Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Nunukan Lamar, Carlos Boby Janerio; Poerwanti, Endang; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11589

Abstract

Abstract: This study aims to describe: 1) Implementation of 12 years of compulsory education in Nunukan District, 2) obstacles faced and efforts made on the implementation of the compulsory 12-year study. The study was conducted in Nunukan District. Data collection techniques are interview, observation, and documentation. Analytical techniques used are data reduction, data exposure, and conclusions. To check the validity of data using technique triangulation and source. Research result; 1) Implementation of the 12 years compulsory education in Nunukan District proved to be done without the charge for the SPP at the level of elementary School, Junior School, high school / vocational school. APM fluctuates, the rate of continuing school reaches 92% upward, the passing rate reaches 99% and the dropout rate reaches 0.36%. 2) 12-year fair implementation constraints in Nunukan District are (a) individual mindset: (b) economic condition (c) lack of parental attention; (d) lack of facilities and infrastructure; (e) geographical location as transmigration area; (f) school distance; (g) lack of equity and teacher training; (h) early marriage. 3) Efforts made on the fair implementation of 12 years: (a) The government conducts persuasive socialization to the community for going to school; (b) School dropouts are advised to take non-formal education; (c) The government seeks to make equal distribution of teachers throughout the Nunukan Regency; (d) The procurement of facilities and infrastructure in the 3T area.Keywords: Implementation of policy, Compulsory Education, 12 years Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan, 2) kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian; 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan terbukti terlaksana tanpa punggutan untuk SPP pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK. APM mengalami fluktuatif, angka melanjutkan sekolah mencapai 92% ke atas, angka kelulusan mencapai 99% dan angka putus sekolah mencapai 0,36%. 2) Kendala implementasi wajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan yaitu (a) mindset individu: (b) keadaan ekonomi (c) kurangnya perhatian orangtua; (d) kekurangan sarana dan prasarana; (e) letak geografis sebagai daerah transmigrasi; (f) jarak sekolah; (g) kurangnya pemerataan dan pelatihan guru; (h) nikah muda. 3) Upaya yang dilakukan pada implementasi wajar 12 tahun: (a) Pemerintah melakukan sosialisasi persuasif kepada masyarakat agar mau bersekolah; (b) Masyarakat yang putus sekolah disarankan untuk mengambil pendidikan non formal; (c) Pemerintah berupaya melakukan pemerataan guru ke seluruh wilayah Kabupaten Nunukan; (d) Pengadaan sarana dan prasarana di wilayah 3T.Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Wajib belajar, 12 Tahun
Analisis Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Peminatan Di SMA Negeri Kota Ternate Usman, Widyasari; Poerwanti, Endang; Hudha, Atok Miftachul
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i2.12050

Abstract

Abstract: The subject of specialization can help the development of abilities possessed by students. Specifically, specialization subjects can be followed according to students' talents and interests. This study aims to describe (1) the implementation of the 2013 curriculum policy in specialization learning in Senior High School 1 Ternate. (2) differences in specialization management models are applied in Senior High School 1 Ternate. And (3) constraints and solutions in the implementation of specialization learning in Senior High School 1 Ternate. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. Sources of data and information from three curriculum subjects and nine specialization subject teachers from each of the three schools. The results showed that (1) the implementation of the 2013 curriculum in specialization learning in Senior High School 1 Ternate was by Minister of Education and Culture Regulations number 69 of 2013 and schools only make policies based on the central government and adjust teaching hours and based on specialization manuals and cross-interests from the Ministry of Education and Culture in 2016 and 2017. (2) There are some differences from specialization management models such as specialization mechanisms/procedures in each school have different stages. (3) Obstacles in the implementation of specialization learning in Senior High School 1 Ternate include (a) constraints from teachers; (b) constraints in choosing teaching methods; (c) constraints from students; (d) the constraints of using learning resources; (e) facilities and infrastructure. The solution is that the teacher chooses the right teaching method and can improve the competency of the studentsKeywords: Learning, Specialization Subjects, 2013 Curriculum Abstrak: Diberlakukan mata pelajaran peminatan dapat membantu pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Secara khusus mata pelajaran peminatan dapat diikuti sesuai bakat dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) pelaksanaan kebijakan kurikulum 2013 pada pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate. (2) perbedaan model manajemen peminatan diterapkan di SMA Negeri Kota Ternate. Dan (3) kendala dan solusi dalam pelaksanaan pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dan informasi dari tiga masing-masing wakasek kurikulum dan sembilan guru mata pelajaran peminatan dari tiga masing-masing sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan kurikulum 2013 pada pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate sudah sesuai dengan Permendikbud No. 69 Tahun 2013 dan sekolah hanya membuat kebijakan berdasarkan dari pemerintah pusat dan menyesuaikan jam mengajar serta berdasarkan buku pedoman peminatan dan lintas minat dari Kemendikbud tahun 2016 dan 2017. (2) Terdapat beberapa perbedaan dari model-model manajemen peminatan seperti mekanisme/prosedur peminatan di setiap sekolah memiliki tahapan-tahapan berbeda. (3) Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran peminatan di SMA Negeri Kota Ternate meliputi (a) kendala dari guru; (b) kendala memilih metode mengajar; (c) kendala dari siswa; (d) kendala menggunakan sumber belajar; (e) sarana dan prasarana. Solusi yang dilakukan yaitu guru memilih metode mengajar tepat dan dapat meningkatkan kompetensi peserta didikKata kunci: Pembelajaran, Mata Pelajaran Peminatan, Kurikulum 2013
Implementasi Pendidikan Inklusif Di SMKN 2 Malang Rismayanti, Desy; Poerwanti, Endang
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v7i1.12044

