Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Sosialisasi Pentingnya Pola Hidup Sehat Melalui Olahraga Bagi Siswa Sekolah Dasar: Indonesia Mahyudi, Yafi Velyan; Widyawan, Dena; Tya Maya Ningrum, Desy
Laksana Olahraga Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 02, Nomor 02, 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/laksanaolahraga.v2i02.64235

Abstract

Kurangnya kesadaran siswa Sekolah Dasar tentang pentingnya pola hidup sehat melalui olahraga. Masalah ini menjadi penting karena pola hidup sehat sejak dini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa Sekolah Dasar tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui berolahraga secara teratur. Target khusus yang ingin dicapai adalah siswa mampu memahami manfaat berolahraga bagi kesehatan dan mau melakukan olahraga minimal 30 menit per hari. Metodologi pengabdian yang digunakan meliputi ceramah interaktif, permainan edukatif, dan demonstrasi gerakan olahraga. Ceramah interaktif dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang manfaat olahraga bagi kesehatan. Permainan edukatif bertujuan untuk mengaplikasikan pemahaman siswa tentang olahraga sambil bermain. Demonstrasi gerakan olahraga ditujukan agar siswa dapat mempraktikkan gerakan olahraga dengan benar. Pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Pertama, survei untuk menggali pemahaman awal siswa tentang olahraga. Kedua, ceramah interaktif tentang manfaat olahraga bagi kesehatan. Ketiga, permainan edukatif terkait olahraga. Keempat, demonstrasi dan praktik gerakan olahraga yang mudah dilakukan. Dengan adanya pengabdian ini, siswa Sekolah Dasar dapat memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya pola hidup sehat dengan berolahraga. Kedepannya siswa diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka sejak usia dini, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas.
Menganalisis dan membandingkan keterampilan gerak dasar anak di taman kanak-kanak (tradisional dan berbasis alam) Widyawan, Dena; Sujarwo, Sujarwo; Andrianto, Sigit Dwi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v20i2.75925

Abstract

Gerak dasar adalah pondasi bagi anak dikemudian hari untuk aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan keterampilan gerak dasar. Penelitian keterampilan gerak dasar anak dalam hal pengetahuan lingkungan bermain sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan cross-sectional untuk membandingkan keterampilan gerakan dasar anak-anak yang bersekolah di TK Melati yang terletak di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Kelompok satu memiliki akses ke taman bermain tradisional, kelompok dua memiliki akses ke taman bermain berbasis alam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency, second edition (BOT-2). Total yang mengikuti penelitian ini berjumlah 29 anak, 14 anak mengikuti kelompok ke taman bermain tradisional, dan 15 anak mengikuti kelompok ke taman bermain berbasis alam. Anak-anak memiliki akses ke taman bermain tradisional (total tes 13,92), sedangkan anak-anak yang memiliki akses ke taman bermain berbasis alam  (total tes 16,04). Hasil statistik antara total tes kelompok dan tes individu tidak ada perbedaan yang signifikan.Abstract: Fundamental movements are the foundation for children's future physical activity. The aim of this study was to analyze and compare fundamental movement skills. Research on the fundamental movement skills of kindergarten children in terms of knowledge of the play environment is very limited. This study used cross-sectional research to compare the fundamental movement skills of children attending Melati Kindergarten located in Cimarga District, Lebak Regency. Group one has access to a traditional playground, group two has access to a nature-based playground. Instruments used in this research Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency, second edition (BOT-2). A total of 29 children took part in this study, 14 children took part in a group to a traditional playground, and 15 children took a group to a nature-based playground. Children had access to traditional playgrounds (total test 13.92), while children had access to nature-based playgrounds (total test 16.04). The statistical results between the total group tests and individual tests were no significant differences.
Early childhood fundamental motor skills: visual impairments and non-visually impaired Widyawan, Dena
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 7 No 1 (2021): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.392 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v7i1.15842

