Claim Missing Document
Check
Articles

Teacher's Understanding of the Scientific Approach in the 2013 Curriculum for Early Childhood Education Rohita Rohita; Nila Fitria; Radhiya Bustan; Dody Haryadi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v2i2.105

Abstract

The purpose of this study was to determine the teacher's understanding of the scientific approach in the 2013 PAUD curriculum. The method used is a survey with data collection techniques using a questionnaire. Respondents were 100 teachers from 100 TK in 5 DKI Jakarta regions. The conclusion of this study is that the understanding of the kindergarten teacher about the 2013 curriculum of PAUD is in the category of meaningful interpreting not only the transfer of meaning from one language into another language but also from an abstract conception to become a model, namely a symbolic model to make it easier for people to learn, in terms it is easy to learn concept of the scientific approach which includes 5 scientific steps, namely observing, asking, gsthering information, reasoning, and communocating, so that it will be easy to learn and apply in the learning process which is characterized by 61% of respondents able to explain the scientific approach, and 7.14% of respondents able describe the scientific approach to RPPH correctly
Pengenalan Covid-19 pada Anak Usia Prasekolah: Analisis pada Pelaksanaan Peran Orangtua di Rumah Rohita Rohita
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pelaksanaan peran orangtua dalam mengenalkan virus corona pada anak prasekolah. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah lima keluarga yang memiliki anak usia prasekolah. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan kriteria keluarga yang memiliki anak usia pra sekolah yaitu usia 3-6 tahun dan berlokasi di RT 006 RW 07, Perum 2, Tangerang, Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, display data, dan ferivikasi data. Kesimpulan dari penelitian ini adalahorangtua telah melaksanakan perannya dalam mengenalkan Covid-19 menggunakan media TV, HP dan youtube; menjadi contoh dalam tindakan pencegahan;serta mengajarkan berbagai tindakan pencegahan dengan pendampingan, penjelasan, serta bujukan dan rayuan terutama bagi anak yang sulit untuk melaksanakan tindakan perlindungan diri dari Covid-19. Namun, pengenalan Covid-19 lebih banyak dilakukan ibu dibandingkan ayah. Sehingga diperlukan kerjasama dan peran ayah untuk mendukung dan melengkapi usaha yang dilakukan ibu dalam mengenalkan Covid-19 kepada anak.
PELAKSANAAN PENGASUHAN DI TAMAN ANAK SEJAHTERA Nurfadilah Nurfadilah; Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Ilmiah Visi Vol 12 No 1 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.463 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1201.3

Abstract

Taman Anak Sejahtera (TAS) is one of the forms of social service which aims to provide treatment, care and protection to children of three months up to eight years. The purpose of this study is to describe the implementation of nurturing principles in TAS . The study was conducted in Jakarta as from August through October 2016 applying descriptive-qualitative method, with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. While, the data was analyzed using qualitative data analysis techniques. This research was conducted at TAS Lentera Nusantara in South Jakarta, TAS Akur Kurnia in East Jakarta, and TAS Kesuma in Central Jakarta. The selection of the three TAS is based on the consideration given by the Ministry of Social Affairs as the Department which supervises the existence of TAS. The results from this study revealed that caregivers can not provide care services that include health and nutrition, education, and care and protection in accordance with the objectives of TAS.
PELAKSANAAN FUNGSI KEAGAMAAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI ISLAMI PADA ANAK Rohita Rohita; Rizqi Maulida
Jurnal Ilmiah Visi Vol 13 No 2 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.315 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1302.1

