Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF CONSUMER ATTITUDES AND PREFERENCES TO BANANA PURCHASE DECISIONS IN THE TRADITIONAL MARKET OF SEMARANG CITY Ewin Rumapea; Wiludjeng Roessali; Edy Prasetyo
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 6, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v6i1.8364

Abstract

Banana is one type of fruit that is in great demand by the Indonesian. The number of banana varieties circulating in fruit retailers will affect consumer behavior in making purchasing decisions. This study aimed to identify the number of types of bananas that consumers buy the most, analyze consumer attitudes towards the most considered attributes in purchasing decisions, and analyze consumer preferences for banana attributes in traditional markets in Semarang City. The method used in this research is a survey. Determination of the sample is done by quota sampling with a total sample of 108 respondents. Methods of collecting data through interviews with the help of a questionnaire. Data were analyzed descriptively, with Multi-attribute Fishbein attitude analysis and Conjoint analysis. The results showed that the type of banana consumers bought the most was the Kepok anana with a percentage of 45%, while the banana that was rarely purchased was the Mas banana with a rate of 6%. Consumer attitudes towards the attributes that are considered in the decision to buy bananas are the taste attributes (17.17) are positive, fruit skin color (14.97) is neutral, size (10.46) is negative, and the number of fruits per comb (9.95) is negative. Consumer preferences are indicated by the most prioritized importance value, namely bananas with a slightly sweet taste, greenish-yellow skin color, a large number of fruits per comb (>16 pieces), and medium-size (10-14cm). 
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI JAMUR TIRAM DI DESA GENTING KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Vinisa Dyah Puspitasari; Edy Prasetyo; Heri Setiyawan
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.205 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i1.1645

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor–faktor produksi terhadap produksi jamur tiram dan menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani jamur tiram di Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Metode penelitian  yang digunakan adalah metode survai. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus dengan jumlah responden 30 orang petani jamur tiram. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas dan analisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jamur tiram adalah luas lahan, serbuk kayu, bekatul dan tenaga kerja, sedangkan faktor produksi bibit dan kapur tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jamur tiram. Penggunaan faktor produksi bibit, serbuk kayu, bekatul, kapur dan tenaga kerja secara ekonomi belum efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi lahan secara ekonomi tidak efisien.Kata Kunci : efisiensi; faktor produksi; jamur tiram
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan dan Peramalan Volume Penjualan Kopi di Pt Perkebunan Nusantara IX Madelin Christin Libriani Sinaga; Edy Prasetyo; Kustopo Budirahardjo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.388 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.15

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Perkebunan Nusantara IX, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan kopi di PT Perkebunan Nusantara IX dan meramalkan volume penjualan kopi Desember 2018. Metode penentuan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode data sekunder. Data sekunder yang digunakan adalah data tahun 2014-2017. Metode analisis data dengan analisis regresi berganda dan analisis trend time series. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan harga pokok penjualan dan beban pemasaran memberi pengaruh positif terhadap volume penjualan kopi. Harga produk tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan kopi. Hasil analisis trend time series menunjukkan bahwa volume penjualan kopi metode winters additive sebagai metode peramalan yang paling baik digunakan untuk pola data musiman dengan MAPE 152.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Jeruk Pamelo (Citrus Grandis) di Kabupaten Pati Djuwita Rahmawati; Edy Prasetyo; Agus Setiadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.169 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.03.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga jeruk pamelo, harga buah belimbing, harga buah manggis, pendapatan konsumen, jumlah anggota keluarga konsumen, dan selera konsumen terhadap permintaan jeruk pamelo, serta menganalisis elastisitas permintaan jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2017. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada sentra penjualan jeruk pamelo di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan sampel sebanyak 62 orang konsumen jeruk pamelo yang diambil secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga jeruk pamelo (X1), harga buah belimbing (X2), harga buah manggis (X3), pendapatan konsumen (X4), jumlah anggota kelu arga konsumen (X5), dan selera konsumen (X6) secara serempak berpengaruh nyata terhadap permintaan jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Secara parsial variabel harga jeruk pamelo (X1), pendapatan konsumen (X4), jumlah anggota keluarga konsumen (X5), dan selera konsumen (X6) berpengaruh nyata terhadap permintaan jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Variabel harga buah belimbing (X2) dan harga buah manggis (X3) tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Elastisitas harga terhadap permintaan sebesar -1.106,57 menunjukkan bahwa elastisitas harga bersifat inelastis. Elastisitas pendapatan bernilai 243.967,997, elastisitas harga silang buah belimbing 563,84 dan elastisitas harga silang buah manggis -953,12.
Analisis Komparasi Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan pada Usahatani Padi Lahan Sawah dengan Sistem Irigasi yang Berbeda di Kecamatan Banyubiru Maruhum Simbolon; Bambang Mulyatno Setiawan; Edy Prasetyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.24

