Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengurangi Perilaku Impulsive Buying Siswa Di Sekolah Nila Salsabila; Khairiyah Khadijah; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1512

Abstract

Perilaku impulsive buying merupakan tindakan pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan rasional, umumnya dipicu oleh dorongan emosional atau pengaruh eksternal. Fenomena ini semakin marak di kalangan remaja, terutama di era digital yang penuh dengan promosi daring, media sosial, dan tren barang instan. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti kesulitan mengelola keuangan, pemborosan, penyesalan setelah pembelian, serta gangguan fokus belajar dan kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam menurunkan perilaku impulsive buying pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah sembilan siswa dengan skor impulsive buying tertinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen yang digunakan berupa skala impulsive buying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian layanan, dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,009 (< 0,05). Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 termasuk kategori sedang, yang menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring cukup efektif dalam menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa layanan ini dapat menjadi strategi intervensi yang tepat dalam membantu remaja membentuk pola pikir rasional dan mengembangkan kontrol diri dalam pengambilan keputusan pembelian.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Siswa Amelsa Hartati Nasution; Elni Yakub; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1522

Abstract

Perilaku phubbing adalah tindakan menyakiti orang lain dalam interaksi sosial karena lebih asik dan fokus pada smartphone sehingga mengabaikan keberadaan dan komunikasi dengan orang yang ada disekitarnya. Perilaku phubbing yang terjadi pada siswa perlu diatasi agar komunikasi interpersonal serta interaksi sosial antar siswa dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk mengurangi perilaku phubbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 orang siswa dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki perilaku phubbing tinggi. Data dikumpulkan melalui skala perilaku phubbing dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat perilaku phubbing siswa setelah diberikan layanan. Pada aspek obsesi terhadap ponsel (phone obsession) menunjukkan penurunan sebesar 31,88% dan aspek gangguan komunikasi (communication disturbance) menunjukkan penurunan sebesar 27,24%. Adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,12 (<0,05). Perolehan N-Gain Score sebesar 0,59 yang artinya pengaruh konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap perilaku phubbing siswa termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract berpengaruh untuk mengurangi perilaku phubbing siswa.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Mengurangi Perilaku Agresif Verbal Siswa Reziq Wariqwana; Mahdum Mahdum; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1523

Abstract

Perilaku agresiv verbal penting untuk ditangani karena dapat merusak hubungan sosial, mengganggu perkembangan emosi, meningkatkan risiko bullying, menurunkan prestasi belajar, dan berdampak buruk pada kesehatan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa kelas Vll yang diidentifikasi yang memiliki perilaku agresif verbal berdasarkan hasil skala perilaku agresif verbal. Data dikumpulkan melalui kuisioner perilaku agresif verbal dan dianallisis menggunakan uji Wilxoson dan N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada perilaku agresif verbal siswa setelah diberikan perlakuan. Penurunan tertinggi terjadi pada indikator menyebarkan gossip jahat dan tidak benar sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam memberikan tempat yang aman bagi siswa untuk meningkatkan empati, kesadaran diri, dan keterampilan komunikasi positif melalui pengalaman langsung dan merefleksikan. Layanan ini dapat menjadi pendekatan alternatif dalam intervensi bimbingan kelompok untuk siswa yang cenderung menunjukkan perilaku agresif verbal dan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi serta berkomunikasi secara positif dalam interaksi sosial.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Assertive Training terhadap Sikap Asertif Siswa Introvert di Sekolah Hisam Fauzi; Khairiyah Khadijah; Dian Oktary
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1721

Abstract

Memiliki sikap asertif sangat penting bagi setiap orang, tidak terkhusus hanya kepada seseorang yang memiliki kepribadian introvert. Dengan memiliki sikap asertif, seseorang akan mampu untuk mengungkapkan pendapat dan perasaaan nya dalam situasi yang tepat, dapat menghargai dirinya sendiri dan orang lain serta mampu mempertahankan haknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training terhadap sikap asertif siswa introvert di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek pada penelitian berjumlah 8 orang siswa kelas XI yang memiliki kepribadian introvert berdasarkan hasil tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan memiliki sikap asertif yang rendah. Data dikumpulkan melalui angket sikap asertif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat sikap asertif siswa introvert setelah diberikan layanan. Indikator open (terbuka) menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 34,4%, diikuti oleh menghargai diri sendiri dan orang lain, bersikap jujur dan langsung, terdorong untuk melakukan pekerjaan dengan baik, serta percaya diri Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan sikap asertif siswa yang memiliki kepribadian introvert di sekolah.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Teknik Reframing untuk Mengurangi Inferiority Feeling Siswa Korban Bullying Shavira Safa Oktaviona; Non Syafriafdi; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1815

Abstract

Inferiority feeling yang merupakan kondisi seseorang merasa bahwa dirinya tidak berharga, tidak mampu, dan rendah dibandingkan orang lain. Hal ini dapat muncul akibat pengalaman negatif yang dialaminya seperti tindakan bullying. Inferiority feeling yang dialami siswa korban bullying dapat berdampak buruk untuk perkembangan sosial, emosional, dan akademis. Untuk itu diperlukannya upaya membantu siswa dalam mengurangi inferiority feeling yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Inferiority Feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, mengetahui perbedaan inferiority feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, dan pengaruh layanan konseling kelompok teknik reframing untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki inferiority feeling dan merupakan korban bullying. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: (1) Kondisi inferiority feeling siswa korban bullying sebelum diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori tinggi dan setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori rendah. (2) Terdapat penurunan inferiority feeling siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing. (3) Layanan konseling kelompok teknik reframing berpengaruh untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying.