Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT PELAYANAN JALAN PERKERASAN KAKU DENGAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) – STUDI KASUS JL. AHMAD RAZAK, JL. TANDIPAU & JL. KHM. KASIM KOTA PALOPO ABDIAS TANDY ARRANG
Journal Dynamic Saint Vol. 2 No. 2 (2016): Jilid 2 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.336 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v2i2.108

Abstract

Beban lalu lintas yang berulang-ulang seiring dengan berjalannya waktu akan menimbulkan kerusakan yang berdampak pada menurunnya tingkat pelayanan jalan. Hal ini terjadi bukan hanya pada struktur perkerasan lentur tapi juga pada perkerasan kaku. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai tingkat pelayanan jalan adalah metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey dengan mengamati secara visual jenis-jenis kerusakan dan tingkat kerusakan yang ada di sepanjang Jl. Ahmad Razak, Tandipau dan KHM Kasim di Kota Palopo. Data survey pengamatan kemudian diolah yang akan menghasilkan nilai numerik PCI yang dapat mengindikasikan tingkat pelayanan pada jalan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jl. Ahmad Razak memiliki nilai PCI 87 dengan ratingGood, sementara Jl. Tandipau nilai PCI 85 dengan rating satisfactory dan Jl. KHM Kasim nilai PCI 91 dengan rating Good.
APLIKASI MODIFIED PROCTOR PADA ROLLER COMPACTED NO-FINES CONCRETE DENGAN AGREGAT 5-10 mm ABDIAS TANDY ARRANG
Journal Dynamic Saint Vol. 2 No. 1 (2016): Jilid 2 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.328 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v2i1.309

Abstract

The usage of no-fines concrete as pavement currently was being utilized. It was constituted by diversity effort of concrete cement pavement construction material, besides no-fines concrete pavement having benefit that reduce water pond on pavement surface rapidly because of its pervious. Permeability character of no-fines concrete will recharge groundwater deposit therefore more environmental friendly. Problem faced is low strength of no-fines concrete as compared to conventional concrete. Therefore it is required the effort of increasing the strength of no-fines concrete by increase concrete density that is done by roller machine. No-fines concrete that is compacted by roller machine is called Roller Compacted No-fines Concrete (RCNC). This research analyzed the increase of concrete properties especially compression strength and split tensile strength effected by external compaction using modified proctor in creating the laboratory specimen. Materials of no-fines concrete utilized Clereng coarse aggregate with size 5-10 mm, Gresik Portland cement and the aggregate cement ratio is 4 and 6. To accelerating the hardening concrete utilized admixture type C which is sikaset accelerator with 20% of total water volume. The blow variation of modified Proctor per layer is 28, 42 and 56. Compression test and split tensile test been done at the age of 1 and 28 days. Result of research showed the increase of concrete specific gravity and compression strength in line with the increase of blow variation. RCNC specific gravity acquired ranging between 1,544 and 1,788. Compression strength at the age of 28 days acquired were (1) aggregate cement ratio 4 with 28, 42, 56 blows per layer were 21,47 MPa, 22,92 MPa, 26,55 MPa (2) aggregate cement ratio 6 each were 8,48 MPa, 10,51 MPa, 14,82 MPa. Split tensile strength at the age of 28 days were (1) aggregate cement ratio 4 with 28, 42, 56 blows per layer each were 2,27 MPa, 2,92 MPa, 3,13 MPa (2) aggregate cement ratio 6 each were 1,63 MPa, 1,83 MPa, 2,08 MPa.
HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN LALULINTAS DI JALAN DR. RATULANGI (DEPAN CITY MARKET PALOPO) MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELDS Abdias Tandi Arrang
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.604 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.882

Abstract

Terbangunnya City Market Palopo sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palopo memberikan dampak pada bertambahnya volume lalulintas di Jalan Dr. Ratulangi, di mana jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang menjadi penghubung antara Makassar sebagai ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan ke daerah seperti Luwu Utara, Luwu Timur bahkan ke Propinsi Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Adanya peningkatan volume lalu lintas akan menyebabkan berubahnya perilaku lalu lintas. Secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara volume (flow) dengan kecepatan (speed) serta kepadatan (density). Penelitian dilakukan dengan survey arus, kecepatan dan mengambil data geometrik pada lokasi penelitian. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan metode Greeshields. Dari analisis tersebut diperoleh persamaan hubungan antara volume dan kepadatan adalah Q = 30.766 D – 0.081 D2, sementara persamaan hubungan antara kecepatan dan kepadatan adalah S =3 0.766 – 0.081 D dan persamaan hubungan antara kecepatan dan volume adalah Q = 377.144 – 12.258 S2. Analisis menunjukkan bahwa grafik hubungan antara arus, kecepatan dan kepadatan sesuai dengan model Greenshields
ARUS LALU LINTAS, KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN DALAM KOTA RANTEPAO Abdias Tandi Arrang; Parea Rusan Rangan
Journal Dynamic Saint Vol. 5 No. 1 (2020): Jilid 5 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.191 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v5i1.955

Abstract

Transportasi mempunyai hubungan yang erat dengan pembangunan. Lancarnya arus lalu lintas akan mendukung arus distribusi barang serta meningkatkan mobilitas masyarkat dalam usaha pemenuhan kebutuhan. Salah satu parameter yang penting untuk diketahui dalam perencanaan lalu lintas perkotaan adalah kapasitas jalan. Kapasitas adalah daya tampung maksimum jalan. Tingkat pelayanan jalan akan menurun seiring dengan meningkatnya rasio volume per kapasitas jalan. Penelitian ini dilakukan dengan survey kondisi geometrik, konfigurasi lajur, hambatan samping dan jumlah kendaraan dalam berbagai jenis pada beberapa ruas jalan dalam Kota Rantepao. Data kemudian diolah berdasarkan MKJI 1997 sehingga diperoleh kapasitas masing-masing jalan, sementara untuk tingkat pelayanan jalan diperoleh dengan membandingkan kondisi arus lalu-lintas dengan kapasitas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus maksimum tertinggi terjadi di Jl. Pongtiku yaitu sebesar 1.423,4 SMP/Jam pada pagi hari Pukul 07.00 – 08.00. Sementara kapasitas ruas Jl. Mongsidi sebesar 2.225,65 SMP/Jam; Jl. Pongtiku 2.612,71 SMP/Jam; Jl. A. Mappanyuki 1.355,85 SMP/Jam per lajur; Jl. Ahmad Yani 1.333,86 SMP/Jam per lajur; dan Jl. Poros Rantepao – Bolu sebesar 2.534,33 SMP/Jam. Ratio V/C saat kondisi arus maksimum untuk Jl. Mongsidi 0,36; Jl. Pongtiku 0,54; Jl. A. Mappanyuki arah selatan dan utara masin-masing 0,35 dan 0,26;Jl. A. Yani arah utara dan selatan 0,51 dan 0,52; sementara Jl. Poros Rantepao – Bolu 0,42; Semuanya dalam tingkat pelayanan tipe B
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif dengan Limbah Keramik: Studi Kasus: Tanah di Tanete, Lembang Limbong, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja Parea Rusan Rangan; Abdias Tandy Arrang
Journal Dynamic Saint Vol. 5 No. 2 (2020): Jilid 5 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v5i2.1098

Abstract

Expansive clay is a soil that has high fluctuation of shrinkage and contains minerals that have a high potential to expand when exposed to water, so this type of soil requires special handling so that it can be used as a basis for construction. One effort that can be used to improve the soil is by stabilizing the soil by adding other materials, namely ceramic waste. Ceramic waste is an unused residual material that is usually found in building construction. This study aims to determine the effect of ceramic waste in stabilizing and increasing the bearing capacity of expansive clay with the percentage of adding ceramic waste to expansive clay, namely: 0%, 5%, 10%, 15%. The location for taking ceramic waste is in Rembon, Tana Toraja district and for expansive clay taking is in Tanete, Rembon District, Tana Toraja Regency. The test was carried out at the civil engineering laboratory of the Christian University of Indonesia Toraja. From the CBR (California Bearing Ratio) test, it was obtained for native soil (0%) = 1.12%, and for the addition of ceramic waste (5%) = 2.10%, for (10%) = 4.03%, for (15%) = 6.09% . The results showed that the addition of ceramic waste could increase the bearing capacity of expansive clay.Keywords: Expansive Clay Soil, Soil Stability, Ceramic Waste.
Kuat Tekan Beton Menggunakan Material Tanah Mediteran Asal Dusun Kadinge Abdias T Arrang; Parea Rusan Rangan; Salmon Sendana; Yulieanti S. Mapaliey
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 1 (2021): Jilid 1 Volume 6
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i1.1282