Abstract

Perbedaan letak geografis dan sistem pengairan pada lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana menyebabkan adanya perbedaan penggunaan faktor-faktor produksi yang meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan nilai pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah penggunaan dan perbedaaan faktor-faktor produksi dan nilai biaya produksi, jumlah produksi, penerimaan dan pendapatan. Metode penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling melalui teknik quota sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 responden yang meliputi 30 responden untuk lahan sawah Rawa Pening dan 30 responden untuk lahan sawah irigasi sederhana. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penggunaan faktor-faktor produksi meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja pada lahan sawah Rawa Pening secara berurutan adalah 0,367 ha,  21,3 kg, 158,44 kg, 0,236 liter dan 14,97 HOK dan pada lahan sawah irigasi sederhana secara berurutan adalah 0,427 ha, 20,90 kg, 201,83 kg, 0,203 liter, 3,16 liter dan 18,79 HOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pendapatan pada lahan sawah Rawa Pening adalah Rp 5.057.886,20 dan pada lahan sawah irigasi sederhana adalah Rp 9.136.848,40. Hasil analisis uji beda dengan konversi pada lahan 1 ha menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada penggunaan benih, pestisida dan tenaga kerja sementara terdapat perbedaan pada penggunaan pupuk. Terdapat perbedaan pada biaya produksi, produksi, penerimaan dan pendapatan, antara lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana dimana pendapatan lahan sawah irigasi sederhana lebih besar dibandingkan lahan sawah Rawa Pening.   
Analisis Kesediaan Konsumen Membayar Durian di Gerai Ucok Durian Medan: Analysis of Consumer’ Willingness to Pay for Durian at Ucok Durian Medan Outlet Chintia Damayani P; Titik Ekowati; Edy Prasetyo
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.319 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v10i2.1072

Abstract

Durian is a plant that isn’t always available at all times or called local durian. This condition encourages Ucok Durian outlets to always provide good quality durian. This study aims to describe the characteristic of consumers durian, analyze the average value of maximum that consumers are willing to pay, and determine the factors that influence consumers’ Willingness To Pay (WTP). The research method is the survey method, conducted at the Ucok Durian Medan outlet. The sampling method used accidental purposive sampling and the determination number of samples using quota sampling of 80 respondents. Data analysis used descriptive analysis to explain consumer characteristics, Contingent Valuation Method (CVM) analysis to calculate the value consumers WTP for durian, and logistic regression analysis to analyze the factors that influence consumers’ WTP for durian. The results showed that most of the consumers is male (72.6%), 17-25 years old (38.8%), married status (73.8%), last education is Diploma and S1 (56.2%),the number of family members is 4-6 people (65%), formal work (91.2%) and income> Rp 4,000,000 - Rp 7,000.000/month (38.8%). As many as 86.25% of respondents are willing to pay for durian which is more expensive than the normal price. The average value of the consumer's WTP for durian, respectively, is Rp 50,000 and Rp 75,000, amounting to Rp 53,284.31 and Rp 75,625/piece, with a proportion of 6.57% and 0.83% of the current price. The factors that influence consumers’ WTP for durian are jobs, price, product quality, and lifestyle.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN GUNUNG PATI SEMARANG N P Cahyaningtyas; Edy Prasetyo; W Sarengat
MEDIAGRO Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.001 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v15i1.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan faktor-faktor produksi (meliputi jumlah DOC, pakan ternak, tenaga kerja, listrik dan vaksin) menghitung biaya, penerimaan, dan pendapatan serta, menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap pendapatan usaha ternak ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis pengujian ini dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan biaya produksi paling tinggi diperoleh peternak dari PT Mustika yaitu sebesar Rp.1.603.339.108,- per seribu ekor, PT Malindo Rp. 148.813.906,- per seribu ekor, PT Umi Perkasa Rp. 170.429.177,- per seribu ekor, PT HBS Rp. 67.759.535,- per seribu ekor. Sedangkan jumlah pendapatan tertinggi di peroleh peternak PT Mustika sebesar Rp. 275.497.310,- sedangkan pendapatan terendah diperoleh peternak PT Malindo sebesar Rp. 242.293.518,-. Secara keseluruhan rerata pendapatan per tahun peternak di Kecamatan Gunungpati mencapai Rp 266.876.566,-. Secara serempak variabel-variabel jumlah DOC, tenaga kerja, pakan, listrik dan vaksin berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen pendapatan. Secara parsial hanya variabel jumlah DOC yang berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan. Sedangkan variabel tenaga kerja, pakan, listrik dan vaksin berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel pendapatan. Kata kunci : Ayam broiler, Biaya Produksi, Pendapatan.
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) TAHU BAKSO DI KECAMATAN UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG Farida Yuana Rahmawati; Agus Setiadi; Edy Prasetyo
JURNAL VIGOR Vol 6, No 2 (2021): VIGOR: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.179 KB) | DOI: 10.31002/vigor.v6i2.4517

