Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Tipe Talking Stick terhadap Keaktifan Belajar di SMP Negeri 11 Bandar Lampung Eti Rahmawati; Jamal Fakhri; Fitriani Fitriani
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.415

Abstract

The following study aims to examine the effect of the Talking Stick cooperative learning model on student learning engagement in Islamic Religious Education (IRE) at SMPN 11 Bandar Lampung. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental posttest-only control group design. The research sample consisted of 60 students divided into an experimental class and a control class, each with 30 students. Data were obtained through a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The analysis results showed that the data had a normal and homogeneous distribution. However, the t-test results obtained a significance value of 0.131 (p > 0.05), which indicated that the application of the Talking Stick model did not significantly affect student learning engagement. This finding indicates that the Talking Stick model does not automatically increase learning engagement in the affective domain in IRE learning. This study emphasizes the importance of using a more adaptive, contextual learning approach that is aligned with student characteristics and value-based learning objectives. Therefore, IRE teachers who wish to continue using this model are advised to integrate it with reflective activities and value reinforcement strategies to ensure that classroom interactions are not only participatory but also affectively meaningful.
ANALISIS TANTANGAN DAN STRATEGI E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN (PAI) DI ERA DIGITAL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Zakiyatun Nufus Aulia Rusliana; Koderi Koderi; Fitriani Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8447

Abstract

The development of digital technology and the acceleration of online learning in the post-pandemic era have encouraged the implementation of e-learning in Islamic Religious Education (IRE). However, its implementation still faces a gap between pedagogical potential and practical realities in the field. This study aims to identify the main challenges, recommended e-learning strategies, and the impact of e-learning implementation on students’ understanding of learning materials, learning motivation, and the formation of Islamic character. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA, with the assistance of the Covidence application. The review process includes the formulation of three research questions, the determination of inclusion and exclusion criteria, literature searches in the Scopus and Publish or Perish databases, duplicate removal, title–abstract and full-text screening, quality assessment (QA1–QA3), and data synthesis. Out of 198 articles published between 2020 and 2025, 16 articles were deemed eligible for analysis. The findings indicate that e-learning has the potential to enhance students’ understanding of Islamic concepts and learning outcomes through the use of videos, interactive quizzes, and digital materials, as well as to increase students’ motivation and engagement through interactivity and gamification. The main challenges identified include technical aspects, such as limited internet access and infrastructure, and non-technical aspects, such as low digital literacy, insufficient teacher training, student motivation, and policy support. This study emphasizes that the effectiveness of e-learning in IRE can be achieved through the utilization of Learning Management Systems (LMS) enriched with interactive media and gamification, accompanied by the strengthening of teachers’ digital competencies and equitable infrastructure development to ensure sustainable implementation and value-oriented learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan percepatan pembelajaran daring pascapandemi mendorong penerapan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara potensi pedagogis dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama, strategi e-learning yang direkomendasikan, serta dampak penerapannya terhadap pemahaman materi, motivasi belajar, dan pembentukan karakter Islami peserta didik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berpedoman pada PRISMA dengan bantuan aplikasi Covidence. Proses kajian meliputi perumusan tiga research questions, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, penelusuran literatur pada basis data Scopus dan Publish or Perish, penghapusan duplikasi, screening judul–abstrak dan full-text, penilaian kualitas (QA1–QA3), serta sintesis data. Dari 198 artikel publikasi periode 2020–2025, sebanyak 16 artikel dinyatakan layak dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-learning berpotensi meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan hasil belajar melalui pemanfaatan video, kuis interaktif, dan materi digital, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui interaktivitas dan gamifikasi. Adapun tantangan utama yang ditemukan meliputi aspek teknis, seperti keterbatasan akses internet dan infrastruktur, serta aspek non-teknis, seperti rendahnya literasi digital, minimnya pelatihan guru, motivasi siswa, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas e-learning PAI dapat dicapai melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang diperkaya media interaktif dan gamifikasi, disertai penguatan kompetensi guru serta pemerataan infrastruktur agar implementasi pembelajaran tetap berkelanjutan dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.  
STUDI LITERATUR MENGENAI PENGARUH JUDI ONLINE TERHADAP MORALITAS PELAJAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Agung Kurniawan; Koderi Koderi; Fitriani Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9562

