter 0,5 m dan 0,6 m menggunakan data SPT yang telah dikoreksi. Perhitungan meliputi tahanan ujung, tahanan gesek selimut, kapasitas dukung ultimit, dan kapasitas dukung izin pada berbagai kedalaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter tiang meningkatkan kapasitas dukung pada kedua metode. Pada kedalaman optimum 24 m, kapasitas dukung izin metode Meyerhof meningkat dari 472,34 kN menjadi 760,50 kN atau sebesar 61,0%, sedangkan metode Reese & Wright meningkat dari 826,52 kN menjadi 1.053,73 kN atau sebesar 27,5%. Kedalaman 24 m merupakan kedalaman yang paling efektif karena telah mencapai lapisan tanah dengan nilai SPT yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tiang dan kondisi lapisan tanah berpengaruh signifikan terhadap kapasitas dukung fondasi. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam penentuan dimensi dan kedalaman fondasi tiang pancang yang efisien pada tanah endapan danau.