Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Degradasi Etika Murid Generasi Z (Kajian Kitab Maraqil ‘Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah Bab Al-Qoul Fi Adab As-Suhbah Wa Al-Mu’Asyarah Ma’a Al-Khaliq Azza Wa Jalla Wa Ma’a Al-Khalq) Auliya Sholikhatun; Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i3.4568

Abstract

This study aims to: (1) Identify the ethical behavior of Generation Z; (2) Understand the ethical degradation of Generation Z students based on the Book Maraqil ‘Ubudiyah, commentary on Bidayatul Hidayah, particularly the chapter Al-Qaul fi Adab As-Suhbah wa Al-Mu’asyarah Ma’a Al-Khaliq Azza wa Jalla wa Ma’a Al-Khalq. This research employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through documentation studies, using primary sources such as the Book Maraqil ‘Ubudiyah, and secondary sources including the Qur’an, classical Islamic texts, scientific journals, previous theses, articles, and other relevant documents. The data were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that: (1) Ethical behavior among Generation Z has shifted significantly compared to previous generations. This generation tends to perceive ethics as a form of respect for individual freedom, yet often neglects norms of politeness, respect for authority, and social responsibility. Their ethical framework is largely influenced by cultural globalization, digital technology development, and the shifting values in family and education. Although values such as tolerance, equality, and openness are still upheld, there is a noticeable decline in etiquette within social interactions, such as diminished respect for teachers, parents, and peers. (2) Based on the analysis of Maraqil ‘Ubudiyah, it is evident that there is a significant ethical degradation among Generation Z students. The book emphasizes the importance of manners toward Allah, the self, and fellow human beings, including sincerity in actions, maintaining personal dignity, humility, modesty, and polite social conduct. However, in reality, many Generation Z students are abandoning these principles, as reflected in their individualistic behavior, lack of respect for teachers, weak sense of social responsibility, and the declining spirit of brotherhood (ukhuwah) in social interactions. This degradation is primarily influenced by the pervasive impact of social media, educational models that prioritize cognitive aspects over character development, and the weak internalization of ethical values as taught in the aforementioned book.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Novel Diary Ungu Rumaysha Karya Nisaul Kamilah Bambang Sugiyanto; Robingun Suyud El Syam; Nailul Khofifah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i4.5150

Abstract

This study aims to analyze the moral education values contained in the novel Diary Ungu Rumaysha by Nisaul Kamilah. It employs a qualitative approach using content analysis to examine how moral messages are conveyed through the characters, plot, and dialogues in the novel. The findings indicate five main aspects of moral education highlighted in the story: morality towards Allah, maintaining self-respect, devotion to parents and family, doing good to others, and restraining desires. These aspects are reflected in the journey of the main character, Rumaysha, who consistently upholds Islamic principles in her teenage life. The novel also conveys strong Islamic messages such as the values of worship (ubudiyah), humility (tawadhu’), perseverance (istiqamah), self-awareness (muraqabah), and self-control in facing the temptations of youth. The study concludes that Diary Ungu Rumaysha is a literary work rich in moral education values and is appropriate as a medium for character education for adolescents within the context of Islamic education.
PEMASANGAN REFLEKTOR JALAN DAN SPEED BUMP SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KENYAMANAN DI DESA GONDOWULAN Bambang Sugiyanto; Refani Abdullah Romadhon; Rifqi Fathul Muhafid; Putri Syavira Farhati; Nur Janah; Muhammad Fahim Lidnillah; Ana Feni Ati; Nila Ni’matul Izza; Atika Nur Safira; Fina Yusriyal Mumtaz; Abdul Mustolif; Puguh Intan Kinasih; Titin Ainur Rohmah; Kholifatur Rofiah; Didi Aditiya Afrizal
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 5 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i5.6619

Abstract

Program Kuliah Pengapdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Desa Gondowulan bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui kegiatan pemasangan reflektor jalan dan speed bump (polisi tidur) pada titik-titik rawan kecelakaan. Desa Gondowulan merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi, namun masih minim fasilitas pendukung keselamatan jalan. Hal ini menyebabkan meningkatnya potensi kecelakaan, terutama pada malam hari ketika pencahayaan terbatas dan di area permukiman yang sering dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi.Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KPM melakukan observasi lapangan, pemetaan lokasi strategis, sosialisasi kepada masyarakat, serta bekerja sama dengan pemerintah desa dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pemasangan reflektor dan speed bump dilakukan secara gotong royong, dengan melibatkan warga setempat sebagai bentuk pemberdayaan dan penguatan rasa memiliki terhadap infrastruktur desa.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas serta perubahan perilaku pengendara yang menjadi lebih waspada dan mengurangi kecepatan saat melewati jalur yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan. Program ini tidak hanya memberikan dampak langsung dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tetapi juga menjadi bukti konkret kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat.
Optimasi Impian Captain Tsubasa Bagi Persepakbolaan Jepang Spektrum Pendidikan Islam Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i2.1739

