Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Company Size and Leverage on Tax Avoidance (Empirical Study on Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2019 Period) Ago Sahputra; Hernadianto Hernadianto; Ahmad Sumarlan; Diah Khairiyah
Journal of Management, Economic, and Accounting Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmea.v5i2.1244

Abstract

Tax avoidance or commonly called tax avoidance is an effort to avoid tax legally that does not violate tax regulations by taxpayers by trying to reduce the amount of tax by looking for regulatory weaknesses (loopholes). The formulation of the problem in this study is whether company size and leverage affect tax avoidance. This study aims to see the effect of firm size and leverage on tax avoidance.Quantitative research method, The object of this research is a manufacturing company listed on the Indonesian stock exchange during the 2017-2019 period, with a purposive sampling method. The number of observations in this study amounted to 144 observations. By using multiple regression analysis technique, it can be concluded that firm size has a positive effect on tax avoidance with a sig value of 0.000 <0.05 and a t-count value of 3.941. Leverage has a positive effect on Tax Avoidance with a sig value of 0.012 <0.05 and a t-count value of 2.577. Company Size and Leverage have an effect on Tax Avoidance with a sig value of 0.000 <0.05 and an F value of 11,377.
WORKSHOP PENETAPAN TARIF BLUD DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN TEACHING FACTORY (TEFA) DI SMKN 4 KOTA BENGKULU Yusmaniarti Yusmaniarti; Nurna Aziza; Hernadianto Hernadianto; Windhi Tia Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i4.3474

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 4 Kota Bengkulu dengan melibatkan 30 orang guru dan tim pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dalam perhitungan harga pokok produksi, harga pokok penjualan, serta penetapan tarif layanan Teaching Factory (TEFA) yang transparan dan berbasis biaya riil. Sebagai solusi, kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pendidikan dan pelatihan, workshop, serta pendampingan penelaahan tarif BLUD dengan menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur, antara lain pemahaman konsep BLUD dari 55% menjadi 80%, pemahaman HPP dan HPPj dari 50% menjadi 82%, pemahaman metode ABC dari 48% menjadi 85%, serta kemampuan menyusun tarif TEFA dari 52% menjadi 83%. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode ABC melalui workshop dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengelola BLUD dan mendukung keberlanjutan program Teaching Factory di SMKN 4 Kota Bengkulu.
PENGUATAN TATA KELOLA BANK SAMPAH MELALUI PENDAMPINGAN OPERASIONAL PADA KELOMPOK PEMANFAAT DAN PEMELIHARA TPS3R BAHARI JAYA KELURAHAN SUMBER JAYA Hernadianto Hernadianto; Yusmaniarti Yusmaniarti; Sri Ekowati; Chairul Suhendra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan volume sampah di Kota Bengkulu menuntut penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui TPS3R dan bank sampah. Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara TPS3R Bahari Jaya Kelurahan Sumber Jaya memiliki peran strategis dalam mendukung pengurangan sampah dari sumber, namun masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemahaman mengenai tata kelola bank sampah, administrasi yang belum tertata, pencatatan operasional yang belum sistematis, serta terbatasnya kapasitas pengurus dalam pengelolaan organisasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan tata kelola bank sampah melalui pelatihan dan pendampingan operasional. Metode yang digunakan adalah Participatory Training and Mentoring yang meliputi observasi, pre-test, pelatihan, pendampingan penyusunan administrasi, praktik operasional, serta evaluasi melalui post-test. Kegiatan dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pengurus dan masyarakat TPS3R Bahari Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 51,4% menjadi 88,8%, disertai tersusunnya administrasi bank sampah, meningkatnya kemampuan pengurus dalam pencatatan operasional, serta penerapan administrasi yang lebih tertib dan akuntabel. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas kelembagaan, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Dengan demikian, pendampingan operasional terbukti efektif dalam meningkatkan tata kelola Bank Sampah TPS3R Bahari Jaya secara berkelanjutan.