Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK Ngase, Silvester; Pertiwi, Pertiwi; Hasan, Nurhikmah; Harnipa, Harnipa; Taqwin, Muhammad
OMEGA : JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN SAINS FISIKA Vol 4 No 1 (2025): Omega: Jurnal Pendidikan dan Sains Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Unpacti Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/omega.v4i1.2085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Galesong Utara. Penelitian menggunakan metode quasi eksperiment dengan melibatkan dua kelas sebagai sampel, masing-masing terdiri dari 25 peserta didik. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran Guided Inquiry, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil analisis data menggunakan uji independent samples t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (t = 5,495; p = 0,000 < 0,05). Rata-rata nilai posttest peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 73,60, sementara pada kelas kontrol hanya 57,00. Temuan ini membuktikan bahwa model Guided Inquiry berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar fisika. Selain itu, model ini juga mendorong keterampilan berpikir ilmiah, pemahaman konsep, serta motivasi belajar peserta didik, sesuai dengan prinsip pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka. Kata kunci: Fisika, Guided Inquiry, Hasil Belajar
Penyuluhan Kesiapsiagaan Gempa Bumi di Sekolah Menengah Atas Labschool Kota Palu Salmawati, Lusia; Pertiwi, Pertiwi; Syahrir, Muhammad Sabri
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i1.220

Abstract

Salah satu alternatif untuk mengurangi dampak kerugian yang di timbulkan oleh bencana gempa bumi adalah dengan melakukan upaya pencegahan seperti melakukan simulasi keadaan darurat (gempa bumi), memberikan pengetahun dan pengalaman para civitas akademika di SMA Labschool Kota Palu terkait apa yang harus mereka lakukan jika berada pada kondisi keadaan darurat. Kegiatan pengabdian ini melakukan penyuluhan berupa pentingnya kesiapsiagaan terkait keadaan darurat gempa bumi dan pemberian materi terkait kegiatan simulasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 36 orang yang terdiri dari tim pengabdi, guru dan seluruh siswa SMA Labschool Kota Palu. Para siswa sangat antusias mendengarkan materi tentang simulasi bencana gempa bumi di sekolah, sehingga apa yang disampaikan bisa dilaksanakan atau dipraktekan di sekolah saat terjadi gempa bumi nantinya. Setiap akhir sesi simulasi ,narasumber selalu memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bertanya bila ada hal yang kurang di pahami dan dimengerti dari isi materi penyuluhan simulasi atau ada pengalaman pengalaman yang di dapatkan diluar dan ada kaitannya dengan materi penyuluhan simulasi. Pemateri menjawab semua pertanyaan para peserta secara langsung dan didiskusikan secara bersama sama karena pemateri juga ingin para peserta mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
Preparedness of Lab School Middle School Students Towards Earthquakes for Disaster Risk Reduction Salmawati, Lusia; Pertiwi, Pertiwi; Syahril, Muhammad Sabri; Satria, Muhammad Aji; Radhiah, Sitti; Rahman, Abd
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.209

Abstract

The primary objective of this research is to observe and analyze the preparedness of Labschool Middle School students in Palu City for Disaster Risk Reduction. The population in this study consisted of all students at Palu City Labschool Middle School, using a total sampling technique, resulting in a sample size of 100 students. Data was collected using structured questionnaires that were directly filled out by the students. The questionnaires were designed to cover all aspects of the research variables and provide a comprehensive assessment of the student's preparedness. Data processing in this study utilized a computerized system via MS Excel. Knowledge: 95% of respondents rated their knowledge on the subject as not good. This indicates that the majority of respondents have a poor understanding of the topic. Early Warning System: 57% of respondents rated the early warning system as not good. Resource Mobilization: 73% of respondents rated resource mobilization as not good. This indicates significant issues in resource mobilization, with the majority of respondents feeling that improvements are needed in this area. The findings indicate a significant gap in disaster preparedness among Labschool Middle School students. The majority lack basic knowledge about natural disasters and have minimal exposure to disaster-related training or education. Despite the availability of disaster warning tools in schools, awareness and understanding of their use remain limited. An effective early warning system is crucial for community safety, yet many students exhibit low awareness and preparedness levels
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR FISIKA DENGAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 MAKASSAR Jen, Maria Esilina; Hasan, Nurhikmah; Harnipa, Harnipa; Pertiwi, Pertiwi; Reza, Azinal
OMEGA : JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN SAINS FISIKA Vol 2 No 2 (2023): Omega: Jurnal Pendidikan dan Sains Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Unpacti Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/omega.v2i2.1163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar fisika dikelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar. Mengetahui kemampuan literasi sains siswa dikelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar fisika dengan literasi sains siswa dikelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar dengan jumlah 52 sampel dari 107 populasi. Instrumen yang digunakan yaitu kusioner motivasi belajar fisika dan soal-soal literasi sains. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menyebarkan kusioner motivasi belajar fisika dan hasil tes literasi sains. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar fisika kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar berada pada kategori sedang dan hasil tes literasi sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Makassar juga berada pada kategori sedang. Sedangkan untuk hubungan motivasi belajar dengan nilai r hitung = 0,91 dan terdapat hubungan yang signifikan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Bara, Yulia; Taqwin, Muhammad; Pertiwi, Pertiwi; Fatmawati, Titin
OMEGA : JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN SAINS FISIKA Vol 2 No 2 (2023): Omega: Jurnal Pendidikan dan Sains Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Unpacti Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/omega.v2i2.1174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhi motivasi belajar fisika peserta didik kelas X TKJ SMK Pancasakti Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah pesertaa didik kelas X SMK Pancasakti yang berjumlah 23 orang. Dari populasi itu diambil sampel dengan teknik purposive sampling yaitu peserta didik kelas X TKJ SMK Pancasakti sebanyak 12 orang. Instrumen yang digunakan adalah observasi, tes, dan RPP. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes dan observasi. Data yang diperoleh dengan dua cara dianalisis secara statistika deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pembelajaran gerak melingkar peserta didik kelas X SMK Pancasakti dengan menggunakan model pembelajaran index card match dikategorikan tinggi. Hal ini dilihat dari rata-rata motivasi belajar peserta didik sesudah menggunakan model pembelajaran index card match yaitu 81,17 lebih besar dengan rata-rata motivasi belajar fisika sebelum penerapan model pembelajaran index card match yaitu 61,83 dan hasil uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dengan nilai11,415 ˃ 2,200 sehinggah dapat disimpulkan bahwa ditolakditerima, jadi penerapan model pembelajaran index card match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X TKJ SMK Pancasakti. Sesuai dengan penelitian ini diajukan saran, yaitu pendidik fisika khususnya pendidik kelas X TKJ SMK Pancasakti agar menerapkan atau menggunakan model pembelajaran index card match dalam pembelajaran fisika.
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Type Make A Match Yang Dikombinasikan Dengan Tipe Bamboo Dance Terhadap Motivasi Belajar Siswa Harsan, Rafael Anto; Pertiwi, Pertiwi; Taqwin, Muhammad; Fatmawati, Titin
OMEGA : JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN SAINS FISIKA Vol 2 No 2 (2023): Omega: Jurnal Pendidikan dan Sains Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Unpacti Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/omega.v2i2.1176

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA Fisika peserta didik yang diajar menggunakan model Cooperative Learning tipe Make A Match yang dikombinasikan dengan tipe Bamboo Dance dan yang diajar menggunakan model konvensional di kelas VIII SMP Nasional Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2022 dan dilaksanakan di SMP Nasional Makassar di Jl. Ratulangi No. 72. Penelitian ini berjenis quasi eksperimen dengan desain posttest only control group design. Populasi penelitian sebanyak 5 kelas dan dengan teknik simple random sampling maka ditetapkan kelas VIII D sebagai kelas kontrol dan VIII E sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner untuk mengukur motivasi belajar peserta didik dengan perangkat pendukung pelaksaan model pembelajaran berupa RPP, LKPD dan Bahan Ajar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan ujji hipotesis yakni uji t dua sampel independent. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran cooperative learning tipe make a match yang dikombinasikan dengan tipe bamboo dance dan dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Learning Berbantuan Phet Simulation terhadap Literasi Sains Peserta Didik Fatmawati, Titin; Pertiwi, Pertiwi
OMEGA : JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN SAINS FISIKA Vol 3 No 1 (2024): Omega: Jurnal Pendidikan dan Sains Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Unpacti Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/omega.v3i1.1206

Abstract

Menghadapi era society 5.0, literasi sains dipandang sebagai salah satu keterampilan yang penting untuk dibekalkan kepada peserta didik. Dengan literasi sains peserta didik akan mampu menggunakan pengetahuan dan konsep ilmiah yang berkontribusi pada pemahamannya terkait berbagai masalah yang terjadi dan menemukan solusinya. Pembekalan literasi sains pada peserta didik tidak lepas dari peran pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan domain kompetensi literasi sains dan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inquiry learning berbantuan phet simulation terhadap literasi sains peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Barombong, yang berlangsung selama 6 kali pertemuan pada tanggal 6 – 27 November 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IX yang berjumlah 10 kelas dan dengan teknik simple random sampling ditetapkan kelas IX A sebagai kelas eksperimen. Jenis penelitian berupa pra-eksperimen dengan one group pre-test post-test only control group design.Instrumen yang digunakan berupa instrument tes literasi sains berbentuk essay test dan angket angket respon peserta didik berbentuk ceklis..Skor literasi sains yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan inferenisial berupa Wilcoxon sign rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan 0,007 lebih rendah dari 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry learning berbantuan phet simulation yang signifikan terhadap literasi sains peserta didik SMP Negeri 2 Barombong.
Perbandingan Hasil Belajar Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Word Square Berbasis Lari Estafet dan Pembelajaran Langsung Jusman, Jusman; Hasni, Hasni; Hajeriati, Hajeriati; Pertiwi, Pertiwi
Al-Khazini Vol 1 No 2 (2021): Oktober
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.613 KB) | DOI: 10.24252/al-khazini.v1i2.24246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif word square berbasis lari estafet dan pembelajaran langsung pada kelas IX SMP Negeri 2 Parigi Kab. Gowa. Varibel penelitian yaitu model pembelajaran kooperatif word square berbasis lari estafet, pembelajaran langsung, dan hasil belajar. Populasi penelitian yaitu Kelas IX SMP Negeri 2 Parigi dengan tekhnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik acak kelas/random kelas dengan teknik macthing. instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tes hasil belajar fisika dan lembar observasi dengan tekhnik analisis yang digunakan yaitu analisis statistic deskriptif dan analisis statistic inferensial. hasil penelitian menunjukkan Rata-rata atau mean adalah jumlah semua nilai dalam suatu sebaran dibagi dengan jumlah kasus, dalam hal ini nilai rata-rata yang diperoleh adalah 76,67 pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif word square berbasis lari estafet (kelas eksperimen) pada materi listrik statis sedang pada kelas dengan menggunakan model pembelajaran langsung (kelas pembanding) diperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 71,54. Pada analisis inferensial menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas pembanding.
Pola Sebaran Kasus dan Faktor Risiko Kejadian TB MDR di Kota Palu Marselina, Marselina; Syahadat, Dilla Srikandi; Nurhalisah, Siti; Pertiwi, Pertiwi; Vidyanto, Vidyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52008

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR), yang sebagian besar disebabkan oleh tingginya angka lost to follow up. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat konsumsi alkohol, hasil pengobatan sebelumnya, dan keterlibatan Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kejadian TB MDR, serta memetakan pola sebarannya di Kota Palu. Desain penelitian menggunakan case control dengan teknik purposive sampling dan perbandingan 1:1, yaitu 30 kasus TB MDR dan 60 kontrol non-TB MDR yang berasal dari Rumah Sakit Anutapura dan Rumah Sakit Undata, Kota Palu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR), sedangkan pemetaan dilakukan dengan analisis spasial menggunakan likelihood test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat pengobatan TBC sebelumnya dengan kejadian TB MDR (p = 0.003 < 0.05; OR = 6.000; CI = 1.635–22.012), sedangkan riwayat konsumsi alkohol dan keterlibatan PMO tidak menunjukkan hubungan bermakna. Uji spasial memperlihatkan pola sebaran TB MDR yang berpola kelompok (p = 0.000). Dengan demikian, riwayat pengobatan TBC sebelumnya merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian TB MDR di Kota Palu.