Abstract

Concrete is one of material that is widely used in infrastructure development, this is due to the abundance of concrete building materials available in nature. This study utilizes mediterranean soil as a substitute for fine aggregate and cement substitution to determine the feasibility of the mixed-concrete mediterranean soil against the achieved compressive strength. In this research, a laboratory experimental study method was used, that is conducting a compressive strength test on sample with the composition of the Mediterranean soil as a fine aggregate substitution of 25% and 50%, and the mediterranean soil passed sieve No. 200 which is heated to a temperature of 400 0 C as a cement substitute for 3% and 5%. The compressive strength of the concrete is 20 MPa with a slump of 100 mm. The results showed that the compressive strength of 25% and 50% fine aggregate substitution concrete was 20.05 MPa and 13.739 MPa, or only 94.23% and 60% compressive strength of concrete without mediterranean soil (21.235 MPa). Meanwhile, the compressive strength of 3% and 5% cement substitution concrete was 17.74 MPa and 14.53 MPa, or only 83.59% and 68.45% compressive strength of concrete without mediterranean soil.
Analisis Perencanaan Rusun Polres Gowa Dengan Metode Sistem Rangka Momen Pemikul Menengah (SRMPM) Jufri Manga; Zwengly Lodi Honta; Hernita Matana; Parea Rusan Rangan; Yulieanti S. Mapaliey; Yohanis B. Lotim; Abdias Tandy Arrang; Hasyim Basri; Zain Patongloan; Gersony Miri; Marinus Linggi; Feri Daud Biang; Yusran Londongsalu; Yohans Sunarno; Agustina Pagatiku; Escher Kalapadang; Rael Rabang Matasik; Jery D. Paridy; Regita O. Runtukahu; Memed Timang; Abraham Ganti
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 1 (2021): Jilid 1 Volume 6
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) merupakan suatu sistem yang daktilitasnya cukup tinggi serta memiliki persyaratan yang detail dalam perhitungan penulangan komponen struktur. Baik aksial, lentur dan geser untuk elemen balok dan kolom, serta ketentuan mengenai hubungan kolom dengan balok yang akan mempengaruhi kinerja bangunan ketika menerima beban gempa. Dengan enelitian ini dapat diketahui detail persyaratan SRPMM sesuai SNI 2847-2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dari penelitian ini akan dideskripsikan bagaimana perencanaan struktur Rusun Polres Gowa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Data dikumpulkan dari literatur atau kepustakaan, dan simulasi komputasi. Dari simulasi komputasi diperoleh model struktur (space frame) bangunan dan memperoleh gaya geser, gaya aksial, , dan momen yang terjadi. Rusun Polres Gowa merupakan gedung rumah susun yang strukturnya didesain dengan sistem konstruksi beton bertulang biasa.Rusun Polres Gowa terdiri atas 3 lantai, memiliki ukuran panjang sekitar 47 meter, lebar 19.8 meter dan tinggi total bangunan 15.6 meter. Dimensi struktur yang dihasilkan adalah dimesi kolom K1- 40x50, K2-40x50, K3-25x35, S1-25x40. Dimesi balok B1- 30x50, B2-30x50, B3-25x50, B4-20x40, B5-20x30, B6-15x30, RB1-20x30 Plat direncanakan menggunakan smartdek 0.7 mm dengan dimensi plat lantai 12 cm, plat atap 12 cm, plat reservoir 12 cm. Perencanaan fondasi, Fondasi P1 berupa fondasi sumuran dengan dimensi sumuran diameter 80 cm 1 buah dengan setinggi 4 m, dan dimensi Poer 150 cm x 150 cm x 50 cm pada kedalaman 2.0 m. Fondasi P2 berupa fondasi telepak/poer dengan kedalaman 2.0 m, dan dimensi Poer 150 cm x 150 cm x 30 cm
TINJAUAN PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PARIWISATA MENGGUNAKAN METODE DINDING GESER Parea Rusan Rangan; Zwengly Lodi Honta; Hernita Matana; Harni Tarru; Yohanis B. Lotim; Abdias Tandy Arrang; Hasyim Basri; Zain Patongloan; Gersony Miri; Marinus Linggi; Feri Daud Biang; Yusran Londongsalu; Yohans Sunarno; Agustina Pagatiku; Escher Kalapadang; Rael Rabang Matasik; Jery D. Paridy; Regita O. Runtukahu; Memed Timang; Abraham Ganti; Jufri Manga
Journal Dynamic Saint Vol. 5 No. 2 (2020): Jilid 5 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bangunan tinggi tahan gempa umumnya gaya – gaya pada kolom cukup besar untuk menahan beban gempa yang terjadi sehingga umumnya perlu menggunakan elemen – elemen struktur kaku berupa dinding geser untuk menahan kombinasi gaya geser, momen dan gaya aksial yang timbul akibat gempa. Dengan adanya dinding geser sebagian besar beban gempa akan terserap oleh dinding geser tersebut. Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan geser atau gaya lateral akibat gempa bumi. Untuk merencanakan dinding geser ini menggunakan acuan SNI 2847:2013, untuk perencanaan gempanya menggunakan SNI 1726:2012 dengan menggunakan metode lateral ekivalen. Untuk perhitungan gaya-gaya yang pada struktur digunakan alat bantu SAP 2000. Dalam Perencanaan Dinding Geser ini diperoleh hasil data pekerjaan yaitu direncanakan dengan lebar. Lebar dinding geser (lw) = 550 cm. Tebal dinding geser, (tw) = 25 cm. Serta tulangan pada Dinding Geser. Tulangan vertikal atau tulangan longitudinal = 60 D 16. Tulangan horizontal atau tulangan transversal (sengkang) = Ø 12 -150. Tulangan horizontal atau tulangan transversal (sengkang) pada sendi plastis dan pada sambungan lewatan tulangan vertikal = Ø 12 -150. Sambungan lewatan, Id = 650 mm. Perbedaan hasil deformasi yang diperoleh yaitu bangunan yang tidak menggunakan dinding geser mengalami deformasi sebesar 0.047 mm dan bangunan yang menggunakan dinding geser mengalami deformasi sebesar 0.026 mm.
TINJAUAN KESELAMATAN LALU LINTAS TERHADAP GEOMETRIK JALAN RUAS TORAJA – PALOPO (STUDI KASUS STA. 379+170 – STA. 383+300) Abdias Tandy Arrang
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 1 NOMOR 2 SEPTEMBER 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v1i2.64

