Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Radio Resources Allocation Based-on Energy Saving For Lte-advanced System Vinsensius Sigit Widhi Prabowo; Arfianto Fahmi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With increasing demand for faster access, then LTE-Advance system (LTE-A) is developed dan released by the fourth generation (4G) mobile system. 3GPP introduced a new technology that is Carrier Aggregation (CA) to support wider transmission bandwidth and spectrum efficiency. With the CA system, every user can be scheduled on multiple carriers. Because of the difference in frequencies for each carrier, there are some differences too in fading and coverage for each carrier. This problem effects the performance of conventional resources allocation algorithm especially mean-greedy algorithm. Then a method to classify users and chunk according to the number of carriers that can be given to the user is proposed. This process is called user chunk grouping (UCG). This process is performed before the mean-greedy algorithms process. Each user is grouped based on the characteristics of each component carrier fading experienced by the user. This scheme is expected to overcome the problem caused by CA system. Through simulation process, the UCG process can improve either fairness system or average throughput according to the ratio of user and bandwidth used in system. Keywords: Carrier Aggregation, Mean-Greedy, User Grouping, LTE-
Perencanaan Dan Analisis Ieee 802.11n Sebagai Backhaul Untuk Mendukung Jaringan Umts Di Anjungan Minyak Lepas Pantai Hendro Iman Pangestu; Achmad Ali Muayyadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK 802.11n merupakan teknologi kunci di bidang komunikasi nirkabel bergerak sebagai teknologi akses yang memungkinkan konektivitas banyak perangkat kedalam suatu jaringan yang multi protokol. Satu hal yang paling menarik adalah,WiFi dispesifikasikan untuk bekerja diatas band unlicensed,maka dari itu tidak perlu biaya yang besar untuk membuat sebuah transmitter WiFi mengudara. Jika dikaji lagi, ternyata teknologi ini dapat dijadikan sebagai backhaul jaringan selulerkarena data rate 802.11n hingga 300 Mbps akan sangat mampu untuk membawa trafik dari sebuah sel menuju core network. Namun pengimplementasian WiFi sebagai backhaul memiliki hambatan mengingat tingginya level interferensi terutama di kota besar. Teknik ini hanya memungkinkan untuk dilakukan di daerah yang jauh dari keramaian yaitu daerah remote. Biasanya untuk daerah sejauh itu tak akan tercover oleh jaringan seluler karena terlihat kurang potensial padahal disana banyak juga sumber-sumber keramaian,contoh yang paling umum adalah daerah eksplorasi sumber daya alam. Operator harus mampu menjawab ini dengan penggelaran jaringan di daerah-daerah tersebut karena daerah tersebut juga mempunyai market potential dengan memunculkan user-user aktif baru. Penggunaan point-to-point WiFi akan sangat cocok untuk diterapkan karena level interferensi yang mungkin ada tidak akan tinggi mengingat tidak lazimnya perangkat WiFi mengudara di daerah seperti itu. Pada tugas akhir ini akan dilakukan simulasi jaringan akses UMTS dengan point to point 802.11n sebagai backhaulnya pada sebuah struktur diatas laut yang merupakan akomodasi dari pekerja pengeboran minyak milik sebuah perusahaan swasta Hasil yang telah didapat dari tugas akhir ini adalah mampunya 802.11n membawa trafik dari struktur tersebut di laut menuju RNC di darat dengan memenuhi semua parameter yang telah ditetapkan. Parameter meliputi quality and availability objectives berdasarkan ITU G.828. Hasil simulasi menunjukkan pada availability sebesar 99.99% dan quality berdasarkan kualitas propagasi gelombang mampu terpenuhi dengan baik.
