Claim Missing Document
Check
Articles

KARATE MARTIAL ART CENTER IN MANADO. Analogi Direct Art in Defence Parauba, Umberger D. M.; Prijadi, Rachmat; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20824

Abstract

Bela diri merupakan seni yang sudah berkembang lama di indonesia. Keberadaan seni bela diri karate di indonesia berasal dari jepang, yang pada dasarnya mengandalkan kekuatan fisik. Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya yang sangat beragam, masuknya seni bela diri karate di indonesia bisa dikatakan sangat menyebar luas. Salah satu provinsi yang menggemari seni bela diri karate tersebut adalah sulawesi utara yaitu kota manado. Kota manado merupakan kota dengan kemajemukan penduduknya yang beraneka ragam, dengan perkembangan perkotaan yang semakin meningkat kota manado belum memiliki fasilitas yang menjadi pusat atau tempat yang memfasilitasi masyarakatnya untuk mengapresiasikan seni bela diri karate di kota. Sebagai cabang olah raga yang diakui pemerintah, dalam hal ini dibawah tangan dari forki ( federasi karate-do indonesia ) yang mengatur semua aktifitas cabang karate, belum juga memiliki suatu fasilitas yang dapat digunakan untuk event – event nasional dan internasional dalam pertandingannya. Fasilitas yang kini ada hanya meminjam dari cabang olah raga lain dimana relatif tidak memiliki sarana yang memadai dan sebagai “icon” yang mampu menjadi perhatian khalayak ramai untuk dapat datang mengetahui, mempelajari, dan melihat para atlit kita bertanding. Searah dengan tujuan untuk memberikan fasilitas yang layak, maka didesainlah sebuah konsep bangunan seni bela diri yang bertemakan ‘art in defence’ atau seni dalam bertahan dengan pendekatan ‘direct analogy’. Pendekatan analogi bukan hanya sekedar menjiplak bentuk objek alam yang dianalogikan, tapi diperlukan proses-proses analisis dan merangkainya sehingga menghasilkan bentuk baru yang masih memeiliki kemiripan visual dengan objek yang dianalogikan. Keberadaa pusat seni bela diri karate ini diharapkan mampu menjadi  wadah untuk menampung aktifitas dan kegiatan, mulai dari pelatihan, pengetahuan hingga proses pengembangan bakat para atlitnya dalam bertanding dan juga menjadi semangat dan memasyarakatkan dunia karate khususnya di kota manado. Kata kunci : Karate Martial Art Center, Analogi Direct Art In Defence, Kota Manado
MANADO MAKERSPACE. Transformasi Wale sebagai Strategi Desain Mangusuhe, Gratia G.; Kapugu, Herry; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20843

Abstract

Dalam proses kehidupan masyrakat Minahasa, konsep Wale memiliki hubungan erat dengan manusia dalam sebuah ruang hidup yang berbentuk “pendidikan” sehingga menciptakan manusia yang mengenal dirinya, budayannya dan kemampuannya, alamnya dan tanah tempat dia berpijak. Industri kreatif tidak lepas dari inovasi, di mana inovasi adalah sebuah proses  menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada atau mengembangkan sesuatu yang telah ada menjadi produk terbarukan seperti proses hidup manusia yakni “hidup, bertumbuh dan menemukan jalannya“  di mulai dari sebuah rumah yang dalam Bahasa Minahasa disebut Wale. Presiden RI Joko Widodo pernah berkata “ Saya meyakini bahwa masa depan Indonesia akan ada di Industri Kreatif, Ini saya yakini”. Kota Manado dengan beragam industri kreatif yang berkembang secara pesat serta banyak pelaku industri kreatif yang berada didalamnya, tidak hanya disektor kuliner saja perkembangan industri kreatif dikota manado juga berkembang pada sektor kriya dimana hal ini didukung pula oleh ketersedian bahan baku yang melimpah. Akan tetapi dibalik perkembangan industri kreatif yang sangat pesat, masih banyak para pelaku industri kreatif yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan tempat pelatihan atau workshop sebagai sarana pengembangan ide dan produk yang dibuat. Manado Makerspace hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan konsep wale sebagai dasar pemikiran di mana Manado Makerspace ini diharapakan dapat menjadi wadah tumbuh dan berkembangnya produk-produk kreatif dimanado dengan pendekatan transformasi wale sebagai konsep tematik dapat menampilkan konsep wale itu sendiri secara nyata melalui bentuk bangunan secara arsitektural. Kata Kunci : Idustri Kreatif, Manado, Makerspace, Wale
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNATIONAL SAM RATULANGI DI MANADO. Blobitecture Runtunuwu, Lisa; Prijadi, Rachmat; Lahamendu, Verry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21270

