Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP TIPE CAMPER DAN QUITTER PADA MATERI ALJABAR Prayogo Prayogo; Hanim Faizah; Silviana Maya Purwasih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.7596

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam menyampaikan informasi, gagasan, mengungkapkan gagasan matematis melalui gambar/grafik, tabel, persamaan, atau bahasa sendiri. Dengan demikian, kemampuan komunikasi matematis berkaitan erat dengan kemampuan pemecahan masalah. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah ialah kemampuan siswa menghadapi masalah, sehingga perlu dianalisis juga pengaruhnya dalam kemampuan komunikasi matematis. Sikap atau tanggapan seseorang dalam menghadapi suatu masalah dikenal dengan Adversity Quotient.   Adversity Quotient dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu Climber, Camper, dan Quitter. Penelitian yang telah dilakukan adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa Climber, namun masih belum dilakukan untuk siswa Camper dan Quitter. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa Camper dan Quitter. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menganalisis hasil jawaban tertulis siswa dan selanjutnya dilakukan wawancara untuk melengkapi hasil. Analisis data yang digunakan adalah metode Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan diuji dengan melakukan triangulasi waktu. Adapun hasil yang diperoleh adalah siswa Camper memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik dibandingkan dengan siswa Quitter, karena siswa Camper telah mampu memenuhi 4 dari 5 indikator kemampuan komunikasi matematis, sedangkan siswa Quitter hanya 2 indikator saja. Mathematical communication skills are students' ability to convey information, ideas through discussions and presentations, express mathematical ideas through pictures/graphs, tables, equations, or their own language. Therefore, mathematical communication skills are closely related to problem solving abilities. One of the factors that influences problem solving is students' ability to face problems, so it is also necessary to analyze its influence on mathematical communication skills. A person's attitude or response in facing a problem is known as the Adversity Quotient. Adversity Quotient is divided into three categories, namely Climber, Camper, and quitter. The research that has been carried out is to describe the mathematical communication skills of Climber students, but has not yet been carried out for Camper and Quitter students. So, this research aims to analyze the differences in the mathematical communication abilities of Camper and Quitter students. The method used is qualitative by analyzing the results of students' written answers and then conducting interviews to complete the results. The data analysis used is the Miles and Huberman method which includes data reduction, data analysis, and drawing conclusions. Meanwhile, to test the validity of the data, time triangulation was carried out. The results obtained are that Camper students have better mathematical communication skills compared to Quitter students, because Camper students have been able to fulfill 4 of the 5 indicators of mathematical communication ability, while Quitter students only have 2 indicators. 
Pengembangan dan Uji Kelayakan Media BIMA Berbasis Flashcard QR pada Materi Bangun Ruang di Sekolah Dasar Halimatus Sa'diyah; Via Yustitia; Prayogo Prayogo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.780

Abstract

Kemampuan numerasi adalah keterampilan dasar yang krusial bagi peserta didik sekolah dasar, tetapi hasil PISA mengindikasikan bahwa kemampuan numerasi peserta didik Indonesia masih rendah, terutama pada materi geometri bangun ruang yang bersifat abstrak. Hal ini dikarenakan oleh keterbatasan sumber belajar. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan proses pengembangan media BIMA berbasis flashcard QR, (2) Mengetahui kelayakan media BIMA berbasis flashcard QR, dan (3) Menganalisis tanggapan pengguna media flashcard QR dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang dibatasi hingga Implementasi skala kecil. Subjek yang diteliti terdiri dari 3 validator (ahli materi, bahasa, media), satu guru kelas VI, serta 12 peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner validasi ahli, serta kuesioner tanggapan guru dan peserta didik. Kemudian dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan media BIMA dilakukan secara sistematis sesuai model ADDIE mulai analisis sampai implementasi, (2) media BIMA dinyatakan sangat layak oleh para ahli dengan skor validasi materi 81,81%, bahasa 92,85% dan media 81,25% (3) respon peserta didik dan guru terhadap penggunaan media BIMA mendapatkan kategori layak dengan skor 75% respon guru dan kategori sangat layak dengan skor 95,83% respon peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi flashcard QR dengan teknologi digital untuk memvisualisasikan konsep bangun ruang secara lebih konkret.
PENGEMBANGAN BUKU AKTIVITAS DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS ETNOMATEMATIKA BARONGAN BLORA PADA MATERI GEOMETRI BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR [DEVELOPMENT OF AN INTERACTIVE DIGITAL ACTIVITY BOOK BASED ON BARONGAN BLORA ETHNOMATHEMATICS FOR THE TOPIC OF SOLID GEOMETRY IN ELEMENTARY SCHOOL] Ericha Ira Meylinda; Via Yustitia; Prayogo Prayogo
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 10 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v10i1.11128