Abstract

Abstract: The development of 21st-century education has provided opportunities for persons with disabilities to obtain the same education as students in general. The study aims to find out 1) the implementation of inclusive education which includes the acceptance, planning, implementation, and evaluation of students; 2) supporting and inhibiting factors for the implementation of inclusive schools, and 3) positive and negative impacts of the implementation of inclusive schools in Vocational High School 2 Malang. This research uses qualitative research. The results showed that 1) the implementation was good in terms of acceptance, planning, implementation, and evaluation, which was followed by students with special needs with autism, mentally disabled, ADHD, slow learner, deaf, and dual disability (more disability). 2) Internal and external supporting factors are the collaboration of various inclusive education actors, the government, parents or guardians of students, communities around the school, as well as special assistant teachers. Internal and external inhibiting factors, the lack of infrastructure assistance from the government. 3) The positive impact of the implementation of inclusive education in Vocational High School 2 Malang is the support of all parties to inclusive education, for the negative impact of this study in the inhibiting factor, namely the lack of infrastructure assistance from the government. Researchers suggest that schools should always send letters to the government regarding infrastructure facilities so that the government can be responsive in helping with this. It can also find sponsors through CSR (Corporate Social Responsibility), self-funding from parents of parents, and raising public funds.Keywords: Implementation, Inclusive Education, The Child with Special Needed Abstrak: Perkembangan pendidikan abad 21 ini telah memberikan kesempatan kepada para penyandang difabel untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan siswa pada umumnya.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui a) implementasi pendidikan inklusif berjalan yang meliputi penerimaan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi bagi peserta didik; b) faktor pendukung dan penghambat implementasi sekolah inklusif; serta c) dampak positif dan negatif dari implementasi sekolah inklusif di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan sudah baik dalam hal penerimaan, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi, yang diikuti oleh peserta didik berkebutuhan khusus dengan ketunaanautis, tuna grahita, ADHD, slow learner, tuna rungu, serta ketunaan ganda (lebih ketunaannya). 2) Faktor pendukung internal dan eksternal adanya kolaborasi dari berbagai pelaku pendidikan inklusif, pemerintah, orang tua wali murid, masyarakat sekitar sekolah, serta para guru pendamping khusus. Faktor penghambat internal dan eksternal, minimnya bantuan sarana prasarana dari pemerintah. 3) Dampak positif dari implementasi pendidikan inklusif di SMK Negeri 2 Malang adanya dukungan dari semua pihak pelaku pendidikan inklusif, untuk dampak negatif penelitian ini dalam faktor penghambat yaitu minimnya bantuan sarana prasarana dari pemerintah. Saran peneliti, sebaiknya sekolah selalu mengirim surat untuk pemerintah dalam hal bantuan sarana prasarana agar pemerintah bisa cepat tanggap dalam membantu dalam hal ini. Bisa juga mencari sponsor melalui CSR (Corporate Social Responsibility), swadana dari orang tua wali murid, dan penggalangan dari dana masyarakat.Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus
Analisis Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar Kabupaten Lomok Tengah Suantari, Baiq Sriwulan; Poerwanti, Endang; Anshory, Ichsan
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11605

