Claim Missing Document
Check
Articles

Islamic Education Thought According to Syafaruddin Armansyah Armansyah; Usiono Usiono; Azizah Hanum OK
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8085

Abstract

Currently, Islamic education ideas are not only conveyed by Muslims but also by people of other religions. Therefore, there is a need for Islamic educational thinking that should be produced by Muslims themselves, so that the results of their thinking are correct and in line with Islamic principles and sharia. Therefore, this scientific study aims to examine in more depth the thoughts on Islamic education according to the perspective of Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd. This scientific study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA analysis. The results of the analysis state that in his perspective, Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd. not only views Islamic education as teaching related to Islamic values, but more than that. He views Islamic education as a complex system, in which structured management actions are needed to be able to maintain and develop Islamic education amidst the onslaught of current developments
Thoughts on Islamic Education According to Abbas Pulungan Sonya Elsa Triyanda Pohan; Azizah Hanum OK; Usiono Usiono
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8086

Abstract

Education is the most important means of developing children's potential. The development of children's potential will be achieved optimally, if education can be carried out well. Humans really need education to develop their potential, so that it is useful for civilization. This research aims to examine literature reviews related to Abbas Pulungan's thoughts on Islamic education. The research method uses the SLR (Systematic Literature Review) method. Data collection was obtained by documenting articles related to similar research. The articles that can be used in this research are 5 national journal articles that can be obtained from the Google Scholar database using the publish or perish application. Based on research, it can be seen that good character education can be instilled from an early age and good educational institutions related to cultivating children's character are located in Islamic boarding schools
Islamic Education According to Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA. Muhammad Habibi Azimi; Usiono Usiono; Azizah Hanum OK
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8087