Abstract

This study was motivated by the lack of integration of ethnomathematics and interactive digital media in elementary school mathematics education, particularly regarding abstract spatial geometry concepts. The study aims to develop an interactive digital activity book on the Barongan Blora ethnomathematics tradition, test its validity, and analyze student responses. The research method used was Research and Development (R&D) applying the 4D model. Data collection techniques included interviews, expert validation questionnaires, and student response questionnaires, which were analyzed using quantitative descriptive methods. The results indicate that the media possesses high validity, with validation ratings of 86% from media experts, 85% from content experts, and 96% from language experts. Student responses were also highly positive, with an average score above 87%. These results align with previous research indicating that interactive digital media and ethnomathematics approaches can enhance conceptual understanding and student engagement. The uniqueness of this study lies in the integration of local culture through an interactive digital activity book, a format that remains underdeveloped. Consequently, the developed media is deemed appropriate, practical, and effective for use in elementary school mathematics instruction. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini didasari oleh keterbatasan yang masih ada pada integrasi antara etnomatematika dan media digital interaktif dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, khususnya pada materi geometri ruang yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku aktivitas digital interaktif berbasis etnomatematika Barongan Blora, menguji validitas, serta menganalisis respons siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket validasi ahli, dan angket respons siswa yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku aktivitas digital interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat validitas tinggi berdasarkan validasi ahli media (86%), ahli materi (85%), dan ahli bahasa (96%). Validasi dilakukan pada aspek tampilan dan interaktivitas media, kesesuaian materi, serta kejelasan bahasa. Selain itu, hasil uji praktis melalui respons siswa memperoleh rata-rata 87% dengan kategori sangat positif. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media digital interaktif dan pendekatan etnomatematika mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Keunikan penelitian ini terletak pada pengintegrasian budaya setempat dalam bentuk buku aktivitas digital interaktif yang masih jarang dikembangkan. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dianggap sesuai, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Mangrove Planting: Implementation and Application of Science Instructional Design in Elementary Education Masters Program Reza Rachmadtullah; Wan Irham Ishak; Yusmahariz Ashraf Bin Yusmaherizam; Amirul Iman Bin Baba Ismadi; Rarasaning Satyaningsih; Cholifah Tur Rosidah; Imas Srinana Wardani; Prayogo Prayogo; Danang Prastyo; Akhmad Qomaru Zaman; Muhammad Iqbal Al Ghozali
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Pengabdian Multidisiplin November 2024
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v2i2.147

Abstract

Mangrove planting has great ecological benefits, including preventing abrasion, absorbing carbon, and supporting biodiversity. However, mangrove degradation due to land conversion and lack of public awareness requires intervention in the form of ecosystem rehabilitation. This activity also integrates environmental education to increase student awareness. The purpose of this service is to integrate mangrove conservation practices in project-based learning for students, involving instructional design theories that are relevant to real environmental issues. This activity also aims to support collaboration between universities and coastal communities. The results of this service are education to increase participants' understanding of the role of mangroves and correct planting techniques, seedlings are planted according to ecological conditions, with assistance to ensure success, then observation of seedling growth, additional rehabilitation, and community empowerment to maintain the sustainability of the program. The conclusion is that mangrove planting is not only beneficial for environmental conservation but also improves community welfare through ecotourism development. This activity supports sustainable development goals while providing practical learning experiences for students.
Interaction of Coastal Ethnoscience Learning and Ecological Attitudes in Elementary Science Jumrah Jumrah; Imas Srinana Wardani; Prayogo Prayogo
JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jumpa.v6i2.14814

