Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Total Asam, Kadar Gula serta Kematangan Buah Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sent.) Silaban, Sulastri Diana; Prihastanti, Erma; Saptiningsih, Endang
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 21, No 1 (2013): Volume XXI, Nomor 1, Maret 2013
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.209 KB) | DOI: 10.14710/baf.v21i1.6266

Abstract

Terung belanda (Cyphomandra betacea Sent.) merupakan salah satu buah khas dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Penanganan pasca panen seperti suhu penyimpanan dan lama penyimpanan sangat berpengaruh terhadap mutu dan kualitas buah terung belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi suhu dan lama penyimpanan terhadap kandungan total asam, kadar gula serta kematangan buah terung belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap kandungan total asam, kadar gula dan kematangan buah terung belanda. Total asam yang disimpan dalam suhu ruang adalah 1,7% dan 2,25% dalam suhu rendah, kadar gula yang disimpan dalam suhu ruang adalah 1,62% dan 1,6% dalam suhu rendah, kadar air buah yang disimpan dalam suhu ruang adalah 83,86% dan 85,16% dalam suhu rendah, pH buah yang disimpan dalam suhu ruang adalah 3,83 dan 3,81 dalam suhu rendah, berwarna merah ungu dan memiliki tekstur yang masih keras. Interaksi yang terjadi yaitu, buah yang disimpan dalam suhu ruang (280C) mengalami kematangan yang lebih cepat dibandingkan dengan buah terung belanda yang disimpanan dalam suhu rendah (60C). Kata kunci : Terung belanda (Cyphomandra betacea Sent.), suhu, lama penyimpanan, total asam, gula.
Rendemen Minyak Atsiri dan Diameter Organ serta Ukuran Sel Minyak Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill) yang Dibudidayakan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga Kridati, Esti Meita; Prihastanti, Erma; Haryanti, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.763 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4761

Abstract

Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill.) memiliki banyak kegunaan karena minyak atsirinya banyak dimanfaatkan di bidang farmasi, kosmetik dan jamu. Di bidang farmasi minyak atsiri adas banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri minyak telon. Kualitas minyak atsiri dan pertumbuhan tanaman adas dipengaruhi oleh cara budiday dan habitat tumbuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji rendemen minyak atsiri dan pertumbuhan tanaman adas serta mengetahui presentase hara makro pada lahan penanaman adas di daerah Sumowono, Kabupaten Semarang dan Wates, Kota Salatiga.Sampel tanaman diambil dari lokasi budidaya di daerah Sumowono dan Wates, setiap daerah diambil 3 tanaman dengan 3 ulangan. Penyulingan minyak atsiri dilakukan melalui proses penyulingan air dengan menggunakan alat destilator Stahl. Pengamatan pertumbuhan tanaman adas dilakukan dengan cara mengukur diameter organ serta sel minyak. Diameter organ diukur dengan menggunakan kaliper, sedangkan sel minyak diukur dengan menggunakan mikrometer. Analisis data menggunakan Independent T – Test pada taraf kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rendemen minyak atsiri, diameter organ dan ukuran sel minyak tanaman adas di daerah Sumowono dan Wates. Rendemen minyak atsiri pada daun dan biji yang berasal dari daerah Sumowono yaitu 0,02 % dan 3,1 %. Ukuran diameter akar  yaitu 12, 5 mm, batang 15,83 mm, bunga 1,22 mm, buah 2,29 mm dan biji 1,84 mm. Ukuran sel minyak pada buah yaitu 2,59 µm sedangkan pada tangkai daun yaitu 49,99 µm. Rendemen minyak atsiri pada daun dan biji yang berasal dari daerah Wates yaitu 0,008 % dan 3,567 %. Ukuran diameter akar 11,2 mm, batang 14 mm, bunga 1,27 mm, buah 1,87 mm dan biji 2,12 mm. Ukuran sel minyak pada buah yaitu 2,23 µm, sedangkan pada tangkai daun yaitu 36,5 µm.
Efektivitas Konsentrasi Sorbitol dalam Medium Purifikasi dalam Menghasilkan Jumlah Sel Viabel pada Isolasi Sel Mesofil Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban). I, Ika Puspitasari; Haryanti, Sri; Prihastanti, Erma
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 14, No 2 (2006): Vol. XIV, No. 2, Oktober 2006
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.209 KB) | DOI: 10.14710/baf.v14i2.2575

Abstract

Research abaut used sorbitol on purification media for sum cell viable product and effective sorbitol consentration to highes sum viable cell isolation phase pegagan mesophyl cell. Randomized Complete Design with 6 treatmen and 4 block. Sorbitol consentration in purification media was treatmen 0 g/L, 25 g?L, 50 g/L, 75 g/L, 100 g/L and 125 g/L. Parameter was sum of total cell, sum of viabel cell and cell viability. The result of this experiment indicated that the sorbitol in purification media gave the significant effect on the sum cell viabel and cell viability. Effective sorbitol consentration was 25 g/L with obtain sum cell 13,19 x 107 cell/ml and cell viability 99,39%.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS SIMPLISIA LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum L.) Winangsih, Winangsih; Prihastanti, Erma; Parman, Sarjana
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 21, No 1 (2013): Volume XXI, Nomor 1, Maret 2013
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.616 KB) | DOI: 10.14710/baf.v21i1.6268

Abstract

Pengeringan merupakan tahapan terpenting dalam menjaga kestabilan senyawa pada simplisia. Simplisia tanaman lempuyang wangi sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat untuk diare, disentri penyakit kulit dan antimikroba. dikenal sebagai bahan ramuan obat untuk diare, disentri penyakit kulit dan antimikroba. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman dan Obat (B2P2TO2T). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap biomasa, kadar air, rendemen minyak atsiri dan nilai kesukaan terhadap simplisia tanaman lempuyang wangi. Metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan dengan oven 50oC, pengeringan sinar matahari langsung dan kering angin. Parameter yang diamati yaitu biomasa, kadar air, rendemen minyak atsiri dan nilai kesukaan. Hasilnya menunjukkan pengeringan menggunakan oven suhu 50oC merupakan pengeringan yang paling baik dengan kadar air paling sedikit 8.4%, rendemen minyak atsiri paling banyak 0.87 % meskipun biomasa paling sedikit yakni 239,36 g.   Kata kunci: pengeringan, kualitas, Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum L.)
PERBAIKAN KESUBURAN TANAH LIAT DAN PASIR DENGAN PENAMBAHAN KOMPOS LIMBAH SAGU UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa var.chinensis) Prasasti, Diwyacitta; Prihastanti, Erma; Izzati, Munifatul
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 22, No 2 (2014): Volume XXII, NOMOR 2, OKTOBER 2014
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.812 KB) | DOI: 10.14710/baf.v22i2.7815

Abstract

This study aims to determine the growth and productivity of plants pakcoy (Brassica rapa var. chinensis) on clay or sand media after repair with the addition of starch waste compost. The research was conducted for 3 months using completely randomized design (CRD) factorial. The first factor is the type of soil, consisting of T1 (clay) and T2 (sand soil). The second factor is the concentration of compost, consisting of K0 (without compost or control), K1 (NPK), K2 (sago waste compost 25%), K3 (sago waste compost 50%), K4 (sago waste compost 75%). The results shows that the addition of compost treatment significantly effect fisikokimiawi soil conditions include soil porosity, soil pH and soil NPK content. The addition of compost effect on plant growth pakcoy include the number of leaves, plant height, root length, fresh weight and dry weight of plants. As for the type of soil showed significantly effect on soil porosity and soil NPK content. The best type of compost obtained by the addition of compost waste starch concentration of 75% and the addition of NPK fertilizer. Based on this it can be concluded that the addition of sago waste compost can improve soil media in both clay and sandy soil with nearly the same potential with the addition of NPK fertilizer.
POTENSI DAN EFISIENSI SENYAWA HIDROKOLOID NABATI SEBAGAI BAHAN PENUNDA PEMATANGAN BUAH Roiyana, Munirotun; Izzati, Munifatul; Prihastanti, Erma
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 20, No 2 (2012): VOL XX, NOMOR 2, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.29 KB) | DOI: 10.14710/baf.v20i2.4771

Abstract

Sebagian besar buah yang dimakan adalah buah yang telah mencapai tingkat kematangan. Buah-buahan dikenal sebagai hasil pertanian yang mudah rusak (busuk). Hal ini disebabkan karena komoditi hortikultura tersebut setelah dipanen masih terus melangsungkan respirasi dan metabolisme. Aktivitas respirasi dan transpirasi ini menggunakan dan merombak zat-zat nutrisi yang ada pada buah, sehingga dalam jangka waktu tertentu akibat penggunaan dan perombakan zat nutrisi tersebut, buah mengalami kemunduran mutu dan kerusakan fisiologis. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kesegaran buah-buahan adalah dengan teknologi pelapisan. Pelapisan dapat menggunakan tanaman penghasil senyawa hidrokoloid, misalnya cincau dan rumput laut. Hidrokoloid merupakan polimer larut air, mempunyai kemampuan mengentalkan atau membentuk sistem gel encer. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi senyawa hidrokoloid nabati yang dihasilkan dari gel cincau Stephania hernandifolia dan gel rumput laut Eucheuma sp. sebagai penunda pematangan buah serta membandingkan efisiensi senyawa hidrokoloid tersebut dalam menunda pematangan buah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2012, di Laboratorium BSF Tumbuhan, FSM Undip Semarang. Variabel penelitian ini adalah susut bobot, perubahan warna, dan kekerasan tekstur. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan perlakuan jenis hidrokoloid pada konsentrasi yang berbeda. hidrokoloid cincau S. hernandifolia konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan gel hidrokoloid Euchema sp. konsentrasi 1,5%, 2%, 2,5. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel rumput laut Eucheuma sp.dan gel cincau S. hernandifolia berpotensi sebagai bahan penunda pematangan buah. Gel rumput laut Euchema sp. lebih efisien digunakan sebagai penunda pematangan buah ditinjau perubahan warna selama penyimpanan.
Uji Penggunaan Kompos Limbah Sagu terhadap Pertumbuhan Tanaman Strawberry (Fragaria vesca L) di Desa Plajan Kab. Jepara Zaimah, Fatkhu; Prihastanti, Erma
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 12, No 1 (2012): VOL XX, NOMOR 1, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.082 KB) | DOI: 10.14710/baf.v12i1.4762

Abstract

Limbah sagu merupakan ampas empulur sagu yang telah diambil patinya. Limbah padat industri sagu yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, akan mengalami dekomposisi sehingga menjadi kompos. Pemanfaatan limbah pabrik sagu di Desa Plajan sangat minim. Saat ini, strawberry merupakan tanaman uji coba di Desa Plajan, yang dapat tumbuh dalam media tanam dengan polibag. Budidaya strawberry biasanya dengan media tanam campuran sekam bakar dan pupuk kandang, yang dalam penelitian ini dijadikan kontrol (perlakuan P0). Perlakuan dalam percobaan ini menggunakan media tanam berupa campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang pada perbandingan yag berbeda (1:1, 2:1 dan 3:1) sebagai perlakuan (P1, P2, dan P3). Nutrisi yang diperoleh strawberry hanya diperoleh dari kandungan media tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk pertumbuhan tanaman agar tanaman mendapat unsur hara dan air yang cukup dalam proses pertumbuhannya. Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati pengaruh dari penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman strawberry di desa Plajan. Berdasarkan uji F hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman strawberry. Hasil uji lanjut BNT dengan taraf signifikan 95% menunjukkan pertambahan tinggi tanaman strawberry perlakuan P1 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (1 : 1)), perlakuan P2 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (2 : 1)) dan perlakuan P3 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (3 : 1)) lebih cepat dari pada perlakuan P0 (sekam: pupuk kandang sapi (2 : 1)) Limbah sagu merupakan ampas empulur sagu yang telah diambil patinya. Limbah padat industri sagu yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, akan mengalami dekomposisi sehingga menjadi kompos. Pemanfaatan limbah pabrik sagu di Desa Plajan sangat minim. Saat ini, strawberry merupakan tanaman uji coba di Desa Plajan, yang dapat tumbuh dalam media tanam dengan polibag. Budidaya strawberry biasanya dengan media tanam campuran sekam bakar dan pupuk kandang, yang dalam penelitian ini dijadikan kontrol (perlakuan P0). Perlakuan dalam percobaan ini menggunakan media tanam berupa campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang pada perbandingan yag berbeda (1:1, 2:1 dan 3:1) sebagai perlakuan (P1, P2, dan P3). Nutrisi yang diperoleh strawberry hanya diperoleh dari kandungan media tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk pertumbuhan tanaman agar tanaman mendapat unsur hara dan air yang cukup dalam proses pertumbuhannya. Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati pengaruh dari penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman strawberry di desa Plajan. Berdasarkan uji F hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh penggunaan campuran kompos limbah sagu dengan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman strawberry. Hasil uji lanjut BNT dengan taraf signifikan 95% menunjukkan pertambahan tinggi tanaman strawberry perlakuan P1 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (1 : 1)), perlakuan P2 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (2 : 1)) dan perlakuan P3 (kompos limbah sagu : pupuk kandang sapi (3 : 1)) lebih cepat dari pada perlakuan P0 (sekam: pupuk kandang sapi (2 : 1))
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN RAGI DAN PUPUK TERHADAP KADAR ALKOHOL BIOETANOL DENGAN BAHAN BAKU JAMBU CITRA Hastuti, Endah Dwi; Prihastanti, Erma
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 23, No 1 (2015): VOLUME XXIII, NOMOR 1, MARET 2015
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.273 KB) | DOI: 10.14710/baf.v23i1.8739

Abstract

Improvement of bioethanol production using various raw materials had been developed. Jambu citra is one of the raw materials abundantly available. Least of infornation concering the production treatment to provide qualified bioethanol product becomes the problem in optimizing thee productivity of bioethanol. This research aimed to study the alcohol concentration produced from bioethanol production using jambi citra wastes and to study the optimum composition of yeast and fertilizer to produce bioethanol with good alcohol concentration. This research was conducted through experiment including treatment of congrol (without yeast and fertilizer), 1R1P (45 gr yeast + 45 gr fertilizer), 2R1P (90 gr yeast + 45 gr fertilizer), 1R2P (45 gr yeast + 90 gr fertilizer), dan 2R2P (90 gr yeast + 90 gr fertilizer) for each 100 gr of jambu citra samples and 3 days of fermentation period. The result showed that alcohol concentration of each treatment was 2,2% (control); 5,3% (1R1P); 6,7% (2R1P); 5,3% (1R2P); dan 4,0% (2R2P). To extract bioethanol resulted from the fermentation process, the extraction periods required for each treatment was 80.3 minutes; 71.3 minutes; 70.7 minutes; 62.0 minutes and 85.0 minutes for treatment control, 1R1P, 2R1P, 1R2P dan 2R2P respectively. The volume of alcohol resulted from each treatments was 5.0 ml; 11.7 ml; 7.8 ml; 11.6 ml dan 8.5 ml. The combination of yeast and fertilizer required to optimize the production of bioethanol from 100 gr of jambu citra wastes was by adding 45 gr of yeast and 90 gr of fertilizer. Keywords: bioethanol, jambu citra, yeast, fertilizer
INTERAKSI JENIS PENUTUP DENGAN LAMA PAPARAN SINAR MATAHARI TERHADAP SUSUT BOBOT, KANDUNGAN KAROTENOID DAN VITAMIN A WORTEL (Daucus carota L.) Triningsih, Desy Wulan; Prihastanti, Erma; Haryanti, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 22, No 2 (2014): Volume XXII, NOMOR 2, OKTOBER 2014
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.965 KB) | DOI: 10.14710/baf.v22i2.7812

