Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI RESILIENSI ARSITEKTUR TROPIS PADA RENOVASI DISAIN MASJID (STUDI KASUS DISAIN MASJID BAITUL HIKMAH LOSARI BREBES) Prianto, Eddy; Septana, Septana; Suyono, Bambang; Sahid, M
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 5 No 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v5i1.436

Abstract

Pemahaman Resiliensi dalam ilmu rekayasa keteknikan khususnya pada Ilmu Arsitektur untuk daerah tropis sebenarnya bukan hal yang baru. Kebertahanan suatu disain karena factor iklim sudah puluhan tahun terkonsep dan aplikasinya dikenal dengan Design with Climate . Maraknya pembangunan masjid di berbagai tempat tentunya akan menambah kenyamanan beraktifitas dalam menjalankan ibadahnya bilamana kegiatan didalamnya tidak terganggu oleh dampak cuaca ekstrem, bilamana element disain bagian bangunan ini didisain tanggap terhadap factor cuaca. Dalam kegiatan perencanaan kembali disain masjid di desa negla kecamatan Losari Kabupeten Brebes ini, dikemas menjadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengaplikasikan beberapa hasil penelitian sebelumnya dan kajian refeseni lain dari konsep Resiliensi pada suatu bangunan. Ada 2 (dua) aspek pendekatan disain, yaitu kajian disain masjid dan kajian resiliensi arsitektur tropis bangunan masjid. Dan hasilnya adalah secara prinsip aplikasi disain berkonsep resiliensi iklim tropis yang terterapkan ada pada respond hujan, pancaran sinar matahari yang berlebihan dan mengoptimalkan surkulasi udara, yang teraplikasi pada selubung bangunan masjid.
RUANG DAGANG DI KOTA LAMA KUDUS Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio; Prianto, Eddy
MODUL Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.3 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.1.2015.1-12

Abstract

Masyarakat Kudus dikenal sebagai masyarakat Pedagang Santri. Dua aspek kehidupan penting pada masyarakat ini adalah Perdagangan dan Keagamaan. Kehidupan sebagai masyarakat muslim sangat mewarnai keseharian masyarakat Kudus. Hal ini menimbulkan pertanya’an, bagaimana dengan aspek perdagangan yang seolah menjadi sisi lain dan penyeimbang religiositas terhadap bentukan arsitekturnya?. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kehidupan perdagangan masyarakat Kudus dan cerminannya pada bentuk arsitektur rumah tinggalnya. Penelitian dilakukan dibawah paradigma penelitian kualitatif. Data digali dari beberapa responden yang mewakili ragam kegiatan perdagangan masyarakat serta arsitektur rumah tinggalnya. Analisa dilakukan langsung dilapangan yang mengarah pada konsep dibalik kegiatan terpola serta kaitannya dengan arsitektur sebagai wadah kegiatan tersebut. Temuan penelitian berupa konsep “ruang dagang” pada masyarakat Kudus. Terdapat dua macam kegiatan dagang yakni yang menyangkut tahapan produksi serta tahapan distribusi. Kegiatan dagang dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada atau mengadakannya secara tersendiri manakala kegiatan yang ada mulai berkembang besar. Ruang dagang ini merupakan ruang publik di rumah yang mempunyai pencapaian langsung ke luar untuk kegiatan dagang atau tidak langsung untuk kegiatan produksi.
Evaluasi Keberadaan Pohon Pada Perumahan Di Daerah Perbukitan Terhadap Peraturan Menteri PU Nomor 05/Prt/M/2008 Kurniawan, Andri; Murtini, Titien Woro; Prianto, Eddy
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.575 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.2.2014.59 - 64

Abstract

Pembangunan perumahan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Kawasan perbukitan menjadi sasaran pengembang untuk mendirikan suatu hunian dengan potensi view yang menarik.  Sesuai Kebijakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor: 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, seharusnya menjadi acuan bagi para pengembang  dalam penyediaan RTH untuk perumahannya. Namun,  yang terjadi saat ini, RTH  yang disediakan oleh developer (pengembang) perumahan justru sudah banyak dirubah oleh pemilik rumah, baik itu berubah fungsi maupun berubah bentuk, sehingga ruang terbuka hijau yang disediakan pengembang sudah tidak sesuai lagi dengan desain awal perumahan. Studi kasus penelitian dilakukan di  Perumahan  Syailendra,  Villa Pinus dan Villa Krista yang terdapat di Daerah Gedawang, Kota Semarang. Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi  perubahan pada RTH di tiga lokasi studi kasus namun mayoritas masih sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor luas perkerasan, lamanya masa huni, serta adanya reward dan punishment akan berpengaruh tehadap jumlah pepohonan yang ada. Reward dan punishment dapat digunakan sebagi tools yang akan menjaga kelangsungan RTH di kawasan perumahan di daerah perbukitan. Kata Kunci : Perumahan, Peraturan Pemerintah, RTH
Simulasi Intensitas Suara Dari Model Bukaan Jendela Pada Bangunan Kuno Di Semarang Prianto, eddy; Roesmanto, Totok; Sujono, Bambang
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.082 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.2.2014.95-104

Abstract

Keberadaan dan keberlangsungan bangunan kuno di Indonesia, konfigurasi arsitekturnya telah banyak mengalami evolusi yang kuat dalam upaya menyesuaikan iklim tropis lembab. Dan kondisinya sekarang hingga kini tetap eksis telah membuktikan atau telah teruji karena dalam merespond factor iklim setempat. Salah satu karekter bangunan colonial tersebut adalah deminsi bukaan jendela yang besar dalam upaya merespond iklim panas dan minimnya kecepatan udara yang masuk dalam ruangan dari suatu bangunan dis suatu perkotaan, seperti yang ditemukan di Kota Semarang. Kini, dengan effek dari perkembangan kota yang pesat, faktor eksternal yang kerap kita jumpai pada suatu perkotaan besar adalah kebisingan yang kini menjadi tuntutan suatu disain bangunan. Apakah disain keberadaan jendela pada suatu bangunan kuno tersebut telah mempertimbangkan effek ini pada jamannya ? Karena keberhasilan mengatasi permasalahan lingkungan dan iklimnya merupakan point dalam usaha pelestariannya. Pengamatan pada jendela berdaun ganda pada sebuah bangunan kuno di Semarang dijadikan studi kasus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan dari pensimulasian terhadap 6 (enam) model bukaan jendela, terbukti bahwa pilihan kualitas suara didapatkan dengan mengoperasionalkan type-type bukaan jendelanya, sehingga kenyamanan penghuni dalam gedung ini ditentukannya sendiri dalam usaha merespond kebisingan yang tidak dikehendaki. Artinya konstruksi jendela seperti ini ternyata bukan hanya sekedar berfungsi memasukan suara / menghindari kebisingan yang tidak dikehendaki, tetapi jupi juga berperan dalam mengatur kualitas suara. Semoga keberadaannya dapat mendukung usaha pelestarian bangunan kuno yang lain dan menginspirasi disain bangunan masa kini.
PROFIL PENUTUP ATAP GENTENG BETON DALAM EFFESIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA SKALA RUMAH TINGGAL Prianto, Eddy; Dwiyanto, Agung
MODUL Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.661 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.1.2013.23-34

Abstract

Hingga bulan oktober 2012, Isyu kenaikan harga BBM kini menjadi ajang mencari simpati masyarakat luas oleh kalangan politik, karena mereka mengetahui bahwa kuota terbesar dari pemakaian listrik di Indonesia ada pada masyarakat kalangan menengah kebawah (wong cilik), terutama pada sektor rumah tinggal. Satu sisi, fenomena pendekatan Arsitektur Green kini juga sedang jadi ‘trend’ diberbagai kalangan, letlebih pada dunia Perancangan Arsitektur. Karena salah satu aspek Effesiensi energy berada pada satu diantara 6 (enam) parameter ranking Green Building, baik pada standart Green versi LEED-Internasional ataupun GBCI (Green Building Council Indonesia) Dua beban panas dalam suatu bangunan yang mempengaruhi kenyamanan penghuni, yaitu beban internal (aktivitas penghuni) dan beban eksternal (salah satunya peran kulit bangunan). Mencapai 40% konsumsi listrik rumah tinggal dalam mengatasi suhu panas ruangan disebabkan perangaruh keberadaan aspek kulit bangunan ini. Kulit bangunan berupa atap rumah tinggal berperan secara fungsional dalam memberikan perlindungan terhadap iklim (pancaran sinar matahari dan hujan), disamping perannanya secara estetis yang juga dibutuhkan oleh masyarakat kita. Dari beberapa ragam material atap (genteng tanah, genteng beton, polycarbonate, seng dan asbes)yang diuji cobakan pada RUMAH MODEL, ternyata posisi bahan atap ini menunjukan adanya  profil penurunan suhu dalam ruangan secara signifikan. Untuk daerah panas, seperti kota Semarang, pemakaian bahan penutup atap berupa Genteng Beton dapat menekan konsumsi energy hingga 17% dibanding material lain. Kata kunci : Bahan Penutup Atap, Effesiensi Listrik, Rumah Tinggal, Model, Green Design
OPTIMALISASI LAMA PEMANFAATAN AREA TEPI DANAU BUATAN SEBAGAI FASILITAS REKREASI DI LINGKUNGAN PERUMAHAN Alifiani, Amalia; Supriyadi, Bambang; Prianto, Eddy; Irawanto, Bambang
MATEMATIKA Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Matematika
Publisher : MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.626 KB)

Abstract

Much residential  built by developers who are equipped with an artificial lake as its attractiveness. Recreation area in a residential environment promotes the maintenance of security and generally are closed. Likely users recreation area is a internal  residential community and has more  the long term to do recreation activities. To take advantage of the length time of community recreation activities it could take effective visit, but in fact the use of recreation area on the time of artificial lake tends to be limited due to security In this paper to determine the optimal value of long utilization of the limited time constrains of use for users from within and outside the housing. Linear Programming method to use for analysis the three approach maximal visit time from deferent time, visit time 12 our, 15 our and 24 our,  obtained the higher of visitation time the longer  utilization.The users most optimal to use recreation area the community from internal residential because it is influenced by environment.
KAJIAN SENSASI KENYAMANAN TERMAL DAN KONSUMSI ENERGI DI TAMAN SRIGUNTING KOTA LAMA SEMARANG Suyono, Bambang; Prianto, Eddy
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.404 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.18-25

Abstract

An active park is indicated by the people activities and supported by the elements of street furniture. Hardware and software elements are the inside parts which play an important role in creating the comfort, wherein supported by the sustainability of the exterior gardens (outside the building) in the tropics play a very important role in the microclimate environment. The phenomenon of the relationship between conservation of ancient areas in the tropics such as Semarang city and the national energy crisis in the last decade is very interesting to be explored. As the development of instructional subject matter of Advance Landscape, Architecture Design and Building Physics in the basic of this research, our research question is: How far is the relationship between the energy profile consumption (lamp lighting) to comfort in the park?Two methods used in the field observation, the measurement of climate aspect to find out the micro climate profile and the distribution of questionnaire in the park to discover the user comfort sensation. The results found Taman Srigunting in the old city of Semarang is categorized both as a passive and active park, used for prominent activity in photography. These parks also influence the surrounding nature by decreasing the microclimate such as air temperature and humidity in the evening in the amount of 76% and 57% in the day. The air temperature went down from 34.8 C to 28.7 C. The micro climatic conditions and characteristics of energy consumption level was significant with the visitors comfort sensations, where in  56% visitors felt comfortable and only 4% felt the sensation of heat.
RANCANG BANGUN SMART-HOME (APLIKASI INSTALASI PERANGKAT ENERGI ALTERNATIF SINAR MATAHARI DALAM DISAIN RUMAH TINGGAL) Pribadi, Septana Bagus; Prianto, Eddy
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.387 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.26-32

Abstract

The development of non-polluted renewable energy such as solar power, wind power, hydro power, sea wave power, growed rapidly in accordance with the technology developments in the recent decade.The electric energy from PLN (Indonesian Electricity Company) obtained from fuels processed through power plant converted into electrical energy. Generally, the use of electricity as a major power generator causes pollution, besides the price of fossil fuels tends to rise that make the increase in investment. One of abundantly alternative energy in Indonesia is solar radiation. The employing of of solar energy used solar panels (solar cell) convert sunlight into electrical energy directly. It easily employs in residencies commonly referred to Solar Home System.The synergistic home design which applies active design tools called Smart Home. As the development of a power plant has no synchronization with the residential design, this research purposes to observe and synchronize the installation of alternative energy device in residencies.The cooperation with PT ATMI Kreasi Energy was very advantageous for developing this subject matter from other perspectives in the future.
SIMULASI KOMPUTER SEBAGAI ALAT PENENTU PENERANGAN ALAMI OPTIMAL PADA DESAIN SHADING DEVICE PADA RUANG ASET GEDUNG DEKANAT FT UNDIP Ahfadz, Ikhwanul; Setyowati, Erni; Prianto, Eddy
MODUL Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5178.597 KB) | DOI: 10.14710/mdl.19.2.2019.78-84

Abstract

Simulasi Komputer sebagai alat peminimalisir kesalahan pada desain kerap kali digunakan untuk memprediksi dalam penentuan keputusan desain. Selain Fungsi bangunan dan kebutuhan lainnya arsitek diwajibkan untuk faham akan konteks dan Kemampuan mengoptimalkan potensi iklim dari lokasi pembangunannya. Perolehan Sinar Matahari menjadi Faktor utamanya karena apabila sedikit sinar matahari yang masuk ruangannya akan kurang penerangan dan apabila terlalu banyak sinar matahari yang datang akan meningkatkan perolehan panas bangunan sehingga pengoptimalan daripada masalah tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah perancangan.  Penelitian Ini menggunakan Metode Experimental dengan mengidentifikasi lokasi, material, Fungsi ruang dan Hal-hal terkait lainnya. Tujuan penelitian ini ialah mencari shading device yang optimal sebagi perisai luar ruangan aset gedung Dekanat FT kampus Universitas Diponegoro ini. Hasil dari penlitian ini menunjukan bahwasannya dengan ada satu desain shading device yang bisa menurunkan rata-rata 33% perolehan sinar matahari yang berpotensi besar menekan penggunaan energi Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
RESILIENT DISAIN TROPIS PADA BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Prianto, Eddy; Suyono, Bambang; Pribadi, Septana Bagus; Indraswara, Muhammad Sahid
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.817 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.33-40

Abstract

Perubahan iklim yang sangat eksrem pada decade ini sudah menjadi permasalahan global dan memberi dampak pada semua sektor kehidupan manusia. Tak terkecuali imbas pada disain arsitektur suatu bangunan hunian ataupun fungsi  bangunan  lainnya,  walau  sejak  awal  telah  didisain  dengan  konsep  “design  with  climate”.  Dengan memahami dampak parameter iklim terhadap tampilan façade bangunan merupakah salah satu langkah untuk membuktikan seberapa tangguh (resilient) disain arsitektur tropis ini.Mengamati karakter seluruh bangunan perkulihan di kampus Universitas Diponegoro  yang telah dibangun sejak tahun 1980-an, dengan style arsitektur tropis yang beragam, kami jadikan obyek pengamatan untuk hal tersebut diatas  :  Sejauh  mana  resilence  disain  tropis  nya  ?  dan  element-element  disain  apa  sajakah  yang  patut “dilestarikan” ?  Penganalisaan dilakukan terhadap  3  variabel  utama  (resiliensi, factor  iklim  dan  arsitektur bangunan pada  13 bangunan perkuliahan kampus Undip ditahun 2017 ini. Kondisi ketangguhan  yang diharapkan mewakili secara general pada bangunan yang telah berusia lebih dari 25 tahun.Terdapat dua hasil temuan: Pertama, terdapat 5 (lima) element bangunan tropis yang menjadi “tameng/perisai”factor iklim tropis, yaitu proporsi masa bangunan, atap, dinding, tritisan dan pelubangan dinding (jendela). Kedua: bahwa ketangguhan bangunan merupakan disain bangunan yang tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait factor iklim (panas, hujan, angina dan kelembaban), namun optimalisasi dan aplikasi dan inovasi aspek disain aktif (perangkat elektronik) serta mitigasi dan/atau adaptasi sebagai solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan bangunan tersebut. “Semakin tangguh suatu disain bangunan adalah keseimbangan antara pengentasan dan pendayagunaan factor iklim”
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdi kusuma, Abdi Abdul Malik Adela Carera Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Almesa Yuli Hasyyati, Almesa Yuli Amalia Alifiani, Amalia Amalia, Alifiani, Amalia, Amat Rahmat Anisa Anisa Ansari, Vira Arman Susilo Arta Okta listiani, Arta Okta ashim furqoni Astuti, Margaretnaning Dyah Atiek Suprapti Bagus Wicaksono Bakhtiar Bakhtiar Bambang Irawanto Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi bambang suyono Bharoto Bharoto Carera, Adela desy ratna Dewantoro, Fajar Dewantoro, Fajar Dewi Murti Sari, Dewi Eddy Hermanto Eddy Indarto Edy Darmawan Eko Budihardjo Erni Setyowati Furqoni, Ashim Gagoek Hardiman Hardiman, Gagok Hari Utama Harianja, Bernard Hendro Trilistyo Henry Soleman Raubaba, Henry Soleman HERMAWAN Hermawan Hermawan Hidayatullah, Muhammad Irsyad Hilda, Syarifa ichsan ahmadi Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Jono Wardoyo jumratul akbar, jumratul Kusuma, Aditya Arya Margaretnaning Dyah Astuti Maria Carizza Pandora Raharjo MARIA ROSITA MAHARANI Muh Nur Muhammad Sahid Indraswara Muhammad, Huda Pandora Raharjo, Maria Carizza Pratama, Riza Adi Putri, Paskalia Utari Raharja, Maria Carizza Pandora Rahmadhani, Arisca Dian Rahmat, Amat Ruliyanto Ruliyanto, Ruliyanto Rusmaharani, Diyah Sahid, M salsabella, Syeril Satrio Nugroho Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Septana, Septana Setia Budi Sasongko Shofie, Athia Shofie, Athia Maulida Tsania Sigit Ashar Setyoaji, Sigit Ashar Sinaga, Gabriela Maibana Siti Zahra Arafah sukawi sukawi Titien Woro Murtini Totok Roesmanto Utama, Hari Vira Ansari Wahyu Setia Budi Widiastuti, Ratih Windarta, Jaka Yoga Pratama, Syndu Muhammad Young, Hepi Duchovny Zafira, Salma Hafni