Abstract

This study aims to explain the implementation of the family’s religious functions in instilling the Islamic values to the children. The study was conducted in February - June 2018. The research method employed was the descriptive qualitative method. The data were collected using in-depth interviews and observations. The collected data were analyzed using the qualitative data analysis methods. The research subjects were 30 families whose parents had children aged 7-12 years and residing in the South Tangerang area. The research subjects were chosen using the purposive sampling procedures. The findings showed that 67.29% of the families had carried out their religious functions in instilling the Islamic values including the aspects of reading the stories of the prophets which done by the 60% of families, telling the family of the Messenger of Allah and the story of the Prophet’s companions which done by the 67% of families, teaching the names of the angels and their duties, and introducing the names of the scriptures which done by the 53% of the families, and the rest 32.71% of the family had not embedded the Islamic values in those aspects yet. Instilling the Islamic values as parts of the implementation of the family’s religious function was carried out in various ways according to the values which were implemented. Thus, the suggestion given is that parents as the implementers of the family’s religious functions have to learn continuously to improve their knowledge as well as to provide the sufficient time to instill the Islamic values in those aspects to their children. References Al Qur’anul Karim. Assobar Qur’an. Jakarta Timur: Pustaka Al-Mubin. Andayani & Koentjoro. (2004). Psikologi keluarga: Peran ayah menuju coparenting. Yogyakarta: Citra Media. Badan Pusat Statistik. (2017). Jumlah tenaga kerja perempuan di Indonesia. Diakses dari http://independen.id/read/data/429/jumlah-tenagakerja-perempuan-di-indonesia/ pada tanggal 18 September 2017. Djaelani, S. (2013). Peran pendidikan agama islam dalam keluarga dan masyarakat. Jurnal Ilmiah Widya, 1(2), 100-105. https://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/140 Djamas, Nurhayati, Rohita, Fitria, & Nila. (2017). Perilaku islami remaja. Prosiding Epistemologi Islam dalam Perspektif Teori Ilmu Pengetahuan Modern. PII-MKU: November. Fachrudin. (2011). Peranan pendidikan agama dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak-anak. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 9(1), 1-16. http://jurnal.upi.edu/taklim/view/834/peranan-pendidikan-agamadalam--keluarga-terhadap-pembentukankepribadian-anak-anak.html Musrin, M. (2004). Sistem nilai dan pandangan hidup serta relasinya dengan ilmu pengetahuan. Jakarta: Wardah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Sunartiningsih. (2015). Menghidupkan 8 fungsi keluarga menuju keluarga sejahtera. Diakses dari http://yogya.bkkbn.go.id/_layouts/mobile/dispform.aspx?List=8c526a76-8b88-44fe-8f81-085df5b7dc7&View=69dc083c-a8aa-496a-9eb7-b54836a53e40&ID=289 Takariawan, C. (2016). 8 fungsi keluarga dan peran ibu. Diakses dari https://www.kompasiana.com/pakcah/8-fungsi-keluarga-dan-peranibu_585b42e3148773230c238763 Toha, C., dkk. (2004). Metodologi pengajaran agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rozalinda. (2014). Ekonomi islam,teori dan aplikasinya pada aktivitas ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. ‘Ulwan, A.N. (2012). Pendidikan anak dalam Islam. Solo: Penerbit Insan Kamil.
PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGENAL WARNA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK Femmy Nur Assyifa; Rohita; Nurfadilah
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh video pembelajaran interaktif terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experimental dengan jenis one group pretest posttest design. Sampel yang digunakan adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 20 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Indikator kemampuan kognitif yang digunakan adalah kemampuan mengklasifikasikan warna, kemampuan mengurutkan benda berdasarkan 5 seri warna, dan kemampuan menyebutkan warna. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk melakukan pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada nilai rata-rata hasil pretest dan nilai hasil posttest pada indikator mengklasifikasikan warna memiliki nilai; indikator mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi warna; dan indikator menyebutkan warna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran interaktif terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun.The purpose of this study was to find out the effect of interactive educational videos on children, specially aged 4-5 years, in recognizing colors. The research used pre-experimental method, with one group pre test post test design. The participants were 20 children aged 4-5 years, which recruited using saturated sampling. Indicators of cognitive abilities used in this research were focusing on the ability to classify colors, to sort objects based on 5 color series, and to name the colors. The data were collected through observation using observation sheets before and after the introduction of the interactive educational videos which was conducted for five days. Data analysis was performed using the normality test, homogeneity test, and paired sample T-test. The results showed that there was a significant difference in the mean value of the pretest and posttest results on each indicator. The conclusion of this study is that there is an effect of the use of interactive educational videos on the ability to recognize colors in children aged 4-5 years.
SURVEI UPAYA GURU DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Nopi Sri Rejeki; Rohita Rohita; Murti Kusuma Wirasti
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 1 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.961 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1501.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang telah dilakukan guru dalam menciptakan pembelajaran efektif berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Metode penelitian yang digunakan adalah survei pada 38 orang guru TK di Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Penentuan partisipan penelitian menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rerata guru telah berupaya menciptakan pembelajaran efektif sebesar 2,88 poin atau cukup sering. Sedangkan dari kesepuluh prinsip pembelajaran di TK, ada 2 prinsip yaitu yang telah sering diupayakan dilakukan oleh guru, yaitu menciptakan lingkungan yang kondusif dan menciptakan pembelajaran yang demokratis. Tetapi ada 8 prinsip yang berada pada kategori cukup sering atau jarang diupayakan oleh guru untuk menciptakan pembelajaran efektif. Dari 8 prinsip tersebut, prinsip menggunakan pendekatan tematik adalah prinsip yang paling jarang dilakukan oleh guru. Kesimpulannya, guru dan sekolah telah berupaya untuk menciptakan pembelajaran efektif berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran di Taman Kanak-Kanak tetapi masih memerlukan peningkatan kemampuan dalam menyusun rancangan pembelajaran dan melaksanakan seluruh prinsip pembelajaran di TK.
Peran Kegiatan Fun cooking dalam Kemampuan Sosial Emosional dan Bahasa Anak Yosi Amaros; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.866 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.303

