Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengenalan Teknologi 3D Print Sebagai Pendukung Wirausaha Bagi Siswa SMK Kota Lhokseumawe Olivia, Sisca; Anshar, Khairul; Muliana, Erna; Faliza, Nur; Novianti, Yenny
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15500

Abstract

SMK sebagai sekolah yang mempersiapkan siswa siap terjun ke dunia kerja dengan keahlian yang dipelajari di sekolah, seperti manajemen perkantoran, tata boga, otomotif, dan bidang lainnya. Dalam pendidikan, tidak hanya keahlian tertentu saja dipelajari, tetapi juga diperlukan memahami teknologi. Teknologi berkembang dengan sangat cepat, salah satunya adalah 3D print. 3D print merupakan suatu teknologi percetakan model 3D dari bidang 2D. Produk/model 3D ini tidak hanya digunakan di bidang kesehatan saja, tetapi sudah merambah ke segala bidang, termasuk dalam bidang bisnis. Teknologi 3D print belum dikenal banyak orang, khususnya di Provinsi Aceh. Dikarenakan hal tersebut diperlukannya pengenalan teknologi 3D print bagi siswa SMK di Kota Lhokseumawe. Tidak hanya untuk memahami dan mengetahui 3D print, tetapi teknologi 3D print ini juga telah banyak digunakan dalam dunia usaha/bisnis. Hal ini diperlukannya pengenalan teknologi 3D print dan penerapannya dapat digunakan untuk mendukung bisnis atau wirausaha. Hasil yang didapat pada pengabdian ini adalah sebuah publikasi media, kerjasama antara pihak Universitas Malikussaleh dengan SMK Kota Lhokseumawe, publikasi jurnal ilmiah dan HKI. Pengabdian ini juga memberikan dampak positif pada para siswa SMK untuk mengembangkan wirausaha dengan menggunakan teknologi 3D print.
Penerapan Teknologi Pemanfaatan Limbah Kelapa Muda sebagai Alternatif Bahan Bakar untuk Usaha Pandai Besi di Gampong Pande Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara Setiawan, Adi; Daud, Muhammad; Anshar, Khairul; Nayan, Ahmad; Hasibuan, Rizqon; Dirga, Muhammad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12533258

Abstract

Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah sentra industri pandai besi yang juga memiliki usaha di sektor pertanian dan perkebunan. Pada sektor pertanian pasca panen diperoleh sejumlah limbah seperti sekam dan jerami padi, kulit pinang, kelapa muda dan lainnya. Limbah ini belum dimanfaatkan secara maksimal bahkan sering dibakar sehingga mengakibatkan pencemaran udara. Sebenarnya sumber biomassa yang melimpah dari limbah pertanian salah satunya tempurung kelapa sangat potensial untuk dijadikan bahan bakar briket. Di sisi lain, usaha pandai besi sangat bahan bakar substitusi dengan harga yang terjangkau untuk meminimalkan penggunaan arang kayu. Selama ini arang kayu yang digunakan bersumber dari tanaman hutan secara illegal sehingga terjadi deforestrasi yang mengancam lingkungan hidup. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memecahkan persoalan tersebut adalah melalui pengolahan biomassa menjadi bioarang melalui teknologi kiln. Produk bioarang selanjutnya dicetak dengan mesin press briket. Untuk mencapai target tersebut, maka Tim Pengabdian mengajak masyarakat akan pentingnya memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi bio-briket sebagai pengganti bahan bakar arang kayu dari hutan. Selain itu ditargetkan juga adanya peningkatan pendapatan pandai besi dengan berkurangnya biaya bahan bakar arang. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan/ penendampingan pada pembuatan bioarang dan briket, serta aplikasi penggunaan bio-briket untuk pengrajin besi. Penyelesaian masalah mitra meliputi pemecahan masalah pada aspek-aspek tersebut. tahapan kegiatan ini diawali dengan memberikan pengetahuan mitra tentang pengelolaan limbah biomassa, pembuatan bioarang dari limbah biomassa menggunakan teknologi kiln serta pengepresan bioarang menjadi briket menggunakan mesin cetak briket yang mampu menghasilkan 20 briket. Harapan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Pande dengan memanfaatkan limbah kelapa muda pada menjadi bio-briket dan menjualnya di daerah sekitar secara komersial. Kata Kunci: Limbah kelapa muda, kiln, bioarang, briket.
Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah Rizka Mulyawan; Agam Muarif; Khairul Anshar; Ahmad Fikri; Nurwardina Sofiyani; Nur Aisyah; Maulana Heru Mulya; Melianda Putri Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1586

Abstract

Ampas kopi dari kedai kopi selama ini pada umumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, minyak jelantah juga pada umumya dibuang ketika tidak dimanfaatkan dan dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang diolah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Dari fakta tersebut, limbah minyak jelantah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring. Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai karbon aktif yang dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Pada umumnya, minyak jelantah dari rumah tangga di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah, dimana angka pervalensi stunting cukup tinggi, dibuang atau digunakan kembali yang berdampak negatif bagi kesehatan tanpa dijadikan produk yang lebih berguna seperti sabun cuci piring. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada kepada masyarakat di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang berjumlah dua puluh delapan orang di desa tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring sebagai solusi alternatif dari sabun cuci piring komersil yang lebih ekonomis. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah berubahnya cara pandang dan sikap dari peserta untuk menggunakan limbah minyak jelantah dan amps kopi yang dapat merusak lingkungan menjadi bahan yang lebih berguna yaitu sabun cuci piring serta keterampilan dan pemahaman terkait cara pembuatannya. Used Cooking Oil and Coffee Grinds Utilization for Dish Soap Production Counselling in Bener Meriah District Coffee grinds from coffee cafes should currently be used properly. Additionally, cooking oil can contaminate the environment because it is typically thrown away after use. Soap can be made using processed frying oil as a raw ingredient. These data suggest that leftover cooking oil may have a purpose as dishwashing soap. Additionally, coffee grinds can be utilized as activated carbon to draw dirt to the surface. Used cooking oil from homes in Kenine Village, Bener Meriah Regency, where stunting prevalence is rather high, is typically thrown out or reused without being converted into a more beneficial product like dishwashing soap, which is harmful to health. Based on these challenges, the Bener Meriah Regency's community service projects in Kenine Village involve reaching out to the locals to use leftover coffee grounds and cooking oil as the primary ingredients for dishwashing soap, which is a more affordable alternative to commercial dishwashing soap. As a result of this outreach program, participants' attitudes and perspectives regarding recycling waste that could harm the environment into more valuable commodities have changed.  
Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Budidaya Lobster Air Tawar dengan Penerapan Kolom Vertikultur Anshar, Khairul; Mainisa, Mainisa; Amri, Amri; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Razi, Ar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.18735

Abstract

Pertanian memanfaatkan lahan pekarangan telah menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal, terutama di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, masyarakat dapat menghasilkan berbagai jenis tanaman dan hewan ternak untuk kebutuhan konsumsi sendiri serta sebagai sumber pendapatan tambahan. Budidaya lobster air tawar telah menjadi salah satu potensi pengembangan yang menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan. Lobster air tawar memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan yang terus meningkat baik di pasar lokal maupun internasional. Namun, budidaya lobster air tawar masih belum banyak dilakukan secara luas di Indonesia karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis petani, serta keterbatasan lahan yang tersedia untuk budidaya. Melalui kegiatan pengabdian ini akan dilakukan proses budidaya lobster air tawar dengan menerapkan konsep kolom bertingkat atau vertikultur, kami berharap dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara lebih efisien untuk budidaya lobster air tawar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga akan melibatkan program kemitraan dengan pihak ketiga yang siap menerima hasil panen budidaya lobster air tawar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan memusingkan diri untuk menjual atau memasarkan lobster air tawar. Dengan demikian, diharapkan program ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga akan memberdayakan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pertanian modern. Disisi lain, program ini diharapkan, dapat menciptakan solusi yang holistik dalam menghadapi tantangan pertanian dan ketahanan pangan di tingkat lokal, sambil juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Readiness Analysis of ISO 9001: 2015 Quality Management System Implementation Using Gap Analysis Method Anshar, Khairul; Bakhtiar; Anjelika, Fara; Amri; Fatimah
Jurnal Informasi dan Teknologi 2025, Vol. 7, No. 3
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60083/jidt.vi0.629