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) the conduct of inclusive education at elementary school level in Central Lombok regency, 2) the management of inclusive education at elementary school level of Central Lombok regency, 3) obstacle and effort conducted by schools that administer the inclusive education. This study is a descriptive qualitative study which applied qualitative method. Its sample was inclusive schools that are located in the rural area as well as downtown and the district capital of Central Lombok regency. The data collection technique was my interview with the Head of Education Board, Local Government of Central Lombok regency, observation related to inclusive education conduct in Central Lombok regency and in the form of photos to support the analysis result. The data analysis technique used the data reduction technique, data presentation, and verification. The result of the study showed that 1) inclusive education implementation in the learning process was done in classical form, there was no service provided by the school toward the children with a special need. The three schools which were taken as a sample of the study were not ready to establish inclusive education due to lack of understanding from the teachers’ side on inclusive education itself. 2) the uneven management system in terms of curriculum implementation, schools A and B applied KTSP while school C used K13 by government regulation. 3) the obstacles faced by the teachers were the lack of understanding from the teachers’ side, the unavailability of expert staff for the special needs, the lack of facility and utility, lack of training provided by the institution whose school administers the inclusive education. The effort should be done by teachers from respective schools is to proceed with the learning process for their students at their best, proceed with the inclusive education program in their respective schools.Keywords: Education, Inclusive, Elementary school Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: 1) Pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 2) Manajemen pendidikan inklusi disekolah dasar Kabupaten Lombok Tengah; 3) Kendala dan upaya dan yang di alami sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan sample penelitian yaitu sekolah inklusi yang terletak di Daerah pelosok, di tengah-tengah Kota, dan terletak di Kota Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengan, observasi terkait pelaksanaan Pendidikan Inklusi di Kabupaten Lombok Tengah dan Dokumentasi yang berupa foto-foto untuk memperkuat hasil analisis. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dantahap Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pendidikan inklusi dalam proses pembelajaran dilakukan secara klasikal, belum terlihat pelayanan yang diberikan sekolah terhadap anak berkebutuhan khusus. Ketiga sekolah yang menjadi sample dalam penelitian ini tidak siap untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi karena pemahaman guru terhadap konsep dari inklusi itu sendiri yang masihkurang. 2) manajemen sekolah dalam kurikulum masih menggunakan KTSP untuksekolah A dan B, sedangkan untuk sekolah C menggunakan kurikulum K13 sesuai ketetapan pemerintah. 3) kendala yang dihadapi guru berupapemahaman guru yang kurang, tidaktersedianya guru pembimbingkhusus, saranadanprasarana, pelatihan yang kurang yang disediakanolehlembagauntuk guru yang sekolahnya menyelenggarakan pendidikan inklusi. Upaya yang dilakukan oleh sekolah yaitu melaksanakan pembelajaran sebaik mungkin untuk para siswa, menlajutkan pendidikan inklusi di sekolah masing-masingKata kunci: Pendidikan, Inklusi, Sekolah dasar
Literacy Skills as an Effort to Maintain Quality Culture in Muhammadiyah Elementary Schools in Malang City During the Covid-19 Pandemic Poerwanti, Endang; Suwandayani, Beti Istanti; Sombuling, Agnis
Journal of Nonformal Education Vol 7, No 1 (2021): February: Community Empowerment, Adult Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v7i1.26429

Abstract

This research has been conducted based on the declining condition of literacy in Indonesia since 2017. Since quality culture is crucial during this time, a research on literacy skills in elementary schools needs to be done. This is a qualitative descriptive research. It aims to analyze the literacy skills in maintaining the quality culture in Muhammadiyah elementary schools in Malang City during the Covid-19 pandemic. Moreover, the instruments used in this research are interviews and documentation. The research subjects comprise teachers, headmasters, and students of Muhammadiyah elementary schools in Malang City. The results show that during the pandemic, the subjects have applied digital and informational literacy skills in the learning process through several platforms. Moreover, using these skills, the teachers have co-written a compilation of best practic-es registered on ISBN. Supporting factors in literacy skills as a quality culture in Muhammadiyah elementary schools include the intensity to access more information, optimization of teacher skills through various workshops and peer tutors, and improvement of existing infrastructure in schools. While the hindering factor is the understanding of educators and education on the school literacy movement is school literacy.
PARADIGMA "EDUCATION FOR ALL" DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR Endang Poerwanti
Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 22, No 1 (2013): Tahun 22, Nomor 1, Mei 2013
Publisher : Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: "Education for all" paradigm in inclusion teaching practices at elementary school in Malang city. Inclusive education involved special needs’ students to learn together with normal children in regular schools. In field condition, teachers in regular schools are not prepared to teach special needs’ students. The purpose of this fundamental research was to develop basic concepts about the teacher behavior related to inclusion education in handling special needs’ students and their behavior problems in the classroom. The research was conducted at five elementary schools in Malang. Interview, observation, documentation and FGD were used data collection methods. Results showed: (1) teachers had been working independently to develop their knowledge and skill in coping with special needs’ students, (2) sustainable guidance should be conducted, (3) stakeholder support should be improved, (4) there were some schools had not adequate facilities and therapy rooms. Abstrak: Paradigma "education for all" dalam praktik pembelajaran inklusi di sekolah dasar kota Malang. Pendidikan Inklusi mengikutsertakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) belajar bersama anak normal di sekolah reguler. Kondisi di lapangan, guru di sekolah reguler tidak dididik secara khusus untuk menghadapi ABK. Penelitian fundamental ini bertujuan menyusun konsep dasar tentang perilaku guru berwawasan pendidikan inklusi dalam penanganan ABK dan perilaku bermasalah di kelas. Penelitian dilaksanakan di lima SD di kota Malang. Observasi, wawancara, dokumentasi, dan FGD digunakan sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan (1) guru secara mandiri telah berupaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menangani ABK, (2) pembinaan secara berkelanjutan sangat diperlukan, (3) perlu peningkatan dukungan stakeholder, (4) beberapa sekolah belum memiliki sarana dan ruang terapi yang memadai. Kata Kunci: pendidikan Insklusi, sekolah dasar
Analisis Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa PGSD dalam Pengelolaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusi Endang Poerwanti; Nawang Sulistyani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p047

