Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Kerjasama Melalui Media Balok Kayu Pada Anak Usia 5-6 Tahun Ningsih, Yunia; Rohita, Rohita
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v6i2.2635

Abstract

Kemampuan kerjasama merupakan hal yang penting dimiliki oleh setiap manusia, sehingga pengembangannya perlu ditanamkan kepada anak sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peningkatan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun menggunakan media balok-balok yang dimainkan secara bersama-sama. Subjek penelitian adalah 15 orang anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan statistik sederhana menggunakan data yang didapatkan dari treatment dalam bentuk siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kerjasama dimana pada siklus 1 diperoleh data pada indikator: anak mau bermain dengan teman ketika bermain balok kayu; anak mau membantu teman dalam mencapai tujuan permainan;  anak mau bergantian menggunakan balok kayu secara berurutan; dan anak mau memberikan dan mendengarkan pendapat teman, secara berurutan yaitu: 73.3%; 66.6%; 73.3%; dan 66.6%. Sedangkan pada siklus II didapat data secara berurutan sebagai berikut: 100%; 93.3%; 93.3%; dan 93.3%. Pencapaian di siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%. Kesimpulannya adalah bahwa media balok kayu yang dimainkan bersama-sama sesuai dengan tema dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak.
PEMANFAATAN CANVA UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAUD DALAM PENANAMAN NILAI MORAL AGAMA PADA ANAK USIA DINI Rohita, Rohita; Suwardi; Dody Haryadi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.4110

Abstract

Instilling religious and moral values in early childhood education is a critical responsibility of educators. Teachers play a central role in presenting concrete and engaging media to help children comprehend these values effectively. However, the utilization of technology as a tool to develop learning media embedded with religious and moral content remains underutilized. This study addresses this gap by enhancing the ability of PAUD teachers to use the Canva application in creating storybooks with religious and moral themes. The activity employed a series of methods, including socialization, training, mentoring, assignments, and continuous support, to equip teachers with the necessary skills. The results demonstrated significant improvements in two key areas: (1) teachers' ability to create storybooks based on religious and moral values, as reflected in titles such as Allah is Most Merciful, Honesty is Cool, Helping Friends, and Rain of God's Grace, and (2) their proficiency in utilizing the Canva application for creative learning media development. This initiative highlights the potential for technology integration in fostering innovative and engaging methods of instilling moral and religious values. It is anticipated that this enhanced capability will contribute to more effective, technology-based pedagogical practices, making value-based learning enjoyable and impactful for children. ================================================= Menanamkan nilai agama dan moral kepada anak didik menjadi tanggungjawab pendidik. Guru memegang peranan penting dalam menghadirkan media konkrit dan menarik untuk membantu anak memahami berbagai materi secara efektif. Masalah yang teridentifikasi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk membuat media pembelajaran dengan konten nilai Agama dan moral. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam memanfaatkan aplikasi Canva dan meningkatkan kemampuan guru membuat cerita dengan konten nilai agama moral untuk anak usia dini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penugasan, dan keberlanjutan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru PAUD dalam dua (2) indikator yaitu peningkatan kemampuan membuat buku cerita berbasis nilai agama moral terlihat dari karya yang dihasilkan dengan judul: Allah Maha Penyayang; Jujur itu Keren; Menolong Teman; dan Hujan Karunia Allah; dan peningkatan kemampuan memanfaatkan aplikasi Canva yang dimiliki oleh seluruh peserta. Peningkatan kemampuan ini tentu diharapkan akan memberikan dampak pada kemampuan guru menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi dalam menanamkan nilai-nilai agama moral dengan cara yang menyenangkan dan inovatif.
Kemampuan Berpikir Kritis Anak: Analisis pada Pengenalan Budaya Lebak dalam Pembelajaran di TK Rohita, Rohita; Yetti, Elindra; Sumadi, Tjipto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5326

Abstract

Lebak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Banten yang memiliki potensi sebagai sumber belajar bagi anak, khususnya untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis anak melalui pengenalan budaya Lebak dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan guru TK PGRI 1, Lebak, Banten sebagai subjeknya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Miles and Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengenalkan budaya Lebak yang mencakup makanan tradisional, permainan tradisional, dan pakaian tradisional kepada anak. Namun pertanyaan yang diajukan sebagai salah satu stimulasi kemampuan berpikir anak, masih berada pada kategori pertanyaan yang cenderung memunculkan kemampuan berpikir tingkat rendah (lower order thinking). Simpulannya adalah kemampuan berpikir kritis (higher order thinking) belum terstimulasi meskipun guru telah mengenalkan budaya Lebak dalam pembelajaran. Implikasinya guru harus meningkatan kemampuan bertanya yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak dengan materi mengenai budaya Lebak.
Persepsi Guru PAUD mengenai Pengenalan Budaya Betawi dalam Pembelajaran: Tantangan dan Strategi Pembelajaran Rohita, Rohita; Suwardi, Suwardi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6016

Abstract

Persepsi guru terhadap budaya lokal berperan penting dalam menciptakan pembelajaran berbasis budaya yang menarik dan menantang bagi anak usia dini. Persepsi dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru PAUD terkait pengenalan budaya Betawi dalam pembelajaran. Menggunakan desain survei dengan pertanyaan terbuka, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring menggunakan aplikasi WhatsApp dengan bantuan pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak wilayah. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik serta narasi. Hasil menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman dasar tentang budaya lokal dan mengenal berbagai jenis budaya Betawi. Tantangan utama adalah kurangnya pengetahuan mendalam tentang budaya lokal serta keterbatasan sarana dan media pembelajaran. Media seperti gambar cetak, buku cerita, serta metode bercerita dan tanya jawab menjadi strategi utama. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran yang berpusat pada anak.
Transformation of Early Childhood Education: A Descriptive Quantitative Analysis of Critical Thinking Skill Development in Banten Province, Indonesia Rohita, Rohita; Roebianto, Adiyo; Yetti, Elindra
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6893

Abstract

This study explores the perceptions of PAUD teachers in Lebak, Banten, about critical thinking skills in learning for children aged 4-6 years, learning strategies, and challenges faced. A descriptive quantitative approach was used with an open-ended questionnaire filled out by 131 teachers. Data were analyzed using descriptive statistics with presentation in the form of visual graphs. The results showed that teachers' understanding of critical thinking indicators varied, with 39.6% understanding critical thinking more as the ability to analyze, 14.4% as interpretation, 12.6% as evaluation, 8.2% as inference, 5.4% as explanation, and 4.5% as self-regulation. Teachers emphasized analysis and interpretation through interactive methods, while evaluation and inference were less applied. The novelty of this study lies in the mapping of teachers' understanding based on critical thinking indicators and their impact on learning strategies. Recommendations for training based on direct practice and reflection to improve the implementation of critical thinking evenly are contributions to the research results as well as being the basis for improving policies and developing teacher training in areas with low HDI.