Evaluasi Kinerja Dsdv, Aodv, Dan Zrp Pada Vanet Dengan Skema Pengimbangan Beban Trafik Kendaraan Abdulqadir Muhtadi; Doan Perdana; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja suatu jaringan akan sangat dipengaruhi oleh bentuk topologi dari jaringan tersebut. Bagi VANET, topologi jaringan adalah model mobilitas kendaraan yang menyusun jaringan VANET. Saat ini sudah banyak terdapat aplikasi navigasi baik itu yang dipasang pada gadget seperti Google Maps, Waze, dan Sygic, maupun aplikasi navigasi yang tertanam pada kendaraan. Semakin banyak orang yang telah menggunakan layanan navigasi untuk menentukan rute tercepat untuk mencapai lokasi tujuan. Penentuan rute dengan waktu tempuh terendah ini secara prinsip menggunakan skema penyeimbangan beban. Dengan begitu dapat diasumsikan pada masa yang akan datang model mobilitas kendaraan akan sesuai dengan model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban. Disini akan dibahas mengenai pengaruh model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban terhadap kinerja jaringan VANET. Terdapat tiga routing protocol yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AODV, DSDV, dan ZRP. Selain itu juga akan diuraikan perbandingan kinerja routing dari masing-masing routing protocol yang digunakan pada model mobilitas yang digunakan. Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa kinerja jarigan pada model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban cenderung menurun relatif terhadap jaringan dengan model mobilitas tanpa skema pengimbangan beban. Routing protocol teruji yang paling sesuai untuk model mobilitas yang telah dirancang adalah DSDV. Kata kunci: VANET, model mobilitas, pengimbangan beban trafik kendaraan, NS2, VanetMobiSim
Analisa Performansi Algoritma Routing Dtn Maxprop Dan Spray And Wait Pada Vehicular Ad Hoc Network (vanet) Sofia Nafila Putri; Leanna Vidya Yovita; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small number of vehicle and high mobility cause some problem in VANET. Since there is no complete end-to-end path cause conventional VANET routing protocol can’t handle an intermittent connectivity and large delay properly. In this research, I implement the DTN routing protocol Maxprop and Spray and Wait to solves the problem in VANET. The performance of Maxprop and Spray and Wait is evaluated by observing the performance parameters of both routing protocol under varying node speed and node volume. Simulation result shows that the increment of node speed reduces the overhead of both routing protocol for about 10.8% for Spray and Wait, and 5.9% for Maxprop. It is also increases the delivery probability of both oruitng protocol about 9.37% for Spray and Wait . The increment of number of node gives the biggest impact and raises the overhead ratio of both routing protocol. The overhead ratio of Maxprop rise for about 74.7% and Spray and Wait for about 88%.
Analisis Performansi Voip Pada Vanet Dengan Menggunakan Codec Suara G.711, G.729, Dan Gsm Herda Theo Perdana; Rendy Munadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VANET (Vehicular Ad Hoc Network) saat ini sedang menerima banyak perhatian. Seperti jaringan lainnya, VANET dapat menyediakan layanan data, suara dan video. Pada layanan suara terdapat berbagai macam codec suara yang bisa dilewatkan pada jaringan. Untuk mengetahui codec suara yang baik dan efisien yang dapat dilewatkan di jaringan VANET maka perlu dilakukan perbandingan codec yang dilalakukan pada protokol routing dalam VANET. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis perbandingan performansi QoS pada VoIP dengan codec G.711, G.729, dan GSM di jaringan VANET menggunankan protokol routing OLSR. Data untuk analisis akan diambil melalui simulasi dengan menggunakan software network simulator-2.35 yang dijalankan pada sistem operasi linux. Simulasi akan dilakukan menggunakan skenario highway. Dari hasil penelitian ini, parameter QoS yang akan dianalisis antara lain adalah throughput, delay dan packet delivery ratio. hasil dari parameter QoS yang didapatkan kurang memuaskan karena belum sesuai dengan standar internasional yang sudah ditentukan, hanya parameter delay yang sudah sesuai. Namun, GSM adalah codec yang paling optimal dalam penelitian ini karena menjukkan performansi yang paling baik yaitu dengan delay rendah dan nilai PDR lebih baik diantara yang lain. Kata kunci : VoIP, codec, VANET, OLSR, Network Simulator