Abstract

One of the superior profiles that prospective elementary school teacher students should have is competence in providing inclusive education services. The importance of these competencies is analyzed in this study to describe the competence and readiness of University Muhammadiyah Malang Elementary School Teacher Education Study Program students in managing ABK learning in inclusive schools. The mixed-method research with research subjects was 300 students, five lecturers, and one East Java inclusion development team. The research data were collected through a group discussion forum, questionnaires, and documentation which were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. From the research results obtained the formulation of ten competencies in the management of inclusive learning that should be mastered by prospective elementary school teacher students. The results also showed that the majority of UMM PGSD Study Program students had good readiness in mastering the ten competencies, including 85 percent mastering criteria 1, 2, 3, 4, 7, and 8; 65 percent mastered criteria 5 and 6; 80 percent mastered criteria 9 and 10. Salah satu profil unggul yang hendaknya dimiliki mahasiswa calon guru SD adalah kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan inklusi. Pentingnya kompetensi tersebut dianalisis dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi dan kesiapan mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengelolaan pembelajaran ABK di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan mix method dengan subjek penelitian adalah 300 mahasiswa, lima dosen dan satu tim pengembang inklusi Jawa Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui forum group discussion, angket dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh rumusan sepuluh kompetensi pengelolaan pembelajaran inklusi yang hendaknya dapat dikuasai mahasiswa calon guru SD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi PGSD UMM memiliki kesiapan yang baik dalam menguasai sepuluh kompetensi tersebut, antara lain 85 persen menguasai kriteria 1, 2, 3, 4, 7 dan 8; 65 persen menguasai kriteria 5 dan 6; 80 persen menguasai kriteria 9 dan 10. 
Pembinaan Guru Honorer Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya Marcelus Umbu Zasa; Endang Poerwanti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11564

Abstract

Abstract: This study aims to (1) knowing the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba District; (2) knowing the supporting and inhibiting factors of the formation of honorary primary school teachers in Southwest Sumba district. The design of this research is to use a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out through interviews with the Head of the education office, Superintendent of primary schools, Principals and regional honorary teachers to find a picture of the performance and training techniques of regional honorary teachers and documentation techniques to strengthen the research results presented in the form of photographs. The results showed that 1) Regional Honorary Teacher's performance was classified as good and the training technique was still not effective. 2) Factors that support the improvement of the performance and guidance of regional honorary teachers in the Southwest Sumba District are from the school supervisor, the principal of the primary school, to participate in the coaching program that is held. Availability of transportation budget. The obstacle that arises is the lack of understanding of interest, there are still regional honorary teachers who copy-paste learning tools, motivation, and attitudes of regional honorary teachers about the importance of coaching which is still low as well as the techniques of guiding regional honorary teachers that have not been effective.Keywords: Coaching, Performance, Honorary Teacher Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya; (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya. Desain penelitian ini yaitu mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama Kepala dinas pendidikan, Pengawas sekolah dasar, Kepala sekolah dan guru honorer daerah untuk mengetahui gambaran kinerja dan teknik pembinaan guru honorer daerah dan teknik dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk foto. Hasil penelitian menunjukkan1) Kinerja Guru Honorer Daerah tergolong baik dan teknik pembinaan yang masih belum efektif. 2) Faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja dan pembinaan guru honorer daerah di kabupaten sumba barat daya adalah dari pengawas sekolah, Kepala sekolah dasar, untuk mengikuti program pembinaan yang diadakan. Tersedianya anggaran transportasi. Kendala yang muncul adalah kurangnya pemahaman minat, masih adanya guru honorer daerah yang mengkopi paste perangkat pembelajaran, motivasi dan sikap guru honorer daerah tentang pentingnya pembinaan yang masih rendah serta teknik pembinaan guru honorer daerah yang belum efektif.Kata kunci: Pembinaan, Kinerja, Guru honorer
Pengembangan Buku Pengayaan Pengenalan Makanan Tradisional Bagi Guru Paud Di KB/TK Al-Fadholi Malang Iing Fajar Wahyuni; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11572

Abstract

Abstract: The research aims to develop an introduction to traditional food introduction books for PAUD teachers. The research method used in this study refers to the research and development (R&D) research model. This research was conducted at KB / TK Al-Fadholi Malang. Research subjects included media experts, material experts, and KB / TK Al-Fadholi Malang and Cluster III Teachers in Lowokwaru District (n = 25). Data analysis techniques using qualitative descriptive analysis, descriptive statistical analysis, and paired t-test. The results of this study indicate that the development of a traditional food introduction enrichment book for PAUD teachers, namely the percentage of the feasibility of expert test obtained by 95%, the percentage of the feasibility of limited trials obtained by 96% and experimental trials obtained p = 0,000 (p <0.05). The media Traditional Food Introduction Enrichment Book for PAUD Teachers based on its applicability is categorized as appropriate with high qualifications and can be applied as a supporting medium for teacher activities in introducing and accustoming early childhood to consuming traditional foods.Keywords: Enrichment Books, Traditional Foods, Introduction to Traditional Foods, PAUD Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengenalan makanan tradisional bagi Guru PAUD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model penelitian research and development (R&D). Penelitian ini dilakukan di KB/TK Al-Fadholi Malang. Subyek penelitian meliputi ahli media, ahli materi, dan Guru KB/TK Al-Fadholi Malang serta Guru gugus III Kecamatan Lowokwaru (n=25). Tehnikanalisa data menggunakan Analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif, dan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan buku pengayaan pengenalan makanan tradisional bagi Guru PAUD yakni diperoleh prosentasi kelayakan uji ahli 95%, prosentase kelayakan uji coba terbatas diperoleh 96% dan uji coba eksperimen diperoleh nilai p= 0.000 (p<0.05). MediaBuku Pengayaan Pengenalan Makanan Tradisional bagi Guru PAUD berdasarkan keterterapannya dikategorikan layak dengan kualifikasi tinggi dan dapat diaplikasikan sebagai media penunjang aktivitas guru dalam mengenalkan dan membiasakan anak usia dini untuk mengkonsumsi makanan tradisional.Kata kunci:Buku Pengayaan, Makanan Tradisional, Pengenalan Makanan Tradisional, PAUD
Analisis Tingkat Ketercapaian Standar Nasional Pendidikan Di Sekolah Daerah Terpencil Kabupaten Bulukumba Nita Anggraeni; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11582

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the level of achievement of the National Education Standards in remote areas in Bulukumba Regency. The type of research used is a case study using the Explanatory Sequential Design mix method. This research was conducted in Bulukumba Regency. The subjects of this study were the Principal, Teachers in remote areas and the head of the Education Office of the district of Bulukumba. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and verification. To test the wetness of the data using triangulation analysis methods and sources. The results showed that the National Education Standards reached by the Kahaya district school, Bulukumba Regency was in terms of content, process, graduation competencies, education staff, management, and assessment, while only the facilities and infrastructure standards had not been achieved. The obstacle faced is the access road to school, the availability of facilities and infrastructure. Efforts made in overcoming obstacles are carried out efficiently by utilizing the surrounding environment to be a means of learning activities.Keywords: Achievement of SNP, Schools, Remote Areas Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tingkat ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di Sekolah daerah terpencil Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan mix method Explanatory Sequential Desaign. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru di daerah terpencil dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan Verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan analisis triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yang telah tercapai oleh sekolah daerah Kahaya, Kabupaten Bulukumba yaitu pada standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, pengelolaan dan penilaian, sedangkan hanya standar sarana dan prasarana yang belum tercapai. Kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sarana kegiatan pembelajaran.Kata kunci: Ketercapaian SNP, Sekolah, Daerah Terpencil