Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN ZEOLITE DAN SERAT KELAPA TUA TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) (Studi Kasus: Kelurahan Malimbong, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara) Parea Rusan Rangan
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas tanah adalah suatu cara untuk memperbaiki atau mengubah sifat dari suatu kondisi tanah dasar yang kurang menguntungkan dalam hal kemampuan daya dukung tanah terhadap konstruksi yang akan dibangun diatasnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan zeolit dan serat kelapa tua terhadap nilai CBR Tanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen metode data primer dan data literatur. Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung dari lapangan dan wawancara yang meliputi Survey Lapangan, Melakukan Persiapan, Melakukan Pengujian. Adapun data literatunya yaitu mengumpulkan jurnal-jurnal dari berbagai sumber untuk dijadikan acuan lainnya dalam menyusun Tugas Akhir.Drai hasil pengujian CBR tanah tanpa menggunakan bahan tambah diperoleh nilai CBR tanah sebesar 3,25%. Sedangkan hasil pengujian menggunakan bahan tambah zeolit (5%,10% dan 15%) dan serat kelapa tua (0,5%), menunjukkan bahwa penggunaan zeolit dan serat kelapa tua dapat memberikan pengaruh terhadap nilai CBR tanah. Untuk tanah dengan bahan tambah variasi 1 mengalami peningkatan sebesar 5,77% untuk pemeraman 1 hari dan 6,66% untuk pemeraman 3 hari. Pada variasi 2 mengalami peningkatan sebesar 7,69% untuk pemeraman 1 hari dan 8,98% untuk pemeraman 3 hari. Sedangakan pada variasi 3 mengalami peningkatan sebesar 9,33% untuk pemeraman 1 hari dan 11,16% untuk pemeraman 3 hari terhadap tanah tanpa bahan tambah.
ASSISTANCE IN MAKING ORGANIC HERBICIDE GRASS POISON IN LEMBANG (VILLAGE) BUNTU TALLUNGLIPU, TALLUNGLIPU DISTRICT, NORTH TORAJA REGENCY Parea Rusan Rangan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.15554

Abstract

Budidaya tanaman holtikultura tidak terlepas dengan  adanya rumput liar atau gulma. Nutrisi yang berada di sekitar tanaman budidaya akan diserap oleh gulma tersebut sehingga tanaman budidaya terganggu. Petani yang tidak membasmi gulma dapat mengalami gagal panen atau berkurangnya hasil panen. Gulma juga dapat merugikan petani atau perusahaan agribisnis dengan cara menurunkan kualitas produk pertanian. Tim pengabdi masyarakat membuat alternatif untuk membasmi gulma dengan membuat racun rumput Herbisida Organik. Metodenya dengan memanfaatkan bahan yang diperoleh dari sekitar lingkungan tempat tinggal petani. Hasil pengamatan racun rumput Herbisida Organik mampu mematikan gulma setelah ±2 minggu didiamkan. Penggunaan racun rumput Herbisida Organik dapat menghemat biaya produktifitas pertanian.
EMPOWERMENT OF SPATIAL AND REGIONAL PLANNING POTENTIAL AS WELL AS CULTURE IN LILIKIRA VILLAGE Parea Rusan Rangan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15764

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pemberdayaan potensi ruang dan wilayah yang merupakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan potensi yang dimiliki. Salah satu desa yang dinilai perlu untuk dilaksanakan kegiatan pemberdayaan wilayah adalah Lembang Lilikira. Adapun kegiatan pemberdayaan wilayah dan budaya di Lembang (desa) Lilikira’ dilaksanakan dengan pendekatan interdisipliner dan lintas sektoral yakni melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang dilaksanakan Universitas Kristen Indonesia Toraja tahun 2022. Dalam pelaksanaannya, program KKNT di Lembang Lilikira terbagi dalam tiga bidang yakni bidang budaya, sosial dan Pendidikan, Teknik. Dalam bidang budaya misalnya dengan mengadakan bimbingan menari bagi anak-anak, di bidang sosial misalnya ikut serta dalam menjaga kebersihan Lembang Lilikira dengan mengadakan bakti sosial bersama masyarakat dan para pemuda, serta bidang pendidikan yakni dengan mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak SD di sekolah dan lumbung Tongkonan.
PERENCANAAN GELAGAR JEMBATAN SUNGAI MINANGA DENGAN BETON PRATEGANG Parea R. Rangan; Bastian A. Ampangallo; Hernita Matana; Abraham Ganti
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v8i1.2136

