Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Retribusi Terhadap Kepuasan Pedagang Pasar Pangkajene Andi Tenri Olle Arham; Muhammad Ikbal; Hariyanti Hamid
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1767-1773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi terhadap kepuasan pedagang Pasar Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh masih adanya keluhan pedagang terkait kurangnya keterbukaan informasi mengenai tarif retribusi, penggunaan dana retribusi, serta belum optimalnya fasilitas pasar yang disediakan pemerintah daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 526 pedagang dan sampel sebanyak 85 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pedagang. Akuntabilitas juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pedagang. Secara simultan, transparansi dan akuntabilitas memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pedagang Pasar Pangkajene. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi pasar, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pedagang terhadap pelayanan dan fasilitas pasar.
Etika Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Desa Leppangeng Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang Nurlina Nurlina; Hardianti Hardianti; Hariyanti Hamid
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1615-1624

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan indikator utama dalam menilai efektivitas kinerja pemerintah dalam memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di Kantor Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, melibatkan 95 responden yang merupakan penduduk desa setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel etika pelayanan publik (X) berada dalam kategori baik dengan nilai persentase 66% hingga 74,7%. Sementara itu, variabel kepuasan masyarakat (Y) juga dikategorikan baik dengan nilai persentase sebesar 68% hingga 86%. Analisis regresi dan uji hipotesis (Uji F) menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara etika pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat. Semakin baik etika pelayanan yang diterapkan oleh aparat desa—seperti keramahan, kesopanan, dan tanggung jawab—maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat. Meski demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek konsistensi dan ketepatan waktu pelayanan untuk mencapai standar pelayanan prima. 
Fisheries Resource Management Model Based on Local Community Ecological Knowledge (Case Study of Lake Sidenreng, Sidrap Regency) Muhammad Bibin; Sundari Sundari; Hariyanti Hamid; Ani Ardian; Reza Reza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i2.113286

Abstract

The management of fishery resources in Lake Sidenreng faces various challenges in the form of high exploitation pressure, less selective use of fishing gear, and weak integration between formal institutions and community-based management practices. These conditions have the potential to affect the sustainability of fishery resources and the welfare of the fishing community. This study aims to analyze the sustainability status of fishery resource management in Lake Sidenreng and formulate a management model based on local ecological knowledge of the community. The research was carried out in November 2025 – January 2026 using a survey method through in-depth interviews guided using questionnaires and focus group discussions (FGD) with 44 respondents consisting of stakeholders and fishermen. Data analysis was carried out using the Multidimensional Scaling (MDS) method with the RAP-Amen approach, leverage analysis, and Monte Carlo. The results show that the ecological dimension with an index value of 62.5 and the social dimension with an index value of 65.7 are included in the category of quite sustainable, while the economic dimension with an index value of 48.3, technology with an index value of 42.8, and law and institutions with an index value of 45.2 are still classified as less sustainable. Sensitive attributes that affect sustainability the most include net size, fishing season, fisher income, knowledge transfer, strengthening local institutions, and fishing gear selectivity. Local ecological knowledge of fishing communities plays an important role in setting fishing seasons, selective fishing gear selection, and protecting fish habitats, but has not been optimally integrated into formal policies. Therefore, the recommended management model emphasizes on strengthening local ecological knowledge, strengthening the fishermen's economy based on environmentally friendly technology, and strengthening local institutions through a co-management approach. The integration between local knowledge and formal management systems is expected to be able to realize sustainable, adaptive, participatory, and community-based fisheries management in Lake Sidenreng.