Claim Missing Document
Check
Articles

TIPOLOGI PENGGUNAAN MATERIAL ATAP DAN DINDING SERTA KONSEP LANSKAP PADA PERUMAHAN DI KOTA SEMARANG Rahmadhani, Arisca Dian; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.50958

Abstract

Tingginya kebutuhan rumah tinggal sebagai dampak dari pertumbuhan penduduk di Kota Semarang menjadikan peseatnya pembangunan perumahan sebagai solusi dari pemenuhan kebutuhan rumah tinggal. Desain rumah tinggal di perumahan menjadi penting karena akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan penghuninya. Sehingga pemilihan bahan material serta penyediaan lanskap perlu dipertimbangkan sebaik mungkin agar perumahan yang dibangun dapat memberi kenyamanan bagi penghuninya selain untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat Kota Semarang. Pada penelitian kali ini, pengumpulan data didapatkan melalui observasi lapangan sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Sedangkan untuk analisis data yang telah terkumpul dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahan material genteng beton dan dinding batu bata merah menjadi bahan material yang secara dominan digunakan pada perumahan di kota Semarang. Selain itu, unit rumah pada perumahan di kota Semarang didominasi memiliki lanskap berupa taman yang berfungsi sebagai peneduh di area depan rumah.
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Pandora Raharjo, Maria Carizza; Budi, Wahyu Setia; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.44702

Abstract

Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel. Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.Kata kunci : penghawaan, energi, hotel
Penelitian Performa Hygrotermal dari Double Skin Façade (DSF) dengan Penggunaan Tirai Dalam Jendela : Analisa Experimental di Kota Semarang Prianto, Eddy; Raharja, Maria Carizza Pandora; Ansari, Vira; Furqoni, Ashim; Yoga Pratama, Syndu Muhammad; Pratama, Riza Adi
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5092

Abstract

Penggunaan tirai dalam ruangan merupakan salah satu konfigurasi aplikasi Double Skin Façade (DSF). Dan sudah banyak studi yang menyatakan bahwa DSF berperan dalam mengurangi beban panas ruangan, konsumsi energi serta merupakan salah satu cara dalam meningkatkan performa tampilan envelop, terutama façade utama bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil hygrotermal suatu ruangan yang berorientasi ke arah timur dari effek penggunaan tirai dalam ruangan berjendela full kaca. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran lapangan dengan obyek full skala yang berada disalah satu bangunan hotel berbintang 4 di kota Semarang. Dua kondisi diperbandingkan, yaitu kondisi ruangan dengan jendela tanpa tirai dan kondisi lainnya berupa ruangan dengan jendela terpasang tirai. Pengukuran dilakukan dengan seperangkat alat digital datalogger dengan rentang waktu 15 menit selama 24 jam. Hasil kinerja penggunaan tirai terhadap profil suhu udara dan kelembaban udara dalam ruangan sangat signifikan, bahwa penggunaan tirai akan menciptakan ruangan lebih dingin dua jam lebih daripada ruangan tanpa tirai.
Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan Dengan Material Dinding Limbah Fly Ash Dan Bottom Ash (FABA) Ansari, Vira; Prianto, Eddy
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.4972

Abstract

Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan limbah B3 yang merupakan limbah yang dihasilkan oleh PLTU dengan memanfaatkan batu bara sebagai bahan bakar yang menghasilkan sumber energi. Pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) masih sangat minim dimana hal ini mengakibatkan timbulnya penumpukan hasil limbah batu bara yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan. Berdasarkan alasan tersebut maka perlu ada nya pemanfaatan limbah batu bara FABA dalam menyelenggarakan pelestarian lingkungan hidup yaitu dengan mengolah FABA menjadi salah satu material konstruksi seperti paving block dan semen dan pemanfaatan FABA untuk material pembuatan rumah yaitu batako agar dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengguna. Kajian prapengukuran lapangan terhadap material dinding atau studi berbagai refensi menjadi langkah yang kami tempuh pada kesempatan ini. Hasilnya menunjukan bahwa pengelolaan limbah FABA yang tepat menjadi alternatif terciptanya Rumah Ramah Lingkungan
Kajian Kenyamanan Termal dan Odour Pada Ruang Pantry Rumah Tinggal di Era Pandemi Covid-19 Sinaga, Gabriela Maibana; Hilda, Syarifa; Prianto, Eddy
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.4964