Abstract

Carrots (D. carota L.) are root vegetable and the source of carotenoids. Careless handling during post-harvest such letting carrots exposed to sunlight leads to damage in carrots. Those effects can be reduced by covering treatment. This study aimed to determine the interaction between cover type and duration of sun exposure on the wet weight, carotenoids and vitamin A content of carrots. Local carrot cultivar in Sidomukti Village, Bandungan, Semarang were studied. The study conducted at the Laboratory of Plant Physiology, FSM, Diponegoro University. The experiment was laid out in Complete Randomized Design (factorial) with two factors: cover type (P) and duration of sun exposure (T). Data were analyzed for ANOVA, followed by Duncan's test (95% confidence level). Wet weight, carotenoids and vitamin A content were recorded. The results showed the cover type and duration of sun exposure influence the wet weight, carotenoids and vitamin A content of carrots. Duncan test results showed significant differences. Losses can be reduced by aluminum foil cover and not exposed carrots to sunlight. Impenetrable cover should be used and exposure to the sun should be avoided for more than 6 hours after harvest to enhance carrot qualities retention
PERUBAHAN STRUKTUR DAN KEPADATAN TRIKOMATA NON GLANDULER SERTA LUAS DAUN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERLAKUAN STRES KEKURANGAN AIR Prihastanti, Erma; T, Soekisman; Soepandi, Didie; Qayim, Ibnul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 1 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5288.63 KB)

Abstract

ABSTRACT--Cacao  is the one  important  crop in Indonesia. Water  stress  is perhaps  the major factor  limiting  crop growth. Plant responses to water stress  include morphological of biochemical changes. This reserch was aimed studying  strtructure and density of non glanduler  trichomes, and leaf area on cacao leaves on drought experiment.  The drought studies used throughfall displacment experiment  (TDE). The result show that cacao leaves have non glanduler trichomes type stellat. Non Glanduler trichomes were distributed throughtout the vein of leaves with distribution in abaxial parts of the leaves. TDE give non significant effect to trichomes density and Ieaf area. The highest trichomes  happened  on March 2008  6.9861/cm2. Leaf area on shade Ieaves  (273,56 cm2) more higher than sun leaves  (235,50 cm2). Keyword : Trichomes  non  glanduler, cacao leaves, leaf area
Co-Authors Afrazak Johansyah Agus Subagio Agus Subagyo Ahmad Fuad Masduqi Anitasari, Emi Arif Surahman Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas C. J. Soegihardjo Chatarina Umbul Wahyuni Chory Praseptiana Christoph Leuschner Della Widya Puspita Della Widya Puspita Desy Wulan Triningsih Devi Ermawati Dhitya Arlan Bayu Martha Didie Soepandi Didy Sopandie Diwyacitta Prasasti Emi Anitasari Endah D. Hastuti Endah Dwi Astuti Endah Dwi Hastuti Endang Kusdiyantini Endang Saptiningsih Esti Meita Kridati Fajar Arianto Faradis Ulyah Fatkhu Zaimah Febiasasti Trias Nugraheni Fifit Yuniati Harmigita Putri Fitriani Hastuti, Endah Helmiyesi Helmiyesi I’anatushshoimah, I’anatushshoimah IBNUL QAYIM Ika Dyah Kumalasari Ika Puspitasari I Ilma Khaerasani Imam Firmansyah Imam Firmansyah Indriani, Reni Jinus Jinus Jumari Jumari, Jumari Junita Junita Kasiyati Kasiati Ken Qudsy Royana, Ken Qudsy Kuwati Kuwati Lily Nur Inda Sary Lutfiyatul Wahdah Mega Rizqi Utami Monika Heti Nuryana Much Azam Much Azam Mudlikatun Khasanah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Luthfi Munifatul Izzati Munirotun Roiyana Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ningrum, Dyah Ayu Kusuma Nintya Setiari Niti, Mahatma Narendra Noor Laila Safitri Nurrahmah Azizah, Nurrahmah Oktivani D.P. Hayati Puji Hastuti Putri Zulaida Ningtyas Rafif Zuhair Muhammad Regina Cahya Cendekianesti Retno Robiatul Al Adawiyah Rini Budi Hastuti Rini Budi Hastuti Rini Budihastuti Robi’atul Asifah Sarjana Parman Sepsamli, Letus Silvana Tana Soekisman T SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofian, Arif Ardianto Sri Darmanti Sri Haryanti Sri Haryanti Sri Widodo Agung Suedy Sugiyatno Sugiyatno Sulastri Diana Silaban Surahman, Arif surur, Mukhammad akmal Susiani Purbaningsih, Susiani Tyas Rini Saraswati Ulva, Maria Wijaya, Panca Buana Winangsih Winangsih Yulita Nurchayati Zaenul Muhlisin Zaenul Muhlisin Zelly Fujianto, Zelly Zelly Fujiyanto, Zelly