Abstract

PT Pelindo Multi Terminal is a subsidiary of PT Pelabuhan Indonesia (Persero), which manages port services business in the field of multipurpose terminal operations in Indonesia. which was inaugurated on October 1st, 2021, resulting in a merger between PELINDO I, II, III, and IV. Until now, PT Pelindo Multi Terminal is still following PELINDO 1 regulations, one of which is the implementation of ISO 9001: 2008, which ISO 9001: 2008 has expired in September 2020. Therefore, PT Pelindo Multi Terminal must adjust the Quality Management System (QMS) to the latest version of the standard, namely QMS ISO 9001: 2015, and apply for ISO 9001: 2015 certification in order to maintain the quality of its service. The purpose of this study was to determine the readiness and constraints in implementing and obtaining ISO 9001: 2015 QMS certification. The method used in this research is Gap Analysis. Gap Analysis is a measurement method to determine the gap by mapping the current QMS and comparing it with the ISO 9001: 2015 QMS requirements, to obtain an analysis of the differences between the current QMS at PT Pelindo Multi Terminal and the ISO 9001: 2015 requirements. From the gap analysis results, PT Pelindo Multi Terminal has a readiness level of 88% to complete the ISO 9001:2015 QMS requirements and is ready to convert its QMS from ISO 9001:2008. However, based on the overall research results, there are still requirements, and some work procedures have not been carried out consistently. This is due to the lack of socialization and training on the implementation of ISO 9001:2015 after the merger, and the limited time and lack of human resources in checking internal audits to determine the suitability of SOPs that have been made.
The Implementation of Web-Based Paperless Office Technology in the Final Project Information System at the Faculty of Engineering, Malikussaleh University Razi, Ar; Yulisda, Desvina; Anshar, Khairul; Fikri, Ahmad
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 13, No 3 (2025): Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v13i3.134256

Abstract

The final project information system application, often known as the final project management system, is a digital tool designed to assist the management and reporting process related to students' final projects. This system includes various features that can assist lecturers, students, and academic staff in various aspects of the final project process. This application allows students to submit their final project proposals, including uploading required documents such as study plans, final project proposals, and thesis reports. In addition, lecturers can also utilize features that allow lecturers to input grades and provide minutes for final project proposals submitted by students. This information system also allows the final project coordinator to manage the final project trial schedule, including scheduling and canceling schedules. In addition, the final project information system makes it easier to manage final project data, including student data, title data, and supervisor data. This facilitates the process of searching for titles and assigning supervisors, as well as speeding up the title validation process.
PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA KENINE KABUPATEN BENER MERIAH Anshar, Khairul; Muhammad; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Meiyanti, Rini
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.6304

Abstract

Rice washing water is generally not used and considered as waste. The elements contained in rice washing water are nutrients needed for plants. From this fact, rice washing water waste has the potential to be used as liquid organic fertilizer for plants. In general, rice washing water from households in Kenine Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency is disposed of without being used properly, such as being thrown away or directly watered on plants. On the one hand, the area is increasingly using inorganic fertilizers on plants, including the main commodity crop, namely coffee. Based on these problems, community service activities were carried out in Kenine Village, Bener Meriah Regency through counseling activities to make organic fertilizer for the village community to use rice washing water waste as the main ingredient with molasses and EM4 as an alternative solution to the use of commercial chemical fertilizers which are much more economical and secure from the organic side.
Heater lamp product design as hypothermia prevention using qfd (quality function deployment) Subhan, Subhan; Anshar, Khairul; Muarif, Agam; Ningtiyas, Dinda; Pandey, Govinda Prashad; Isa, Muzamir
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6630

Abstract

Every year the number of climbers increase, there are at least 70,000 climbers including researchers. The increase in the number of climbers will certainly increase the mortality risk of hypothermia. At least 18 people died from hypothermia in 2014 to 2015. The risk of hypothermia can be reduced by handling such as providing warmth to the patient. Warmth can be created by using a tool that produces the right heat, easy and safe to use, easy to carry and also affordable. This is the basis for researches to conduct research on designing heating products in tents as an effort to prevent hypothermia. This research uses the QFD (Quality Function Deployment) method in processing the results of the consumers voice, design the product concept, screening and selecting concept and analysis the final product design. Based on the data collection and processing that has been carried out, there are 10 criteria for consumer needs and interests for product, including practical tools to carry, safe to use, can warm the body to have additional functions as cellphone chargers. While the alternative concept chosen in the form of cylindrical tube, using a Li-ion battery, and a frame made of polypropilene plastic. From the chosen concept, then a heating lamp model is designed in the display when used and stored.
Identifikasi Pengaruh Marketing Mix Terhadap Peningkatan Pelanggan Pada PT. Pos Indonesia Meutia, Sri; Anshar, Khairul; Nufus, Ukhwatul
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1142

Abstract

PT. Pos Indonesia ialah perusahaan yang beropersional pada bagian jasa. Pos Indonesia membagi operasionalnya menjadi dua bagian: Usaha Bisnis Surat Paket (BPS) dan Jasa Keuangan (Jaskug). Usaha logistik surat dan parsel dibagi menjadi tiga bagian, yaitu surat domestik, surat internasional, dan logistik. Usaha jasa keuangan meliputi Pospay, Weselpos, Pos Giro, Saluran Penyaluran Dana dan Perbankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran (penetapan harga, produk/jasa, situs, dan promosi) terhadap PT. Perluasan basis pelanggan Pos Indonesia dan identifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perluasan tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan menganalisis data primer yang dikumpulkan dari survei yang dilakukan kepada klien PT. Pengambilan sampel secara sengaja menghasilkan 100 tanggapan untuk divisi Bisnis Paket Surat Pos Indonesia. Uji instrumental, uji hipotesis klasik, uji linier multivariat, dan uji statistik digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada SPSS versi 16. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh variabel independen (harga, produk, situs, dan promosi) terhadap variabel dependen variabel penjelas (Y) sama besarnya dengan variabel penjelas lainnya (26,4%). Uji F menunjukkan bahwa faktor independen (Harga, Produk, Lokasi, Promosi) semuanya mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah konsumen, dengan Fhitung > Ftabel = 69,175 > 2,46. Harga, produk/jasa, lokasi, dan promosi semuanya memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel yang ditunjukkan dengan uji t. Oleh karena itu, variabel Produk (X2) merupakan variabel yang paling penting dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05.
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK INDENTIFIKASI DAN MEMINIMALISIR PEMBOROSAN DI UMKM CADO AGROFOOD SEMESTA Zakaria, Muhammad; Anshar, Khairul; Safrinanda, Safrinanda
Journal of Industrial Engineering & Management Research Vol. 6 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : AGUSPATI Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7777/jiemar.v6i6.668

Abstract

The food processing industry, especially at the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) scale, faces challenges in increasing production process efficiency due to limited resources and suboptimal work layout. This study aims to identify and minimize waste in the chocolate bar production process at the Cado Agrofood Semesta MSME using the Lean Manufacturing approach and Value Stream Mapping (VSM) analysis tool. The research method includes collecting cycle time data, calculating standard time, takt time, and analyzing value-added and non-value-added activities. The results show that the production process still contains several types of waste, especially in waiting activities and transportation between work stations. Through the application of the Kaizen concept and redesigning the process flow (Future State Mapping), the total production time (Manufacturing Lead Time) can be reduced significantly compared to the initial condition. Proposed improvements include rearranging the work layout and controlling work time according to takt time. The application of this concept has been proven to be able to increase production efficiency and productivity at the Cado Agrofood Semesta MSME. Keywords : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Kanban, Takt Time, Production Efficiency, MSME