Abstract

This study was conducted to determine whether the use of production factors for the Small and Medium Industry (IKM) tofu meatballs was technically and economically efficient, the study also aimed to determine the level of technical efficiency and economic efficiency of the use of production factors for Small and Medium Industries (IKM). tofu meatballs located in Ungaran, Semarang, Central Java. The production factors analyzed include the amount of tofu used, the number of meatballs used, labor, gas, and packaging. The technique used in sampling is the saturated sample technique, which makes the entire population of 28 IKM owners into the sample. Data processing methods using Microsoft excel and SPSS 23. Data processing includes multiple linear regression test, t test, f test, technical efficiency analysis, and economic efficiency analysis. The results of this study are the production factors of tofu meatballs in the form of tofu, meatballs, labor, gas, and packaging are not yet economically efficient because the EE value is more/less than 1.Keywords: meatball tofu, production factors, technical efficiency, economic efficiency
Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah pada Lahan Irigasi dan Tadah Hujan di Kabupaten Pati Jawa Tengah Winda Im Muslifah; Agus Setiadi; Edy Prasetyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.1

Abstract

Perbedaan sistem pengairan dan letak geografis pada lahan irigasi sederhana dan tadah hujan menyebabkan terdapat perbedaan pada nilai pendapatan petani bawang merah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produksi, biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani bawang merah pada lahan irigasi sederhana dan tadah hujan di Kabupaten Pati. Metode penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode probability sampling dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Jumlah populasi sebanyak 876 petani. Responden kemudian dipilih secara random dari masing-masing sampel. Diperoleh responden penelitian ini sebanyak 15% dari populasi. Keseluruhan responden berjumlah 131  yang terdiri dari 47 responden dari lahan irigasi sederhana dan sebanyak 84 responden dari lahan tadah hujan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis pendapatan usahatani uji beda independen sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan pada lahan irigasi adalah Rp. 64.546.628,66 dan lahan tadah hujan adalah Rp. 46.666.583,33. Hasil analisis uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada biaya produksi, produksi, penerimaa, dan pendapatan antara lahan irigasi dan lahan tadah hujan dimana pendapatan pada lahan irigasi lebih besar dibandingkan dengan lahan tadah hujan. 
Analisis Efisiensi Ekonomis Penggunaan Input Produksi pada Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Dila Nurul Aziza; Edy Prasetyo; Agus Setiadi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.311

Abstract

ENGLISHThe success of red onion farming is basically determined by the amount of income, risk and also the level of economic efficiency achieved. Economic efficiency is a situation where resources are distributed in the most efficient way. This study aims to analyze the influence of production inputs to the production of red onion and analyze levels of production inputs in the technical and economic efficiency of red onion farming in Selo district. Research has been done in Selo district by survey method. The two stage cluster random sampling technique was employed for this study. The number of respondents were 186 farmers from total population 1857 farmers. An instrument analyze using in this research were multiple linier regression and efficiency analyze. The result of research showed that land, seed, pesticide and labour were partially significant to red onion production whereas manure, NPK fertilizer and Za fertilizer were not significant. Land, seed, manure, NPK fertilizer, Za fertilizer, pesticide and labour were not technically efficient. Land, NPK fertilizer and pesticide were still not economically efficient whereas seed, manure, Za fertilizer and labour were not economically efficient. The value of return to scale on decreasing return to scale.INDONESIAKeberhasilan usahatani bawang merah pada dasarnya ditentukan oleh besarnya pendapatan, risiko dan juga tingkat efisiensi ekonomis  yang dicapai. Efisiensi ekonomis adalah situasi dimana sumber daya didistribusikan dengan cara yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh input-input produksi terhadap produksi bawang merah serta menganalisis tingkat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis penggunaan input produksi pada usahatani bawang merah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode two stage cluster random sampling. Jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 186 petani dari total populasi 1857 petani. Lokasi penelitian di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan efisiensi input produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa input produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah adalah luas lahan, benih, pestisida dan tenaga kerja sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pupuk kandang, pupuk NPK dan pupuk Za. Input produksi luas lahan, benih, pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk Za, pestisida, dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis. Input produksi luas lahan, pupuk NPK dan pestisida secara ekonomis belum efisien sedangkan input produksi benih, pupuk kandang, pupuk Za dan tenaga kerja tidak efisien. Nilai return to scale berada di decreasing return to scale.