Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Di MI Ma’arif Kalijeruk Kecamatan Garung Tahun Pelajaran 2023/2024 Ita Rosiana; Ahmad Khoiri; Bambang Sugiyanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas V di MI Ma’arif Kalijeruk; 2) untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis peserta didik; 3) untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis antara kelas yang menerapkan dan tidak menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas V di MI Ma’arif Kalijeruk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian quasi eksperiment desaign dengan metode nonequivalent control grup design. Sampel dalam penelitian yaitu kelas V MI Ma’arif Kalijeruk Kecamatan Garung yang terdiri dari dua kelas yaitu VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan data dalam penelitian berupa observasi, soal tes dan dokumentasi. Soal pretest dan posttest diuji coba menggunakan uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas V di MI Ma’arif Kalijeruk berhasil dengan baik, ditunjukkan dengan nilai 87,5%. Nilai ini mencakup aktivitas guru dan peserta didik, menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan aktif dan efektif, 2) adanya peningkatan kemampuan berfikir kritis pada kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji N-Gain pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 0,71 > 0,46, 3) adanya perbedaan kemampuan berfikir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t diperoleh t_hitung sebesar 2,513 dengan t_tabel dengan taraf signifikasi 5% sebesar 2,048 yang berarti t_hitung> t_tabel maka H_o ditolak dan H_(a )diterima.
PERAN LITERASI POJOK BACA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN UBUDIYAH DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 4 KWADUNGAN KALIKAJAR WONOSOBO Ahmad Kadiq; Faisal Kamal; Bambang Sugiyanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6362

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi Keris dalam perspektif Pendidikan Islam dengan fokus pada nilai Tauhid dan nilai Kebijaksanaan yang terkandung dalam luk dan ricikan Keris. Keris, sebagai salah satu warisan budaya Nusantara, tidak hanya berfungsi sebagai senjata atau objek estetik, melainkan juga mengandung makna filosofis yang lahir dari proses panjang pengolahan logam, laku spiritual para Empu, dan simbolisme yang tertata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis hermeneutik terhadap simbol-simbol Keris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur luk dan ricikan Keris mengandung nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan konsep Tauhid dan Hikmah, seperti keikhlasan, kesabaran, keseimbangan spiritual, pengendalian nafsu, dan kesadaran akan kebesaran Allah. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan filosofi Keris sebagai media edukatif dalam Pendidikan Agama Islam berbasis budaya lokal untuk memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik.
FILOSOFI KERIS DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: NILAI TAUHID DAN NILAI KEBIJAKSANAAN Ahmad Kadiq; Faisal Kamal; Bambang Sugiyanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6405

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi Keris dalam perspektif Pendidikan Islam dengan fokus pada nilai Tauhid dan nilai Kebijaksanaan yang terkandung dalam luk dan ricikan Keris. Keris, sebagai salah satu warisan budaya Nusantara, tidak hanya berfungsi sebagai senjata atau objek estetik, melainkan juga mengandung makna filosofis yang lahir dari proses panjang pengolahan logam, laku spiritual para Empu, dan simbolisme yang tertata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis hermeneutik terhadap simbol-simbol Keris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur luk dan ricikan Keris mengandung nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan konsep Tauhid dan Hikmah, seperti keikhlasan, kesabaran, keseimbangan spiritual, pengendalian nafsu, dan kesadaran akan kebesaran Allah. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan filosofi Keris sebagai media edukatif dalam Pendidikan Agama Islam berbasis budaya lokal untuk memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik.
Dampak Kegiatan Jumat Bersih untuk Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini di RA An Najwa Garung Chuswatun Hasanah; Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i5.1564

Abstract

This study aims to explore the impact of the Jumat Bersih (Clean Friday) activity on enhancing the interpersonal intelligence of early childhood learners, as well as the challenges encountered during its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Observations were conducted directly and recorded on observation sheets, interviews were carried out using pre-prepared question guides, and documentation was obtained directly from the school. Data analysis utilized thematic analysis with a triangulation method. The results of the study indicate that the Jumat Bersih activity plays a significant role in facilitating the social learning process among young children. The activity supports the development of cooperation, effective communication, empathy, and conflict resolution skills. The positive impacts observed during the activity were also reflected in the children’s daily behaviors, both at school and at home. Therefore, such activities can serve as an effective learning model for strengthening interpersonal intelligence. The main challenges in implementing Jumat Bersih include differences in children’s social abilities, difficulties in guiding balanced interactions, and the need for consistent strategies from schools and teachers. However, these challenges can be addressed through appropriate approaches, active guidance, and collaboration between schools and parents
Implikasi Pemahaman Birrul Walidain pada Materi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Sikap Sosial dan Etika Siswa Kelas X SMA Takhasus Al-Qur’an Wonosobo Bambang Sugiyanto; Robingun Suyud El-Syam; Ina Niatul Maidah
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v5i1.616

Abstract

Islamic Religious Education plays a strategic role in instilling moral values, particularly birrul walidain, as a foundation for shaping students’ social attitudes and ethics. This study aims to examine the implications of students’ understanding of birrul walidain in Islamic Religious Education learning on the social attitudes and ethics of tenth-grade students at SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. This research employed a qualitative approach with a field research design. The research subjects consisted of Islamic Religious Education teachers, tenth-grade students, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that students’ understanding of birrul walidain is conceptually adequate but remains largely cognitive and has not been consistently internalized into daily behavior. This understanding significantly influences students’ social attitudes and ethics, as students with better understanding tend to demonstrate respect, empathy, and social responsibility. Therefore, Islamic Religious Education learning should be optimized through role modeling, habituation, and contextual learning to ensure that the value of birrul walidain is reflected in students’ actual behavior.
Dampak Tradisi Ampiran terhadap Partisipasi Belajar Anak Usia Dini di Hari Efektif Belajar di Kecamatan Kejajar Wonosobo Akhirina Putri Damayanti; Bambang Sugiyanto; Robingun Suyud El Syam
YASIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i3.10445

Abstract

Local traditions play an important role in early childhood education because they can shape children’s social values, cultural identity, and learning experiences. However, studies that specifically discuss the impact of the Ampiran tradition on early childhood learning participation on effective learning days remain limited. This study aims to analyze the impact of the Ampiran tradition on early childhood learning participation on effective learning days in Kejajar Subdistrict, Wonosobo. This study used a descriptive qualitative approach with a field research design, involving three early childhood education institutions, namely PAUD Al-Amin, PAUD Mutiara Hati, and TK NU Kejajar, which were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the Ampiran tradition has a dual impact. On the one hand, this tradition fosters social values such as mutual cooperation, empathy, and the strengthening of cultural identity. On the other hand, when its implementation takes place on or close to effective learning days, this tradition affects the decline in children’s attendance, concentration, and learning participation due to fatigue from activities that continue until nighttime. These findings contribute to the development of Vygotsky’s sociocultural theory in the context of local culture-based early childhood education in Indonesia. The conclusion of this study emphasizes the importance of balancing cultural preservation and the fulfillment of early childhood learning rights. The implications of this study provide theoretical contributions to the development of the literature on culture-based early childhood education as well as practical contributions for teachers, parents, and policymakers in integrating local traditions into the Kurikulum Merdeka framework in a more adaptive and child-friendly manner.