Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI, IDENTIFIKASI, UJI AKTIVITAS SENYAWA FLAVONOID SEBAGAI ANTIBAKTERI DARI DAUN MANGGA Nugraha, Aditya Cahya; Prasetya, Agung Tri; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i2.12087

Abstract

Tanaman mangga merupakan salah satu jenis buah yang keberadaannya melimpah di Indonesia. Daun mangga memiliki khasiat antiinflamasi, diuretik, properti cardiotonic, antibakteri, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga dan isolat flavonoid terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi kemudian dilakukan isolasi terhadap ekstrak etanol untuk memperoleh isolat flavonoid dengan metode partisi cair-cair. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram kertas. Skrinning fitokimia ekstrak etanol daun mangga menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid. Hasil uji antibakteri menunjukkan daya hambat antibakteri isolat flavonoid mempunyai daya hambat lebih kuat dibandingkan ekstrak etanol daun mangga.
KOMPARASI BIOPLASTIK KULIT LABU KUNING-KITOSAN DENGAN PLASTICIZER DARI BERBAGAI VARIASI SUMBER GLISEROL Sofia, Aya; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i2.13822

Abstract

Bioplastik berbahan dasar pati dibuat untuk mengurangi limbah plastik. Penggunaan kulit labu kuning (Curcubita sp) sebagai sumber pati dapat mengurangi pencemaran limbah domestik. Kitosan mampu meningkatkan sifat mekanik bioplastik dan gliserol hasil samping biodiesel sebagai plasticizernya. Penelitian ini membandingkan sifat mekanik, gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FT-IR), daya serap air dan biodegradabilitas dari bioplastik dengan penambahan gliserol murni (15%) dan gliserol minyak jelantah (15, 30, dan 60% b/b pati). Komposisi terbaik pada bioplastik kulit labu kuning-kitosan-gliserol minyak jelantah 15% dengan kuat tarik 1,73 MPa, elongasi 11,14%, elastisitas 0,15 MPa, daya serap air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 21,5% suhu 25 dan 69,09% pada suhu 100 , tetapi persen degradabilitasnya rendah (30,76% dalam 10 hari). Apabila dibandingkan dengan bioplastik-gliserol murni 15% sifat mekaniknya hampir sama (kuat tarik 1,95 MPa, elongasi 12,66%, dan elastisitas 0,18 MPa), tetapi bioplastik-gliserol murni daya serap airnya tinggi (383% pada suhu 25 dan 727,73% suhu 100 ), dan degradabilitasnya mendekati SNI (52,82% dalam 10 hari).
Arang Ampas Tebu (Bagasse) Teraktivasi Asam Klorida sebagai Penurun Kadar Ion H2PO4- Nurbaeti, Lutfi; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20909

Abstract

Ampas tebu merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki kandungan 25% hemiselulosa dan 50% selulosa yang mampu digunakan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas arang ampas tebu dan arang ampas tebu teraktivasi dalam menyerap ion fosfat pada kondisi optimum yang selanjutnya adsorben kualitas terbaik diaplikasikan dalam limbah laundry. Pembuatan arang ampas tebu dilakukan dengan proses karbonisasi dan dilanjutkan proses aktivasi dengan HCl 5 M. Penentuan kondisi optimum yang dilakukan meliputi variasi pH larutan fosfat, variasi waktu kontak adsorpsi dan variasi berat adsorben arang aktif. Arang aktif ampas tebu yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 0,89%, kadar abu sebesar 5,69%, kadar zat mudah menguap sebesar 7,85%, kadar karbon sebesar 86,04% dan kadar iod sebesar 2903,38 mg/g serta luas permukaan yang ditentukan dengan metode BET diperoleh sebesar 59,119 m2/g. Optimasi pH diperoleh pada pH 5 dengan daya serap fosfat 0,9572 mg/g, optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 25 menit dengan daya serap fosfat 0,4029 mg/g dan optimasi berat adsorben diperoleh pada berat 1,5 g dengan daya serap ion fosfat sebesar 16,43%. Pada limbah laundry, adsorben arang aktif ampas tebu mampu mengadsorpsi ion fosfat dengan daya serapnya sebesar 22,82%.
Sintesis Nanopartikel Perak dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri Prasetiowati, Andi Lana; Prasetya, Agung Tri; Wardani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20999

Abstract

Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman bekerja dengan cara mendonorkan elektron ke ion Ag+ untuk menghasilkan nanopartikel perak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi AgNO3 terhadap ukuran nanopartikel dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri. Nanopartikel perak disintesis menggunakan metode green synthesis, dengan cara mereduksi AgNO3 dengan bioreduktor daun belimbing wuluh dan di tambahkan PVA sebagai agen penstabil. Kondisi optimal sintesis nanopartikel perak dengan 412 nm diperoleh pada konsentrasi AgNO3 1,0 mM dan waktu pembentukan pada hari ke-4. Identifikasi ukuran partikel menggunakan PSA menunjukk an bahwa nanopartikel perak yang disintesis konsentrasi AgNO3 1,0 mM mempunyai ukuran rata-rata 112,8 nm. Nanopartikel perak optimal yang dikarakterisasi menggunakan SEM memiliki gambaran morfologi sedikit berbentuk sedikit bulat (spherical) pada perbesaran 6.000 x dan akselerasi tegangan sebesar 15 kv. Nanopartikel yang paling stabil diperoleh pada konsentrasi AgNO3 0,5 mM. Nanopartikel perak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis lebih kuat dari pada bakteri E. coli.Hasil menunjukkan lebar zona bening yang paling stabil dan jelas ditunjukkan pada cakram yang direndam menggunakan nanopartikel perak dengan konsentrasi AgNO3 1,0 mM. Ukuran nanopartikel terkecil dan stabilitas yang baik memiliki kemampuan antibakteri yang lebih besar.
Pengaruh Jenis Elektrolit Support pada Penurunan Logam Cr dalam Limbah dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Amelia, Laksmi Rahmaning; Priatmoko, Sigit; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i2.22666

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penambahan elektrolit support untuk menurunkan logam Cr total dalam limbah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan proses elektrokoagulasi yang didapat secara optimum berdasarkan efisiensi penyisihan, energi dan waktu. Pada penelitian ini dilakukan proses elektrokoagulasi dengan K2CrO4 sebagai model limbah artifisial dan Al sebagai elektroda, sehingga diperoleh hasil bahwa elektrolit support paling efektif diantara NaCl, Na2SO4, Na3PO4, NaBr dan NaI adalah larutan NaCl dengan penurunan konsentrasi Cr pada limbah elektroplating sebesar 357,257 ppm dengan prosentase penyisihan 98,28%. Hal ini berbeda dengan hasil penurunan Cr total dari proses elektrokoagulasi K2CrO4 tanpa elektrolit support yaitu hanya sebesar 349,649 ppm dengan prosentase penyisihan 97,70%. Pada proses elektrokoagulasi ditentukan oleh waktu, tegangan serta pH optimal. Waktu optimal dalam proses elektrokoagulasi dalam penelitian ini yaitu dengan waktu operasi selama 180 menit dengan tegangan optimal sebesar 12 volt dan pH optimalnya 5.
Pengaruh Penggunaan Zeolit Alam sebagai Pengikat Impuritas pada Pembuatan Garam Rahmawati, Septiani Yuni; Jumaeri, Jumaeri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i3.22832

Abstract

Kebutuhan garam di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan perkembangan industri. Produksi garam di Indonesia sendiri masih kurang maksimal karena kualitas yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang disebabkan masih banyak pengotor-pengotor yang larut dalam garam. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan garam dengan penambahan zeolit untuk mengetahui pengaruh ukuran butir zeolit, dan dosis zeolit pada mebuatan garam terhadap kadar NaCl yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan pembuatan garam dengan 24oBe tanpa penambahan zeolit memiliki kadar NaCl sebesar 92,10%, kadar air sebesar 2,96%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 168,8 dan 107,50 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi ukuran zeolit 16, 35, 60 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 60 mesh menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 96,36%, kadar air 2,29%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 138,80 dan 104,00 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi dosis zeolit 2,5, 3,5, 4,5 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 4,5 g menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 98,25%, kadar air 1,75%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 117,60 dan 100,00 mg/Kg.
Validasi Metode Pengujian Logam Berat Timbal (Pb) dengan Destruksi Basah Menggunakan FAAS dalam Sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang Ratnawati, Nursanti Angger; Prasetya, Agung Tri; Rahayu, Endah Fitriani
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.28030

Abstract

Abstrak Telah dilakukan uji validitas terhadap dua metode destruksi basah untuk analisis logam Pb dalam sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer. Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linieritas, penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ), uji akurasi, serta uji presisi. Linieritas kurva standar Pb dengan FAAS diperoleh sebesar 0,9996 dengan nilai LoD sebesar 0,3409 mg/L dan nilai LoQ sebesar 1,1364 mg/L. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung persen recovery untuk metode variasi 1 sebesar 90,01% dan 87,30% untuk metode variasi 2. Hasil uji presisi untuk metode variasi 1 diperoleh persen RSD sebesar 0,89% dan 1,67% untuk metode variasi 2. Jumlah Pb dalam sedimen Sungai Banjir Kanal Barat Semarang sesuai dengan metode yang paling valid sebesar 182,2180 mg/kg. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata jumlah Pb dari kedua metode pengujian. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode variasi 1 lebih baik daripada metode variasi 2.
Preparasi Arang Aktif Trembesi Magnetit untuk Adsorpsi Senyawa Tannin dalam Limbah Cair Istiana, shofa; Jumaeri, Jumaeri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i1.28228

Abstract

Abstrak Tanaman trembesi merupakan tanaman cepat tumbuh yang digunakan sebagai tanaman hias dan peneduh yang mampu dijadikan menjadi arang. Modifikasi penelitian ini yaitu penmbahan senyawa magnetit pada arang aktif trembesi sehingga mempermudah untuk pemisahan dengan larutan senyawa tannin setelah proses adsorpsi dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu kontak, konsentrasi awal dan pH adsorspi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi magnetit. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari kinetika dan isoterm adsorpsinya. Pembuatan arang aktif trembesi magnetit dilakukan secara kopresipitasi dengan menambahkan NaOH 5 M dan arang aktif trembesi ke dalam larutan Fe3O4 yang terdiri dari FeCl3.6H2O dan FeSO4.7H2O. Preparasi Adsorben arang aktif trembesi magnetit dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, FT-IR dan BET. Optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 50 menit, konsentrasi optimum 6,95 mg/L dan pada pH optimum 6 sebanyak 20,3412 mg/g. Model kinetika adsorpsi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi mengikuti model kinetika orde dua semu (Ho) dengan harga koefisien relasinya (R2) 0,9989, k2 0,0330 g mg-1 menit, dan qe 0,0754 mg g-1. Model isoterm pada penelitian ini mengikuti model Freundlich dengan harga (R2) 0,8095, KF sebesar 1,8724 L mg-1 dan nF sebesar 1,955. Komposit arang aktif trembesi magnetit merupakan material yang baik untuk mengadsorpsi senyawa tannin karena dapat menyerap senyawa tannin dalam larutan dengan presentase penyerapan sebesar 81,56%. Pada limbah industri rokok, adsorben arang aktif trembesi magnetit mampu mengadsorpsi senyawa tannin dengan presentase penyerapan sebesar 56,47%. Abstract Trembesi plants are fast-growing plants that are used as ornamental plants and shade that can be used as charcoal. The modification of this study is the use of magnetite compounds on trembesi activated charcoal, making it easier for separation with a solution of tannin compounds after the adsorption process has been carried out. The purpose of this study was to study the effect of contact time, initial concentration and pH of adsorption of tannin compounds in the solution by activated charcoal magnetite. In addition, this study also studied the adsorption kinetics and isotherms. Making activated magnetite trembesi charcoal is done by coprecipitation by adding 5 M NaOH and activated charcoal trembesi into Fe3O4 solution consisting of FeCl3.6H2O and FeSO4.7H2O. Adsorbent preparation of magnetite activated charcoal is characterized by using XRD, FT-IR and BET. Optimization of contact time was obtained at 50 minutes, optimum concentration of 6.95 mg/L and at optimum pH 6 of 20.3412 mg/g. The kinetic model of adsorption of tannin compounds in solutions by trembesi activated charcoal follows pseudo second order kinetics (Ho) with the price of the correlation coefficient (R2) 0.9989, k2 0.0330 g mg-1 minute, and qe 0.0754 mg g-1. The isotherm model in this study follows the Freundlich model with price (R2) 0.8095, KF of 1.8724 L mg-1 and nF of 1.955. Trembesi magnetite activated charcoal composite is a good material for adsorbing tannin compounds because it can absorb tannin compounds in solutions with an absorption percentage of 81.56%. In cigarette industry waste, the magnetite trembesi activated charcoal adsorbent is able to adsorb tannin compounds with absorption percentage of 56.47%.
Perbandingan Metode Destruksi Sedimen Sungai Kaligarang pada Analisis Logam Cu Menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrometer (FAAS) Kristiyana, Kristiyana; Prasetya, Agung Tri; Kasmui, Kasmui
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i2.28756