Abstract

In this era, there is starting to be a lot of critical thinking from scientists and researchers regarding Islamic education. However, there is a professor in the field of philosophy in Indonesia who has studied studies related to Islamic to Western (American) studies, namely Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA. Therefore, this scientific study aims to examine in more depth the thoughts on Islamic education from the perspective of Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA. This scientific study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA analysis. The results of the analysis state that in his perspective, Prof. Fadhil Lubis views Islamic education as a very complex thing. Islamic education is not only an effort to form individuals with Islamic character but also a basis for building rahmatan lil ‘alamin and upholding baldattayyibahwarabbghafur (a prosperous country under the grace of Allah SWT). This is because Islamic education is a right that must be given to every individual, both men and women. Where this is in line with the word of Allah SWT in QS. At-Taubah verse 122, where Islamic education has 5 main objectives (maqasid al-shari’ah), namely protecting life, faith, reason, offspring and property.
Hakikat Tujuan Pendidikan Islam Nur Hafifah Nasution; Syifa Alwardah; Hasanul Syawal; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan islam yaitu untuk menbentuk atau menciptakan ahli ibadah, membentuk kepribadian yang bertaqwa, dan menjadi Khalifah Allah di muka Bumi. Dalam upaya mengembangkan individualitas dan individualitas anak, hal ini dijelaskan secara komprehensif dalam Islam. Dalam Islam, hak-hak anak dan upaya perlindungan anak benar-benar dilindungi dan dihormati. Semua dari luar ke arah menyiapkan generasi yang berkualitas, moral, intelektual, spiritual. Metode kajian pustaka meliputi observasi tidak langsung atau melihat melalui platform web, internet dan sumber lainnya. Lalu, berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dituang menjadi body-note, lalu melihat fakta-fakta yang ada sesuai dengan judul yang ditentukan. Maka tujuan mempelajari agama Islam pada dasarnya adalah untuk mencerdaskan kehidupan manusia, membentuk manusia yang berkepribadian Islami, serta untuk mencapai kebahagiaan dunia batin, dunia lahiriah dan seterusnya.Ini juga merupakan tujuan akhir dari pendidikan agama Islam untuk mempersiapkan manusia untuk beriman dan mengabdi kepada Allah. Tujuan adalah standar kemampuan yang dapat ditentukan dan mengarahkan usaha ke arah rencana, dan merupakan titik awal untuk mencapai tujuan lainnya. Selain itu, tujuannya adalah untuk membatasi ruang jalan untuk mengambil suatu titik, sehingga kita dapat fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
Hakikat Pendidik Dalam Pendidikan Islam Amanda; Rayhan Aulia Annisa Ritonga; Mohd Fadlan Riski; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua dalam lingkungan keluarga, pendidik di lingkungan sekolah, serta ulama dan pemimpin di lingkungan masyarakat Dalam lingkungan manapun dan situasi apa pun, seorang pendidik di tuntut untuk membuat peserta didik mampu menyerap dan memahami materi dan pengajaran yang disampaikan. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak Tidak, ketika kita berbicara tentang guru, sesuatu muncul di pikiran. Para tetualah yang membimbing kita dan memberi kita banyak hal kita belum tahu. Tapi dia khawatir dengan kondisi guru kita. Juga, jika kita melihat nasib guru di lembaga pendidikan pribadi. Situasi pendidikan di Indonesia sungguh menyedihkan. Berita dari Indonesia memperkuat fakta ini termasuk salah satu dari tujuh negara yang disurvei oleh asosiasi guru dunia yang tidak peduli dengan pendidikan. Kamera kurangnya minat terlihat pada kecilnya jumlah anggaran dan anggaran negara (APBN) yang dialokasikan untuk pendidikan. Jika tidak, Pemerintah Indonesia juga dianggap kurang memperhatikan kepentingan guru, dan realitas pendidikan di negeri ini dianggap diskriminasi.
Hakikat Hukuman Dalam Pendidikan Islam Anggi Ratulangi; Sindi Sahputri; Fadli Abidin Harahap; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, hukuman diberikan kepada peserta didik yang telah melanggar aturan dan berbuat kesalahan. Hukuman diberikan bertujuan untuk menyadarkan peserta didik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hukuman bukan bermakna siksaan ataupun penderitaan. Hukuman yang diberikan harus berlandaskan undang-undang. Seorang pendidik yang menanamkan nila-nila Islam dalam setiap proses pengajaran dan pembelajarannya tentua ia tidak akan memberikan atau menjatuhkan hukuman dengan amat berat. Dalam Islam pun kita diajarkan untuk selalu menyayangi dan mengasihi sesama makhluk di muka bumi. Pemberian hukuman yang berat akan membuat peserta didik bersifat anarkis. Hal itu dikarenakan mereka yang senantiasa diberikan hukuman bak fisik maupun non fisik yang terlalu memberatkan atau bahkan menjatuhkan mental peserta didik tersebut. Oleh sebab itu, dalam makalah ini kami membahas terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam mula dari pengertian, tujuan sampai kepada bentuk-bentuk hukuman. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita memahami terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam. Hal bertujuan ke depannya bagaimana cara kita mengimplentasikan hukuman (punishment) dengan baik berlandaskan aturan yang berlaku.
Memahami Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam Riki Dermawan; Denisa Safitri; Muhamad Thohirkan Sirait; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah, yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya, yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah. ada 4 komponen utama kurikulum, yaitu tujuan-tujuan yang ingin dicapai, pengetahuan (knowledge), metode dan cara-cara mengajar serta metode dan cara penilaian (evaluasi). Prinsip-prinsip kurikulum dalam Islam antara lain : prinsip berasaskan Islam, prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip (integritas) antar mata pelajaran, prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip integritas, prinsip efisiensi, prinsip kontinuitas, prinsip individualitas, prinsip kesamaan, prinsip kedinamisan, prinsip keseimbangan dan prinsip efektifitas. Kurikulum pendidikan Islam berorientasi kepada pelestarian nilai, peserta didik, masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), social demand (tuntutan sosial), penciptaan tenaga kerja dan orientasi penciptaan lapangan kerja.
Hakikat Evaluasi Pendidikan Islam Indah Sahmauli Kaloko; Dea Ayu Pitaloka; Fanny May Sarah; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untukmembuat alternatif-alternatif keputusan. Di sisi lain, evaluasi juga merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran/pendidikan. Artinya evluasi merupakan kegiatan yang tak terelakan dalam setiap kegiatan atau proses pembelajaran. Dalam program evaluasi yang bertujuan bagaimana kita bisa mengetahui potensi peserta didik yang cerdas dan yang lemah, hal ini pun yang menguji peserta didik layak tidak nai dalam tingkatan kelas atau pun tidak. Tujuan evaluasi pun bukan anak didik saja, melainkan untuk dapat mengevaluasi pendidik, dengan begitu sejauh mana pendidik bisa mampu dalam bersungguh-sunggu untuk menjalankan tugas dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Adapun prinsp-prinsip umumnya seperti Valid: Evaluasi mengukur apa saja yang seharusnya dikukur dengan menggunakan jenis tes yang terpercaya dan shalih, artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuan dan sasaran pengkuran. Berorientasi kepada kompetensi: Evaluasi harus memiliki pencapaian kompentensi peserta didik yang meliputi seperangkat sikap keterampilan dan nilai yang terefleksi dan nilai yang terefleksi dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Berkelanjutan: Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan peserta didik, sehingga kegiatan dan unjuk kerja peserta didik dapat dipantau melalui penilaian. Menyeluruh: Evaluasi harus dilakukan secara menyelurh, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan meliputi seluruh materi ajar serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian, dengan berbagai bukti tentang belajar peserta didik.
Hakikat Penghargaan (Reward) Dalam Pendidikan Islam Fitri Aisah; Khairil Idham; Novita Sari; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reward (penghargaan) merupakan reaksi pendidikan atas perbuatan yang telah dilakukan oleh anak didik, penghargaan diberikan sebagai unggapan rasa senang dan bangga atas perbuatan baik dan prestasi anak, tetapi jangan sampai menebalkan sifat materialisnya. Studi ini akan memberikan wawasan terhadap pentingnya reward (pujian) dalam kaitannya terhadap pendidikan terutama dalam bidang pendidikan Islam. Disadari bahwa metode pembelajaran dengan reward dapat mendorong siswa untuk memiliki motivasi dalam belajar. Adapun reward ini merupakan teknik menyentuh sisi psikis seseorang agar memiliki optimis jika dilakukannya benar dan potensi semangatnya akan meningkat. Setiap metode pembelajaran pada umumnya bertujuan untuk memudahkan sebuah proses pelaksanaan pendidikan agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan secara maksimal. Reward adalah bagian dari prose cara/metode mengajar seorang pendidik. Reward juga merupakan teknik untuk menyentuh sisi psikis seseorang dan peserta didik agar dia akan terus opitimis jika yang dia lakukan itu benar. Reward berisi didalamnya nilai motivasi dan peringatan bagi umat manusia untuk terus berbuat dengan usaha secara maksimal.
Diversity of Santri Typology in Tahfidz House Education: Keberagaman Tipologi Santri dalam Pendidikan Rumah Tahfidz Ade Ilfah; Syamsu Nahar; Azizah Hanum OK
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11591