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fun coooking dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional dan bahasa anak di TK Al Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini anak usia 5-6 tahun yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler fun cooking berjumlah 8 orang anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang sudah terkumpul di triangulasi dengan jenis triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian anak, diperoleh informasi bahwa fun cooking memiliki peran dalam kemampuan sosio emosional dan bahasa anak. Kegiatan fun cooking memiliki peran dalam kemampuan bahasa anak terutama dalam memahami beberapa perintah secara bersamaan; menjawab pertanyaan yang lebih kompleks; memperkaya perbendaharaan kata; serta menuliskan nama sendiri. Sementara dalam kemampuan sosial emosional anak, fun cooking membuat anak mampu menaati aturan kelas; mengatur diri sendiri; berbagi dengan orang lain; menunjukkan sikap toleran; serta mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada.Abstract  - This study aims to determine the role of fun cooking in improving emotional social skills and language of children in kindergarten Al Izhar Pondok Labu, South Jakarta. These research subjects 5-6 years old children who take part in extracurricular fun cooking amounted to 8 children. The method used is descriptive qualitative approach with data collection technique using observation, interviews, and documentation. Then the data that have been collected in triangulation with the type of triangulation techniques. Based on the results of the study of children, there was information that the fun of cooking has a role in the socio-emotional and language abilities of children. Fun cooking activities have a role in the child's language ability, especially in understanding multiple commands simultaneously; answer more complex questions; enriching vocabulary; as well as write his own name. While the emotional social abilities of children, fun cooking to make children able to obey the rules of the classroom; self-regulating; share with others; show tolerance; and express the emotions that correspond to existing conditions.Keywords -  Fun cooking, Language skills, Social emotional skills
Penanaman Kemandirian Anak Melalui Pembelajaran Di Sentra Balok Riskia Fitriani; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.248 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i1.324

Abstract

Abstrak- Kemandirian merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki dan ditanamkan kepada anak sejak dini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam penanaman kemandirian anak melalui pembelajaran di sentra balok Taman Kanak-kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan anak-anak Kelompok A4 di sentra balok Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data Model Interaktif dari Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data disajikan dalam bentuk narasi dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman kemandirian anak melalui pembelajaran di sentra balok Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City dilakukan dengan penerapan aturan main secara konsisten pada saat pijakan sebelum main, yang meliputi aturan: 1. ambil dan kembalikan balok pada tempatnya; 2. Jaga baloknya; 3. baloknya berbagi dengan teman; dan 4. ambil balok secukupnya.Abstract - Independence is the character which is important to be instilled in children from an early age. The purpose of this study is to describe how the independence of children is build through learning in the beam center of Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Grand Depok City. This research used qualitative method with a descriptive approach. Data collection through interviews, observations and documentations method. The data sources in this study are from the A4 school principals, teachers and children at the Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Center Grand Depok City. Data analysis was carried out using the Interactive Model data analysis techniques by Miles and Huber which included data reduction, data presentation and data verification. The data presented in form the narratives and images. The results showed that building the children's independence through learning in the beam center of Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Grand Depok City was carried out by applying the rules of the game consistently on the footing before playing, which included rules: 1. Take and return the beams in its place; 2.Taking care the beams; 3. Shared the beams with friends; and 4. Take the beams as much as needs it. Keywords - Block Centre, Independence, Learning
Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (Studi Deskriptif pada Taman Kanak-kanak di Jakarta) Rohita Rohita; Nurfadilah Nurfadilah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.746 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.255

Abstract

Abstrak - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan penilaian pembelajaran di TK. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah lembaga pendidikan anak Taman Kanak-kanak sebanyak 3 lembaga yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan penilaian pembelajaran yang dilakukan di tiga TK di wilayah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat tidak hanya penilaian harian tetapi juga melakukan penilaian semester yang dilaksanakan pada akhir semester pembelajaran, dalam waktu 2 minggu dengan durasi kegiatan 1 – 1 ½ jam untuk setiap rombongan belajar. Setiap kelompok diberi tugas berupa beberapa lembar kerja yang berisi materi sesuai aspek perkembangan anak yang merupakan kumpulan dari materi-materi pada setiap tema yang telah dibahas sebelumnya. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa 1) penilaian semester yang dilakukan di ketiga TK belum menunjukkan kesesuaian dengan prinsip-prinsip penilaian pembelajaran di TK, yaitu prinsip alami dan bermakna, otentik, holistik, individual serta multisumber dan multikonteks; 2). Guru belum memahami betul subyek penilaian yaitu anak TK usia 4-6 tahun, sehingga memberikan materi soal yang sama antara anak kelompok A dengan anak kelompok B; 3). Pemahaman mengenai sasaran penilaian masih kurang, dimana aspek yang dinilai lebih banyak pada aspek kognitif dan bahasa, serta penggunaan metode pengumpulan data berupa alat penilaian yang lebih dominan menggunakan alat penilaian tes berupa lembar kerja anak; dan 4). Pelaksanaan penilaian pembelajaran khususnya penilaian semester tidak berdampak langsung pada penentuan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan untuk pembelajaran berikutnya diberikan dengan melakukan diskusi antar guru mengenai kegiatan apa yang akan diberikan selanjutnya. Kata Kunci - Penilaian Pembelajaran, Anak TK Abstract - This study is a qualitative descriptive research. The purpose of this study was to desribe the implementation of the learning assessment in kindergarten. The data collection methods are interview, observation and review documentation. The subjects were kindergarten teachers from 3 different institution in Kapuk, Cengkareng, West Jakarta area. Purposive sampling was chosen as a tool for sample selection.The research revealed that the implementation of learning assesment in Kapuk, Cengkareng area, not only do per day but also per semester, which conducted at the end of semester, within 2 weeks, with duration of action 1- 1 ½ hour for each learning group. Each group was given  a task in a form of worksheets which comprised developmentally appropriate lessons according the themes that has been given before. The conclusion is the assesment which has been conducted in 3 kindergarten has not indicated the congruity with learning principles in kindergarten, namely as principles of natural and meaningful, authentic, holistic individualized, resourceful and and multi context; 2) teachers has lack in understanding assesment of the children in age 4-6 years therefore the teacher has given the same matter in grup A and B; 3)Teachers also has lack of understanding about the purpose of the assesment and therefore they more focus on cognitive and language mastery and using test in a form of worksheets than other form; 4) Learning assesment, especially semesterly, has not direct impact on determining the following lessons. The following lessons will be given as the result of teacher’s discussions about the learning activity. Keywords - Learning Assesment, Kindergarten Children
Pemetaan Pengetahuan Guru TK tentang Keterampilan Gerak Dasar Anak TK Nila Fitria; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.869 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.346