Analisis Dan Simulasi Perbandingan Qos Di Routing Protokol Mpls Ospf Dan Mpls Is-is Di Jaringan Ipv6 Menggunakan Gns3 Untuk Layanan Video Streaming Arisman Putra Munggaran; Rendy Munadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas dari suatu layanan merupakan parameter yang perlu diperhitungkan dalam sistem komunikasi jarak jauh. Salah satu layanan yang sedang berkembang adalah video streaming. Video Streaming itu sendiri bekerja pada RTP protocol, atau komunikasi secara real-time. Untuk mewujudkan kondisi komunikasi jarak jauh yang ideal, menentukan routing protocol dari suatu sistem komunikasi dapat mempengaruhi nilai dari Quality of Service (QoS). Routing Protocol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur aliran data dan pemilihan jalur yang terjadi pada jaringan. Dengan ditambahkannya MPLS pada jaringan, diharapkan akan membantu kinerja dari routing protocol. Dalam tugas akhir ini mensimulasikan jaringan IPv6 dengan routing protocol OSPF dan juga IS-IS yang akan ditambahkan teknik MPLS dengan metode xconnect. Setelah itu akan di lakukan analisis QoS untuk layanan video streaming pada masing masing routing protocol. Simulasi dilakukan menggunakan 1 laptop yang dibagi lagi menjadi 2 PC dengan menggunakan VMware, simulator yang digunakan adalah GNS3 dan Cisco 7200 sebagai router. Hasil simulasi dan analisis yang didapat menunjukan bahwa routing protocol IS-IS yang tidak diterapkan MPLS ataupun dengan MPLS xconnect mendapatkan hasil QoS yang lebih baik dari pada OSPF di jaringan IPv6. Dapat dilihat dari perbedaan throughput hingga 61 Kbps, delay 6 ms, packet loss 3% dan jitter sebesar 3ms. Hal ini disebabkan routing protocol OSPF memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena pengenalan neighbour OSPF yang lebih rumit di bandingkan IS-IS. Kata kunci : Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming. Abstract Quality of services is a parameter that needs to be considered in a remote communication system. One of the services that is developing is video streaming. Video streaming itself works on RTP protocol, or real-time communication. To create ideal remote communication, determining routing protocol of a communication network can affect the value of Quality of Service (QoS). Routing protocol is a rule or standard that regulates data flow and determines the path that occurs on the network. With the addition of MPLS to the network, it is expected to help the performance of the routing protocol. In this final project simulate the IPv6 network with OSPF routing protocol and also IS-IS which will be added MPLS technique with xconnect method. Afterwards QoS analysis will be carried out for video streaming services. The simulation works using 1 laptop which is divided int 2 PCs using VMware, GNS3 as a simulator and Cisco 7200 as a router. The results of simulation and analysis obtained that IS-IS routing protocol without implemented by MPLS or with MPLS xconnect gets better result than OSPF on IPv6 network. It can be seen from the differences of throughput at 61 KBps, delay 6ms, packet loss 3%, and jitter 3 ms. This is because OSPF routing protocols have a higher complexity because introduction neighbours of OSPF are more complex than IS-IS. Keywords: Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming.
Kolaborasi Sistem Deteksi Berbasis Non Agent Untuk Mengatasi Serangan Ddos Ryan Danny Kresnawan; Yudha Purwanto; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat dinamis, dapat memungkinkan adanya serangan yang dapat mengganggu sebuah komputer atau server yang terhubung dalam suatu jaringan. Salah satu serangan yang dapat terjadi yaitu serangan DoS (Denial of Service). Serangan yang membuat sebuah user tidak dapat mengakses layanan internet yang dikarenakan melonjaknya traffic pada jaringan.  Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat melakukan  feedback terhadap serangan secara efisien. Dalam tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah simulasi untuk melakukan sistem pencegahan terhadap serangan dengan menerapkan metode traffic shaping pada jaringan sebagai mekanisme pencegahan berbasis pada router yang dapat melakukan optimalisasi lau lintas jaringan dengan keluaran rate limit bandwidth. Menggunakan sistem berbasis non agent pada router. Analisis performansi jaringan juga dilakukan pada simulasi ini untuk mengetahuin nilai parameter quality of services (QoS). Hasil pengujian dari metode traffic shaping terhadap quality of services yaitu melakukan standarisasi berdasarkan ITU-T. Sistem traffic shaping menggunakan metode token bucket filter mampu melakukan mitigasi terhadap serangan DDOS. Kata kunci : DDOS, non agent, traffic shaping, QoS, token bucket filter