Abstract

General Background: The rapid growth of Rumah Tahfidz as non-formal Islamic educational institutions in Indonesia, especially in Medan, reflects increasing public interest in early religious education based on Qur’anic memorization. Specific Background: Despite the proliferation of these institutions, there is limited research focusing on the diversity of student characteristics, or tipologi santri, particularly in urban contexts like Medan. Knowledge Gap: Existing studies have largely emphasized teaching methods and institutional management, leaving a gap in understanding the classification and needs of students based on their socio-economic and motivational backgrounds. Aims: This study aims to identify and analyze the typologies of students in Rumah Tahfidz and examine the social, economic, and personal motivation factors influencing their learning profiles. Results: Using a qualitative multi-site approach at Daarul Uswah and Al-Munif, the research identified five main typologies: academic santri, fast memorizers, highly committed learners, progressing beginners, and socially driven religious santri, each with distinct characteristics and learning needs. Novelty: The study introduces a typological classification specific to urban Rumah Tahfidz settings and integrates sociological and educational theories to explain student diversity. Implications: Findings offer practical insights for tailoring Qur’anic memorization programs to student profiles, promoting more inclusive and effective pedagogical strategies in non-formal Islamic education.Highlight : Identifies diverse santri typologies shaped by social, economic, and motivational factors. Emphasizes the need for tailored educational strategies based on student characteristics. Highlights Rumah Tahfidz’s role in character building and non-formal Islamic learning. Keywords : Typology of Santri, Rumah Tahfidz, Islamic Education, Tahfidz Al-Qur'an, Medan City
Co-Authors Abd. Latif Ade Ilfah Adhila Ahmad Nawawi Al Farabi, Mohammad Almira Esa Nailah Alya Nur Hikmah Amanda Anggi Ratulangi Anggun Meymi Putri Annisa Caniago Annisa Rahayu Sulistyo Arief Dharmawan Siregar Armansyah Armansyah Armen Ependi Lubis Arsyad, Junaidi Budiman Budiman Dea Ayu Pitaloka Denisa Safitri Dina Darnianti Tanjung Dina Maharani Enek Citra Feri Fadli Abidin Harahap Faisal Fanny May Sarah Feri Firmansyah Filza Halawatien Zaiyat Fitri Aisah Gunawan Gunawan Hasan Bakti Nasution Hasanul Syawal Havelia Ramadhani Ifni Syafitri Pane Indah Khairani Indah Sahmauli Kaloko Iqbal Syafi'i Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Kasumahian Hasibuan Khairil Idham Khairuddin Khairuddin Khairul Amri Kilau, Daud M Fajri Syahroni Siregar Maharani, Dina Mahidin Mahidin Mas Teguh Wibowo Miftahul Jannah Mohd Fadlan Riski Muhamad Thohirkan Sirait Muhammad Habibi Azimi Muhammad Habibi Azimi Muhammad Ridho Muhammad Ridho Muhammad Rum Sitorus Muhammad Zulham Munthe Muhandis Alfalah Murtopo Murtopo Nahar, Syamsu Novita Sari Nur Aisyah Amaliah Nur Alfina Sari Sitepu Nur Hafifah Nasution Nurdalipah Hasugian Nurun Nisa Putri Amanda Rahmat, Rahmat Rayhan Aulia Annisa Ritonga Rifa Fazilatun Nisa Riki Dermawan Rizky Khoir Apriansyah Pane Rudi Saputra Rufi'i Samsul Fajri Sindi Sahputri Siti Rahma Dewi Siregar Sonya Elsa Triyanda Pohan Sri Wahyuni Lubis Sriwahyuni Lubis Suliantika Suliantika Syahrul Holid Syamsu Nahar Syamsu Nahar Syifa Alwardah Usiono Usiono Usiono Usiono Uswatun Dalimunthe Wadhhah Nabilah HSB Wini Dirgahayu Yumni Febriani Tanjung Yusnaili Budianti Yusnidar Gea Zulheddi Zulheddi Zulheddi Zulheddi