Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Isolation, Characterization, and Selection of Bacillus sp. from Shallot Rhizosphere that Inhibits Fusarium oxysporum Growth Saputra, Alil; Prihatiningsih, Nur; Djatmiko, Heru Adi; Kurniawan, Dhadhang Wahyu
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.89634

Abstract

Bacillus sp. is a Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) species that lives in the rhizosphere. This bacterium can produce antifungal compounds that suppress pathogenic fungi, such as Fusarium oxysporum. The aim of this research was isolate, characterize, and obtain Bacillus sp. that can inhibit F. oxysporum which causes twisted disease in shallots. Isolation was done by sampling 10 g of soil from shallot roots, placing it in 9 mL of sterile water, and carrying out a series of dilutions. The first dilution was incubated at 80 °C for 20 minutes to obtain Bacillus sp. on the selective medium HiChrome. Colony morphology, shape, cell color, Gram staining, catalase and endospore staining were observed from obtained isolates. An antagonist test was done to determine the inhibitory effects of isolates against the pathogenic fungus F. oxysporum. Four isolates of Bacillus sp. were obtained with irregular colony shape, dull white color without muccus, edges varying in shape between lobate and undulate, and raised elevation. The results of the antagonist test showed that the four isolates had the ability to inhibit the growth of the pathogenic fungus F. oxysporum with the greatest inhibition shown by isolate BM1 at 30.12%, with an antibiosis mechanism and hyphae swelling.
Pelatihan Budidaya Maggot Dalam Meningkatkan Keterampilan Santri Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas Wulansari, Nur Kholida; Prihatiningsih, Nur; Nurchasanah, Siti; Mutala’liah, Mutala’liah; Bayyinah, Lafi Na’imatul; Rostaman, Rostaman; Wiyantono, Wiyantono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.967

Abstract

Santri merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan masa depan di berbagai sektor. Limbah makanan yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai media pakan maggot yang nantinya dapat menambah keterampilan santri dalam mengolah limbah dan mengasah jiwa Entrepreneur. Hasil dari budidaya maggot dapat dijual sebagai pakan ternak dan pakan ikan yang mengandung nilai gizi yang tinggi. Penyuluhan Kegiatan ini dilakukan di awal kegiatan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terkait kegiatan yang akan dilaksanakan dan memberikan pengetahuan tentang teknologi mengolah limbah berbasis budidaya maggot. Kegiatan ini melibatkan seluruh santri putra dan santri putri, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhsan, penyuluh lapang Desa Beji. Kegiatan dilakukan di pondok pesantren Al-Ikhsan. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner yang dilakukan sebelum kegiatan penyuluhan diketahui bahwa 99% santri tidak mengetahui pengetahuan budidaya maggot dalam pengolahan limbah organik rumah tangga yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi. 1% santri mengetahui akan tetapi pengetahuan tersebut sebatan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik, belum mengetahui cara budidaya yang tepat. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 100% santri dapat memahami cara budidaya maggot secara tepat. Peningkatan keterampilan santri nampak pada keberhasilan telur maggot menetas dan pembesaran maggot.Kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dengan baik, diikuti oleh santri putra dan santri putri. Tujuan kegiatan untuk mengembangkan jiwa wirausaha santri sehingga dapat menambah skill dan kemampuan santri bisa dikatakan berhasil karena keterlibatan para santri terjadi sejak awal proses budidaya hingga pemanenan.
UJI ANTIBIOSIS Bacillus sp. TERHADAP Fusarium oxysporum f.sp. cepae PATOGEN LAYU FUSARIUM BAWANG MERAH SECARA IN VITRO Prihatiningsih, Nur
Agrin Vol 28, No 1 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.1.857

Abstract

Fusarium oxysporum f. sp. cepae merupakan patogen layu fusarium atau moler pada bawang merah. Pengendalian menggunakan agen hayati seperti Bacillus sp. merupakan suatu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan. Bacillus sp. memiliki mekanisme pengendalian seperti antibiosis, kompetisi dan penginduksi ketahanan tanaman sistemik. Metabolit sekunder yang dihasilkan Bacillus sp. menunjukan aktivitas anti bakteri dan anti jamur.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp. isolat rizosfer bawang merah untuk mengendalikan Fusarium oxysporum f.sp. cepae secara in vitro.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan dan empat ulangan dengan metode biakan ganda.  Perlakuanya yaitu K0 (kontrol), BM1,  BM2, BM3 dan BM4. Potongan miselium F. oxysporum f.sp. cepae diletakan pada medium PDA, satu hari kemudian dengan jarak 3 cm digoreskan bakteri Bacillus sp. Variabel yang diamati yakni persentase daya hambat dan mekanisme penghambatan terhadap jamur F.oxysporum f.sp. cepae pada uji daya hambat secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan keempat isolat Bacillus sp. rizosfer bawang merah menunjukan adanya zona hambat yang terbentuk. Persentase daya hambat yang ditunjukkan  bervariasi, dengan perlakuan Bacillus sp isolat 3 (BM3) tertinggi sebesar 11,41% dan perlakuan Bacillus sp. isolat 2 (BM2) menunjukan persentase daya hambat terendah yakni 9,39%. Pengamatan secara mikroskopis menunjukan pertumbuhan hifa F. oxysporum tidak normal, yaitu terjadi pembengkakan,  lisis dan mengerut. Abnormalitas yang ditunjukan akibat adanya mekanisme antibiosis yang merupakan salah satu mekanisme pengendalian dari Bacillus sp.
MEKANISME ANTAGONIS LIMA ISOLAT Bacillus subtilis TERHADAP Colletotrichum capsici DAN C. gloeospoiroides IN VITRO Wulansari, Nur Kholida; Prihatiningsih, Nur; Djatmiko, Heru Adi
Agrin Vol 21, No 2 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.2.371

Abstract

Colletotrichum capsici dan C. gloeospoiroides adalah jamur patogen penting pada cabai merah yang dapatmenurunkan produktivitas. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan pengendalian hayatimenggunakan Bacillus subtilis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat lima isolat B.subtilis yaituB46, B209, B211, B298, dan B315 terhadap patogen C. capsici dan C. gloeospoiroides asal tanaman cabai.Percobaan laboratorium dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 ulangan. Pengujian in vitrodilakukan menggunakan teknik dual culture pada medium PDA. Hasil penelitian menunjukkan efektifitaspenghambatan C.capsici paling baik pada isolat B209 sebesar 34,25%. Efektifitas penghambatan C.gloeospoiroides pada isolat B211 sebesar 28,89%. Efektifitas penghambatan berpengaruh pada bobot keringmisellium dan morfologi hifa C. capsici dan C. gloeospoiroides. Morfologi hifa C. capsici dan C. gloeospoiroidesmengalami lisis, menebal, dan membengkak.Kata kunci: C. capsici, C. gloeospoiroides, B. subtilis, antagonistik, daya hambatABSTRACTColletotrichum capsici and C. gloeospoiroides are an important pathogen on red chili pepper and causedproductivity losses. Biological control using B. subtilis is an attempt to solve the problem. The objectives of thisstudy is to determines the inhibition ability of five B. subtilis isolates, i.e. B46, B209, B211, B298, dan B315against C. capsici and C. gloeospoiroides pathogens from chili pepper. Laboratory experinments arranged incomplete randomized design with five replication. Dual culture method used PDA medium on in vitro test. Resultshowed the best inhibition effectiveness of C.capsici on B209 isolates at 34.25%. The best inhibition effectivenessof C. gloeospoiroides on B211 isolates at 28,89%. The inhibition effectiveness affects mycellium dry weight andhypha morphology of C. capsici and C. gloeospoiroides. Hypha morphology of C. capsici and C. gloeospoiroidesis lysis, thickening, and swelling.Key words: C. capsici, C. gloeospoiroides, B. subtilis, antagonistic, inhibitor ability
PENGARUH PEMASTEURAN TANAH TUNGGAL ATAU DIGABUNG AGENSIA HAYATI TERHADAP PENYAKIT BUSUK HATI DI PEMBIBITAN PISANG Haryono, Joko; Prihatiningsih, Nur; Wardhana, Rahman A.; Soesanto, Loekas
Agrin Vol 12, No 2 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.2.91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemasteuran medium digabung dengan agensia hayatidan agensia hayati yang paling efektif terhadap penyakit busuk hati. Penelitian dilakukan di PT NusantaraTropical fruit, Lampung Timur dengan rancangan Petak Terbagi dan diulang tiga kali. Petak utama adalahmedium dipasteur atau tidak. Anak-petak adalah control dengan air steril, Trichoderma harzianum isolat jahedan pisang, Pseudomonas fluorescens P60, dan Fusarium equiseti diisolasi dari akar pisang. Peubah yangdiamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, populasi konidium Fusarium akhir, akar berpotensi terinfeksi,tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar primer dan sekunder, panjang akar, dan berat akar. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan gabungan memberikan hasil positif khususnya menurunkan intensitas penyakitsampai 43,57%. Agensia hayati T. harzianum isolat pisang dan P. fluroescens P60 yang digabung denganpemasteuran medium dapat menekan intensitas penyakit masing-masing sebesar 63,08 dan 59,75%. Agensiahayati yang paling efektif adalah T. harzianum isolat pisang karena menekan kepadatan Fusarium, meningkatkantinggi tanaman, dan meningkatkan berat akar masing-masing sebesar 41,12, 39,00, dan 98,86%.Kata kunci: busuk hati, bibit pisang, pemasteuran, agensia hayati ABSTRACTThe objectives of this research were to know the effect of pasteurized media combined with biologicalagents and the most effective biological agent on heart rot disease. The research was carried out at PT NusantaraTropical Fruit, East Lampung designed by Split Plot Design and repeated three times. The main plot waspasteurized and unpasteurized media. The subplot was control with sterile water or fungicide, Trichodermaharzianum isolated from ginger or banana, Pseudomonas fluorescens P60, and Fusarium equiseti isolated frombanana root. Variables observed were incubation period, disease intensity, late Fusarium conidial population,potentially infected root, crop height, leave numbers, primary or secondary root numbers, root length, and rootweight. Result of the research indicated that the combination treatments gave positively result specially to reducedisease intensity of 43.57%. Biological agents of T. harzianum banana isolate and P. fluorescens P60 combinedwith the pasteurisation could suppress disease intensity of 63.08 and 59.57%, respectively. The most effectivebiocontrol agent was T. harzianum banana isolate because of suppressing Fusarium density, increasing plantheight, and increasing root weight as 41.12, 39.00, and 98.86%, respectively.Key words: heart rot, banana seedlings, pasteurization, biological agents 
Applications of Potassium Fertilizer and Bacillus Sp. Biopesticide for Increasing Tomato Resistance to Bacterial Wilt Disease Prihatiningsih, Nur; Djatmiko, Heru Adi; Rochminarsi, Eny
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 33, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v33i1.33

Abstract

Bacterial wilt on tomato caused by Ralstonia solanacearum is a crucial disease, because it can reduce yield until 50%. The aims of this research were: 1) to find out biopesticide formula for Bacillus sp.growth, 2) to test Bacillus sp. against R. solanacearum in vitro, 3) to test potassium fertilizer combined with Bacillus sp. for enhancing tomato resistance to the bacterial wilt disease. The research was conducted in 2 steps i.e to test the persistence of Bacillus sp. In biopesticide formula, and to test the best combination of both potassium and the Bacillus sp. biopesticide. The results showed that Bacillus B298 was the best isolate in its persistence on the biopesticide formula of organic growth medium+CaCO3+CMC 1%+mannitol 1%, and in inhibiting R. solanacearum. The best biopesticide formula for the Bacillus sp. persistence was growth organic media+ CaCO3+CMC 1%+mannitol 1%. Bacillus sp. was able to increase tomato resistance to the bacterial wilt disease from the category of susceptible to be tolerant and becoming resistant.Keywords: tomato, Ralstonia solanacearum, potassium and Bacillus sp.
Efektivitas Formula Cair Air Cucian Beras dan Formula Padat Tepung Tapioka Berbasis Bacillus sp. BM1 dan BM3 dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bawang Merah Varietas Bima Brebes : Effectiveness of Liquid Rice Washing Water Formulation and Solid Tapioca Flour Formulation Based on Bacillus sp. BM1 and BM3 in Enhancing the Growth of Shallot (Allium ascalonicum L.) Variety Bima Brebes Fitri, Syabila Nurul; Prihatiningsih, Nur; Djatmiko, Heru Adi
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6179

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formula cair air cucian beras dan formula padat tepung tapioka berbasis Bacillus sp. BM1 dan BM3 dalam meningkatkan pertumbuhan bawang merah varietas Bima Brebes. Lokasi penelitian di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan berupa data primer yang diambil selama waktu penelitian berlangsung dari bulan Mei 2024 – Oktober 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri atas 5 perlakuan, yaitu K (kontrol), A (formula cair air cucian beras Bacillus sp. BM1), B (formula cair air cucian beras Bacillus sp. BM3), C (formula padat tepung tapioka Bacillus sp. BM1), dan D (formula padat tepung tapioka Bacillus sp. BM1). Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 petak perlakuan. Jumlah tanaman sampel setiap perlakuan adalah 15, sehingga terdapat 375 tanaman. Data yang berdistribusi normal dan homogen dianalisis dengan uji ragam atau analysis of variance (ANOVA). Apabila berpengaruh nyata diuji lanjut dengan BNT pada taraf 5%. Menggunakan aplikasi Ms. Excel Office 2021, SPSS 27, dan aplikasi DSAASTAT 1.101. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula biopestisida Bacillus sp. BM1, BM3 baik formula cair air cucian beras dan padat tepung tapioka mampu sebagai pemacu pertumbuhan pada tanaman bawang merah Bima Brebes. Kata kunci: Air Cucian Beras; Tepung Tapioka; Bacillus sp.; Bawang Merah
Penerapan Teknologi Pupuk Organik Cair dan Agensia Hayati untuk Tanaman Hortikultura di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Banyumas Tini, Etik Wukir; Prihatiningsih, Nur; Suharti, Woro Sri; Kurniawan, Rifqi Raditya
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11171

Abstract

Pertanian organik merupakan suatu teknik budidaya pertanian tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintesis dengan mengandalkan bahan-bahan alami. Kelompok Tani Karya Budi Utama sebagai bagian dari masyarakat Desa Cindaga telah melakukan kegiatan pengembangan komoditas hortikultura namun belum adanya penerapan teknologi secara optimal yang diaplikasikan pada budidaya tanaman tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset ini diharapkan dapat mengenalkan penerapan teknologi pembuatan pupuk organik cair fermentasi dengan pemanfaatan limbah pertanian dan penggunaan agensia hayati diaplikasikan pada tanaman hortikultura untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Tujuan kegiatan adalah memberikan dan mengenalkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat Desa Cindaga konsep pertanian organik dan pengaplikasiannya terhadap pengembangan komoditas hortikultura menuju desa swasembada. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah kelompok Tani Karya Budi Utama yang merintis pengembangan tanaman hortikultura menuju desa swasembada. Kegiatan alih teknologi berupa penyuluhan, pelatihan, praktek langsung, dan pembuatan demplot di lokasi mitra. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain: pelatihan pembuatan pupuk organik cair kulit nanas dan praktik perbanyakan serta aplikasi agensia hayati pada tanaman penanaman semangka dan bawang merah.