Analisis Hidden Station Pada Jaringan Wireless Fidelity (wi-fi) Di Telkom University Winana Aperta Libar; Erna Sri Sugesti; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar IEEE yang berkembang saat ini adalah 802.11n memiliki mekanisme akses RTS/CTS yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Mekanisme RTS/CTS berfungsi untuk menghindari akibat tabrakan atau collision pada station dalam satu cakupan access point yang disebabkan oleh Hidden Station. Di Universitas Telkom 802.11n telah diterapkan, namun belum terdeteksinya user yang menggunakan frekuensi 5 GHz. Dibutuhkan penelitian implementasi pengaruh hidden station pada frekuensi 5 GHz di Universitas Telkom menggunakan simulasi. Pada tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak yaitu Network Simulator 3.25 (NS3.25). untuk mendeteksi pengaruh hidden station digunakan tiga parameter yang terdiri dari throughput, delay, dan packet delivery ratio (PDR).. Simulasi yang dirancang menggunakan tiga skenario berdasarkan tiga metode yang telah di tentukan yaitu Metode A, Metode B dan Metode C perbedaan dari masing-masing metode tersebut adalah posisi lokasi station dan hidden station dan komposisi jumlah station dalam rentang 10 hingga 30 station, setiap komposisi dilakukan penambahan jumlah station dengan interval kelipatan lima. Hal ini dilakukan untuk membandingkan ketiga metode tersebut dalam penggunaan mekanisme akses RTS/CTS. Berdasarkan tiga metode yaitu Metode A, Metode B dan Metode C. Pada ketiga metode ini dapat disimpulkan throughput, PDR yang dihasilkan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah station dan hidden station, dan terjadi peningkatan delay yang disebabkan oleh collision. Namun berdasarkan perancangan simulasi penggunaan RTS/CTS dapat digunakan ketika jumlah station lebih dari 20 station pada Metode A dan Metode B sedangkan Metode C tidak dapat digunakan. karena terdapat data frame RTS/CTS yang menyebabkan proses akses transmisi menjadi lambat sehingga berkurangnya nilai throughput dan PDR akibat packet loss.Kata kunci : Hidden node, RTS/CTS, throughput, delay, PDR
Analisa Perancangan Komunikasi Untuk Kendaraan Dengan Infrastruktur (v2i) “analysis Design Of Vehicle To Infrastructure (v2i) Communication ” Vita Azrina Aulia; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini , komunikasi machine to machine semakin berkembang saat ini telah dirancang dapat menjalankan sistem komunikasi vehicle to infrastructure (V2I) yang merupakan layanan intelligent transportation system (ITS) dengan menggunakan teknologi nirkabel.V2I dikembangkan agar dapat memberikan solusi dari masalah transportasi, komunikasi V2I digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masa depan dengan memberikan informasi lalu lintas kepada pengendaraa secara real time.Pada perancangan komunikasi V2I ini dilakukan pada infrastruktur traffic light untuk memberikan informasi lalu lintas berupa perpindahan warna lampu lalu lintas, dari merah ke hijau ataupun sebaliknya kepada pengendara agar pengendara dapat bereaksi dengan cepat untuk melanjutkan perjalanan sehingga dirasa dapat mengurangi efek kemacetan. Komunikasi V2I dilakukan pada infrastruktur traffic light di jalan terusan buah batu bandung dikarenakan jalan tersebut yang terpantau padat, pada komunikasi V2I ini terdapat tiga perangkat yang digunakan yaitu On-board Unit (OBU) yang terpasang pada kendaraan, sedangkan pada infrastruktur dipasang Roadside Unit (RSU), untuk komunikasi V2I menggunakan standar Dedicated Short Range Communication (DSRC) pada frekuensi 5,9 GHz, dengan luas cakupan 1 km2 dan jarak simulasi yang digunakan 300 meter, 600 meter, dan 900 meter dengan kecepatan rata rata kendaraan saat memasuki area traffic light 10 km/jam. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai analisis simulasi Throughput yang terbaik yaitu 3214,117 Mbps untuk jarak 300 meter dan nilai terendah yaitu 1990,094 Mbps untuk jarak 900 meter. end-to-end delay sebesar 0,80904 ms untuk jarak 300 meter dan 0,99939 ms untuk jarak 900 meter. Reliability sebesar 48,720% untuk jarak 300 meter dan 26,331% untuk jarak 900 meter. Berdasarkan nilai terbaik dari tiga jarak simulasi yang digunakan, pada komunikasi V2I tersebut, adalah pada jarak 300 meter. Kata Kunci : Komunikasi V2I, OBU, RSU, DSRC, 5G Abstract Communication machines for machines that are increasingly developing now can be applied to communication (V2I), which is an intelligent transportation system (ITS) service using wireless technology. V2I was developed in order to provide solutions to transportation problems, V2I communication in order to meet future transportation needs by providing traffic information to drivers in real time.The V2I communication design is carried out on the traffic light infrastructure to provide traffic information in the form of traffic lights, from red to green or vice versa to the driver so that the driver can react quickly to continue the trip so that it can reduce the effects of congestion. V2I communication is carried out on the traffic light infrastructure on the road of terusan buah batu channel because the road is observed dense, V2I communication there are three devices used, namely the On-board Unit (OBU) installed on the vehicle, while the Roadside Unit (RSU) is installed on infrastructure, for V2I communication uses the standard Dedicated Short Range Communication (DSRC) at a frequency of 5.9 GHz, with a coverage area of 1 km2 and the simulation distance used is 300 meters, 600 meters and 900 meters with the average speed of the vehicle when entering the traffic light area 10 km / hour. Based on the simulation results, the best Throughput simulation analysis value is 3214.117 Mbps for a distance of 300 meters and the lowest value is 1990.094 Mbps for a distance of 900 meters. end-to-end delay of 0.80904 ms for distances of 300 meters and 0.99939 ms for 900 meters. Reliability is 48.720% for a distance of 300 meters and 26.331% for a distance of 900 meters. Based on the best value of the three simulation distances used, the V2I communication is at a distance of 300 meters. Keyword : V2I communication, OBU, RSU, DSRC, 5G
Analisis Pengaruh Penerapan Listen Before Talk (lbt) Pada Ltelicensed Assisted Access (laa) Terhadap Wi-fi 5ghz Dilla Fajar Sukma Dilaga; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan pengguna yang semakin bertambah setiap tahunnya, terutama pada kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi akan menjadi masalah yang serius apabila tidak ditanggulangi dengan efektif. Baik dari pengguna yang menginginkan user experience yang lebih baik maupun dari operator menginginkan jaringan yang dapat melayani pelanggan dengan baik dalam hal kapasitas maupun layanan. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas adalah penggunaan spektrum frekuensi secara maksimal, tetapi kesediaan sumber daya spektrum frekuensi terbatas. Pemanfaatan spektrum unlicensed dianggap 3GPP sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk memenuhi pertumbuhan trafik yang terus meningkat. Ketersediaan spektrum yang tinggi (500 MHz) hampir di seluruh dunia menjadikan penggunaan pada spektrum ini memiliki peluang baik. LTE Release 13 memungkinkan penggunaan spektrum frekuensi unlicensed yang disebut dengan Licensed-Assisted Access (LAA). Pada LTE-LAA, spektrum licensed LTE digunakan sebagai primary cell yaitu untuk membawa informasi serta mengangkut trafik data. Sedangkan spektrum unlicensed 5 GHz digunakan sebagai secondary cell yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta pembagian spektrum secara adil. LTE-LAA tidak akan menggantikan peran Wi-Fi namun akan berkoeksistensi sehingga menjadi tetangga yang baik dan tidak merugikan Wi-Fi ataupun teknologi lainnya dalam rentang frekuensi tersebut. Hasil simulasi menghasilkan indeks fairness throughput 64 pengguna untuk FTP over UDP pada skenario 1 sebesar 0.998, skenario 2 sebesar 0.857 dan skenario 3 sebesar 0.997, sementara latency sebesar 0.991 untuk skenario 1, 0.849 skenario 2 dan 0.999 skenario 3. Sedangkan untuk FTP over TCP fairness throughput pada skenario 