Abstract

Science learning in elementary school should foster students’ conceptual understanding and critical thinking skills through contextual learning experiences. This study aimed to analyze the effect of coastal ethnoscience learning on elementary school students’ conceptual understanding and critical thinking skills in science, as well as to examine the interaction between coastal ethnoscience learning and ecological attitudes in influencing both outcomes from a school management perspective. This study employed a quantitative approach with a 2×2 factorial quasi-experimental design (pretest-posttest non-equivalent control group) involving 34 fourth-grade students at SDN 25 Moko, Raja Ampat. Data were collected through a conceptual understanding test, a critical thinking skills test, an ecological attitudes questionnaire, and were supported by observations of learning implementation. The data were analyzed using ANOVA and MANOVA after the prerequisite tests had been satisfied. The results showed that coastal ethnoscience learning had a significant effect on conceptual understanding (p = 0.006) and critical thinking skills (p < 0.001). In addition, there was a significant interaction between coastal ethnoscience learning and ecological attitudes on conceptual understanding (p = 0.017; η² = 0.010) and critical thinking skills (p = 0.045; η² = 0.071). These findings indicate that the effectiveness of coastal ethnoscience learning is influenced by students’ ecological attitudes. From a school management perspective, these results underscore the importance of school support in managing the potential of the coastal environment as a learning resource, strengthening ecological culture, and facilitating well-planned contextual learning to improve the quality of science learning in elementary schools.
Miskonsepsi Matematika Siswa Sekolah Dasar pada Materi Bangun Datar ditinjau dari Teori Humanistik Laisamah Zaeniyah Asy-Syafiiyah; Feny Rita Fiantika; Prayogo
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v8i1.10668

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskosenspsi matematika siswa sekolah dasar pada materi bangun datar ditinjau dari teori humanistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif eksploratif. Penelitian ini melibatkan 3 siswa kelas IV dari SDN Dukuh Kupang II Surabaya, dengan tingkatan nilai yang berbeda yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan yaitu tes tulis matematika, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi teknik. Uji analisis data menggunakan uji kredibilitas, uji transferbilitas, uji dapendabilitas, dan uji konfirmablitas Indikator miskonsepsi yang dianalisis yaitu, miskonsepsi teoritikal, miskonsepsi klasifikasional, dan miskonsepsi klasifikasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori humanistik menyebabkan miskonsepsi pada siswa, yang dipengaruhi oleh kebutuhan rasa cinta dan kasih sayang, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kata kunci: Miskonsepsi, Teori Humanistik, Bangun Datar Abstract This research aims to identify mathematics misconceptions among elementary school students on the topic of flat shapes from a humanistic theory perspective. The method used in this research is exploratory descriptive qualitative research. This study involves 3 fourth-grade students from SDN Dukuh Kupang II Surabaya, with different levels of achievement: high, medium, and low. The instruments used are mathematics written tests, interviews, and observations. The data analysis technique employs triangulation of techniques. The data analysis tests include credibility testing, transferability testing, dependability testing, and confirmability testing. The indicators of misconceptions analyzed consist of theoretical misconceptions, classificational misconceptions, and classificational misconceptions. The results show that humanistic theory causes misconceptions among students, which are influenced by the needs for love and affection, the need for self-esteem, and the need for self-actualization. Keywords: Misconceptions, Humanisthic Theory, Flat Shapes
Self-Concept Siswa Pada Pemecahan Masalah di SD Muhammad Fadlullah; Feny Rita Fiantika; Prayogo
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 26 No 1 (2026): Didaktis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v26i1.25932

Abstract

Solving mathematical problems calls for some difficult cognitive abilities. Deep awareness of the problem, proper strategy development, thorough implementation of the plan, validation of the solution to guarantee accuracy, and result evaluation help to develop future talents by means of this procedure. For elementary school pupils to overcome obstacles in studying mathematics, this talent is quite crucial. This paper reviews elements of elementary school kids’ self-concept to investigate their capacity for problem-solving. Conducted at SDN Kebonagung 1 Sukodono with pupils of class V-A, this study applied a descriptive qualitative method. Data were gathered by means of student grades, observations, written assessments, questionnaires, and interviews. The studies revealed that ability to solve mathematical problems depends on self-concept. High self-concept pupils are more likely than others with modest or low self-concept to satisfy the four criteria of problem solving.
Pengaruh Penggunaan Media Permainan Edukasi Digital VS Video Pembelajaran dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Lavita erni Munikasari; Achmad Noor Fatirul; Prayogo Prayogo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4465

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar di era digital, mengingat masih rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan metode konvensional serta perlunya pemanfaatan media pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan edukasi digital dan video pembelajaran serta motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Pakis 2 Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial 2×2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang terdiri atas permainan edukasi digital dan video pembelajaran, variabel moderator adalah motivasi belajar tinggi dan rendah, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa kelas V yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling), dengan kelas V-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas V-B sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua arah setelah memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan edukasi digital memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar dibandingkan video pembelajaran. Selain itu, siswa dengan motivasi belajar tinggi memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan motivasi belajar rendah. Namun, tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa media permainan edukasi digital dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar pada berbagai tingkat motivasi belajar. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital interaktif perlu dioptimalkan dalam proses pembelajaran guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar.