Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Proses Kreatif Pengarang Antologi Cerpen Hujan Cahaya Karya Widya Al Falah dan Implikasinya pada Rancangan Pembelajaran Sastra Di SMP Kelas IX Anggraini, Tia; Munaris, Munaris; Prasetya, Rian Andri; Widodo, Mulyanto
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 Apr (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe Widya Al Falah's creative process as the author of the short story Rain of Light and its implementation in the design of literature lessons in grade IX junior high school. This research was conducted to overcome problems in class IX junior high school regarding the design of short story anthologies. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that there was a series of creative processes that Widya Al Falah went through as the author of the short story anthology Rain of Light in writing his works. Widya's creative process starts from the urge to write, activities before writing, activities during writing, to activities after writing. All the activities that Widya went through were inseparable from his personal background. Starting from the reasons for writing, conducting interviews before writing, the repetitive activities that are carried out while writing, to the point where the work is finished being written, all reflect Widya's cultural, religious and educational background. All of Widya's creative processes are very appropriate to be used as inspiration in creating effective and interesting learning, can be used as learning material or implemented into RPP designs (Learning Implementation Plans)Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses kreatif Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dan implementasinya pada rancangan pembelajaran sastra di SMP kelas IX. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di SMP kelas IX tentang perancangan antologi cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya rangkaian proses kreatif yang dilalui oleh Widya  Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dalam menulis karya-karyanya. Proses kreatif Widya  dimulai dari dorongan untuk menulis, kegitan sebelum menulis, kegiatan selama menulis, hingga kegiatan setelah menulis. Seluruh kegiatan yang dilalui Widya  tidak lepas dari latar belakang pribadinya. Mulai dari alasan menulis, melakukan wawancara terlebih dahulu sebelum menulis, kegiatan berulang yang dilakukan saat menulis, hingga sampai pada tahap karya selesai ditulis semua sangat mencerminkan latar belakang budaya, agama, dan pendidikan Widya. Semua proses kreatif Widya ini sangat layak untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran maupun diimplementasikan ke dalam rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
Pelatihan Penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Social Complexity Bambang Riadi; Rian Andri Prasetya; Rahmat Prayogi; Iing Sunarti
Nuwo Abdimas Vol. 1 No. 1 (2022): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan guru-guru di Kecamatan Bangkunat Belimbing yaitu guru belum mampu memberdayakan creative dan critical thingking (CCT) skill peserta didik sehingga guru perlu memperoleh informasi (melalui pelatihan) mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran yang mampu membuat siswa berpikir kritis dan kreatif. Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan Kepala SMPN 4 Krui terkait penjadwalan pelatihan. Tempat pelatihan dilaksanakan di SMPN 4 Krui. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 46 orang yang terdiri dari guru SD, SMP, SMA, dan SMK di kecamatan Bangkunat. Selanjutnya, pelatihan ini akan menerapkan pelatihan aktif dimana seluruh peserta pelatihan dapat belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat diperoleh secara optimal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan pemberian tugas. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari proses maupun hasil pelatihan. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah mampu memahami dan menyusun RPP berbasis model pembelajaran Inquiry Social Complexity.
Pelatihan Pembuatan Materi Ajar Berbasis Demografi bagi Guru Bahasa Se-Kabupaten Pringsewu Rian Andri Prasetya; Khoerotun Nisa Liswati; Yinda Dwi Gustira
Nuwo Abdimas Vol. 2 No. 2 (2023): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini ialah memberikan wawasan dan pemahaman kepada guru pengampu mata pelajaran Bahasa Daerah di Kabupaten Pringsewu mengenai pembuatan materi ajar berbasis demografi (kekonteksan wilayah). Manfaat yang diperoleh melalui pengabdian ini yakni guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tempatnya mengajar, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih teratur karena guru sebagai pelaksana pendidikan dalam membuat pedoman materi yang jelas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Insan Mulia Boarding School, Kabupaten Pringsewu melibatkan seluruh guru mata pelajaran Bahasa Daerah se-Kabupaten Pringsewu. Hasil yang diharapkan melalui pengabdian ini adalah tecapainya optimalisasi kompetensi dan kemampuan Guru Mata Pelajaran Bahasa Daerah dalam membuat materi ajar berbasis demografi. Metode yang digunakan dalam pelati han ini yaitu metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan latihan  instruksi kerja. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 50 orang guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Lampung se-Kabupaten Pringsewu.   Keberhasilan kegiatan ini diukur dari penilaian hasil maupun proses. Keberhasilan hasil diukur dengan melakukan penilaian terhadap materi ajar berbasis demogarfi yang dibuat oleh peserta pelatihan secara individu. Selanjutnya, penilaian proses diukur melalui proses maupun hasil pelatihan. Hasil kegiatan pelatihan ini akan diseminar nasionalkan dan dipublikasi dijurnal nasional.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S. KHAIREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) UNTUK KELAS XI Munaris, Munaris; Putri, Tiara Rey; Prasetya, Rian Andri
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 10, No 2 Sep (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the social values contained in the novel and prepare student woeksheets for class XI. This study uses a qualitative descriptive research method. The data collection technique in this study refers to the reading and note-taking technique. The results of this study are a description of social values in the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas and the product is a Student Worksheets. There are ten social sub-values in the novel including the values of devotion, mutual help, kinship, loyalty, caring, sense of belonging, discipline, empathy, cooperation, and democracy. Student worksheets refers to Basic Competencies (KD) 3.11 Analyzing messages from one fiction book read and 4.11 Compile a review of the message of one fiction book read Based on the social values found, the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas can be a good example and deserves to be used as a learning resource in high school. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang ada dalam novel tersebut dan menyusun LKPD untuk kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengacu pada teknik membaca dan catat. Hasil penelitian ini berupa deskripsi nilai-nilai sosial dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas dan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Berdasarkan hasil temuan, terdapat sepuluh sub nilai sosial yang ada dalam novel tersebut meliputi nilai pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian, rasa memiliki, disiplin, empati, kerja sama, dan demokrasi. LKPD mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) 3.11 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan 4.11 Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca. Berdasarkan nilai sosial yang ditemukan, novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas dapat menjadi teladan yang baik dan layak digunakan sebagai sumber pembelajaran di SMA. Keywords: novel, social values, student worksheets
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Membaca Level 1 Berbasis Kebudayaan Lampung Widayani, Asti; Sumarti, Sumarti; Prasetya, Rian Andri
Jurnal Kata : Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pada penelitian ini, yakni masih kurangnya bahan bacaan bagi pemelajar BIPA level 1 yang berada di Lampung dan terintegrasdengan kebudayaan Lampung. Penelitian ini termasuk ke dalam jeni penelitian pengembangan dengan metode DDD-E (Decide, Design, Development, dan Evaluation) yang mengacu pada pendapat Ivers dan Baron. Hasil dari penelitian ini adalah produk LKPD membaca BIPA untuk pemelajar BIPA yang berada di level 1 dengan muatan materi kebudayaan Lampung. Pengembangan produk ini dinilai layak digunakan dalam pembelajaran. Penilaian kelayakan tersebut diperoleh dari hasil evaluasi validasi ahli materi dengan jumlah skor sebesar 112; rata-rata sebesar 3,8; dan persentase kelayakan sebesar 77,2%. Selanjutnya, hasil dari evaluasi validasi ahli media, produk memperoleh jumlah skor sebesar 156; rata-rata sebesar 3,9; dan persentase kelayakan sebesar 78%. Jumlah skor diperoleh dari hasil kalkulasi seluruh skor yang diberi oleh validator pada setiap indikator penilaian di instrumen. Nilai rata-rata diperoleh dari pembagian antara akumulasi skor yang didapatkan dengan banyaknya data/indikator pada setiap aspek, baik aspek materi atau media. The problem in this research is the lack of reading materials for level 1 learners of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) in Lampung that are integrated with Lampung culture. This study falls into the category of development research using the DDD-E method (Decide, Design, Development, and Evaluation) referring to the opinions of Ivers and Baron. The result of this research is an LKPD product for reading BIPA for level 1 learners with content on Lampung culture. The development of this product is considered suitable for use in learning. The feasibility assessment is obtained from the results of the material expert validation evaluation with a total score of 112; an average of 3.8; and a feasibility percentage of 77.2%. Furthermore, the results of the media expert validation evaluation, the product obtained a total score of 156; an average of 3.9; and a feasibility percentage of 78%. The total score is obtained from the calculation of all scores given by validators on each assessment indicator in the instrument. The average value is obtained by dividing the accumulated scores obtained by the number of data/indicators in each aspect, whether it is material or media aspect. Kata kunci: Bahan ajar, membaca, kebudayaan Lampung
Creative Writing Process among Pre-service EFL Teachers in the Indonesian Context: A Translanguaging Approach Riyantika, Fajar; Prasetya, Rian Andri; Puteri, Celiacika Gustisiwi
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Creative Writing Process among Pre-service EFL Teachers in the Indonesian Context: A translanguaging approach. Translanguaging has been common practice in EFL environment, especially in the process of teaching and learning. This paper aims to investigate pre-service teachers’ translanguaging practices and attitudes toward the pedagogical approach in EFL Creative Writing Class. This study is conducted through a qualitative design with three steps of data collection; giving creative writing project, classroom observation, and interview. The sample in this study is pre-service English teachers of Lampung University. The data analysis are done by highlighting the translanguaging practice among students during the process of short-story production. The analyzed data show that translanguaging occurs in every phase of the writing process. The participants of this study applied translanguaging not only to develop their short-story, but also to give feedback to their classmates’ works. The study’s implications, limitations, and recommendations for future research are also discussed to provide clearer path on possible development of studies in the field of translanguaging. Keywords: Creative writing, perceptions towards translanguaging, short story, translanguaging, translanguaging pedagogical approachDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i1.202404
PELATIHAN MENULIS CERITA ANAK EDUKATIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA BANDAR LAMPUNG Prasetya, Rian Andri; Trisna, Indah Nevira; Deviyanti, Rafista; Gustira, Yinda Dwi
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1349

Abstract

The literacy skills of Indonesian children remain relatively low, while elementary school teachers play a crucial role in fostering reading interest and shaping students’ character through educational media such as children’s stories. However, many teachers still lack the ability to write engaging and meaningful stories that suit students’ psychological development. To address this issue, this community service program focuses on training elementary school teachers in Bandar Lampung to write educational children’s stories. The training aims to enhance teachers’ creativity and writing competence in producing stories that are not only entertaining but also instill character values such as honesty, responsibility, and cooperation. The activities are conducted through a participatory approach involving material presentation, writing practice, and mentoring sessions. The results indicate an improvement in participants’ understanding, skills, and positive attitudes toward writing educational children’s stories, as reflected in the comparison between pre- and post-training evaluations.   Kemampuan literasi anak-anak Indonesia masih tergolong rendah, sementara guru sekolah dasar memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta membentuk karakter siswa melalui media edukatif seperti cerita anak. Namun, banyak guru belum memiliki keterampilan menulis cerita anak yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan psikologis siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pelatihan penulisan cerita anak edukatif bagi guru sekolah dasar di Kota Bandar Lampung. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi menulis guru dalam menghasilkan cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, praktik penulisan, dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, serta sikap positif peserta terhadap penulisan cerita anak edukatif, yang tercermin dari perbandingan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan.