Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Improving High School Students’ Problem-Solving Skills in Ecosystem Learning through Problem-Based Learning Supported Instructional Videos Oktaviani, Putu Meta; Pratiwi, Sindy; Tendrita, Miswandi; Kaliu, Sutriani; Ernawati, Ernawati
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 4: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus December 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i4.8420

Abstract

Background: Problem-Based Learning (PBL) has been shown to enhance higher-order thinking skills; however, its implementation still predominantly relies on worksheets, printed modules, or static media, which have not comprehensively facilitated all stages of the PBL process. Preliminary observations at senior high school (SMA Negeri 1 Toari and SMA Negeri 1 Latambaga) revealed that more than 60% of students experienced difficulties in identifying problems, and only about 35% were able to systematically formulate problem-solving strategies. Methodology: A Research and Development (R&D) approach based on the ADDIE framework was adopted in this study, encompassing the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Information was obtained through classroom observations, semi-structured interviews, expert validation procedures, as well as questionnaires administered to teachers and students to capture their responses. Findings: The results demonstrated that the instructional media developed in this study attained a validity index of 87.5%, which was classified as highly valid, while its practicality reached 90%, placing it within the highly practical category. Furthermore, the effectiveness analysis conducted using the Wilcoxon Signed-Rank Test produced a significance value of 0.000 (< 0.05), thereby confirming the effectiveness of the media in enhancing students’ problem-solving abilities. Contribution: The findings indicate that the PBL-based instructional video developed in this research was both feasible and effective in improving students’ understanding of problem-solving skills. The innovative contribution of this study is reflected in the instructional design of the video, in which learners are systematically directed through each phase of the PBL framework to facilitate the development of problem-solving abilities within biology learning
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI DAN AKSI BERSIH PANTAI DI PANTAI KAYU ANGIN, DESA LIKU Maretik, Maretik; Ernawati, Ernawati; Kaliu, Sutriani; Tendrita, Miswandi; Saparuddin, Saparuddin; Erfina, Erfina; Alonemarera, A.S.; Yanti, Yanti; Felixia, Felixia; Fandri, Fandri; Rifqi, Rifqi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3428

Abstract

Banyaknya sampah yang berserakan di pesisir Pantai Kayu Angin berasal dari pengujung ataupun masyarakat itu sendiri, sehingga menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, karena sampah plastik sulit terurai dan dapat menyebabkan lingkungan tercemar. Program ini merupakan rangkaian dari kegiatan Biologi Camp 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa program Studi pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Liku dalam melestarikan pesisir pantai melalui bakti sosial di Pantai Kayu Angin. Kegiatan dilaksanakan di Pantai Kayu Angin, Desa Liku, Kabupaten Kolaka melalui edukasi, seperti sosialisasi dan bakti sosial berupa aksi bersih pantai. Pendekatan partisipatif digunakan, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya, pesisir pantai bersih dari sampah-sampah yang berserakan. Masyarakat penuh antusias membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pesisir pantai. Sampah yang banyak ditemukan pada saat kegiatan bersih-bersih di pesisir Pantai Kayu Angin merupakan jenis sampah abiotik, seperti plastik, kemasan minuman maupun makanan ringan. Sampah-sampah tersebut berasal dari pengunjung dan masyarakat sekitar. Pelaksana dan peserta berkerja sama dan berhasil mengumpulkan sebanyak 10 kantong dengan lebar 60 cm dan tinggi 100 cm, sehingga pesisir pantai terlihat bersih dan indah dibandingkan sebelum kegiatan dilakukan. Beberapa masyarakat menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kegiatan serupa secara rutin. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif dan partisipatif memiliki potensi sebagai pendekatan awal dalam menumbukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir.