Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH RADIASI PLASMA DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH VARIETAS BIMA BREBES Emi Anitasari; Erma Prihastanti; Fajar Arianto
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol 6, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v6i2.2639

Abstract

Shallot variety of Bima Brebes is a shallot variety that is widely cultivated by farmers in Indonesia because it is easy to grow and adapt to the local environment. However, in reality many farmers use the previous harvest for the next planting seed so that the yields obtained will be of poor quality. This study aims to determine the effect of giving nitrogen through corona incandescent plasma discharge and goat fertilizer on the growth of shallots so that it can improve the quality of onion seedlings. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern using a corona incandescent plasma discharge factor and goat manure. The results showed an interaction between the two factors that can be seen from the plant height parameters which showed significant results in the treatment of plant seeds that were plasma radiation for 30 minutes and the planting media were given goat manure 65 g. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of corona incandescent plasma discharge and goat manure on the cultivation of shallots varieties of Bima Brebes was able to accelerate the time of sprouting by 200.3% and increase the growth of onion plants.
Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Di Pesisir Pantai Kepulauan Karimunjawa Faradis Ulyah; Endah Dwi Hastuti; Erma Prihastanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 1 (2022): January 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.1.176-186

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan yang berada di wilayah intertidal pesisir laut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis struktur vegetasi mangrove (frekuensi, kerapatan, dominan) dan karakteristik habitatnya (kualitas lingkungan) di kawasan pesisir pantai kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada Desember 2019 di 3 stasiun dengan metode plot bertingkat, masing-masing stasiun dibuat 3 transek yang berukuran 10m x 10m (pohon), 5m x 5m (pancang), dan 2m x 2m (semai). Hasil penelitian ditemukan 7 jenis mangrove yaitu Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, dan Ceriops decandra. Indeks nilai penting tumbuhan mangrove pada strata pohon, pancang, dan semai paling tinggi adalah Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), dan (157,96%).  Nilai kerapatan Rhizopora stylosa tingkat pohon, tingkat pancang dan semai yaitu (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). Kondisi lingkungan di sekitar kawasan mangrove yaitu rata-rata suhu (28,75%), pasir (10,75%), lanau (51,46%/), lempung (37,79%), salinitas (26,60%), pH (7,26), DO (3,28 mg/L), N total tanah (0,24%), P total tanah (120,49 ppm), C Organik tanah (2,10%), N total air (0,28%), P total air (0,27 mg/L), C Organik air (1,56 mg/L).ABSTRACTMangroves are a plant that are found in the intertidal area of marine coastal environments. The study aim to analyze structure of mangrove vegetation (frequency, density, and dominance) and the mangrove habitat (environmental condition) in Coastal Coast Karimunjawa Island. The research was conducted in December 2019 at the three stations using the stratified plot method, and one stations divided three observation transects sized 10m x 10m (trees), 5m x 5m (saplings), and 2m x 2m (seedlings). The result of the study found seven mangroves species were Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, and Ceriops decandra. The highest value index of mangroves for trees, saplings and seedlings is the highest Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), and (157,96%). Density value Rhizopora stylosa in tree level, saplings, and seedlings were (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). The environmental conditions around the mangrove area are average temperature (28,75%), sand (10,75%), silt (51,46%/), clay (37,79%), salinity (26,60%), pH (7,26), Dissolved Oxygen (3,28 mg/L), N total land (0,24%), P total land (120,49 ppm), C Organic land (2,10%), N total water (0,28%), P total water (0,27 mg/L), C Organic water (1,56 mg/L).
Analysis Effect of Nano Chitosan Coating on The Quality of Shallot Bulbs (Allium ascalonicum L. var. Bauji) Della Widya Puspita; Erma Prihastanti; Sri Widodo Agung Suedy; Agus Subagio
Jurnal Biodjati Vol 7, No 1 (2022): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v7i1.14900

Abstract

Shallots are bulb-shaped commodities that are difficult to maintain in new conditions because they are easily damaged. An effective effort to prevent deterioration of food quality during storage is by coating it using nano chitosan. The effectiveness of nano chitosan is influenced by particle size which related to the ratio of chitosan and STPP (sodium tripolyphosphate). This study aimed to determine the effect of nano chitosan coating with the addition of different ratios of chitosan and STPP and the appropriate ratio of chitosan and STPP on nano chitosan as a coating to maintain the quality of shallot bulbs (Allium ascalonicum L. var. Bauji). This study used a completely randomized design (CRD) method with four treatments and five replications. The treatments of this research were P0= Control, PI= Nano chitosan ratio of chitosan: STPP 1:3, P2= Nano chitosan ratio of chitosan:STPP 1:4, and P3= Nano chitosan ratio of chitosan:STPP 1:5. The variables of this study were the percentage of damage, the percentage of diameter shrinkage, weight loss, color, hardness, and moisture content. Data were analyzed using the ANOVA test and continued with the DMRT test. The application of nano chitosan coating on shallot bulbs could reduce damage, shrinkage of tuber diameter, weight loss, color, hardness, and decrease in water content better than the control treatment. The best results were shown by treatment P3 (1:5) with a percentage of damage of 8%, diameter shrinkage of 20.20%, weight loss of 18.40%, total color change of 54.45, hardness of 226.23 N, and a decrease in water content of 4.65% at the final water content of 79.09%.
Pengaruh Hormon dan Ukuran Eksplan terhadap Pertumbuhan Mata Tunas Tanaman Pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu) Secara In Vitro Fifit Yuniati; Sri Haryanti; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.20-28

Abstract

 Penggunaan eksplan mata tunas pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu)  diduga lebih efektif  membentuk tunas secara langsung ,sehingga dapat memotong satu tahapan kultur in vitro. Tujuan penelitian ini mengetahui kombinasi hormon dan ukuran eksplan yang terbaik untuk pertumbuhan mata tunas secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (4x2) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama hormon (P) yaitu P0: tanpa zat pengatur tumbuh, P1: IAA 0,5 mg/l + BA 4,5 mg/l, P2: IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l, P3: IAA 5,5 mg/l + BA 9,5 mg/l. Faktor kedua ukuran eksplan  yaitu B:  mata tunas besar (3 - 4 cm) dan K: mata tunas kecil (1 - 2 cm). Parameter yang diamati adalah bobot, diameter, warna, morfologi mata tunas dan browning. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika ada beda pengaruh diuji lanjut Duncan’(DMRT) signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat interaksi perlakuan kombinasi hormon dan ukuran mata tunas terhadap diameter mata tunas, namun tidak terdapat interaksi terhadap bobot mata tunas. Perlakuan hormon dan ukuran mata tunas masing – masing berpengaruh nyata terhadap bobot mata tunas. Interaksi  hormon IAA 5,5 mg/l + BA  9,5 mg/l dan mata tunas besar menghasilkan  diameter mata tunas paling tinggi, sedangkan masing-masing perlakuan menghasilkan bobot mata tunas paling tinggi. Kombinasi hormon IAA 0,5 mg/l + BA  4,5 mg/l menghasilkan  diameter paling tinggi pada mata tunas kecil. Semua perlakuan kombinasi hormon dan mata tunas menyebabkan eksplan membengkak dan mengelupas kecuali pada kombinasi hormon IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l eksplan hanya membengkak.  Warna eksplan menjadi hijau seiring dengan bertambahnya bobot. Kata kunci : mata tunas; Raja Bulu; IAA; BA
Pengaruh Arah dan Tebal Irisan Rimpang Terhadap Rendemen Flavonoid, Berat Kering dan Performa Simplisia Umbi Garut (Maranta arundinacea L.) Setelah Pengeringan Devi Ermawati; Erma Prihastanti; Endah Dwi Hastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.131-137

Abstract

Simplisia merupakan bahan alami sebagai bahan pembuatan obat yang belum mengalami pengolahan. Pengirisan merupakan salah satu tahap penting dalam pembuatan bahan simplisia untuk mempermudah dalam proses pengepakan, penyimpanan dan penggilingan. Pengirisan dapat dilakukan secara melintang atau membujur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh arah dan tebal irisan rimpang terhadap rendemen flavonoid, berat kering dan performa simplisia umbi garut (Maranta arundinaceaL.) setelah pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BSF Tumbuhan UNDIP. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2X2 dengan perlakuan kombinasi ketebalan (3 mm dan 5 mm) dan arah irisan (membujur dan melintang). Parameter penelitian meliputi berat kering dan performa simplisia yang meliputi warna, kekerasan, dan aroma pada simplisia kering. Analisis data menggunakan Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan arah irisan berpengaruh terhadap berat kering simplisia, sedangkan interaksi antara tebal dan arah irisan tidak berpengaruh terhadap berat kering simplisia umbi garut. Arah irisan berpengaruh terhadap berat kering dan performa simplisia umbi garut, tebal irisan berpengaruh terhadap rendemen flavonoid. Crude simplisia is natural material for making medicine, which has not undergo processing, packing, drying and saving. Slicing is an important step in making medicine because in this process the loss of some parts could ease the process of packing and milling. Slicing could be done diagonally or longitudinally. A Different way of slicing could affect this simplisia. This study aimed to examine the influence of slicing direction, the thickness of slices, and its combination on the dry weight and the performance of arrowroot. This research was conducted in the Laboratory of BSF Tumbuhan UNIDIP. The design used was Completely Randomized Design with combination treatment of thickness (3mm and 5mm) and slice direction (diagonally and longitudinally). The parameter of this research used dry weight by weighing after the drying process and the performance (by measuring color, hardness, and the aroma of dried simplisia). The data analysis used Analysis of Variance. The findings showed that slice direction influenced the weight loss on simplisia, but the interaction did not influence on the dry weight of arrowroot simplisia. Slice direction affects dry weight and performance of arrowroot simplicia, slice thickness affects flavonoid yield. 
Performa Green Bean Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl.Ex De Will) setelah Perendaman Limbah Tahu dengan Jenis dan Konsentrasi yang Berbeda Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas; Erma Prihastanti; Endah Dwi Hastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.856 KB) | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.148-152

Abstract

Tingkat  konsumsi  terhadap  kopi  robusta  lebih  rendah  dari pada  kopi  arabika  karena performanya kurang baik. Salah satu upaya peningkatan kualitas performa kopi melalui dekafeinasi. Kopi dekafeinasi yang telah dipasarkan secara luas misalnya kopi luwak. Prinsip pembuatan kopi luwak melibatkan protease dalam pencernaan hewan luwak. Dekafeinasi menggunakan  protease  tersebut  telah  terbukti  menurunkan  kadar  kafein  kopi  robusta sehingga performanya meningkat. Sumber protease dapat diperoleh dari limbah tahu. Dekafeinasi dengan cara merendam green bean kopi robusta (Coffea. robusta) dalam limbah tahu belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian antara lain mengkaji pengaruh jenis limbah tahu  dan konsentrasi limbah tahu  serta interaksi jenis dan konsentrasi limbah industri tahu  terhadap performa pada kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor jenis limbah tahu (L0= Air, L1=limbah cair dan L2=limbah padat) dan faktor konsentrasi limbah tahu (K1=30%, K2=60% dan K3=90%), setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan. Parameter penelitian yang diamati adalah performa kopi robusta meliputi warna, aroma dan tekstur  green bean kopi robusta. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman kopi robusta dalam limbah cair tahu 90 % paling efektif meningkatkan kualitas performa yang meliputi warna, aroma dan tekstur green bean. Kata kunci :  Coffea robusta; dekafeinasi; kopi; limbah tahu; performa
Penyimpanan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Pelapisan Nanokitosan pada Suhu Rendah Noor Laila Safitri; Della Widya Puspita; Junita Junita; Lily Nur Inda Sary; Retno Robiatul Al Adawiyah; Erma Prihastanti; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.27-34

Abstract

Kerusakan cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pascapanen dapat menurunkan kualitas sehingga dapat mempersingkat masa simpan cabai rawit. Cara untuk mempertahankan kualitas cabai rawit dapat menggunakan nanokitosan. Nanokitosan memiliki kemampuan membentuk lapisan tipis di permukaan produk segar dan antimikroba. Salah satu pembuatan nanokitosan adalah menggabungkan kitosan dan STPP dengan perbandingan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nanokitosan terhadap kadar air dan tekstur cabai rawit dan rasio kitosan dan STPP optimum dalam mempertahankan kualitas cabai rawit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (perlakuan nanokitosan 0,2% rasio 1:3) dan P2 (perlakuan nanokitosan 0,2% rasio 1:5). Cabai rawit digunakan yang dipanen usia 90 hari setelah tanam, memiliki warna warna oranye kemerahan dengan panjang kurang lebih 6 cm, lebar 0,90 cm dan bebas dari penyakit. Penelitian ini dilakukan selama 16 hari pada suhu 10oC dengan variabel penelitian kualitas cabai rawit kadar air, tekstur, dan letak kerusakan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanokitosan dapat mempertahankan kualitas cabai rawit yaitu kadar air, tekstur, dan dapa mengurangi kerusakan. Rasio kitosan dan STPP optimum untuk mempertahankan kualitas cabai rawit setelah panen adalah nanokitosan 0,2% (rasio kitosan:STPP 1:5). Damage of postharvest chili pepper (Capsicum frutescens L.) can reduce the quality and it can shorten the shelf life of chili pepper. To maintain the quality of chili pepper can by using nanochitosan. Nanochitosan has the ability to form a thin layer on the surface of fresh produce and is antimicrobial. One of the manufactures of nanochitosan is to combine chitosan and STPP with a certain ratio. The purpose of this study was to determine the effect of nanochitosan on the moisture content and texture of chili pepper and the optimum ratio of chitosan and STPP in maintaining the quality of chili pepper. This study used a completely randomized design (CRD) method with three treatments, P0 (control), P1 (0.2% nanochitosan treatment ratio 1:3), and P2 (0.2% nanochitosan treatment ratio 1:5). Chili pepper is harvested 90 days after planting, has a reddish-orange color with a length of approximately 6 cm, a width of 0.90 cm, and is free from disease. This research was conducted for 16 days at a temperature of 10oC, with research variables of chili pepper quality, moisture content, texture, and location of the damage. Data were analyzed using the ANOVA test and continued with the DMRT test. The results showed that nanochitosan was able to maintain the quality of chili pepper, namely water content, texture, and can reduce damage. The optimum ratio of chitosan and STPP to preserve the quality of chili pepper after harvest is 0.2% nanochitosan (ratio of chitosan: STPP 1:5). 
Pengaruh Variasi Waktu Radiasi Plasma Pijar Korona Terhadap Viabilitas, Vigor Benih, Laju Perkecambahan dan Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir) Kuwati Kuwati; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.14 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.2.2019.116-121

Abstract

Permintaan sayuran semakin lama semakin meningkat. Peningkatan permintaan sayuran harus diimbangi dengan produktivitas. Kangkung darat merupakan sayuran daun yang penting di kawasan Asia. Kandungan gizi kangkung cukup tinggi terutama vitamin A dan vitamin C. Saat ini teknologi plasma dapat digunakan dalam bidang pertanian. Plasma lucutan pijar korona merupakan sumber ion, elektron, dan radikal bebas. Udara bebas mengandung banyak gas yang tidak dapat  terserap langsung oleh tanaman. Radiasi plasma mampu mengionisasi gas dari udara menjadi bentuk ion yang ditembakkan dalam suatu bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu radiasi plasma terhadap viabilitas, laju perkecambahan dan laju pertumbuhan biji kangkung darat. Penelitian dilakukan di Laboratorium CPR (Center Plasma Research), Universitas Diponegoro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan perbedaan lama radiasi waktu 0, 10 menit, dan 20 menit dan pengulangan 3 kali. Parameter yang diamati viabilitas, vigor benih, dan laju perkecambahan tanaman kangkung darat. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut duncan dengan taraf signifikasi 0.05. Perlakuan radiasi selama 20 menit, 10 menit dan kontrol memberikan hasil rata – rata viabilitas 87%; 73%; dan 53%, laju perkecambahan 2,1 n/hari; 2,1 n/hari; dan 2,08 n/hari  pada kangkung darat. Kata kunci : radiasi, plasma pijar korona, viabilitas, vigor benih
Aplikasi Pupuk Organik Kotoran Ayam dan Jerami Padi pada Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L. var. bima curut) Mudlikatun Khasanah; Sri Widodo Agung Suedy; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.883 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.188-194

Abstract

Salah satu varietas bawang merah lokal adalah bima curut dengan kemampuan adaptasi yang baik, ukuran umbi besar, dan jumlah anakan yang banyak. Optimasi peningkatan produksi bawang merah salah satunya melalui pemupukan menggunakan pupuk organik dari kotoran ayam dan jerami padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk organik dari bahan kotoran ayam dan jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 7 perlakuan yaitu: P0 (tanpa pupuk); P1 (pupuk anorganik); P2 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 0:1); P3 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 1:0); P4 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami perbandingan 1:1); P5 (Pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 1:2); P6 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 2:1); tiap perlakuan dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan Analysis of Variance dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik kotoran ayam dan jerami padi berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah berupa: jumlah daun sebesar 41% dan tinggi tanaman sebesar 42%, serta jumlah umbi/rumpun sebesar 41%; jumlah umbi/m2 sebesar 22%; berat basah sebesar 35%; dan berat kering sebesar 31% dibandingkan kontrol (P0).
Kombinasi Azolla pinnata R. Br. dan Abu Sekam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L. Var Inpari 33) di Lahan Salin Robi’atul Asifah; Munifatul Izzati; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.141 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.73-81

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan lahan yang sangat besar dimasa mendatang akan meningkatkan penggunaan lahan-lahan marginal seperti lahan salin. Upaya penanganan tanah salin dapat dilakukan melalui pemilihan tanaman toleran, pencucian garam (desalinisasi) dan reklamasi lahan salin dengan pemberian amelioran atau pembenah tanah. Penambahan Azolla pinnata R.Br. dan abu sekam dapat meningkatkan kesuburan tanah dan membantu menurunkan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Azolla dan abu sekam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L. var Inpari 33) di lahan salin dengan kombinasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 ulangan dan 6 perlakuan P0 (kontrol), P1 (100% Azolla), P2 (100% Abu Sekam ), P3 (25% Azolla+75% Abu Sekam), P4 (50% Azolla+50% Abu Sekam), P5 (75% Azolla+25% Abu Sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azolla pinnata R. dan abu sekam berpengaruh nyata terhadap semua parameter penelitian yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,  jumlah anakan, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan berat gabah permalai. Pemberian Azolla dan abu sekam yang optimal adalah pada perlakuan P5.    Kata kunci : Azolla pinnata R. Br., abu sekam, tanah salin, pertumbuhan dan produksi Oryza sativa L.
Co-Authors Afrazak Johansyah Agus Subagio Agus Subagyo Ahmad Fuad Masduqi Anitasari, Emi Arif Surahman Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas C. J. Soegihardjo Chatarina Umbul Wahyuni Chory Praseptiana Christoph Leuschner Della Widya Puspita Della Widya Puspita Desy Wulan Triningsih Devi Ermawati Dhitya Arlan Bayu Martha Didie Soepandi Didy Sopandie Diwyacitta Prasasti Emi Anitasari Endah D. Hastuti Endah Dwi Astuti Endah Dwi Hastuti Endang Kusdiyantini Endang Saptiningsih Esti Meita Kridati Fajar Arianto Faradis Ulyah Fatkhu Zaimah Febiasasti Trias Nugraheni Fifit Yuniati Harmigita Putri Fitriani Hastuti, Endah Helmiyesi Helmiyesi I’anatushshoimah, I’anatushshoimah IBNUL QAYIM Ika Dyah Kumalasari Ika Puspitasari I Ilma Khaerasani Imam Firmansyah Imam Firmansyah Indriani, Reni Jinus Jinus Jumari Jumari, Jumari Junita Junita Kasiyati Kasiati Ken Qudsy Royana, Ken Qudsy Kuwati Kuwati Lily Nur Inda Sary Lutfiyatul Wahdah Mega Rizqi Utami Monika Heti Nuryana Much Azam Much Azam Mudlikatun Khasanah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Luthfi Munifatul Izzati Munirotun Roiyana Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ningrum, Dyah Ayu Kusuma Nintya Setiari Niti, Mahatma Narendra Noor Laila Safitri Nurrahmah Azizah, Nurrahmah Oktivani D.P. Hayati Puji Hastuti Putri Zulaida Ningtyas Rafif Zuhair Muhammad Regina Cahya Cendekianesti Retno Robiatul Al Adawiyah Rini Budi Hastuti Rini Budi Hastuti Rini Budihastuti Robi’atul Asifah Sarjana Parman Sepsamli, Letus Silvana Tana Soekisman T SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofian, Arif Ardianto Sri Darmanti Sri Haryanti Sri Haryanti Sri Widodo Agung Suedy Sugiyatno Sugiyatno Sulastri Diana Silaban Surahman, Arif surur, Mukhammad akmal Susiani Purbaningsih, Susiani Tyas Rini Saraswati Ulva, Maria Wijaya, Panca Buana Winangsih Winangsih Yulita Nurchayati Zaenul Muhlisin Zaenul Muhlisin Zelly Fujianto, Zelly Zelly Fujiyanto, Zelly