Abstract

Hasil perencanaan geometrik jalan harus memberikan keamanan pada pengendara.Desain tikungan yang baik akan mempertimbangkan kemanan kendaraan terhadap gaya sentrifugal dan tersedianya jarak pandang henti yang cukup untuk mengantisipasi keadaan yang tidak terduga dari lalu lintas atau hal lainnya dari arah yang berlawanan. Penelitian keamanan kendaraan terhadap gaya sentirfugal ini dilakukan dengan meninjau ulang hasil desain tikungan yang telah ada dengan menggunakan rumus hubungan VR, R dan e. Sementara tinjauan keselamatan terhadap jarak pandang pada tikungan dianalisis dengan membandingakan jarak pandang yang ada di lapangan dengan rumus jarak pandang henti.Hasil tinjauan keselamatan lalu lintas terhadap gaya sentrifugal pada tikungan menunjukkan 75,41% tikungan tidak aman karena nilai R yang lebih besar dari Rmin, sementara untuk tinjauan jarakpandang henti terdapat 13,11% tikungan yang tidak menyiapkan jarak pandang yang cukup untuk keamanan.
STUDI KINERJA SIMPANG TIGA JALAN LIMBONG JALAN SULOARA DI RANTEPAO TORAJA UTARA Abdias Tandy Arrang; Waldus Tangkedatu; Escher Kalapadang
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v8i1.2137

Abstract

Pembangunan yang semakin meningkat berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia dan barang. Pertumbuhan jumlah kendaraan setiap tahunnya meningkat dan tidak diimbangi dengan pembangunan prasarana akan menimbulkan konflik pada jalan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui kinerja simpang tiga tak bersinyal pada Jalan Suloara – Jalan Limbong Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Penenlitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data arus lalu lintas di simpang selama seminggu. Data kemudian diolah untuk mengetahu kapasitas jalan dan derajat kejenuhan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Diperoleh bahwa simpang tiga Jl. Suloara – Jl. Limbong merupakan tipe 322 dengan kapasitas dasar (Co) 2.700 SKR/jam, kapasitas simpang saat kondisi lalu lintas tersibuk sebesar 1.438 SKR/Jam terjadi pada hari Selasa pukul 12.00 – 13.00 Wita dengan nilai derajat kejenuhan saat itu sebesar 0,96. Nilai tersebut cukup tinggi melebihi saran PKJI maksimum sebesar 0,85