Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Hipertensi (I10 – I15) Berdasarkan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso Riski Nurjannah; Veronika Vestine; Ervina Rachmawati; Dony Setiawan Hendyca Putra
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i2.6093

Abstract

Prevalensi hipertensi terus meningkat sehingga mencapai 1,28 miliar orang di dunia. Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso merupakan rumah sakit dengan jumlah pasien rawat inap dengan kejadian hipertensi yang meningkat dari tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko hipertensi yaitu umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, dislipidemia, obesitas, riwayat merokok dan riwayat minum alkohol terhadap kejadian hipertensi. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control menggunakan data rekam medis pasien rawat inap. Sampel penelitian terdiri dari 79 sampel kasus dan 79 sampel kontrol menggunakan purposive random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu umur (p= 0,004), jenis kelamin (p= 0,002), riwayat merokok (p= 0,040) dan variabel yang tidak berhubungan yaitu dislipidemia (p= 0,210) serta variabel yang tidak dapat dianalisis secara statistik yaitu riwayat keluarga, obesitas, dan riwayat minum alkohol. Diharapkan pihak rumah sakit melakukan promosi kesehatan tentang faktor risiko hipertensi dan menghindari konsumsi rokok dan alkohol serta melengkapi pencatatan rekam medis.
Klasifikasi Stroke Iskemik Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN) di RS Bhayangkara Bondowoso Adinda Zulaikha; Angga Rahagiyanto; Muhammad Yunus; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.714

Abstract

Stroke iskemik terjadi akibat penyempitan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah terganggu. Angka kasus stroke iskemik di RS Bhayangkara Bondowoso mengalami fluktuasi dari tahun 2019-2023. Penelitian ini bertujuan melakukan klasifikasi penyakit stroke iskemik berdasarkan faktor risiko (usia, jenis kelamin, diabetes melitus, GDA, obesitas, hipertensi dan merokok), gejala (kelemahan ekstremitas, penurunan kesadaran, pusing, muntah, kejang, sesak, nyeri, kesemutan dan afasia) dan tindakan CT Scan kepala. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan data primer. Sampel penelitian terdiri dari 385 rekam medis rawat inap menggunakan simple random sampling. Klasifikasi menggunakan algoritma KNN dengan supplied test. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang menjadi faktor risiko penyakit stroke iskemik yaitu usia (65,8%), jenis kelamin (58,03%) dan hipertensi (63,73%). Sedangkan gejala yang sering dialami pasien stroke iskemik yaitu kelemahan ekstremitas (54,92%), pusing (53,89%) dan lemas (52,33%). Serta tindakan CT Scan kepala yaitu 98,96%. Klasifikasi ini menggunakan metode K-Nearest Neighbor dengan k=18 dan supplied test. Hasil akurasi menghasilkan performance dengan tingkat akurasi 92,2078%, Precision 86,05%, Recall 100%, F1 Score 0,9250 dan nilai ROC Area 0,9962. Nilai ROC area tergolong kategori Excellent Classification. Saran dalam penelitian ini yaitu melakukan perancangan sistem.
Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Rekam Medis di Ruang Filing Puskesmas Kalianget Sanuri Istiqamah; Atma Deharja; Novita Nuraini; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.729

Abstract

Kerusakan rekam medis adalah tidak utuhnya rekam medis seperti robek, luntur, dan tidak terbaca. Permasalahan kerusakan rekam medis di Puskesmas Kalianget sebanyak 244 atau 25,68%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan rekam medis di ruang filing Puskesmas Kalianget. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu petugas filing, petugas loket, dan kepala puskesmas. Hasil penelitian faktor intrinsik yaitu kualitas kertas, tinta, dan bahan perekat sudah baik. Faktor ekstrinsik dari segi aspek fisik yaitu tidak terdapat AC, debu, dan rak filing penuh. Aspek biologis yaitu jamur. Aspek kimiawi yaitu tinta luntur. Aspek kelalaian yaitu rekam medis terkena minuman, dan SOP pemeliharaan tidak dilaksanakan secara maksimal. Hasil USG yaitu jamur, debu, dan tidak terdapat AC. Hasil brainstorming yaitu menempatkan rekam medis di ruangan berventilasi baik, membuat jadwal rutin kebersihan, pengadaan AC. Saran dari penelitian yaitu penambahan rak filing, retensi, dan sosialisasi pemeliharaan rekam medis.
Kepuasan Pengguna SIMRS Rawat Inap di RSUP dr Kariadi Semarang Hendra Lexmana; Selvia Juwita Swari; Rossalina Adi Wijayanti; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.741