Abstract

Bandara Sam Ratulangi Manado merupakan sarana transportasi udara kelas 1B di Kota Manado yang telah melayani penerbangan skala internasional. Ini merupakan satu-satunya bandar udara internasional di provinsi Sulawesi Utara. Kebedaraannya sebagai “gerbang” dan sebagai enterprice kota Manado sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Terminal di dalam bandara perlu ditingkatkan kapasitas ruang serta fasilitas pendukung karena kondisi ruang dan fasilitas yang ada sekarang kurang memadai untuk digunakan beberapa tahun mendatang. Selain itu, pengembangan terminal  juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para penumpang di masa depan yang terus menigkat jumlahnya. Konsep perancangan terminal ini menerapkan tema “Blobitecture” dimana Blobitecture sangat fleksibel, di mana salah satu kriteria bandara yang baik adalah bandara yang fleksibel, karena bandara merupakan objek yang padat sehingga sulit diprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Redesain dengan tema Blobitecture pula membuat terminal badara akan kontras dari lingkungannya. Diharapkan ini dapat meningkatkan sektor pariwisata di Sulawesi Utara terlebih lagi dapat menjawab permasalahan penumpang dalam memenuhi kebutuhan mereka dalam terminal. Kata Kunci : Terminal Penumpang, Bandara, Blobitecture
SPORT MALL DI MANADO. Hybrid Ali, .; Sangkertadi, .; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23682

Abstract

Sulawesi Utara m erupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonom i, serta m em iliki m asyarakat yang m ajem uk. Sem akin beragam nya m asyarakat Sulawesi Utara, semakin beragam juga kebutuhan yang akan dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan perbelanjaan dan hiburan. Kota Manado m erupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, dim ana Kota Manado mem iliki masyarakat yang sebagian adalah pem inat dan penikmat olahraga akan tetapi tidak m em iliki pusat perbelanjaan alat-alat olahraga yang lengkap sehingga sebagaian orang m em ilih untuk mem esan alat-alat olahraga diluar daerah Kota Manado. Melalui perancangan Sport Mall ini diharapkan dapat m em enuhi kebutuhan masyarakan akan  tem pat  perbelanjaan  dengan  fasilitas-fasilitas yang m enyediakan alat-alat pendukung kegiatan olahraga. Sport Mall di Kota Manado ini m engangkat tem a Hybrid Arsitektur, konsep Hybrid penggabungan enjadi langka dalam pengolahan bentuk yang diharapkan dapat m empunyai nilai lebih dan bisa m emberikan warna untuk bangunan-bangunan yang ada di Kota Manado.\ Kata kunci : Sport, Mall, Hybrid
TAMAN BACA DI MANADO. Green Architecture Design Misman, Archie G.; Rate, Johannes Van; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23686

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota pesat perkembangannya, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini didukung oleh faktor letak geografis Kota Manado yang berada pada lingkaran pasifik menjadi lokasi strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Manado untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat agar taraf kesejahteraan serta angka kemiskinan di Kota Manado menurun maka pengembangan pengetahuan harus ditingkatkan. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan mutu pendidikan maka hadirlah konsep perencanaan Taman Baca di Kota Manado, dalam rangka menunjang program pemerintah Kota Manado dalam mencerdaskan kehidupan (Manado Cerdas). Dalam perancangan objek Taman Baca di Kota Manado dengan tema “Green Architecture” konsep ini mencakup perubahan yang terjadi sehubungan Global Warming maka pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu mengurangi tingkat emisi gas dan bahkan dapat memperbaiki lingkungan sekitar dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan yang mempertimbangkan permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang berkesan kaku dan monoton, tetapi dapat menjadi desain yang baik serta memperhatikan standar dan kebutuhan ruang yang ada. Kehadiran Taman Baca di Kota Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para tamu dengan tujuan untuk menambah pengetahuan maupun untuk rekreasi. Kata kunci : Kota Manado, Taman Baca, Green Architecture