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan perkembangan dan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi tiga ranah dalam pendidikan yang meliputi ranah kognitif (menyadari gerak), ranah psikomotor (pertumbuhan biologis, kesehatan, kebugaran jasmani), dan ranah afektif (rasa senang, aktualisasi diri, konsep diri) [1]. Permasalahan yang tampak di era digital ini, terbatasnya kemampuan motorik anak dikarenakan anak-anak usia dini sudah terpapar oleh gadget sejak dini. Sehingga kemampuan motorik anak era digital terbatas karena pengaruh gadget. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan guru keterampilan gerak dasar anak TK. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak yang berada pada Gugus Cut Nyak Dien. 32 guru TK yang berada di Gugus Cut Nyak Dien dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiiki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak dasar. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Sejumlah 18% dari jumlah guru memiliki pengetahuan mengenai gerak lokomotor dan 15% dari jumlah guru belum memiliki pengetahuan mengenai gerakan non-lokomotor. Guru dapat mengimplementasikan ketiga keterampilan gerak dasar dalam berbagai kegiatan motorik melalui menari, senam, dan bentuk permainan yang diciptakan oleh guru. Penilaian keterampilan gerak dasar dilakukan guru TK dan guru melalui pengamatan. Sejumlah 75% guru TK mengetahui tujuan stimulasi keterampilan gerak dasar anak yaitu untuk meningkatkan perkembangan motorik anak. Abstract - Developmental growth and learning through physical activity will affect the three domains in education which include cognitive domains (aware of motion), psychomotor domains (biological growth, health, physical fitness), and affective domain (pleasure, self-actualization, self-concept) [1]. Problems that appear in this digital era, limited motoric abilities of children because early childhood have been exposed to gadgets early. So that the digital motor skills of children are limited due to the influence of gadgets. The purpose of this study was to determine the level of teacher knowledge of basic movement skills of kindergarten children. This research was conducted with quantitative methods with the type of survey research. Survey research is a study that uses a questionnaire as a research instrument. Research carried out in kindergartens in Cut Nyak Dien's Cluster. 32 kindergarten teachers who are in Cut Nyak Dien Group with educational background from undergraduate education, 65% working period is 2 years. There are 15 kindergarten teachers who have high knowledge in basic motion skills knowledge. There are 6 kindergarten teachers who have knowledge in the moderate category of basic motion skills knowledge in gross motor skills. And there are 12 kindergarten teachers who have low knowledge of basic motion skills knowledge in rough motoric kindergarten children.A total of 18% of teachers have knowledge of locomotor motion and 15% of teachers have no knowledge of non-locomotor movements. TK teachers can implement all three basic motion skills in various motor activities through dancing, gymnastics, and forms of games created by the teacher. Assessment of basic motion skills is done by kindergarten teachers and teachers through observation. 75% of kindergarten teachers know the purpose of stimulating children's basic motion skills, namely to improve children's motor development. Keywords - Knowledge, Teacher, Skills, Basic movement