Abstract

RSUP Dr. Kariadi Semarang telah menggunakan SIMRS sejak 2005 untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, masih ditemukan kendala seperti error saat grouping, tidak tersedianya informasi selisih iur biaya naik kelas, belum terintegrasinya Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK), tampilan yang membingungkan antara simulasi dan final grouping, serta pencampuran kode ICD 2010 dengan INA-Grouper. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pengguna akhir SIMRS menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 37 responden dengan kuesioner berdasarkan lima aspek EUCS: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki harapan tinggi terhadap SIMRS, terutama pada aspek content (56,76%) dan accuracy (54,05%). Kenyataan menunjukkan ease of use dan timeliness dinilai sesuai oleh 86,49% responden. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada ease of use (59,46%) dan format (56,76%), sementara ketidakpuasan tertinggi pada content dan timeliness (51,35%). Disarankan agar rumah sakit menambahkan fitur selisih biaya otomatis, integrasi SMPK, standar kodefikasi ICD nasional, pembaruan tampilan sistem, dan menu bantuan.
Analisis Faktor Penyebab Klaim Pending BPJS Kesehatan Rawat Jalan di UPF BKMM Cikampek Nur Fitri Rosmayanti; Maya Weka Santi; Atma Deharja; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.743

Abstract

Saat ini dalam penerapan Jaminan Kesehatan Nasional, rumah sakit diharuskan melakukan pengajuan klaim untuk memperoleh penggantian biaya layanan kesehatan. Penerapan klaim BPJS ini tidak terlepas dari beberapa tantangan, salah satunya adalah kasus klaim pending. UPF BKMM Cikampek masih mengalami klaim pending BPJS rawat jalan. Pada Oktober-Desember 2023 dari 4963 berkas yang diajukan, ditemukan sebanyak 175 berkas mengalami klaim pending. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab klaim pending pasien BPJS Kesehatan Rawat Jalan di UPF BKMM Cikampek berdasarkan teori Kinerja Gibson. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penyebab klaim pending. Pertama, variabel individu dikarenakan tidak sesuainya kualifikasi pendidikan dan tidak adanya pelatihan bagi petugas klaim secara merata. Kedua, variabel organisasi dikarenakan evaluasi terkait penyelesaian klaim pending yang tidak rutin dilakukan, tidak adanya tunjangan kinerja khusus bagi petugas klaim, serta tidak adanya uraian tugas dan standar operasional prosedur terkait penanganan klaim pending. Upaya yang diusulkan untuk memperbaiki masalah tersebut meliputi rotasi petugas pada tim penjaminan klaim BPJS rawat jalan, pelaksanan rapat rutin, serta penyusunan uraian tugas dan standar operasional prosedur terkait penanganan klaim pending.
Analisis Pending Klaim Rawat Inap di Rumah Sakit X Tahun 2025 Vivi Sumarliyanti Ekowati Sugiyanto; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Novita Nuraini; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.747

Abstract

Pending klaim di Rumah Sakit X sering terjadi akibat ketidaklengkapan atau kesalahan administrasi, medis, dan koding. Pada tahun 2024, tercatat 5,74% klaim rawat inap dan 5% klaim rawat jalan mengalami pending, yang berdampak pada gangguan arus kas, keterlambatan pembayaran, dan penurunan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pending klaim rawat inap tahun 2025 berdasarkan variabel kinerja Robbins motivation, opportunity, dan ability. Hasil penelitian menunjukkan dari variabel motivasi, subvariabel reward menjadi penyebab karena penghargaan seperti pujian belum diberikan secara merata kepada seluruh staf, serta belum adanya insentif bagi petugas yang berhasil menyelesaikan klaim tepat waktu. Dari variabel opportunity, kendala ditemukan pada subvariabel job description yang masih kurang lengkap dan tidak terperinci dalam SK. Selain itu, fasilitas kerja bagi koder belum memadai, seperti ketersediaan buku ICD-10 dan ICD-9-CM, komputer, pemindai dokumen, dan printer. Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang belum terintegrasi dengan V-Claim dan E-Claim juga menjadi hambatan, ditambah ketiadaan SOP yang mengatur alur verifikasi, dan perbaikan klaim BPJS. Sementara itu, pada variabel ability terdapat petugas yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai, serta kurangnya pemahaman mengenai prosedur klaim. Tidak tersedianya pelatihan dan transfer knowledge juga memperkuat kendala dalam pengelolaan klaim pending.