Abstract

Pembangunan jembatan Sungai Minanga ditujukan untuk menghubungkan jalan poros Sa’dan Minanga yang di belah oleh alur sungai Saddang. Kehadiran jembatan ini sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, jembatan yang dibangun harus memenuhi syarat kekakuan, lendutan, dan ketahanan terhadap beban yang bekerja. Beragam material menjadi pertimbangan dalam pembuatan jembatan Maka di ambil langka alternatif dengan menggunakan struktur beton prategang, beton prategang menjadi solusi yang dipilih dikarenakan karakteristiknya kuat terhadap pergeseran dan mengurangi potensi keretakan dengan dimensi yang lebih kecil, serta tahan terhadap karat. Setelah dilakukan analisia dan perhitungan, maka hasil perencanaan jembatan Minanga yaitu, direncanakan dengan gelagar prategang dengan jumlah gelagar 3 buah dengan 2 meter dan panjang jembatan 30 m, konstruksi antara balok gelagar dengan plat lantai jembatan merupakan komposit yang diikat dengan shear connector. dimensi gelagar dengan ukuran lebar bawah 65cm, lebar atas 55cm, dengan tinggi 160cm, menggunakan 4 buah tendon dengan jarak 172,3 mm disetiap gelar dan menggunakan tulangan utama Ø 22 mm dan tulangan geser Ø 8 mm. Gelagar pratengang menguntungkan untuk digunakan pada konstruksi jembatan sungai Minanga baik dari segi biaya maupun dari segi pelaksanaannya.
ANALISIS KINERJA BETON BERPORI Ermitha Ambun RD; Parea Rusan Rangan; Mercy Palembangan
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan seperti banjir dan bencana alam saat ini menjadi perhatian. Beton berpori dapat menjadi solusi untuk meningkatkan infiltrasi air tanah melalui pori-pori beton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan bahan aditif resin epoxy terhadap kinerja beton dalam hal ini kuat tekan, porositas dan permeabilitas beton berpori, dengan harapan dapat memperbaiki sifat-sifat beton berpori. Penelitian menggunakan metode ekperimental di laboratorium. Resin Epoxy yang digunakan pada campuran beton porous dengan variasi 0%, 1%, 1,5% dan 2% terhadap berat semen dengan kuat tekan rencana 10 Mpa. Gradasi agregat yang digunakan adalah gradasi tipe 67 dan benda uji beton berbentuk silinder berukuran 15x30 cm. Karakteristik beton porus yang dianalisis adalah kuat tekan beton pada umur perawatan 3, 7, 14, 21 dan 28 hari, serta porositas dan permeabilitas pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan beton porous dengan variasi resin epoxy 1%, 1,5%, 2% pada umur 28 hari berturut-turut adalah 9,531 Mpa, 9,814 Mpa, 10,380 Mpa dan untuk beton porous tanpa bahan tambahan adalah 8,776 MPa.. . Pengujian porositas pada beton berpori dengan variasi resin epoxy 0%, 1%, 1,5%, 2% diperoleh 3,063%, 2,919%, 2,768%, 2,593%. Sedangkan nilai permeabilitas pada umur 28 hari diperoleh masing-masing sebesar 5,159 mm/detik, 4,875 mm/detik, 4,580 mm/detik, dan 4,266 mm/detik. Hasil penelitian menunjukkan beton porous dengan penambahan resin epoxy mencapai kuat tekan rencana pada umur 28 hari dengan penambahan material 2% dan hasil permeabilitas memenuhi standar ACI 522R-2010 yaitu antara 1,4 mm/detik sampai dengan 12,2 mm/detik.
Pengaruh Penggunaan Abu Purun Tikus Terhadap Karakteristik Beton Berpori Parea Rusan Rangan; Ermitha Ambun RD; Age’ Joice Lapik; Yulieanti S. Mapaliey
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton dengan porositas tinggi dapat diaplikasikan sebagai beton permeabel yang memungkinkan air hujan dan air dari sumber lain dapat melewatinya sehingga mengurangi limpasan permukaan dan meningkatkan tinggi muka air tanah. Namun beton berpori mempunyai daya dukung yang rendah. Peningkatan daya dukung dapat dilakukan dengan menambahkan zat pada campuran beton segar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton porous tanpa penambahan abu purun dan dengan penambahan abu purun pada umur beton 28 hari diperoelah Kuat tekan beton porous yang tidak menggunakan bahan tambah abu purun dan beton yang menggunakan penambahan abu purun 2%, 4%, dan 6% berturut- turut adalah 9.34 Mpa, 11,13 MPa, 13.68 MPa dan 14.15 MPa. Penambahan Abu purun tikus mengakibatkan peningkatan nilai kuat tekan karena abu purun bereaksi dengan semen sehingga memberikan daya lekat yang lebih kuat. Selain itu abu purun juga mengisi pori yang ada sehingga pori berkurang dan beton menjadi lebih padat.Pada uji porositas diperoleh hasil beton berpori tanpa penambahan abu purun pada umur 28 hari dengan rata-rata 3,787%, penambahan abu purun 2% menghasilkan porositas beton dengan rata-rata 3,223%, penambahan 4 % abu purun menghasilkan porositas beton yang rata-rata. – rata-rata 3,12% dan penambahan abu purun 6% menghasilkan porositas beton dengan rata-rata 2,827%. Pada uji permeabilitas beton porous tanpa penambahan abu purun berumur 28 hari dengan rata-rata 4,52 mm/detik. Penambahan abu purun 2% menghasilkan permeabilitas beton dengan rata-rata 4,405 mm/detik, penambahan abu purun 4% menghasilkan permeabilitas beton dengan rata-rata 4,393 mm/detik, penambahan abu purun 6% menghasilkan beton permeabilitas dengan rata-rata 4,282. mm/detik.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KERANG HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK BETON PORUS Ermitha Ambun RD; Parea Rusan Rangan; Age’ Joice Lapik
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton porous juga dikenal sebagai beton permeable atau beton berpori dapat menjadi salah satu solosi untuk menghindari genangan air akibat betonisasi. Beton porous memiliki banyak rongga sehingga mudah dilewati air. Jika air yang jatuh langsung diserap tanah, maka tidak ada genangan air, sehingga mengurangi resiko banjir. Kondisi ini mengganti fungsi beton konvensional yang tidak dapat menyerap air kedalam tanah. Namun beton berpori mempunyai daya dukung yang rendah. Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian kuat tekan, pada beton umur 28 hari dengan penambahan abu cangkang kerang hijau 2%, 4% dan 6% menghasilkan nilai kuat tekan berturut-turut 12,88 MPa, 14,58 MPa dan 16,14 MPa sedangkan kuat tekan beton tanpa bahan tambah diperoleh 10,76 MPa. Pada pengujian porositas didapatkan rata-rata pada umur 28 hari untuk penambahan abu cangkang kerang hijau 2%, 4% dan 6% diperoleh nilai porositas berturut-turut 2,435%, 2,375% dan 2,195% sedangkan porositas untuk beton tanpa bahan tambah diperoleh 3,185%. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi persen penggunaan bahan tambah abu cangkang kerang hijau pada komposisi tertentu maka nilai porositas semakin berkurang. Pada pengujian permeabilitas beton umur 28 hari untuk penambahan abu cangkang kerang hijau 2%, 4% dan 6% diperoleh nilai permeabilitas berturut-turut 5,62 mm/detik, 5,23 mm/detik dan 5,13 mm/detik, sedangkan permeabilitas untuk beton tanpa bahan tambah 6,06 mm/detik. Dengan demikian penambahan abu cangkang kerang hijau pada komposisi tertentu dapat menambah kuat tekan beton namun menurunkan nilai porositas dan permeabilitas beton porus.