1 sebesar 0.779, skenario 2 sebesar 0.639 dan skenario 3 sebesar 0.741, sementara latency 0.959 untuk skenario 1, 0.875 skenario 2 dan 0.949 untuk skenario 3. Kata kunci : LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, integrity KPI. Abstract The more users are increasing, the greater the area that will increase in size, the more difficult it will be to overcome effectively. Both from users who want a better user experience from operators who can provide customers well in terms of capacity and service. One way to increase capacity is the use of maximum frequency, but the source of availability of the frequency spectrum is limited. The use of the spectrum without permission is considered 3GPP as one of the solutions that is expected to obtain ever-increasing traffic growth. Consider high spectrum (500 MHz). LTE 13 releases allow the use of unlicensed frequency variations called License-Assisted Access (LAA). In LTE-LAA, a combination of licensed LTE is used as primary cells to carry information and transport traffic data. Whereas the 5 GHz unlicensed spectrum is used as secondary cells that are proposed to increase capacity and distribute the spectrum fairly. LTE-LAA will not take on the role of Wi-Fi but will coexist so that it becomes a good neighbour and does not violate Wi-Fi or other technologies in that frequency range. The simulation results produce a throughput fairness index of 64 users for FTP over UDP in scenario 1 of 0.998, scenario 2 of 0.857 and scenario 3 of 0.997, while latency is 0.991 for scenario 1, 0.849 for scenario 2 and 0.999 scenario 3. While FTP over TCP throughput fairness index in scenario 1 is 0.779, scenario 2 is 0.639 and scenario 3 is 0.741, while latency is 0.959 for scenario 1, 0.875 scenario 2 and 0.949 for scenario 3. Keywords: LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, KPI integrity
Co-Authors A. Ali Muayyadi Abdulqadir Muhtadi Achmad Ali Muayyadi Achmad Auliyaa Zulfikri Achmad Auliyaa Zulkifri Adhiatma, Fachri Nugraha Adi Nugroho Ahmad Tri Hanuranto Ahmad Tsaqib Hakim Aji Gautama Putra Aji Gautama Putrada AJINEGORO, RISKI MUKTIARTO NUGROHO Albion Apta Zaim Alfin Hikmaturokhman Ana Oktaviana Ana Oktaviana Ana Oktaviana, Ana Ananda Irsyad Andini, Rodia Arfianto Fahmi Arief Rakhman Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arrum Prima Dewi Asep Mulyana Aziz Nurul Iman Bagus Aditya Bagus Aditya Bobby, Syahdika Brian Pamukti Cyril Nugrahutama Kurnaman Danu Dwi Sanjoyo Dewi Rasni Putri Dewi, Arrum Prima Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dwi Kresna Wijaya Elsa Mustikawati Endang Chumaidiyah Erna Sri Sugesti Erwin Susanto Fachri Nugraha Adhiatma Faisal Budiman Faisal Candrasyah Hasibuan Fakhrezi, Alfian Favian Dewanta Febriansyah B, Muh Asyraf Fidar Adjie Gelar Budiman Gustommy Bisono Hakim, Ahmad Tsaqib Hendro Iman Pangestu Herda Theo Perdana Hilal Hudan Nuha Husneni Mukhtar Ilman Syakir Saputra Imam Nashiruddin Inda Izzatin Tujza Kayla Vernanda, Nafisa Keinan Shofiandieni Haryo Putri Kurnaman, Cyril Nugrahutama L., Kemas Muslim Leanna Vidya Yovita Lisnawati S. Bangun Lubis, Raja Surya Dharma M. Adnan Nur Adrika M. Irfan Pratama Maghfuri, Syakir Maman Abdurohman Mirdan Syahid Mulya Sudrajat Muhammad Irfan Denatama Muhammad Irfan Denatama, Muhammad Irfan Mulki Nurullah Perbawa Mustikawati, Elsa Nachwan Mufti Nachwan Mufti Adriansyah Nindy Ayu Marthaliana Nugroho, Aditya Bakti Nuha, Hilal H Ongko Cahyono Parman Sukarno Perbawa, Mulki Nurullah PRASETIA, RENDI DIAN Pratama, M. Irfan Putra, Made Adi Paramartha Putri, Loviona Fortuna Rahadyan , Rizkita Ilham Raharjo, Risqi Herlambang Rahmat Yasirandi Ratnasih Ratnasih Ratnasih _ RATNASIH, RATNASIH Rendy Munadi Revan Faredha Aswariza Revan Faredha Aswariza, Revan Faredha Ridha Muldina Negara Ridha Negara Rini Cahyani Risqi Herlambang Raharjo Risyad Riyadi Robby C. Manurung Ryan Danny Kresnawan Salsa Rizkiana Seno Adi Putra Sidik Prabowo Siska Riantini Arif Sofia Nafila Putri Sophie Dwivita Evans Anthen Sri Ariyanti Suntoro Suntoro Taufik Hasan Triani Wulandari Triani Wulandari Triani Wulandari Tsaqib, Aliya Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Vita Azrina Aulia Warsa, Candra Eka Dwi Winana Aperta Libar Yakobus Yulyanto Kevin Yoslie Yoslie Yudha Purwanto Yulius Anggoro Pamungkas Zulfikri, Achmad Auliyaa