Abstract

The development of digital technology has opened up opportunities for students to access various risky content, including online gambling, which can have serious impacts on morals and character development. In the context of Islamic Religious Education (PAI), this issue is crucial because it contradicts Islamic values ​​that emphasize good morals, piety, and social responsibility. This study aims to explore the influence of online gambling on students' morals, the factors that encourage students to engage in online gambling, and how Islamic Education plays a role in preventing and mitigating these effects. The method used in this study was a Systematic Literature Review (SLR) following PRISMA guidelines. The literature search was conducted using several trusted databases with publication dates between 2020 and 2025. Of the 138 articles found, 20 met the inclusion criteria and were systematically analyzed. The study findings indicate that online gambling significantly weakens the values ​​of honesty, trustworthiness, discipline, and responsibility, reduces the quality of worship and piety, undermines social ethics, and hinders the formation of Islamic character. The main factors contributing to student involvement are psychological pressure, peer influence, easy access to technology, lack of supervision from parents and teachers, and the desire for quick profits. The study's conclusion confirms that Islamic Religious Education plays a crucial role in preventing online gambling through strengthening moral values, spiritual approaches, innovations in Islamic-based digital learning, and collaboration between schools, families, and the social environment in fostering student character in the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membuka kesempatan bagi siswa untuk mengakses berbagai konten berisiko, termasuk perjudian online, yang dapat memberikan dampak serius terhadap moral dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), masalah ini sangat penting karena bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pada akhlak baik, ketakwaan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh perjudian online terhadap moral siswa, faktor-faktor yang mendorong siswa terlibat dalam perjudian online, serta bagaimana Pendidikan Islam berperan dalam mencegah dan mengurangi efek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan menggunakan beberapa database terpercaya dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2020 dan 2025. Dari 138 artikel yang ditemukan, ada 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Temuan penelitian menyatakan bahwa perjudian online secara signifikan melemahkan nilai-nilai kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab, mengurangi kualitas ibadah dan ketakwaan, merusak etika sosial, serta menghalangi pembentukan karakter Islami. Faktor utama yang menyebabkan keterlibatan siswa adalah dorongan psikologis, pengaruh teman, kemudahan akses teknologi, kurangnya pengawasan dari orang tua dan guru, serta motivasi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mencegah perjudian online melalui penguatan nilai akhlak, pendekatan spiritual, inovasi dalam pembelajaran digital yang berbasis nilai Islami, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial dalam pembinaan karakter siswa di era digital.  
EFEKTIVITAS GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR GENERASI Z : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yunita Sari; Koderi Koderi; Fitriani Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9677

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of gamification in Islamic Religious Education (IRE) learning on Generation Z students’ learning motivation in the digital era. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA guidelines. Data were collected from various scientific databases, including Scopus, Google Scholar, SINTA, and Publish or Perish, covering publications from 2020 to 2025. Out of 225 identified articles, 16 studies met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The findings indicate that gamification in IRE learning is understood as the integration of game elements, such as points, levels, challenges, and reward systems, into the learning process without diminishing Islamic values. Gamification has been proven effective in enhancing students’ learning motivation and interest, participation and engagement, understanding of IRE materials, as well as fostering Islamic attitudes and character development. Commonly applied gamification strategies involve the use of digital platforms and Learning Management Systems (LMS), with teachers playing a key role as instructional designers aligned with pedagogical objectives. However, several challenges were identified, including limited teacher digital competence and inadequate infrastructure. Therefore, educational policy support, infrastructure development, and continuous teacher professional training are essential to optimize the sustainable implementation of gamification in IRE learning within the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap motivasi belajar generasi Z di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total 225 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran PAI dipahami sebagai integrasi elemen permainan, seperti poin, level, tantangan, dan sistem penghargaan, ke dalam proses pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman. Penerapan gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar, partisipasi dan keterlibatan peserta didik, pemahaman materi PAI, serta pembentukan sikap dan karakter Islami. Strategi gamifikasi yang banyak digunakan melibatkan pemanfaatan platform digital dan Learning Management System (LMS) dengan peran guru sebagai perancang pembelajaran yang berorientasi pada tujuan pedagogis. Meskipun demikian, penerapan gamifikasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru dan sarana prasarana. Oleh karena itu, dukungan kebijakan pendidikan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerapan gamifikasi dalam pembelajaran PAI di era digital.