Abstract

The purpose of this article is to reveal the optimization of Captain Tsubasa's dream for Japanese football on the spectrum of Islamic education, by unraveling how far the influence of the animated film Captain Tsubasa in whipping up the fighting spirit of the young generation of Japan, then contextualizing it in Islamic education, where problems have not been encountered before. This research is a qualitative descriptive, with the data collection technique using the polegulation, and analyzed inductively. Problems are analyzed with Max Weber's work ethic theory. The results of the study concluded: that Captain Tsubasa's dream in his animated film is able to be a motivator, especially for the young generation in Japan in terms of football so that in the future the National Team is able to win the Asian Cup and consistently participate in the World Cup. In the context of Islamic education, a Muslim must have a work ethic, namely a personality attitude that gives birth to a very deep belief that work is not only to glorify oneself, to show humanity, but as a form of manifestation of good deeds. This work ethic is well practiced in people's lives so that Muslims become strong as a community, so this research recommends that this work ethic be a way of life within the framework of nation and religion.
ERA BARU DALAM KEMITRAAN PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA: STUDI KASUS KALIMANTAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol. 16 No. 2 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 2 Oktober Tahun 2022
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan nomenklatur terutama pada instansi penelitian arkeologi di Indonesia dan instansi pengelolaan cagar budaya berpengaruh pada pengelolaan cagar budayanya. Dengan bergabungnya Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi ke dalam struktur organisasi Badan Riset dan Inovasi Nasional, maka nomenklatur lembaga penelitian arkeologi pun berubah. Nomenklatur baru tersebut adalah Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra yang mempunyai tujuh pusat riset, yaitu tiga menyelenggarakan penelitian arkeologi, dan empat melaksanakan penelitian bahasa, sastra, dan manuskrip. Sementara perubahan yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi adalah penggabungan dua unit pelaksana teknis, yaitu Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Balai Pelestarian Nilai Budaya, menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan. Perubahan di atas berpengaruh pada pengelolaan cagar budaya di Indonesia. Bagaimana pengaruhnya dan bagaimana kemitraan pengelolaan yang akan datang merupakan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mendorong percepatan pemahaman kemitraan pengelolaan cagar budaya. Penelitian ini diakukan secara induktif-deskriptif melalui studi pustaka dengan fokus kasus-kasus di Kalimantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan cagar budaya di Kalimantan secara umum memang belum berjalan dengan baik. Dengan demikian, disimpulkan bahwa harus dibangun skema kemitraan pengelolaan antarpemangku kepentingan, dari tingkat perencanaan sampai dengan pemanfataannya. Skema kemitraan ini harus melibatkan dinas pendidikan dan kebudayaan serta dinas kebudayaan dan pariwisata setempat, kemudian membangun sinergi dan kolaborasi yang baik dengan pihak terkait seperti kepolisian, kejaksaan, lembaga sosial masyarakat budaya, dinas pertambangan, dinas pekerjaan umum, akademisi, dan masyarakat. Kerja sama dan koordinasi tersebut dimulai dengan menyamakan visi dan misi dalam memelihara dan melestarikan cagar budaya, sehingga diharapkan akan terbentuk satu rencana aksi pengelolaan cagar budaya yang terpadu di bawah arahan walikota atau bupati atau gubernur. Changes in nomenclature, especially at archaeological research institutions in Indonesia and cultural heritage management agencies, affect the management of their cultural heritage. The merger of the Pusat Penelitian Arkeologi Nasional and its ten institutes of archaeology into the organizational structure of Badan Riset dan Inovasi Nasional has also affected the change of their nomenclature. Their present nomenclature is the Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra, which has seven research centres, i.e. three manage archaeological research, and four operate research regarding language, literature, and manuscripts. Meanwhile, a change of organizational structure also occurred within the Direktorat Jenderal Kebudayaan of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology, which was affected by the merger of two technical units, i.e. Balai Pelestarian Cagar Budaya and Balai Pelestarian Nilai Budaya and become Balai Pelestarian Kebudayaan. These changes affect the management of cultural heritage in Indonesia. How it affects and how the future management partnership will be is the question discussed here. The research aims to accelerate the understanding of cultural heritage management partnerships. This research was conducted inductively and descriptively through literature studies with a focus on cases in Kalimantan. The results of the study show that the cultural heritage in Kalimantan in general has not been well managed. Thus, it can be inferred that a management partnership scheme between stakeholders had to be built, from the planning level to its utilization. Such partnership scheme must involve the education and culture office as well as the local culture and tourism office, then build good synergy and collaboration with related parties such as the police, prosecutors, cultural community social institutions, mining agency, public works agency, academia, and the community. This cooperation and coordination must be commenced by aligning the vision and mission in maintaining and preserving cultural heritage; therefore, an integrated cultural heritage management action plan can be formed under the direction of the mayors or regent authorities or governors.
BELIUNG PERSEGI: SEBARAN DAN FUNGSINYA DI KALIMANTAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol. 12 No. 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beliung persegi adalah artefak prasejarah yang menandai periode neolitik ketika manusia mulai hidup menetap danmengembangkan teknologi yang mendukung kelangsungan hidup manusia. Temuan beliung persegi dari Kalimantanmenunjukkan keragaman penggunaan dan distribusinya di Kalimantan, yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian inibersifat deskriptif yang menggunakan metode induktif. Penelitian lapangan dilakukan dengan menganalisis beliung persegi dari Kalimantan. Ternyata, beliung persegi Kalimantan lebih banyak digunakan sebagai sosiofak daripada teknofak. A stone adze is a prehistoric artefact that characterized the Neolithic period when human start to live more sedentary and developed technology to support human’s survival. The stone adzes recovered from Kalimantan show a variability of use and distribution in Kalimantan, which was the focus of this research. This is a descriptive research that employed an inductive method. Field research was carried out by analyzing the stone adzes from Kalimantan. Apparently,the Kalimantan stone adzes were used more as sociofacts instead of technofacts.
ROCK-ART KALIMANTAN TIMUR: JENIS GAMBAR DAN WAKTU PEMBUATANNYA Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol. 10 No. 1 (2016): Naditira Widya Volume 10 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan lukisan dinding gua di Kalimantan Timur yang mulai ditemukan sekitar tahun 1990an, merupakan penemuan baru dan merubah wawasan pengetahuan arkeologi di Indonesia. Beraneka jenis gambar ada di dinding guagua di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. Telapak tangan merupakan jenis gambar yang paling dominan di kawasan situs ini, dengan berbagai bentuk dan variasinya. Penelitian ini akan membahas hubungan antara jenis gambar yang ada dan waktu pembuatannya secara relatif. Metode yang digunakan bersifat deskriptif. Penentuan kronologi didasarkan pada perbedaan jenis gambar dan kebiasaan yang dilakukan dalam budaya rock-art pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan lukisan dinding pada masa lalu dilakukan secara berurutan.   The existence of rock-art in East Kalimantan discovered around the 1990s became a new invention that changes the insight archeology in Indonesia. Various kinds of figures were found on the cave-walls in the karst region of Sangkulirang Mangkalihat. The palms are the most dominant type on the site, with a variety of shapes and forms. This study will discuss the relationship between the existence types of images and the time when it was created in relative terms. The method used is descriptive. The chronology determination is based on the difference types of images and habits thatoccured in the rock-art culture in general. The results showed that the process of painting the cave-walls in the past carriedout sequentially.
POTENSI ARKEOLOGI PRASEJARAH KABUPATEN TANAH BUMBU DAN ANCAMAN YANG DIHADAPINYA Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol. 9 No. 1 (2015): Naditira Widya Volume 9 Nomor 1 April Tahun 2015
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah pemekaran baru dari Kabupaten Kotabaru. Kabupaten Tanah Bumbu mempunyai sumber daya kawasan karst yang besar, terutama di wilayah Kecamatan Mantewe. Penelitian arkeologi di Kabupaten Tanah Bumbu dilakukan Balai Arkeologi Banjarmasin sejak tahun 2008. Permasalahan penelitian adalah mengetahui potensi situs arkeologi prasejarah di Kabupaten Tanah Bumbu dan ancamannya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan ekskavasi arkeologi terhadap gua-gua di kawasan karst Mantewe. Hasil penelitian menunjukkan adanya informasi baru tentang situs gua hunian prasejarah di kawasan tersebut, yaitu adanya lukisan dinding gua dan temuan rangka manusia. Ditemukan juga adanya tiga kegiatan yang mengancam keberadaan situs, yaitu kegiatan penambangan batubara, penambangan batu gamping, dan penambangan guano. Oleh karena itu penelitian lanjutan yang intensif harus segera dilakukan, kawasan karst harus dilindungi dan dikelola dengan baik. Tanah Bumbu Regency is a new enfoldment of Kotabaru Regency. This regency has huge of karsts area, especially in Mantewe District. Archaeological researches of survey and excavation in Tanah Bumbu have been conducted since 2008 by Balai Arkeologi Banjarmasin. The problems will be solved in this article are how high the potency of prehistoric sites and the threatened condition of sites. The methods used were survey and excavation in the karsts region of Mantewe. The results inform the new data of cave settlements which contain rock art and human burial from prehistory. There are also found three activities which harm the cave sites coal mining, limestone mining, and guano collecting. Therefore, it is compulsory to conduct advance researches, to protect the sites by the Heritage Act, and to manage the karsts area effectually.
Efektivitas Penerapan Education for Sustainable Development Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Sustainablity Consciousness Siswa Kelas 4 MI Ma’arif Kliwonan Wonosobo Pada Mata Pelajaran IPAS Tahun Pelajaran 2023/2024 Fatmah Nur Laela; Ahmad Khoiri; Bambang Sugiyanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainability Consciousness (SC) atau kesadaran keberlanjutan mengacu pada pemahaman dan kepedulian terhadap dampak tindakan manusia terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Konteks penelitian ini penting mengingat tingkat SC di sekolah-sekolah Indonesia masih tergolong rendah, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Saraswati & Maria (2012) dan Hudha, dkk (2021). Penelitian ini menggunakan desain post-test-only control group dengan sampel sebanyak 25 siswa untuk setiap kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini meneliti efektivitas penerapan Education for Sustainable Development (ESD) melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dalam meningkatkan kesadaran berkelanjutan (Sustainability Consciousness/SC) siswa kelas 4 MI Ma'arif Kliwonan Wonosobo. Metode penelitian kuantitatif dengan desain post-test-only control group design digunakan untuk menguji efektivitas PjBL ESD pada SC siswa. Hasil menunjukkan bahwa implementasi PjBL ESD mencapai nilai 88.4%, menunjukkan efektivitas metode ini. Analisis data kuesioner menunjukkan perbedaan signifikan dalam SC antara kelompok eksperimen (83.64) dan kontrol (77.2) dengan p-value < 0.05. Perbedaan skor rata-rata pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan PjBL ESD efektif meningkatkan SC siswa. Kesimpulannya, penerapan ESD melalui PjBL terbukti efektif meningkatkan SC siswa kelas 4 MI Ma'arif Kliwonan Wonosobo
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Berbasis Outdoor Study Untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Permasalahan Lingkungan Di Kelas V SD Negeri 1 Tapen Banjarnegara Tahun Pelajaran 2023/2024 Dias Dwi Utami; Ahmad Khoiri; Bambang Sugiyanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian belajar siswa di Indonesia termasuk ke dalam kategori kurang baik menurut penelitian (Rikizaputra, Lufri, Andromeda, & Fatni, 2021). Laporan data KPAI menjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah anak yang putus sekolah (drop out) pada tahun 2019 yaitu dari 67 orang menjadi 1.463 orang pada tahun 2020 (KPAI, 2024). Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest design dengan populasi seluruh siswa SD Negeri 1 Tapen Banjarnegara dengan jumlah 148 siswa dan sampel sebanyak 27 siswa. Penelitian ini meneliti efektivitas model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis outdoor study pada mata pelajaran IPAS materi permasalahan lingkungan di kelas V SD Negeri 1 Tapen Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi PjBL berbasis outdoor study mencapai nilai sebesar 91.30%. Analisis data sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum diberikan perlakuan sebesar 41.85 dan sesudah diberikan perlakuan sebesar 76.30 sehingga terdapat peningkatan kemandirian belajar siswa. Analisis uji t menunjukkan p-value < 0.05. Kesimpulannya, implementasi model pembelajaran PjBL berbasis outdoor study terbukti efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa SD Negeri 1 Tapen Banjarnegara