Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Menguatkan Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan melalui Garda Pemuda NASDEM Teki Prasetyo Sulaksono; Ana Mentari; Naela Faiza Khaerani; Ratri Pramudita; Rizka Maydikta
Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): Juni: Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/progres.v2i2.1801

Abstract

The young generation has a strategic role in driving social, political, and economic change in a nation. This study aims to analyze the role of Garda Pemuda NasDem as a forum for empowering the young generation of Indonesia in facing the challenges of the times and becoming agents of transformative change. With a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation studies. The results of the study indicate that Garda Pemuda NasDem plays an active role in fostering leadership, political education, and social participation of young people through open, inclusive, and tiered cadre programs. This organization also establishes synergy with government regulations such as Permenpora and Permensos and responds to the challenge of the lack of political participation of young people with a collaborative and educational approach. Although there are still challenges to participation and effectiveness, Garda Pemuda NasDem has succeeded in creating a strategic space for the young generation to become agents of change in national development.
Peran Organisasi Kepemudaan sebagai Wadah Generasi Muda: Organisasi Komisi Masyarakat Peduli Antikorupsi (KOMPAK) Lampung Aftesia Labira Lauli; Mila Agustin; Yashinta Zahra Alfitri; Teki Prasetyo Sulaksono; Ana Mentari
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v2i2.369

Abstract

This report presents the findings of an observation on the role of youth organizations as a platform for nurturing and developing the potential of the younger generation. The observation was conducted on several youth organizations in the local area that are actively involved in social, educational, and entrepreneurial activities. The results indicate that youth organizations contribute significantly to fostering leadership spirit, shaping positive character, and increasing youth participation in community development. However, challenges such as limited facility support and weak internal coordination remain obstacles. This report is expected to provide a realistic overview of the importance of strengthening youth organizations in the effort to develop a competitive and integrity-driven young generation.
Kasus Eksploitasi Anak (Studi Kasus Pada Anak Jalanan Di Bandar Lampung) Salman Al Farizi; Agil Fitrah Lanova; Nurhaliza, Nurhaliza; Teki Prasetyo Sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/ja5z7x44

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksploitasi anak, terutama yang dialami anak jalanan di Bandar Lampung, sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Eksploitasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk eksploitasi ekonomi, kekerasan fisik, dan emosional, yang diperburuk oleh kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit dan rendahnya tingkat pendidikan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena eksploitasi anak secara mendalam dengan menggali pengalaman, pandangan, dan kondisi anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.  Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa banyak anak terpaksa bekerja di lingkungan yang berbahaya atau dipekerjakan menjadi pengemis,pengamen,dan pekerja guna membantu menopang keperluan ekonomi keluarga mereka. Selain dampak langsung pada kesejahteraan anak, situasi ini berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang dalam perkembangan mental dan fisik mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Ditekankan perlunya program-program yang mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga, akses pendidikan yang layak, dan kebijakan yang lebih ketat dalam melindungi anak-anak dari eksploitasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dan kesempatan mereka untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman dapat terjamin.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Juru Parkir Liar Di Kota Bandar Lampung Safitri, Adelia; Teki Prasetyo Sulaksono; M. Ayyub Abdul Aziz; M. Bagus Dewantara
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/ga3b6049

Abstract

Keberadaan juru parkir liar di Kota Bandar Lampung menjadi isu sosial yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Fenomena ini berkaitan dengan ketertiban umum, keamanan, dan sistem parkir yang belum terorganisir dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap keberadaan juru parkir liar dan dampaknya terhadap kenyamanan dan keamanan publik di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang beragam terhadap juru parkir liar, sebagian menerima keberadaan mereka selama memberikan layanan yang jelas dan tidak memberatkan, tetapi sebagian merasa keberatan karena praktik juru parkir liar sering kali tidak terorganisir, menyebabkan ketidaknyamanan, dan berpotensi menimbulkan konflik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam menangani keberadaan juru parkir liar di Kota Bandar Lampung.
Pergeseran Tradisi Sebambangan di Menggala Tulang Bawang Studi Kasus Kesalahan dalam Penerapannya Hermansyah, Herbiyansa; Dhefa Ardhelia Kusnadi; Jesi Devialita; Susilo, Susilo; Teki prasetyo sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/vnpxfq04

Abstract

Sebambangan adalah tradisi pernikahan adat Lampung yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, praktik ini mengalami pergeseran makna, terutama di Menggala, Tulang Bawang, yang menyebabkan berbagai permasalahan sosial dan hukum. Kesalahpahaman antarbudaya, modernisasi, serta kurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai adat menyebabkan tradisi ini sering disalahartikan dan berujung pada konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pergeseran makna Sebambangan, dampak sosial yang ditimbulkan, serta merumuskan solusi agar tradisi ini tetap lestari tanpa bertentangan dengan norma hukum yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi ini berfokus pada kasus di Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, di mana praktik Sebambangan berujung pada pelaporan ke pihak berwajib karena keluarga wanita, yang berasal dari latar belakang budaya Jawa, tidak memahami tradisi ini dan menganggapnya sebagai penculikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi, minimnya edukasi adat, dan faktor ekonomi menjadi penyebab utama penyimpangan dalam praktik Sebambangan. Pergeseran ini menimbulkan berbagai dampak, seperti konflik keluarga, pernikahan di bawah umur, serta pelanggaran hukum. Dengan demikian agar Sebambangan tetap lestari tanpa menimbulkan dampak negatif, diperlukan upaya kolektif dari masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam memberikan edukasi adat serta merancang regulasi yang dapat menjaga keseimbangan antara tradisi dan hukum negara.