Abstract

The purpose of this study was to test fundamental motor skills (FMS) in young children with visual impairments (VI) and non-VI children. This study used a cross-sectional design, descriptive-analytic with purposive sampling. Children without VI showed higher locomotor skills (M= 21.38, SD= 6.69) when compared to children with VI (M= 9.70, SD= 3.09). Children without VI showed higher ball skills (M = 18.74, SD = 6.54) when compared to children with VI (M = 5.23, SD = 5.44)). For locomotor skills there was a significant effect on vision (F=17.55, p=.014, η2=.31). For children with VI, birth control (n=7) performed higher (M=10.33, SD=10.54) compared to non-birth VI (n=3; M 4.02, SD=2, 73). For ball skills there was a significant effect on vision (F=21.99, p<0.001, η2=.56). For children with VI, congenital VI (n=7) performed higher (M=6.73, SD=6.69) than non-congenital blind (n=3; M=2.05, SD=1.01). Non-blind children show higher levels of FMS when compared to children with VI. The children with VI in this sample exhibited profound developmental delays requiring further investigation and future intervention.
Intervensi sosial-emosional dan pengembangan karakter terhadap persepsi diri siswa disertai aktivitas fisik Iwan Setiawan; Dena Widyawan; Wahyuningtyas Puspitorini
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243983

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intervensi sosial-emosional dan pengembangan karakter selama 4 minggu terhadap persepsi diri siswa. Sampel penelitian ini kelas 5 Sekolah Dasar yang berjumlah 30 siswa dari 2 sekolah yang mengikuti program setelah sekolah.  Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental ketika anak-anak ditempatkan menjadi 2 kelompok di setiap lokasi program setelah sekolah. Instrumen yang digunakan yaitu skala pembelajaran sosial emosional(SPSE) sebelum intervensi dan skala sosial-emosional pengembangan karakter(SSEPK) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan 2X2 RM ANCOVA digunakan untuk mengevaluasi efek utama dan interaksi antara variabel independen (kelompok dan waktu) terhadap variabel dependen. Beberapa kovariat juga diperhitungkan ketika menganalisis perbedaan termasuk jenis kelamin, dan nilai sifat dasar siswa pada skala pembelajaran sosial emosional. Meskipun tidak ditemukan interaksi statistik, tren data antar kelompok memberikan informasi mengenai dampak dan kelayakan program jenis ini. Diperlukan lebih banyak penelitian termasuk intervensi dengan durasi lebih lama dan penelitian dengan ukuran sampel lebih besar.
Pelatihan dan Pendampingan Kebugaran dan Kesehatan untuk Anak Penyandang Disabilitas di SKh 01, Kabupaten Lebak Dena Widyawan; Mochamad Derry Prasaja; Rizki khoirul Yakin; Sul Abidin; Weny Widyawati Bastaman
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5170

Abstract

Low physical activity participation and the lack of structured fitness programs in special schools (SKh) lead to a high risk of secondary health problems among children with disabilities. This community service activity aimed to improve physical fitness and health knowledge of children, as well as to equip teachers and parents with adaptive exercise facilitation skills at SKh 01 Lebak Regency, Banten. The method used a participatory approach with four stages: preparation, training, implementation mentoring, and evaluation. The intervention included adaptive gymnastics, circuit games, game-based nutrition and personal hygiene education, and the development of a daily exercise program. Results showed significant improvements in flexibility, muscle strength, cardiorespiratory endurance (p<0.001), and health knowledge scores (from 51.2 to 79.8; p<0.001). Teachers' and parents' capacity to guide adaptive physical activity increased, and the school has integrated the program into its regular schedule. This model has proven effective and has the potential to be replicated in other special schools.   ABSTRAK Rendahnya partisipasi aktivitas fisik dan minimnya program kebugaran terstruktur di sekolah khusus (SKh) menimbulkan risiko kesehatan sekunder yang tinggi pada anak penyandang disabilitas (tunagrahita ringan, tunadaksa ringan, tunarungu, tuna netra). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan pengetahuan kesehatan anak, serta membekali guru dan orang tua dengan keterampilan pendampingan latihan adaptif di SKh 01 Kabupaten Lebak, Banten. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Intervensi meliputi senam adaptif, permainan sirkuit, edukasi gizi dan kebersihan diri berbasis permainan, serta penyusunan program latihan harian. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada fleksibilitas, kekuatan otot, daya tahan kardiorespirasi (p<0.001), serta skor pengetahuan kesehatan (dari 51.2 menjadi 79.8; p<0.001). Kapasitas guru dan orang tua dalam memandu aktivitas fisik adaptif meningkat dan sekolah telah mengintegrasikan program ke dalam jadwal rutin. Model ini terbukti efektif dan berpotensi direplikasi di SKh lain.  
Pengembangan Sistem Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Website dan Android untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik, Kebugaran dan Interaksi Sosial pada Individu dengan Hambatan Fisik Dena Widyawan; Mira Fuzita
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10731

Abstract

Individu dengan disabilitas fisik di Provinsi Banten menghadapi hambatan dalam mengakses aktivitas fisik terstruktur, yang berdampak pada rendahnya kebugaran jasmani dan keterbatasan interaksi sosial. Pendidikan jasmani adaptif berbasis teknologi digital berpeluang menjadi solusi, namun platform yang ada belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan spesifik pengguna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem pembelajaran pendidikan jasmani adaptif berbasis website dan android untuk meningkatkan aktivitas fisik, kebugaran, dan interaksi sosial. Metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE digunakan. Analisis kebutuhan melibatkan 30 penyandang disabilitas fisik dan 5 guru. Sistem divalidasi tiga ahli materi dan dua ahli media, lalu diimplementasikan pada 20 partisipan selama delapan minggu. Instrumen pengukuran meliputi IPAQ-SF (aktivitas fisik), tes jalan/putar 6 menit, lempar bola medicine duduk, duduk dan meraih modifikasi (kebugaran), serta Skala Interaksi Sosial. Data dianalisis dengan uji-t berpasangan. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi (materi 91,2%, media 89,4%) dan kegunaan sistem tergolong sangat baik (SUS 84,6). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas fisik (p<0,001; d=1,14), seluruh komponen kebugaran (p<0,01; d=0,68–1,42), dan interaksi sosial (p<0,001; d=1,38). Fitur video adaptif bertingkat dan forum sosial terintegrasi terbukti efektif mendorong latihan mandiri sekaligus mengurangi isolasi. Sistem hibrida yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif, serta berpotensi direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.
PENGEMBANGAN MODEL SIGAP SEHAT BERBASIS GAMIFIKASI DAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWA KELAS IV Wahyuningtyas Puspitorini; Dena Widyawan; Yafi Velyan Mahyudi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10738

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Indonesia masih belum optimal, terutama di wilayah pedesaan dengan identitas budaya yang kuat. Kabupaten Lebak, Banten, yang merupakan rumah bagi masyarakat adat Baduy, menghadirkan konteks unik di mana nilai-nilai tradisional berdampingan dengan tantangan kesehatan yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model SIGAP SEHAT-intervensi pendidikan kesehatan berbasis gamifikasi yang diintegrasikan dengan kearifan local-untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS siswa kelas IV. Dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) mengikuti kerangka ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), model ini dibangun melalui asesmen kebutuhan mendalam di lima sekolah dasar, perancangan elemen gamifikasi (misi, poin, lencana, papan peringkat), serta pemasukan kearifan lokal khas Baduy (cerita rakyat, permainan tradisional, nilai-nilai komunal). Validasi ahli menunjukkan skor kelayakan tinggi (materi: 93,2%, media: 89,7%, bahasa: 91,5%). Desain kuasi-eksperimen satu kelompok pretest-posttest yang melibatkan 62 siswa menunjukkan peningkatan signifikan di seluruh domain PHBS: pengetahuan (rerata peningkatan = 18,9, p < 0,001, d = 2,34), sikap (peningkatan = 15,2, p < 0,001), dan praktik (peningkatan = 22,4, p < 0,001). Skor N-Gain menunjukkan efektivitas sedang hingga tinggi. Umpan balik kualitatif menggarisbawahi peningkatan motivasi, kolaborasi antarteman, dan kebanggaan budaya. Model SIGAP SEHAT secara efektif menjembatani teknik gamifikasi modern dengan tradisi lokal yang mengakar kuat, menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi dan responsif budaya untuk promosi kesehatan di sekolah dasar. Implikasi untuk kebijakan, integrasi kurikulum, dan penelitian lebih lanjut dibahas.
Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang Adaptif oleh Calon Guru Pendidikan Jasmani Wahyuningtyas Puspitorini; Dena Widyawan; Herman Chaniago
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 14 No. 2 (2025): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v14i2.9752

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kompetensi adaptif pengajaran calon guru yang dikembangkan melalui pendidikan guru based practice yang tercermin dalam modifikasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) selama lima pertemuan, untuk mengetahui jenis adaptasi yang dilakukan calon guru dalam RPP dari pertemuan pertama sampai pertemuan kelima, untuk mengetahui calon guru yang mengajar kompetensi adaptif yang dikembangkan dalam pengajaran selama lima pertemuan, untuk mengetahui hubungan antara pengajaran kompetensi adaptif pada RPP dan kesalahan dalam pengajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa prodi penjas yang mengontrak mata kuliah interaksi belajar. Hasil penelitian ini. Hasil penelitian mendukung kemanfaatan kerangka kerja pendidikan guru based practice dalam mengembangkan kompetensi adaptif calon guru dalam rencana pelajaran serta memperoleh kompetensi adaptif dapat mencegah efek kegagalan di kalangan calon guru.
Reliabilitas Instrumen TGMD 3 Untuk Keterampilan Lokomotor dan Keterampilan Bola Pada Anak Penyandang Disabilitas Dena Widyawan; Sujarwo Sujarwo; Andi Hasriadi Hasyim; Mira Fuzita
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 14 No. 2 (2025): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v14i2.9755

Abstract

Anak-anak penyandang disabilitas DCD menunjukkan keterlambatan dalam keterampilan motorik dan koordinasi yang secara signifikan mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menilai reliabilitas intra-penilaian, inter-penilaian, dan test-retest, serta menentukan nilai perubahan minimal yang terdeteksi dari TGMD-3 pada sampel anak-anak penyandang disabilitas. Self-Assessment Ethical Clereance telah disetujui oleh LPPM Universitas Negeri Jakarta. TGMD-3 diberikan kepada anak penyandang disabilitas DCD. Keterampilan gerak dasar anak penyandang disabilitas direkam menggunakan kamera video digital. Reliabilitas dinilai pada dua kesempatan oleh tiga penilai menggunakan teori generalisasi. 18 anak melakukan 13 keterampilan motorik TGMD-3 dalam 2 sesi dengan jarak satu minggu. TGMD-3 menunjukkan reliabilitas inter-penilai yang baik untuk subskala keterampilan lokomotor, subskala keterampilan bola, dan skor total (φ = 0,78−0,92), sementara reliabilitas intra-penilai bahkan lebih tinggi (φ = 0,95− 0,98). TGMD-3 merupakan instrumen yang reliabel untuk menilai keterampilan gerak dasar anak penyandang disabilitas jenis DCD.
Pendampingan Pemanfaatan Kebun Agro-Eduwisata untuk Kebugaran dan Kesehatan Lansia Kelompok Tani Hutan Rumah Kaum Jayakarta Dena Widyawan; Nofi Marlina Siregar; Yasep Setiakarnawijaya; Ela Yuliana; Yudhi Yudharta
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.868

Abstract

Kelompok Tani Hutan (KTH) Rumah Kaum Jayakarta menghadapi permasalahan ganda: potensi ekonomi kebun agro-eduwisata yang belum optimal dan tingginya prevalensi masalah kesehatan lansia di sekitarnya. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan KTH sebagai pengelola layanan kesehatan preventif berbasis alam dan meningkatkan kebugaran serta kesejahteraan lansia. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi partisipatif, pelatihan pemandu agro-terapi, implementasi program “Kebun Sehat Lansia” selama 12 minggu, pengembangan paket eduwisata, modifikasi kebun ramah lansia, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Instrumen pengukuran meliputi chair stand test, 6-minute walk test, dan Perceived Stress Scale. Hasil menunjukkan 15 anggota KTH tersertifikasi sebagai pemandu agro-terapi, 50 lansia berpartisipasi dengan tingkat kehadiran 86%, peningkatan rata-rata chair stand test sebesar 18,3%, penurunan skor stres sebesar 24,7%, serta terciptanya satu paket eduwisata yang menghasilkan pendapatan tambahan Rp5.200.000 bagi KTH. Program ini berhasil mengintegrasikan fungsi kesehatan dan ekonomi kebun secara berkelanjutan.