Abstract

Abstrak Telah dilakukan perbandingan terhadap dua metode destruksi basah untuk analisis logam Cu dalam sedimen Sungai Kaligarang Semarang, yaitu destruksi basah menggunakan HNO3-HClO4 dan HNO3-H2O2 menggunakan FAAS. Validasi metode dilakukan untuk menentukan kelayakan metode destruksi berdasarkan beberapa parameter uji meliputi uji linieritas penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ), uji akurasi, dan presisi. Linieritas kurva standar Cu dengan FAAS diperoleh sebesar 0,999174 dengan nilai LoD dan LoQ berturut-turut adalah 0,1788 mg/L dan 0,5960 mg/L. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung persen recovery untuk metode destruksi HNO3-HClO4 sebesar 98,61% dan metode destruksi HNO3-H2O2 sebesar 91,23% (syarat keberterimaan 75-120%). Uji presisi dilakukan dengan pendekatan repeatability dihitung sebagai %RSD hasil yang diperoleh untuk metode destruksi HNO3-HClO4 sebesar 1,53% dan metode destruksi HNO3-H2O2 sebesar 0,44% (syarat keberterimaan 2%). Konsentrasi Cu dalam sampel sedimen Sungai Kaligarang sesuai dengan metode destruksi basah menggunakan HNO3-HClO4 sebesar 36,4969 mg/kg dan HNO3-H2O2 sebesar 39,1904 mg/kg. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata konsentrasi Cu dari kedua metode pengujian. Berdasarkan hasil analisis validasi metode disimpulkan bahwa metode destruksi menggunakan HNO3-HClO4 dan HNO3-H2O2 dapat digunakan untuk mendestruksi sedimen yang dibuktikan dengan hasil dari uji akurasi dan presisi yang memenuhi syarat keberterimaan. Abstract Comparison of two methods of wet digestion has been carried out for the analysis of Cu in the sediment of the Kaligarang River Semarang, namely wet destruction using HNO3-HClO4 and HNO3-H2O2 using FAAS. The method validation is done to determine the feasibility of the digestion method based on several test parameters including the linearity test for the determination of limit of detection (LoD) and the limit of quantitation (LoQ), accuracy, and precision. The linearity of the Cu standard FAAS curve is 0,9992 with LoD and LoQ values ​​respectively 0,1788 mg/L and 0,5960 mg/L. Accuracy test was carried out by calculating percent recovery for the method of digestion of HNO3-HClO4 by 98,61% and the method of digestion of HNO3-H2O2 by 91,23% (acceptability requirement 75-120%). The precision test carried out with a repeatability approach was calculated as %RSD. The results obtained for the method of digestion of HNO3-HClO4 were 1,53% and the method of digestion of HNO3-H2O2 was 0,44% (acceptance requirement 2%). The Cu concentration in the sediment samples of the Kaligarang River is in accordance with the method of wet digestion using HNO3-HClO4 of 36.4969 mg/kg and HNO3-H2O2 of 39,1904 mg/kg. The results of unpaired t test indicate that there are significant differences in the average Cu concentration of the two test methods. Based on the results of the method validation analysis it was concluded that the method of digestion using HNO3-HClO4 and HNO3-H2O2 can be used to destroy sediments as evidenced by the results of accuracy and precision tests that meet the acceptability requirements.
Sintesis Nanopartikel Perak Termodifikasi Kitosan dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri Prasetyaningtyas, Tiwi; Prasetya, Agung Tri; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i1.29927

Abstract

ABSTRAK Infeksi bakteri terhadap kesehatan manusia merupakan masalah yang sering dijumpai saat ini. Bakteri E.coli dan S.aureus merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit kulit, radang paru-paru, diare, dan kegagalan ginjal (Fardias, 1992). Sintesis nanopartikel perak dan uji aktivitasnya terhadap bakteri telah dipelajari untuk mengetahui potensi nanopartikel perak sebagai antibakterial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh volume AgNO3 terhadap karakteristik nanopartikel perak yang meliputi ukuran dan distribusi ukuran partikel serta pengaruh waktu kontak terhadap kestabilan nanopartikel dan aktivitas antibakteri. Nanopartikel perak disintesis dengan metode green synthesis, dengan cara mereduksi AgNO3 dengan bioreduktor daun kemangi dan ditambahkan kitosan 1% sebagai stabilisator. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kemangi yang dipreparasi dengan metode sokletasi mengandung senyawa fenolik yang berperan dalam proses reduksi perak. Koloid nanopartikel perak yang disintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Particle Size Analyzer (PSA). Analisis terhadap spektra UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimal sintesis nanopartikel perak diperoleh pada AgNPs II-kit (45:10:15 mL v/v) dengan waktu pembentukan pada hari ke-0. Identifikasi ukuran partikel menggunakan PSA menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang disintesis mempunyai ukuran rata-rata terkecil 366 nm yaitu pada koloid AgNPs II-kit dengan distribusi melebar karena terkompositkan dengan kitosan. Analisis zeta potensial menunjukkan nanopartikel perak yang disintesis memiliki ukuran yang beragam dan kurang stabil. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli lebih kuat dibandingkan dengan S.aureus. Abstract Bacterial infections against human health are a common problem today. E.coli and S.aureus is one of the bacteria that causes skin disease, pneumonia, diarrhea, and kidney failure (Fardias, 1992). The synthesis of silver nanoparticles and their activity on bacteria has been studied to determine the potential of silver nanoparticles as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of the volume of AgNO3 on the characteristics of silver nanoparticles which included the size and distribution of particle size and the effect of contact time on nanoparticle stability and antibacterial activity. Silver nanoparticles were synthesized by the green synthesis method, by reducing AgNO3 with basil leaf extract and 1% chitosan added as a stabilizer. The results showed that basil leaf extract prepared by the socletation method contained phenolic compounds which played a role in the process of silver reduction. The synthesized silver nanoparticles colloid were then characterized using Spectrophotometers UV-Vis and Particle Size Analyzer (PSA). Analysis of UV-Vis spectra showed that the optimal conditions for synthesis of silver nanoparticles were obtained at AgNPs II-kit (45:10:15 mL v/v) with the formation time on day 0. Particle size identification using PSA showed that the synthesized silver nanoparticles had the smallest average size of 366 nm, namely AgNPs II-kit with a widening distribution because it was composited with chitosan. Potential zeta analysis shows that the synthesized silver nanoparticles have diverse and less stable size. The synthesized silver nanoparticles showed antibacterial activity against E. coli tends to be stronger than S. aureus bacteria.
Co-Authors - Jumaeri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya Marianti Afria Wulan Prihatin, Afria Wulan Afriani, Erina Ainin Khilya, Ainin Alauhdin - Amelia, Laksmi Rahmaning Ani Rusilowati Anugrah Tri Ilyasa, Anugrah Tri Aqnes Budiarti Arif Widiyatmoko, Arif Aurelia Anggit Widya Munika, Aurelia Anggit Widya Bambang Subali Candra, Riski Ayu Cepi Kurniawan Deni Malik Ibrahim, Deni Malik Devi Tataning Pratiwi, Devi Tataning Dhewi - Gandaningrum, Dhewi - Diah Ika Rusmawati, Diah Ika Didik Iswadi, Didik Dwi Nugroho Dyah Kristiyani, Dyah Eko Budi Susatyo Ella Kusumastuti, Ella Ellianawati, Ellianawati Endang Susilaningsih Ersanghono Kusumo, Ersanghono Ervina Nur Hidayati, Ervina Nur Erwin Budi Pamungkas, Erwin Budi F Widhi Mahatmanti Fahrizal Nor, Fahrizal Faisal, Syarif Farikhah, Aflin Nur Fernanda, Adisti Hanifa, Deska Aisyia Harjito - Harjono Harjono Hartati, Ratni Hepi Endrias, Hepi Idammatussilmi, Idammatussilmi Ihsandi, Aldi Ika Devia Nursetiana, Ika Devia Intania, Belita Yoan Istiana, shofa Iwan Kurniawan Jati, Ninda Kirana Juniawan, Eko Rahmad Karmono, Harto Kartika Puspita Sari, Kartika Puspita Kasmadi Imam Supardi Kasmui -, Kasmui Khofifah, Nur Kotimah, Erlina Kusnul Kristanto, Tan Kevin Kristiyana, Kristiyana Latifa Putri Ridhaningtyas Latifah Latifah Lia Listantia, Lia M Alaudin M Alauhdin Mahmud Hilmi, Mahmud Maria Ayu Puspita Miftakhudin - Mirza Pahlevi, Mirza Miz Mazaya, Miz Mohammad Alauhdin, Mohammad Muhammad A’inni, Muhammad Muhammad Khoirul Huda Muhammad Naschan, Muhammad Muhammad Prio Bagus Santoso, Muhammad Prio Bagus Mujiatul Makiyah, Mujiatul Nanda Mahmudi, Nanda Nanik Wijayati Novilla Anggasari, Novilla Nugraha, Aditya Cahya Nugraha, Aditya Cahya Nuni Widiarti Nunik Kurniati, Nunik Nurbaeti, Lutfi Nurbaeti, Lutfi Nurul Fatimah octavia uriastanti, octavia Prasetiowati, Andi Lana Prasetiowati, Andi Lana Prasetyaningtyas, Tiwi Prasetyo, Ridho Pratiwi, Endiyana Pratiwi, Kadek Sintya Pri Andi Anggara, Pri Andi Rahayu, Endah Fitriani Rahmawati, Septiani Yuni Ratnawati, Nursanti Angger Ratnawati, Nursanti Angger Retha Aliefyan Rose, Retha Aliefyan Rina Mulyaningsih Rochmah, Vinny Rochmah, Vinny S Mursiti Sari, Erlin Purwita Sari, Erlin Purwita Sasmita, Media Setyawati, Annisa Setyo, Slamet Budi Sigit Nugroho Sigit Priatmoko Sofia, Aya Sofia, Aya Sri - Lestari, Sri - Sri Haryani Sri Susilogati Sumarti Sri Wahyuni SRI WARDANI Subiyanto Hadi Saputro Suci M.Hum SH Hartati Sudarmin Sudarmin - Sudarmin Sudarmin Sulistiyani, Indania Febry Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko Suryat Hadi Kusuma, Suryat Hadi Tania Prameswari, Tania Tirtasari, Ni Luh Triastuti Sulistyaningsih Ulfana, Avia Rizka Uswatun Hasanah Utami, Ana Fransiska Utaminingsih, Esty Setyo Whiny Okta Faiza, Whiny Okta Widiani, Astry Risqi Winarni Pratjojo, Winarni Wisnu Sunarto Woro Sumarni Yhuni Karlina, Yhuni Yosi Pratama, Yosi Yulinda Ambar Sari, Yulinda Ambar Zaim, Haniza Hanim binti Mohd Zara Bunga Namira, Zara Bunga