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia sejak 2020 dan saat ini virus masih terus berkembang. Virus ini menghambat masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah dikarenakan adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan physical distancing juga protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini berfungsi untuk mencegah penyebaran virus. Dalam keadaan seperti ini, mayoritas kegiatan manusia dilakukan di dalam rumah atau di dalam ruangan. Oleh karena itu diperlukan adanya desain bangunan rumah tinggal yang mampu merespon terhadap pandemi serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan, seperti aspek kenyamanan thermal dan odour. Metode pelaksanaannya adalah memperbandingkan data ukur kecepatan udara, profil pengguna dalam suatu bangunan dengan standard SNI ataupun CBE thermal Comfort tools. Dan hasilnya bahwa pertama, terkait aspek kenyamanan termal, ruangan dapur yang memasukan sinar matahari pada pagi hari merupakan cara tepat untuk sebaran virus Covid-19 dan berdasarkan CBE Thermal Comfort Tool, PMV = 0,19, dimana sudah memenuhi standar kenyamanan Thermal. ASHRAE=-55 yang berarti temperature ruangan dalam keadaan netral. Kedua, aspek kenyamanan odournya, bahwa ukuran jendela ukuran jendela dapur 1,2 m x 0,8 m dan 0,45 m x 2,7 m telah memenuhi standard untuk terjadinya aliran udara didalamnya.
Kajian Ragam Kenyamanan pada Ruang Tamu Rumah Tinggal di Semarang di Era Pandemi COVID-19 Wicaksono, Bagus; Hidayatullah, Muhammad Irsyad; Prianto, Eddy
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.4966

Abstract

Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo menyatakan kasus positif covid pertama dengan suspek berada di Kota Depok. Sejak hari itu, kasus terus bertambah dan mengakibatkan pandemi. Kondisi pandemic covid-19 tentunya mempengaruhi segala aspek, termasuk aspek penataan ruangan yang ada di rumah tinggal. Penataan ruang di dalam hunian tentunya dipengaruhi oleh standar kenyamanan pengguna yang ada. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui aspek arsitektur dalam sebuah ruangan yang dapat menciptakan 5 kenyamanan, yaitu kenyamanan termal, visual, akustik, odour, dan aerolique serta adaptif terhadap kondisi covid 19 agar menghasilkan rancangan desain yang ideal terhadap aspek kenyamanan di era pandemi ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode perhitungan aspek kenyamanan dan simulasi menggunakan software untuk mengetahui laju pergerakan udara serta bagaimana kondisi cahaya dalam ruangan. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa ruangan yang dikaji sudah memenuhi standar 5 kenyamanan dan sudah adaptif terhadap kondisi pandemi covid-19 sehingga dapat menunjang keperluan pengguna yang mengahruskan untuk tetap terus berada dirumah.
Pengaruh Model Tirai Bambu Pada Performa Hygrotermal Ruangan Prianto, Eddy; Malik, Abdul; Bharoto, Bharoto
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5063

Abstract

Aplikasi Double Skin Façade (DSF) dalam decade terakir ini marak diaplikasikan pada bangunan perumahan/ bangunan bertingkat rendah. Dari berbagai penelitian sebelumnya menunjukan adanya peranan DSF terhadap terciptanya kenyamanan termal, visual hingga pada effesiensi energi yang sangat signifikan. Apalagi pilihan konfigurasi hingga material alami dari element layer inipun sangat bervariatif dan inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil hygrotermal dalam ruangan dari akibat penggunaan pola tirai berlajur horizontal dan berpola berlajur vertical. Penelitian ini menggunakan obyek Model Rumah miniature yang berada di Department Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Pada bagian depan façade utama dipasangkan krey bambu. Dan pengamatan lapangan ini dilakukan dibawah pancaran sinar matahari dari pk.06.00-18.00. Hasil kinerja pilihan model krey bamboo terhadap profil suhu udara dan kelembaban udara dalam ruangan sangat signifikann. Bahwa Penggunaan krey bamboo berkonfigurasi horisontal akan menciptakan ruangan lebih dingin daripada penggunaan krey berkonfigurasi vertical, dengan penurunan suhu sebesar 34% dan penurunan kelembaban sebesar 10%.
Desain dan Orientasi Arah Hadap Rumah Tradisional Malind Anim dalam Konteks Perubahan Iklim Raubaba, Henry Soleman; Prianto, Eddy
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 2 (2024): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i2a7

Abstract

Climate change has placed significant pressure on the sustainability of traditional architecture, including the traditional Malind Anim houses in Merauke, South Papua. These houses, historically designed to adapt to the local climate, now face new challenges due to changes in temperature, rainfall, and extreme weather. This study aims to analyze the design and orientation of traditional Malind Anim houses in Kampung Wambi, Kampung Waan, and Kampung Toray in facing climate change. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through direct observation and literature studies. This study found that the design of traditional Malind Anim houses that adopt certain orientations has the ability to reduce the impact of high temperatures and improve air circulation, thereby providing better thermal comfort for its inhabitants. Design elements such as the use of environmentally friendly local materials, effective cross-ventilation, and roofs designed to reduce heat significantly contribute to climate change adaptation. Additionally, this study also identifies that the local wisdom practices applied in the construction of these houses can serve as models for other regions facing similar climate challenges.
ANALISIS KENYAMANAN AEROLIQUE PADA RUANG KELAS DI DAERAH IKLIM TROPIS DENGAN METODE STUDI PUSTAKA Zafira, Salma Hafni; Prianto, Eddy
Arsitekno Vol. 10 No. 2 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i2.11524

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenyamanan aerolique pada ruang kelas yang ada di daerah iklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar kenyamanan aerolique dan mencari solusi dari permasalahan kenyamanan aerolique pada ruang kelas di daerah iklim tropis dengan menggunan metode analisis studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan temuan yang menyatakan bahwa kondisi ruang kelas tidak memenuhi standar kenyamanan aerolique. hal ini disebabkan oleh pemilihan sistem ventilasi, ukuran bukaan, ukuran dan volume ruang, dan posisi ruang. Selain itu, kondisi pasca pandemic COVID-19 juga mempengaruhi kenyamanan aerolique pada ruang kelas.
STUDI PENGARUH BAHAN PENUTUP ATAP TERHADAP KONDISI TERMAL PADA RUANG ATAP Rahmat, Amat; Prianto, Eddy; Sasongko, Setia Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. The uncomfortable thermal conditions in the building are complained of by the inhabitants due to the inappropriate selection of roofing materials, thus making the building unable to achieve the expected thermal conditions. Selection of appropriate roofing material will help in air cooling process and minimize energy use for cooling space. This study was conducted to determine the thermal conditions of roof space generated from various types of roofing materials that have been determined. The study object of this study is the roof space in residential buildings with a saddle roof shape with a slope of 30O roof angle. Roofing material is tile, asbestos and zinc. The results data show that the average thermal spaces of roof space on tile roofs are 1.91OC-2.31OC lower than the asbestos roof and zinc. Roof tile is also more able to withstand the sun's heat radiation. The average surface tile roof temperature is 0.28˚C lower than the surface temperature of the asbestos roof and 1.55˚C lower than the zinc roof surface temperature. However, the average profile of the lowest roof surface temperature during the daytime is on the asbestos roof (38.71˚C). Keyword: Roofing material, Thermal condition, Roof room Abstrak: Kondisi termal yang tidak nyaman pada bangunan banyak dikeluhkan oleh penghuni karena pemilihan material atap yang tidak sesuai, sehingga menjadikan bangunan tidak dapat mencapai kondisi termal yang diharapkan. Pemilihan material penutup atap yang tepat akan membantu di dalam proses pendinginan udara serta meminimalisir penggunaan energi untuk pendinginan ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi termal ruang atap yang dihasilkan dari berbagai jenis bahan material atap yang sudah ditentukan. Objek studi dari penelitian ini adalah ruang atap pada bangunan rumah tinggal dengan bentuk atap pelana dengan kemiringan sudut atap 30O. Bahan penutup atap adalah genteng, asbes dan seng. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata termal ruang atap pada atap genteng lebih rendah 1.91OC-2.31OC dari atap asbes dan seng. Atap genteng juga lebih dapat menahan radiasi panas matahari. Rata-rata nilai temperatur permukaan atap genteng lebih rendah 0.28˚C dari temperatur permukaan atap asbes dan 1.55˚C lebih rendah dari temperature permukaan atap seng. Namun rata-rata profil temperatur permukaan atap terendah saat siang hari adalah pada atap asbes  (38.71˚C).Kata Kunci: Bahan penutup atap, Kondisi termal, Ruang atap
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdi kusuma, Abdi Abdul Malik Adela Carera Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Almesa Yuli Hasyyati, Almesa Yuli Amalia Alifiani, Amalia Amalia, Alifiani, Amalia, Amat Rahmat Anisa Anisa Ansari, Vira Arman Susilo Arta Okta listiani, Arta Okta ashim furqoni Astuti, Margaretnaning Dyah Atiek Suprapti Bagus Wicaksono Baharrudin Purbahanggita Bakhtiar Bakhtiar Bambang Irawanto Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi bambang suyono Bharoto Bharoto Carera, Adela desy ratna Dewantoro, Fajar Dewantoro, Fajar Dewi Murti Sari, Dewi Eddy Hermanto Eddy Indarto Edy Darmawan Eko Budihardjo Eko Budihardjo Erni Setyowati Furqoni, Ashim Gagoek Hardiman Gagoek Hardiman Gunawan, I Gusti Ngurah Anom Hardiman, Gagok Hari Utama Harianja, Bernard Hendro Trilistyo Henry Soleman Raubaba, Henry Soleman HERMAWAN Hermawan Hermawan Hidayatullah, Muhammad Irsyad Hilda, Syarifa ichsan ahmadi Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Jono Wardoyo Jono Wardoyo jumratul akbar, jumratul Kusuma, Aditya Arya Margaretnaning Dyah Astuti Maria Carizza Pandora Raharjo MARIA ROSITA MAHARANI Mitsalina Ghoisanie Muh Nur Muh Nur Muhammad Sahid Indraswara Muhammad, Huda Pandora Raharjo, Maria Carizza Pratama, Riza Adi Putri, Paskalia Utari Raharja, Maria Carizza Pandora Rahmadhani, Arisca Dian Rahmat, Amat Ruliyanto Ruliyanto, Ruliyanto Rusmaharani, Diyah Sahid, M salsabella, Syeril Satrio Nugroho Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Septana, Septana Setia Budi Sasongko Setyowati , Erni Shofie, Athia Shofie, Athia Maulida Tsania Sigit Ashar Setyoaji, Sigit Ashar Sinaga, Gabriela Maibana Siti Zahra Arafah sukawi sukawi Titien Woro Murtini Totok Roesmanto Tsani, Nauvaldy Amru Utama, Hari Vira Ansari Wahyu Setia Budi Widiastuti, Ratih Windarta, Jaka Yoga Pratama, Syndu Muhammad Young, Hepi Duchovny Zafira, Salma Hafni